Nama : Ria Putri Darmayati
NPM : 2251031033
Kelas : AKT D
14 a Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi
Perkembangan IPTEK
Pengimplementasian nilai-nilai
Pancasila dalam perkembangan IPTEK
penting dilakukan oleh rakyat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dimana Pancasila menjadi rambu-rambu normatif bagi pengembangan dan juga pemanfaatan IPTEK agar sesuai dengan kepribadian masyarakat
Indonesia yang luhur dan mulia.
Kita harus bijak menggunakan teknologi dan berusaha tidak terpengaruh oleh dampak negatif dari perkembangan IPTEK.
Upaya- upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat pengimplementasian nilai-nilai Pancasila, diantaranya :
• Melalui dunia pendidikan,yaitu dengan
menambahkan mata pelajaran pancasila sejak dini hingga perguruan tinggi. Sehingga dapat menerapkan
nilai-nilai Pancasila tersebut dengan dalam kehidupan.
• Penyuluhan/ Sosialisasi tentang
pentingnya menerapkan nilai-nilai agar
warga dapat memahami nilai-nilai Pancasila serta mengetahui
maknanya yang penting bagi kehidupan masyarakat.
• Memperkenalkan nilai-nilai Pancasila
melalui media massa, karena media masaa dapat menjangkau luas informasi tentang nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat melalui bacaan di
laman berita, artikel dan juga sosial media lainnya.
• Memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran terhadap pancasila agar tidak terjadi pelanggaran serupa atau yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.
• Menolak dengan tegas paham-paham
yang bertentangan dengan Pancasila.
Seperti paham radikalisme yang menyerang kalangan pemuda yang dapat dicegah dengan penolakan tegas paham-paham lain yang tidak sesuai dengan paham Pancasila karena dapat menimbulkan perpecahan serta perselisihan antar warga.
• Menjadikan Pancasila sebagai acuan
dalam bertindak dan memanfaatkan
teknologi, dengan begitu kita dapat mengetahui mana hal baik dan buruk serta dalam menggunakan teknologi dan bertindak tidak gegabah serta selalu berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila sehingga bisa dicegah dan juga diminimalisir hal-hal buruk.
• Kritis dan bijak serta selalu dapat
memilah hal-hal atau informasi yang
didapat agar tidak menyimpang dari nilai-nilai Pancasila dan tidak terjadi penyimpangan informasi yang mengakjibatkan kita salah bertindak.
14 b Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
Teori kebenaran Pancasila menghendaki, bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi yaitu pernyataan dianggap benar jika pernyataan bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Pada susunan Pancasila yang menurut
bersifat hirarkhis dan berbentuk piramidal Artinya, kelima sila
Pancasila itu menunjukkan satu rangkaian yang bertingkat, sehingga tidak boleh dibolak-balik tata urutannya. Hal ini juga menunjukkan rangkaian tingkat dalam luas dan isi sifatnya. Setiap sila yang ada di belakangnya lebih sempit cakupannya tetapi lebih banyak isi sifatnya.
Kebenaran korespondensi, yaitu satu
pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan
tersebut. Dalam Pancasila, bahwa kandungan pernyataan sila-sila Pancasila harus cocok, sesuai, terjelma dalam keadaan senyatanya bermasyarakat dan bernegara. Sila-sila dalam Pancasila berkesuaian atau koresponden dengan objek yang dituju.
Kebenaran pragmatik, yaitu nilai kebenaran proposisi diukur dengan kriteria apakah proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan praktis atau tidak. Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Hal ini memang menunjukkan bahwa sistem filsafat Pancasila berfungsi secara praktis. Fakta sejarah telah membuktikan, baik sejak proses penetapan Pancasila sebagai dasar negara maupun dalam menghadapi berbagai pemberontakan, dengan jiwa Pancasila ini persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Para penganut Pancasila percaya akan kebenaran Pancasila, karena Pancasila bersifat fungsional.
Ketiga hal tersebut secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Artinya tidak menonjolkan atau mementingkan salah satunya.
Pemahaman filosofis tentang kebenaran dalam konteks Pancasila dapat digeneralisasikan bahwa dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah
1) Tiadanya bertentangan dengan Tuhan,
2) Aktualisasi atau perwujudan dan terpenuhinya hakekat manusia,
3) Suatu hal yang satu, tidak dapat
dibagi-bagi,
4) Kemanfaatan pada semua pihak, dan
5) Terpenuhinya hakekat keadilan (adil).
Dengan berorientasi Pancasila secara
ilmiah dalam upaya mencari kebenaran
dan konsep bahwa Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu di Indonesia serta visi ilmu di Indonesia tersebut maka ilmu yang dikembangkan di Indonesia tidak akan ada alienasi terhadap bangsa
Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa Indonesia.
