NAMA : ATHA IBNI HABIBIE
NPM : 2215012082
KELAS : B
PRODI : S1 ARSITEKTUR
Artikel tersebut memuat tentang konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste pada tahun 2013 terjadi akibat pembangunan jalan oleh pemerintah Timor Leste yang diduga melanggar batas wilayah Indonesia. Warga dari kedua negara kemudian terlibat dalam aksi saling lempar batu dan kayu, bahkan anggota polisi perbatasan Timor Leste juga turut serta dalam konflik tersebut. Setelah korban dari kedua belah pihak jatuh, aksi saling serang dihentikan, namun ketegangan tetap ada dan eskalasi konflik semakin meningkat ketika 19 ekor sapi milik warga Indonesia diduga digiring masuk ke wilayah Timor Leste. Sejumlah warga Indonesia dan TNI Satgas-Pamtas kemudian masuk ke wilayah Timor Leste untuk mencari sapi-sapi tersebut, sementara ratusan warga lainnya dari empat desa di Kecamatan Naibenu berjaga-jaga di perbatasan dan siap perang melawan warga Leolbatan, Desa Kosta, Kecamatan Kota, Distrik Oekussi, Timor Leste. Konflik komunal ini bukan pertama kali terjadi, pada tahun 2012 konflik serupa juga terjadi di wilayah yang sama. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi di masa depan.
1. Artikel tersebut menggambarkan konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste pada Oktober 2013. Setelah Timor Leste membangun jalan di dekat perbatasan yang telah melintasi wilayah Indonesia, konflik antara warga kedua negara pecah dan menimbulkan ketegangan hubungan antarwarga. Artikel ini menyajikan kronologi konflik, faktor penyebab, usaha penyelesaian, dan langkah yang dapat dilakukan ke depan. Hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah bahwa dengan mempelajari dan menganalisis konflik tersebut, Indonesia dapat melakukan langkah antisipasi untuk menghindari konflik serupa di masa depan.
2. Tanpa adanya konsepsi wawasan nusantara, wilayah dan bangsa Indonesia akan mengalami banyak masalah di berbagai sektor, terutama di sektor keamanan. Konsepsi wawasan nusantara adalah pandangan strategis yang menekankan pentingnya memperhatikan kondisi geografis, demografi, dan sosial budaya di wilayah Indonesia untuk menjaga kedaulatan, keutuhan, dan kesatuan negara. Tanpa konsepsi tersebut, negara Indonesia akan kesulitan dalam menghadapi berbagai tantangan dan konflik di wilayahnya, terutama di wilayah perbatasan yang rawan terjadi konflik seperti di Indonesia-Timor Leste. Dengan adanya konsepsi wawasan nusantara, negara Indonesia dapat melakukan antisipasi dan penyelesaian masalah dengan lebih baik dan efektif.
3. Konsepsi wawasan nusantara sangat penting dalam mencegah timbulnya konflik, terutama di wilayah perbatasan. Dalam hal ini, konsepsi wawasan nusantara menekankan pada pentingnya membangun kerjasama yang baik antara negara-negara tetangga, menghormati batas-batas wilayah yang telah disepakati, serta memperhatikan kepentingan bersama dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan di wilayah perbatasan. Dengan demikian, konsepsi wawasan nusantara dapat meminimalisir terjadinya konflik antarwarga atau antarnegara di wilayah perbatasan. Selain itu, konsepsi wawasan nusantara juga menekankan pentingnya membangun toleransi, kerjasama, dan perdamaian di antara masyarakat yang memiliki perbedaan agama, suku, dan budaya di wilayah perbatasan.
NPM : 2215012082
KELAS : B
PRODI : S1 ARSITEKTUR
Artikel tersebut memuat tentang konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste pada tahun 2013 terjadi akibat pembangunan jalan oleh pemerintah Timor Leste yang diduga melanggar batas wilayah Indonesia. Warga dari kedua negara kemudian terlibat dalam aksi saling lempar batu dan kayu, bahkan anggota polisi perbatasan Timor Leste juga turut serta dalam konflik tersebut. Setelah korban dari kedua belah pihak jatuh, aksi saling serang dihentikan, namun ketegangan tetap ada dan eskalasi konflik semakin meningkat ketika 19 ekor sapi milik warga Indonesia diduga digiring masuk ke wilayah Timor Leste. Sejumlah warga Indonesia dan TNI Satgas-Pamtas kemudian masuk ke wilayah Timor Leste untuk mencari sapi-sapi tersebut, sementara ratusan warga lainnya dari empat desa di Kecamatan Naibenu berjaga-jaga di perbatasan dan siap perang melawan warga Leolbatan, Desa Kosta, Kecamatan Kota, Distrik Oekussi, Timor Leste. Konflik komunal ini bukan pertama kali terjadi, pada tahun 2012 konflik serupa juga terjadi di wilayah yang sama. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi di masa depan.
1. Artikel tersebut menggambarkan konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste pada Oktober 2013. Setelah Timor Leste membangun jalan di dekat perbatasan yang telah melintasi wilayah Indonesia, konflik antara warga kedua negara pecah dan menimbulkan ketegangan hubungan antarwarga. Artikel ini menyajikan kronologi konflik, faktor penyebab, usaha penyelesaian, dan langkah yang dapat dilakukan ke depan. Hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah bahwa dengan mempelajari dan menganalisis konflik tersebut, Indonesia dapat melakukan langkah antisipasi untuk menghindari konflik serupa di masa depan.
2. Tanpa adanya konsepsi wawasan nusantara, wilayah dan bangsa Indonesia akan mengalami banyak masalah di berbagai sektor, terutama di sektor keamanan. Konsepsi wawasan nusantara adalah pandangan strategis yang menekankan pentingnya memperhatikan kondisi geografis, demografi, dan sosial budaya di wilayah Indonesia untuk menjaga kedaulatan, keutuhan, dan kesatuan negara. Tanpa konsepsi tersebut, negara Indonesia akan kesulitan dalam menghadapi berbagai tantangan dan konflik di wilayahnya, terutama di wilayah perbatasan yang rawan terjadi konflik seperti di Indonesia-Timor Leste. Dengan adanya konsepsi wawasan nusantara, negara Indonesia dapat melakukan antisipasi dan penyelesaian masalah dengan lebih baik dan efektif.
3. Konsepsi wawasan nusantara sangat penting dalam mencegah timbulnya konflik, terutama di wilayah perbatasan. Dalam hal ini, konsepsi wawasan nusantara menekankan pada pentingnya membangun kerjasama yang baik antara negara-negara tetangga, menghormati batas-batas wilayah yang telah disepakati, serta memperhatikan kepentingan bersama dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan di wilayah perbatasan. Dengan demikian, konsepsi wawasan nusantara dapat meminimalisir terjadinya konflik antarwarga atau antarnegara di wilayah perbatasan. Selain itu, konsepsi wawasan nusantara juga menekankan pentingnya membangun toleransi, kerjasama, dan perdamaian di antara masyarakat yang memiliki perbedaan agama, suku, dan budaya di wilayah perbatasan.