གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Salma Salsabila Chandra 2211031144

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Salma Salsabila Chandra 2211031144 གིས-

Nama : Salma Salsabila Chandra
NPM : 2211031144
Kelas : AKT D
Matkul : Pendidikan Pancasila
Senin, 14 November 2022. Pertemuan 13

Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Di era globalisasi, banyak aspek-aspek yang mengalami perkembangan signifikan dan membawa kemajuan segala aspek yang terdampak. Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi skala dunia. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dalam berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.

Globalisasi mendorong munculnya berbagai kemungkinan tentang perubahan dunia, menghilangkan berbagai halangan dan rintangan yang menjadikan dunia semakin terbuka dan saling bergantung satu sama lain, serta membawa perspektif baru tentang konsep "dunia tanpa tapal batas" yang saat ini diterima sebagai realitas masa depan yang akan mempengaruhi budaya.

Saat ini segala aspek kehidupan telah mampu berkembang dengan pesat, beriringan dengan perkembangan pendidikan dari tradisional menjadi modern, perkembangan ini menuntut masyarakat kearah globalisasi. Penyebab utama pada perubahan tersebut adalah aspek teknologi informasi, contohnya adalah pada pendidikan tradisional sumber ilmu hanya didapat dari buku, hal tersebut masih mempunyai kendala yaitu tidak semua orang bisa mendapatkan buku yang harganya relatif mahal.  Namun, pada tingkat yang lebih modern telah muncul internet yang memberikan banyak informasi tentang pendidikan dan dapat terjangkau di semua kalangan masyarakat.

Kemajuan teknologi menyebabkan perubahan besar pada kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya, tidak terkecuali dunia pendidikan. Saat ini, di Indonesia dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap aspek pendidikan, baik bagi masyarakat perkotaan maupun pedesaan (modernisasi). Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon, dan telepon genggam, bahkan internet yang melanda masyarakat kota, telah diminati masyarakat di pelosok desa. Akibatnya segala informasi yang bernilai positif maupun negatif dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat, dan diakui atau tidak–perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pemikiran masyarakat. Jika dikaitkan dengan Pancasila, maka akar permasalahan yang dihadapi adalah apakah nilai-nilai dalam Pancasila menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia terpengaruh perkembangan teknologi informasi.

Melihat kenyataan dalam masyarakat terutama kalangan mahasiswa, sebenarnya bukan Pancasila yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi melainkan masyarakat itu sendiri. Memberi pengaruh baik atau buruk terhadap Pancasila tergantung bagaimana masyarakat, sebagai penganut ideologi Pancasila, menyikapi pengembangan teknologi informasi tersebut. Perkembangan teknologi informasi memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Jika dibiarkan, hal ini akan menyebabkan nilai luhur Pancasila di masyarakat terkikis bahkan habis tergilas budaya barat yang berkembang.

Pancasila merupakan warisan luar biasa dari pendiri bangsa yang mengacu pada nilai-nilai luhur. Mayoritas bangsa Indonesia berpendapat bahwa Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup masyarakat Indonesia yang plural tidak tergantikan. Pancasila yang akomodatif terhadap agama tidak dapat tergantikan oleh ideologi sekulerisme yang tidak selalu bersahabat dengan agama. Oleh karena itu, perlu ada pemulihan kembali kesadaran kolektif bangsa tentang posisi vital dan urgensi Pancasila dalam kehidupan masyarakat terutama mahasiswa melalui mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila.

Hasil penelitian membuktikan bahwa secara umum responden dalam penelitian mempunyai pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Menurut responden mahasiswa perlu memiliki sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari, perlu toleransi yang tinggi atas perbedaan ras dan agama, serta perlu memiliki pemahaman mendalam tentang pendidikan Pancasila. Untuk itu, Pancasila penting dalam kehidupan bermasyarakat dan harus ditetapkan sejak dini.

Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa secara umum responden dapat menyikapi perkembangan IPTEK dengan baik. Kemajuan teknologi harus digunakan dengan baik dan penuh tanggung jawab, IPTEK dimanfaatkan untuk mempermudah proses belajar dan berinteraksi dalam bidang perdagangan. Responden Dalam penelitian ini melakukan penyaringan terhadap semua informasi yang masuk melalui media sosial, memblokir teman atau situs konten pornografi dan kekerasan di media sosial dan menggunakan bahasa yang santun saat berkomentar. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila terhadap variabel menyikapi perkembangan IPTEK pada mahasiswa.