NPM : 2251031033
Kelas : AKT D
14 a Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi
Perkembangan IPTEK
Pengimplementasian nilai-nilai
Pancasila dalam perkembangan IPTEK
penting dilakukan oleh rakyat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dimana Pancasila menjadi rambu-rambu normatif bagi pengembangan dan juga pemanfaatan IPTEK agar sesuai dengan kepribadian masyarakat
Indonesia yang luhur dan mulia.
Kita harus bijak menggunakan teknologi dan berusaha tidak terpengaruh oleh dampak negatif dari perkembangan IPTEK.
Upaya- upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat pengimplementasian nilai-nilai Pancasila, diantaranya :
• Melalui dunia pendidikan,yaitu dengan
menambahkan mata pelajaran pancasila sejak dini hingga perguruan tinggi. Sehingga dapat menerapkan
nilai-nilai Pancasila tersebut dengan dalam kehidupan.
• Penyuluhan/ Sosialisasi tentang
pentingnya menerapkan nilai-nilai agar
warga dapat memahami nilai-nilai Pancasila serta mengetahui
maknanya yang penting bagi kehidupan masyarakat.
• Memperkenalkan nilai-nilai Pancasila
melalui media massa, karena media masaa dapat menjangkau luas informasi tentang nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat melalui bacaan di
laman berita, artikel dan juga sosial media lainnya.
• Memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran terhadap pancasila agar tidak terjadi pelanggaran serupa atau yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.
• Menolak dengan tegas paham-paham
yang bertentangan dengan Pancasila.
Seperti paham radikalisme yang menyerang kalangan pemuda yang dapat dicegah dengan penolakan tegas paham-paham lain yang tidak sesuai dengan paham Pancasila karena dapat menimbulkan perpecahan serta perselisihan antar warga.
• Menjadikan Pancasila sebagai acuan
dalam bertindak dan memanfaatkan
teknologi, dengan begitu kita dapat mengetahui mana hal baik dan buruk serta dalam menggunakan teknologi dan bertindak tidak gegabah serta selalu berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila sehingga bisa dicegah dan juga diminimalisir hal-hal buruk.
• Kritis dan bijak serta selalu dapat
memilah hal-hal atau informasi yang
didapat agar tidak menyimpang dari nilai-nilai Pancasila dan tidak terjadi penyimpangan informasi yang mengakjibatkan kita salah bertindak.
14 b Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
Teori kebenaran Pancasila menghendaki, bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi yaitu pernyataan dianggap benar jika pernyataan bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Pada susunan Pancasila yang menurut
bersifat hirarkhis dan berbentuk piramidal Artinya, kelima sila
Pancasila itu menunjukkan satu rangkaian yang bertingkat, sehingga tidak boleh dibolak-balik tata urutannya. Hal ini juga menunjukkan rangkaian tingkat dalam luas dan isi sifatnya. Setiap sila yang ada di belakangnya lebih sempit cakupannya tetapi lebih banyak isi sifatnya.
Kebenaran korespondensi, yaitu satu
pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan
tersebut. Dalam Pancasila, bahwa kandungan pernyataan sila-sila Pancasila harus cocok, sesuai, terjelma dalam keadaan senyatanya bermasyarakat dan bernegara. Sila-sila dalam Pancasila berkesuaian atau koresponden dengan objek yang dituju.
Kebenaran pragmatik, yaitu nilai kebenaran proposisi diukur dengan kriteria apakah proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan praktis atau tidak. Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Hal ini memang menunjukkan bahwa sistem filsafat Pancasila berfungsi secara praktis. Fakta sejarah telah membuktikan, baik sejak proses penetapan Pancasila sebagai dasar negara maupun dalam menghadapi berbagai pemberontakan, dengan jiwa Pancasila ini persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Para penganut Pancasila percaya akan kebenaran Pancasila, karena Pancasila bersifat fungsional.
Ketiga hal tersebut secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Artinya tidak menonjolkan atau mementingkan salah satunya.
Pemahaman filosofis tentang kebenaran dalam konteks Pancasila dapat digeneralisasikan bahwa dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah
1) Tiadanya bertentangan dengan Tuhan,
2) Aktualisasi atau perwujudan dan terpenuhinya hakekat manusia,
3) Suatu hal yang satu, tidak dapat
dibagi-bagi,
4) Kemanfaatan pada semua pihak, dan
5) Terpenuhinya hakekat keadilan (adil).
Dengan berorientasi Pancasila secara
ilmiah dalam upaya mencari kebenaran
dan konsep bahwa Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu di Indonesia serta visi ilmu di Indonesia tersebut maka ilmu yang dikembangkan di Indonesia tidak akan ada alienasi terhadap bangsa
Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa Indonesia.