Nama : Rinaldi Kartobi
Npm : 2211031154
Kelas : Akuntansi D
Sebagai dasar falsafah dan ideologi negara pancasila diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatudan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa Indonesia ditengah globalisasi dan perkembangan IPTEK yang begitu pesat. Pnacasila menjadi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang baik dan juga sebagai dasar falsafah negara Indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa sebagai dasar pemersatu.
Perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang sangat cepat di berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara, memasuki dan mempengaruhi segala aspek kehidupan adat dan budaya bangsa. Namun, perkembangan IPTEK yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat justru akan menjadi aspek penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan mentalitas. Perkembangan IPTEK yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke bangsa kita, sehingga sangat penting nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam memahami dan mengembangkan IPTEK.
Oleh karena itu, Pancasila sebagai filsafat ilmu menjadi landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Pancasila sebagai filsafat juga akan membantu kita untuk mengambil sikap terbuka dan kritis terhadap dampak modernisasi dan menjadi pemain aktif, mempertahankan identitas sebagai bangsa Indonesia. Selain itu, Pancaila berfungis sebagai filter agar budaya buruk dari luar tidak ditiru oleh masyarakat Indonesia.Pengamalani sila-sila dalam Pengembangan IPTEK :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa, keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa, pencipta alam semesta beserta isinya (Burhanudin, 1988). Dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia harus menciptakan perimbangan antara yang rasional dan irrasional, antara rasa dan akal.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab, kesadaran sikap dan perbuatan manusia yang didasarkan kepada potensi budi murni manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umum baik terhadap diri pribadi, sesama manusia maupun terhadap alam dan hewan.
3. Persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memilki sikap yang tebuka artinya terbuka untuk dikritik/dikaji ulang.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya (T. Jacob, 1986).
Npm : 2211031154
Kelas : Akuntansi D
Sebagai dasar falsafah dan ideologi negara pancasila diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatudan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa Indonesia ditengah globalisasi dan perkembangan IPTEK yang begitu pesat. Pnacasila menjadi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang baik dan juga sebagai dasar falsafah negara Indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa sebagai dasar pemersatu.
Perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang sangat cepat di berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara, memasuki dan mempengaruhi segala aspek kehidupan adat dan budaya bangsa. Namun, perkembangan IPTEK yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat justru akan menjadi aspek penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan mentalitas. Perkembangan IPTEK yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke bangsa kita, sehingga sangat penting nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam memahami dan mengembangkan IPTEK.
Oleh karena itu, Pancasila sebagai filsafat ilmu menjadi landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Pancasila sebagai filsafat juga akan membantu kita untuk mengambil sikap terbuka dan kritis terhadap dampak modernisasi dan menjadi pemain aktif, mempertahankan identitas sebagai bangsa Indonesia. Selain itu, Pancaila berfungis sebagai filter agar budaya buruk dari luar tidak ditiru oleh masyarakat Indonesia.Pengamalani sila-sila dalam Pengembangan IPTEK :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa, keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa, pencipta alam semesta beserta isinya (Burhanudin, 1988). Dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia harus menciptakan perimbangan antara yang rasional dan irrasional, antara rasa dan akal.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab, kesadaran sikap dan perbuatan manusia yang didasarkan kepada potensi budi murni manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umum baik terhadap diri pribadi, sesama manusia maupun terhadap alam dan hewan.
3. Persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memilki sikap yang tebuka artinya terbuka untuk dikritik/dikaji ulang.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya (T. Jacob, 1986).