Mahasiswa sebagai generasi muda sebaiknya menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan iptek dan bisa menyeleksi pengaruh nilai kebudayaan baru sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negatif. Kita harus berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar negara sehingga perkembangan iptek bisa membantu pembangunan dan perkembangan negara.

Perlu mengaktualisasikan Pancasila pada generasi muda melalui Kementerian Pendidikan dengan mengemas materi dan metode pembelajaran yang tidak bersifat indoktrinasi. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi perlu meningkatkan filtering terhadap globalisasi informasi yang dikemas dalam berbagai media, khususnya teknologi informasi internet untuk menangkal berbagai susunan informasi yang berbau radikalisme.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Video

Salma Salsabila Chandra 2211031144 གིས-
Nama : Salma Salsabila Chandra
NPM : 2211031144
Kelas : AKT D
Matkul : Pendidikan Pancasila
Senin, 14 November 2022. Pertemuan 13


PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN IPTEK 

IPTEK adalah hasil karya manusia yang dipergunakan untuk membantu keperluan hidup manusia. Pemanfaatan IPTEK tentu berdampak positif dan negatif. Pancasila merupakan rumusan dari pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara seluruh rakyat Indonesia.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila ialah hal penting dalam pengembangan IPTEK yang sangat cepat. Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa bagi bangsa Indonesia adalah mutlak, berbeda dan berjalan berlawanan dengan pandangan sekular dunia Barat yang ilmunya dipelajari dan dijadikan rujukan cendikiawan.

Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam perkembangan IPTEK
Sila ke-1 Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengkomplementasikan ilmu pengetahuan menciptakan keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. IPTEK memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan, serta dipertimbangkan maksud dan akibatnya, merugikan atau melestarikan sekitar.
Sila ke-2 Kemanusiaan yang adil dan beradab
Memberikan dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus beradab dan bermoral sebagai hasil budaya manusia.
Sila ke-3 Persatuan Indonesia
Mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme kemanusiaan dalam sila-sila lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebebasan dan keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
Sila ke-4 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Mendasari pengembangan iptek secara demokratis, artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan pengembangan IPTEK, menghormati dan menghargai kebebasan orang lain, memiliki sikap terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan lainnya.
Sila ke-5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Mengkomplementasikan pengembangan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan, yaitu keseimbangan dalam hubungan dengan diri sendiri dan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal

Salma Salsabila Chandra 2211031144 གིས-

Nama : Salma Salsabila Chandra
NPM : 2211031144
Kelas : AKT D
Matkul : Pendidikan Pancasila
Senin, 7 November 2022. Pertemuan ke-12

Analisis soal 2
A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

Sistem etika perilaku politik saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dapat kita lihat, masih banyak kesalahan dan penyimpangan dalam politik Indonesia yang melahirkan birokrasi koruptif dan tidak kredibel. Beberapa etika politik yang belum terlaksana sepenuhnya, yaitu:
1. Independensi: pelaku politik tidak memiliki independensi struktural dan sikap sehingga mudah terperangkap penyalahgunaan dan penyimpangan jabatan.
2. Tidak memihak: pelaku politik tidak memberi pelayanan secara adil dan merata untuk menguntungkan pihak tertentu di konstelasi politik sehingga meningkatkan ketidakpercayaan publik.
3. Integritas: pemerintah tidak mengedepankan prinsip integritas seperti kejujuran, keadilan, ketepatan dan kecepatan pelayanan.
4. Transparansi: prinsip transparansi dibutuhkan untuk mengidentifikasi penyimpangan finansial, menekan persepsi korupsi, lemahnya kompetensi dan tindakan favoritisme terhadap kelompok politik tertentu.
5. Efisiensi: pelaku politik tidak efisien membelanjakan anggaran publik, pemborosan menjadi bagian motivasi kerja, manipulasi bukti belanja dan modus lain untuk memperoleh keuntungan pribadi. Penyusunan program kerja harus ekstra hati-hati untuk menghasilkan kerja yang efisien, berkelanjutan, berintegritas, modern, dan dapat dipertanggungjawabkan.
6. Professionalitas: pelaku politik seharusnya berkompetensi serta menerapkan prinsip ekuitas, akurasi, ketekunan, dan pelayanan prima.
7. Service mindedness: ketidak pahaman dan ketidaksadaran diri jajaran birokrasi politik untuk melayani kepentingan masyarakat, indikator pelayanan publik seakan tidak diindahkan, kurangnya ketepatan pelayanan, kecepatan dan waktu pelayanan sering terjadi dan menghasilkan pelayanan yang tidak memuaskan.

