Nama : Weny Fadila
NPM : 2251031032
Kelas : Akuntansi D
- Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi
Perkembangan IPTEK
Ilmu pengetahuan dan teknologi atau yang
biasa dikenal dengan singkatan IPTEK
adalah suatu sumber yang mana seseorang
bisa mengelola dan juga menggunakannya
dalam kehidupannya baik dari penemuan
baru tentang suatu ilmu atau teknologi dan
juga perkembangan dari ilmu dan teknologi itu sendiri.3. IPTEK
ini dikembangkan dengan tujuan untuk
memudahkan kehidupan manusia di
berbagai bidang kehidupan.
Dampak Positif IPTEK :
- Menunjang kegiatan produksi
- Memudahkan komunikasi dengan orang lain
- Memudahkan proses pembelajaran
Dampak Negatif IPTEK :
- Carding, yaitu pembobolan kartu kredit
melalui internet untuk mendapatkan kode
kartu, penipuan melalui pesan singkat,
pembajakan akun dan masih banyak lagi.
- Membuat ketergantungan dan rasa malas
- Mengandung unsur kekerasan bahkan pornografi
Pancasila Sebagai Pandangan Hidup
BangsaAdapun kedudukan
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
adalah sebagai berikut :
- Pancasila sebagai sumber solusi
penyelesaian masalah.
- Pancasila sebagai pembangun karakter.
-Pemersatu Bangsa Pancasila memiliki
kedudukan sebagai alat pemersatu bangsa.
Pancasila sebagai ideologi negara
memiliki nilai-nilai luhur yang merupakan
cerminan dari masyarakat Indonesia yang
harus senantiasa dijaga. Pada
perkembangan zaman yang semakin
modern ini pengimplementasiaan nilainilai pancasila tentunya harus lebih
diperkuat agar tidak punah dan sebagai
pelindung bangsa dari pengaruh negatif
yang muncul dari perkembangan IPTEK
yang seringkali disalahgunakan.
Upaya- upaya yang dapat
dilakukan untuk memperkuat
pengimplementasian nilai-nilai Pancasila
dapat dilakukan dengan cara antara lain
sebagai berikut :
- Melalui dunia Pendidikan
- Penyuluhan/ Sosialisasi tentang pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
- Memperkenalkan nilai-nilai Pancasila melalui media massa
- Menolak dengan tegas paham – paham yang bertentangan dengan Pancasila.
- Menjadikan Pancasila sebagai acuan dalam bertindak dan memanfaatkan teknologi.
- Kritis dan bijak serta selalu dapat memilah hal-hal atau informasi yang didapat agar tidak menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.
Implementasi nilai-nilai pancasila dalam
kehidupan sehari-hari yaitu dengan
menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam
setiap pribadi, perseorangan, setiap warga
negara, setiap individu, setiap penduduk,
setiap orang Indonesia. Pelaksanaan dalam
perilaku sehari-hari ini lebih berkaitan
dengan norma-norma moral. Jika
aktualisasi dari Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari benar benar
dilakukan maka akan tercapailah warga
negara yang Pancasila yaitu Pancasila
telah melekat dalam hati sanubari bangsa
Indonesia, dan yang demikian itu disebut dengan kepribadian Pancasila.
- Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
Pengetahuan adalah hasil tahu manusia
terhadap sesuatu, atau segala perbuatan
manusia untuk memahami suatu obyek yang
dihadapinya, atau hasil usaha manusia untuk
memahami suatu obyek tertentu. Cabang
filsafat yang membahas pengetahuan disebut
Epistemologi. Epistemologi adalah cabang filsafat
yang membicarakan tentang terjadinya
pengetahuan, sumber pengetahuan, asal mula
pengetahuan, batas-batas, sifat, metode dan
validity pengetahuan.
Ilmu pengetahuan diambil dari kata
bahasa Inggris science, yang berasal dari
bahasa latin scientia dari bentuk kata kerja
scire yang berarti mempelajari, mengetahui.
