Nama: Najya Zahrina Adilah
NPM: 2215012037
Kelas: A
Prodi: Arsitektur
Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya
Terjadi Pada pertengahan Oktober 2013, konflik antarwarga di perbatasan Indonesia-Timor Leste,
Konflik ini menimbulkan ketegangan hubungan antarwarga hingga berhari-hari berikutnya (Tempo,15 Oktober 2013). Konflik tersebut bukan pertama kali terjadi, karena pada akhir Juli 2012 konflik serupa juga terjadi di kabupaten yang sama, tetapi melibatkan warga dari desa yang berbeda. Kasus konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste menarik, karena jenis konflik tersebut hampir tidak terjadi di wilayah perbatasan darat Indonesia lainnya.
Kronologi konflik
Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste membangun jalan di dekat perbatasan Indonesia-Timor Leste, pembangunan jalan oleh Timor Leste tersebut merusak tiang-tiang pilar perbatasan, merusak pintu gudang genset pos penjagaan perbatasan milik Indonesia, serta merusak sembilan kuburan orang-orang tua warga Nelu, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara dan terjadilah konflik pada Senin, 14 Oktober 2013.
Faktor penyebab konflik
1. Masih belum tuntasnya delimitasi perbatasan antara kedua negara.
2. Negara masih mempersengketakan tiga segmen batas yaitu :
a. Segmen di Noelbesi Citrana
b. Segmen di Bijaelsunan
c. Segmen di Delomil Memo
3. Terjadi perbedaan interpretasi mengenai zona netral yang terdapat di perbatasan kedua negara.
4. Terkait dengan aspek sosial budaya, yaitu masih terdapat sentimen negatif antarwarga Indonesia dengan warga Timor Leste.
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
--> Artikel ini sangat menarik, karena kita sebagai bangsa Indonesia jadi tahu faktor apasaja yang mempengaruhi Kasus konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Setelah itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus berfikir bagaimana cara atau usaha agar konflik tersebut tidak terulang kembali.
2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
--> Jika Indonesia ridak memiliki konsepsi wawasan Nusantara maka, kita tidak akan memahami bahwa kita memiliki perbedaan di setiap wilayah (perbedaan bahasa, agama, suku bangsa,dan budaya),maka pasti akan terjadi saling merendahkan antar bangsa Indonesia lalu terjadilah konflik dan solidaritas bangsa akan terbelah. Selain itu, kedaulatan yang dianut oleh suatu negara akan hilang dan tidak akan ada lagi sifat nasionalisme suatu bangsa terhadap negara nya.
3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
--> - Pemerintah Indonesia dan Timor Leste perlu memperkuat kerja sama dalam bidang keamanan dan membangun dialog antarbudaya yang lebih baik.
- Selain dari pemerintah, masyarakat juga harus ikut serta untuk bekerjasama seperti contohnya tidak lagi melanturkan sentimen negatif antarwarga Indonesia dengan warga Timor Leste agar terciptanya kedamaian.
NPM: 2215012037
Kelas: A
Prodi: Arsitektur
Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya
Terjadi Pada pertengahan Oktober 2013, konflik antarwarga di perbatasan Indonesia-Timor Leste,
Konflik ini menimbulkan ketegangan hubungan antarwarga hingga berhari-hari berikutnya (Tempo,15 Oktober 2013). Konflik tersebut bukan pertama kali terjadi, karena pada akhir Juli 2012 konflik serupa juga terjadi di kabupaten yang sama, tetapi melibatkan warga dari desa yang berbeda. Kasus konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste menarik, karena jenis konflik tersebut hampir tidak terjadi di wilayah perbatasan darat Indonesia lainnya.
Kronologi konflik
Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste membangun jalan di dekat perbatasan Indonesia-Timor Leste, pembangunan jalan oleh Timor Leste tersebut merusak tiang-tiang pilar perbatasan, merusak pintu gudang genset pos penjagaan perbatasan milik Indonesia, serta merusak sembilan kuburan orang-orang tua warga Nelu, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara dan terjadilah konflik pada Senin, 14 Oktober 2013.
Faktor penyebab konflik
1. Masih belum tuntasnya delimitasi perbatasan antara kedua negara.
2. Negara masih mempersengketakan tiga segmen batas yaitu :
a. Segmen di Noelbesi Citrana
b. Segmen di Bijaelsunan
c. Segmen di Delomil Memo
3. Terjadi perbedaan interpretasi mengenai zona netral yang terdapat di perbatasan kedua negara.
4. Terkait dengan aspek sosial budaya, yaitu masih terdapat sentimen negatif antarwarga Indonesia dengan warga Timor Leste.
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
--> Artikel ini sangat menarik, karena kita sebagai bangsa Indonesia jadi tahu faktor apasaja yang mempengaruhi Kasus konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Setelah itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus berfikir bagaimana cara atau usaha agar konflik tersebut tidak terulang kembali.
2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
--> Jika Indonesia ridak memiliki konsepsi wawasan Nusantara maka, kita tidak akan memahami bahwa kita memiliki perbedaan di setiap wilayah (perbedaan bahasa, agama, suku bangsa,dan budaya),maka pasti akan terjadi saling merendahkan antar bangsa Indonesia lalu terjadilah konflik dan solidaritas bangsa akan terbelah. Selain itu, kedaulatan yang dianut oleh suatu negara akan hilang dan tidak akan ada lagi sifat nasionalisme suatu bangsa terhadap negara nya.
3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
--> - Pemerintah Indonesia dan Timor Leste perlu memperkuat kerja sama dalam bidang keamanan dan membangun dialog antarbudaya yang lebih baik.
- Selain dari pemerintah, masyarakat juga harus ikut serta untuk bekerjasama seperti contohnya tidak lagi melanturkan sentimen negatif antarwarga Indonesia dengan warga Timor Leste agar terciptanya kedamaian.