Kiriman dibuat oleh Pravangasta Rampu Dyah Kartika Ratri

Nama: Pravangasta Rampu Dyah Kartika Ratri
NPM: 2215011057

Pada video pembelajaran di atas berisi tentang hakikat dan pentingnya Pancasila untuk di tetapkan di kehidupan.

Materi ini juga mengajarkan kita untuk bersikap demokratis, setia, rela berkorban, dan menerapkan atau mengimplementasikan nilai sila Pancasila dari sila 1-5.

Membahas landasan ideal dan landasan hukum mengapa pendidikan kewarganegaraan harus dipelajari. Dijelaskan juga, pentingnya penerapan pendidikan kewarganegaraan untuk kehidupan. Dimulai dari:
1. Pancasila
2. Pembukaan UUD
3. Batang tubuh UUD
Dalam undang undang dan dalam SK dirjen DIKTI Nomor 43 Tahun 2006

Berisi sumber sejarah tentang adanya Pancasila sebelum kemerdekan hingga sekarang.

Banyak warga negara Indonesia yang telah menerapkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari, tapi banyak juga yang seolah tidak perduli dan menutup mata akan adanya pendidikan Pancasila.
Nama: Pravangasta Rampu Dyah Kartika Ratri
NPM: 2215011057

Analisis jurnal: Pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ideologi dasar atau ideologi yang di terapkan di Indonesia adalah ideologi Pancasila. Ideologi yang mampu membina warganya untuk menjadi manusia yang sistematis, demokratis dan tidak jauh dari perilaku positif. Pancasila menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia, mempersatukan Indonesia dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Pancasila memiliki 5 nilai cakupan yang mampu menyelesaikan banyak permasalahan yang terjadi di Indonesia.
Seperti:
Sila pertama,
Tentang ketuhanan yang maha esa
Dimana berisi anjuran memeluk agama sesuai kepercayaan masing-masing, tanpa di paksa dan diikutcampuri ke inginannya untuk menyembah tuhan. Toleransi terhadap seluruh agama yang ada di Indonesia, tidak menggangu peribadahan orang lain.

Sila kedua,
Tentang kemnusian yang adil dan beradab
Diharapkan seluruh warga Indonesia memiliki sikap yang adil dan bijak sana terhadap suatu hal apa pun, contohnya dalam perkembangan kemajuan IPTEK. Masyarakat harus bijak dalam menggunakan kemajuan teknologi ini, memanfaatkannya untuk kebaikan dan menerapkan batasan agar tidak melenceng dari tujuan awal yaitu membangun Indonesia dengan IPTEK bukan menghancurkan dengan perselisihan akibat IPTEK.

Sila ketiga,
Persatuan Indonesia
Pengembangan IPTEK di gunakan untuk mempersatukan seluruh rakyat Indonesia. Agar saling berkomunikasi dan mengurangi selisih paham.

Sila keempat,
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Dalam sila ini dilejaskan bahwa seluruh warga Indonesia memiliki hak, kewajiban, dan kedudukan yang sama di mata hukum. Semua tertata dengan adil tanpa membeda-bedakan suku, ras, agama, dan adat istiadat. Seluruh keputusan ada di tangan rakyat, rakyat memegang kedaulatan tertinggi. Sehingga tidak ada oknum pejabat yang semena-mena karna kekuasaan yang dimilikinya. Dalam hal IPTEK juga masyarakat di bebaskan dalam mengembangkan imajinasinya, tanpa ada batasan selagi pengembangannya dalam hal kebaikan atau berdampak positif.

Sila kelima,
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Dimana semua memiliki hak yang sama, contohnya dalam hal kemajuan IPTEK. Seluruh rakyat Indonesia dapat mengaksesnya tanpa ada kesenjangan sosial, semuanya memiliki kedudukan dan porsi yang sama dalam ikut serta kemajuan IPTEK. Keadilan ini bukan hanya adil dalam menggunakan tetapi juga adil antar manusia dengan manusia antara individu dengan individu. Dengan Pancasila semua sudah di atur secara pas secara adil tinggal manusianya dapat paham dan mengerti tidak tentang pembgian tersebut.