Nama : Syanti
NPM : 2211031150
Kelas : akt D
A. Proses pendidikan selama Pandemi Covid-19 sangat memprihatinkan, banyak dampak buruk yang dirasakan murid, orangtua, hingga guru-guru yang mengajar. bagi murid, pendidikan selama Pandemi menurunkan minat mereka untuk belajar karena selama berlangsungnya kelas online seringkali mereka kehilangan fokus atau tertidur, kendala lain yaitu dari jaringan internet dan sarana yg digunakan seperti handphone, laptop, dan buku (meski punya buku terkadang pelajar malas membukanya karena dianggap tidak penting)
Dampak pembelajaran juga tentunya memengaruhi orangtua pelajar, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan pembelajaran online anaknya, seperti kuota internet dan pulsa.
Guru juga tidak kalah dalam merasakan dampak, penurunan kualitas guru bisa terjadi apabila murid yg diajarnya melaporkan kinerja guru yang dirasa kurang bagus selama pembelajaran online, guru honor pun bisa saja kehilangan pekerjaannya karena jasanya tidak terpakai.
syukurlah pemerintah mulai berangsur meringankan Kebijakan PPKM, dari yg awalnya school from home berubah menjadi sekolah tatap muka 50%, dan sekarang bahkan sudah full tatap muka 100%
B. Cara mengefektifkannya :
Meski banyak faktor yg dianggap sebagai peningkat penularan tapi sebaiknya pembelajaran tatap muka tetap dilaksanakan, bagimanapun caranya entah itu pembatasan jumlah orang atau masuk secara bergiliran, karena srtiap murid memiliki hak dan kewajiban dimana pemerintah dan pihak sekolah harus memenuhi hak dan kewajiban pelajara tersebut. jika hak dan kewajiban murid terpenuhi maka implementasi sila ke 2 (kemanusiaan yang adil dan beradab) akan terimplementasikan.
Selain itu pemerintah juga bisa membantu para pelajar dengan mengalokasikan dana untuk fasilitas pembelajaran di tengah wabah covid seperti hand sanitized, alat cek suhu tubuh, face shield, perlengkapan cuci tangan danckuota internet pelajar. bantuan dari pemerintah tersebut berarti pengimplementasian sila ke 4 (kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan)
C. Contoh kasus
Suatu hari terjadi banji besar di kampung halaman saya yang berada di Kampung sebrang kota Pangkalpinang, banjir itu terjadi 3 hari 2 malam, setelah banjir surut para warga yang mengungsi kembali ke kampungnya dan membersihkan rumah masing², tak lama kemudian datang banyak tim dari Basarnas dan Kemenkes, Bersama basarnas penduduk diajak untuk membersihkan sampah yg memenuhi area selokan, Lalu Basarnas memberikan Sosialisasi tentang banjir yang dalam materinya disebutkan apa penyebab banjir, tanda-tanda sebelum banjir cara mengatasi banjir, dan pentingnya menjaga lingkungan, basarnas juga memberikan bantuan berupa Sembako, pakaian, dan alat tulis, Datangnya kemenkes Membantu warga yang terdampak penyakit dari adanya banjir tersebut dan kemenkes mengajarkan cara menjaga kebersihan area lingkungan rumah agar penyakit dan virus tidak berkembang biak.
Pendapat saya dari musibah banjir tersebut adalah manusia saling bergantungan, manusia adalah makhluk sosial yang tidak lepas dari kebutuhannya dengan orang lain, oleh karena itu sikap jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai perlu ada dalam diri manusia tersebut.
D. Hakikat Pancasila adalah sesuatu yang terkandung dalam nilai-nilai yang terdapat pada sila Pancasila yang harus dijadikan sebab, sehingga dijadikan sebagai dasar negara.
dalam pengaktualisasiannya Paradigma berfikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat yaitu tentang hubungan antara alam,tuhan,dan manusia dimana hubungan tersebut harus saling berkaitan, seperti ketika hendak melakukam sesuatu, manusia tersebut harus telebih dahulu berfikir dampak dari perbuatannya kepada alam, apakah baik atau buruk dimata tuhan, dan apakah berakibat juga ke masyarakat lainnya. jika pemikiran seperti itu diaplikasikan ke seluruh masyarakat, maka akan meminimalisir terjadinya perpecahan karena masing masing manusia terlebih dahulu memikirkan dampak perbuatannya.