Jawaban merujuk pada:
https://www.kompasiana.com/erlitaasakura/5fb1d29e8ede484e2d232442/persimpangan-etika-dan-paradigma-pemerintahan


B. Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!

Etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal saya beragam, sebagian dari mereka memiliki nilai baik dan sebagiannya lagi buruk, ada yang sesuai nilai yang dianut Indonesia dan ada yang tidak.

Contoh etika baik yang sesuai: menghormati dan menghargai sesama, melaksanakan ibadah, memiliki sikap toleransi, dan saling tolong menolong.
Contoh etika buruk yang tidak sesuai: mengucapkan kata kata kasar, merokok, meminum minuman keras, dan memainkan judi.

Dekadensi berasal dari kata dekaden yang berarti keadaan merosot atau mundurnya suatu moral akhlak. Dengan kata lain, dekadensi moral merupakan bentuk-bentuk perubahan sosial atau suatu kondisi moral yang jatuh, jauh dari ciri-ciri kelompok sosial, kondisi merosot, kemunduran yang sementara ataupun berlangsung terus menerus, baik sengaja atau tidak disengaja, dimana kemunduran ini sulit untuk dikembalikan atau diarahkan seperti keadaan sebelumnya.

Dalam mengkonstruksi moral generasi bangsa, ada tiga elemen negara, meliputi masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta yang harus membangun sinergitas dalam mempertahankan dan membangun moral Indonesia. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah, mengurangi, dan menghapus dekanisasi moral:
1. Orang tua harus lebih memperhatikan serta mengontrol perilaku anak dalam bertingkah laku dimasyarakat. Misalanya dengan menanamkan pengertian tentang pentingnya berparilaku etis, serta memberikan pengertian tentang apa saja manfaat serta dampak negatif jika tidak melalukan perilaku yang etis.
2. Menghormati dan mematuhi nasehat orang tua, guru/dosen, dan orang berilmu.
3. Memiliki kesadaran menanamkan etika dan moral demi kesejahteraan bermasyarakat.
4. Mampu mengontrol dan membawa diri dalam semua situasi.
5. Tidak mudah larut dalam kesenangan dan pergaulan bebas karena kebiasaan ini akan menguras segala kemampuan dan dapat menghancurkan masa depan.   
6. Mampu memanfaatkan dan menggunakan dengan bijak perkembangan teknologi yang sekarang ini mengalami kemajuan yang sangat pesat.
7. Menempatkan diri pada lingkungan yang baik dan benar serta pandai memilah dan memilih teman dekat sehingga membentuk kepribadian baik.
8. Mengembangkan sikap tanggung jawab terhadap semua kewajiban sehingga dapat mempersiapkan masa depan yang gemilang.
9. Memperluas wawasan dan pengetahuan untuk menyaring pengaruh buruk dari lingkungan, seperti kebiasaan merokok.
10. Mengikuti dan melakukan kegiatan positif dan produktif.
11. Menanamkan jiwa dengan nilai-nilai agama dan mendorongnya agar selalu berperilaku sesuai dengan apa yang benar pada nilai-nilai agama tersebut.
12. Kurikulum pendidikan memuat tentang nilai moral berdasarkan Pancasila.
13. Menindak tegas perilaku-perilaku menyimpang dan melanggar hukum.

Jawaban merujuk pada:
https://www.harianbhirawa.co.id/meredupnya-etika-di-kalangan-para-pemuda/
https://bakai.uma.ac.id/2022/08/09/pengertian-dan-contoh-dari-dekadensi-moral/
https://sumbar.kemenag.go.id/v2/post/23937/tips-mengatasi-kerusakan-moral%C2%A0khususnya-para-remaja-islam.html