The Liang Gie memberikan pengertian ilmu adalah rangkaian
aktivitas penelaahan yang mencari penjelasan
suatu metode untuk memperoleh pemahaman
secara rasional empiris mengenai dunia ini
dalam berbagai seginya, dan keseluruhan
pengetahuan sistematis yang menjelaskan
berbagai gejala yang ingin dimengerti
manusia.
Sedangkan Daoed Joesoef menunjukkan bahwa pengertian ilmu mengacu
pada tiga hal, yaitu : produk, proses,
masyarakat. Ilmu pengetahuan sebagai produk
yaitu pengetahuan yang telah diketahui dan
diakui kebenarannya oleh masyarakat
ilmuwan. Pengetahuan ilmiah dalam hal ini
terbatas pada kenyataan-kenyataan yang
mengandung kemungkinan untuk disepakati
dan terbuka untuk diteliti, diuji dan dibantah
oleh seseorang.
Dalam lingkup perbincangan
kefilsafatan, sistem filsafat Pancasila harus
memenuhi tiga teori kebenaran, yakni teori
kebenaran koherensi, korespondensi, dan
pragmatik. Sehingga sistem filsafat Pancasila
menjadi tangguh di hadapan sistem filsafat
yang lain.
1. Teori Koherensi
Bagi teori kebenaran ini, pernyataan
dianggap benar jika pernyataan bersifat
konsisten dengan pernyataan sebelumnya
yang dianggap benar. Menurut Notonagoro, Pancasila dasar filsafat negara
merupakan satu kesatuan, tersusun atas
berbagai bagian, tetapi bagian itu tidak saling
bertentangan. Semuanya menyusun hal yang
baru dan utuh. Setiap bagian Pancasila
merupakan bagian yang mutlak, jika
dihilangkan satu bagian saja hilanglah
halnya, sebaliknya terlepas dari halnya,
bagian tersebut dihilangkan kedudukan dan
fungsinya. Selain itu, setiap sila Pancasila di
dalamnya mengandung sila yang lainnya.
2. Teori Korespondensi
Menurut teori korespondensi ini, satu
pernyataan benar jika materi pengetahuan
yang dikandung pernyataan itu berhubungan
dengan objek yang dituju oleh pernyataan
tersebut.
3. Teori Pragmatik
Menurut teori ini, nilai kebenaran
proposisi diukur dengan kriteria apakah
proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan
praktis atau tidak. Teori ini tercermin dalam
Pancasila sebagai pemersatu bangsa
Indonesia.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat
disimpulkan bahwa:
1. Teori kebenaran Pancasila menghendaki,
bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus
memenuhi kebenaran koherensi,
korespondensi, dan pragmatik. Ketiga hal
tersebut secara simultan saling melengkapi
dalam kerja ilmiah. Artinya tidak
menonjolkan atau mementingkan salah
satunya.
2. Pemahaman filosofis tentang kebenaran
dalam konteks Pancasila dapat
digeneralisasikan bahwa dalam konteks
Pancasila, kebenaran adalah:
- Tiadanya
pertentangan dengan Tuhan
- Aktualisasi
atau perwujudan dan terpenuhinya
hakekat manusia
- Suatu hal yang satu,
tidak dapat dibagi-bagi
- Kemanfaatan
pada semua pihak
- Terpenuhinya
hakekat keadilan (adil).
Untuk
pengembangan ilmu di Indonesia nilai
kebenaran Pancasila harus dijadikan
dasarnya.
3. Dengan berorientasi Pancasila secara
ilmiah dalam upaya mencari kebenaran
dan konsep bahwa Pancasila sebagai dasar
pengembangan ilmu di Indonesia serta
visi ilmu di Indonesia tersebut maka ilmu
yang dikembangkan di Indonesia tidak
akan ada alienasi terhadap bangsa
Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan
sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa
Indonesia.