གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Salma Salsabila Chandra 2211031144
NPM : 2211031144
KELAS : AKT B
NPM : 2211031144
Kelas : AKT D
Nama : Salma Salsabila Chandra
NPM : 2211031144
Kelas : AKT D
Matkul : Pendidikan Pancasila
Senin, 28 November 2022. Analisis Jurnal
PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Pancasila ialah dasar negara Indonesia yang terumuskan dari proses panjang akulturasi adat dan budaya nusantara. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman dan dasar Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup dan solusi menyelesaikan masalah. Pancasila sebagai filsafat ilmu ialah landasan dalam proses berpikir dan berpengetahuan. Oleh karena itu, pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia Indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai.
Konsep Dasar Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar Indonesia. Nama ini
terdiri dari dua kata Sanskerta : panca berarti lima dan sila berarti
prinsip / asas. Pancasila adalah pedoman yang penting
dan baik, menjadi dasar falsafah Indonesia dari
pemikiran mendalam anak bangsa sebagai pandangan hidup, dasar pemersatu,
lambang kesatuan, serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Merupakan landasan dalam proses berpikir dan berpengetahuan.
Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek
Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berpikir manusia.
Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan, agar tidak terlepas dari nilai-nilai
hakiki pengetahuan itu sendiri. Pancasila sebagai filsafat ilmu mengadakan
pemikiran yang sedalam-dalamnya. Pancasila sebagai filsafat ilmu
mengandung nilai ganda, yaitu harus memberikan landasar teoritik (dan
normatif) bagi penguasaan dan pengembangan iptek dan menetapkan
tujuan; dan nilai instrinsik tujuan iptek dilandasi oleh nilai mental
kepribadian dan moral manusia.
Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa
Mengandung
pengertian dan keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa, maha tunggal, tiada sekutu, pencipta alam
semesta beserta isinya. Nilai-Nilai Pancasila sila 1 adalah:
a. Percaya dan takwa kepada Tuhan yang maha Esa sesuai dengan agama
& kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil
dan beradab.
b. Hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama dan
penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan
hidup.
c. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
d. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
Nilai-Nilai di dalam sila Ketuhanan
yang Mahasa Esa terkandung nilai Religius antara lain adalah:
a. Kepercayaan Terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta
segala sesuatu dengan sifat-sifat yang sempurna dan suci seperti
Mahakuasa, Maha Adil, Maha Bijaksana, dan sebagainya;
b. Ketakwaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa, yakni menjalankan semua
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Adalah sikap dan perbuatan
manusia yang sesungguhnya sesuai dengan kodrat hakikat manusia yang
berbudi, sadar nilai dan berbudaya. Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kesadaran sikap dan
perbuatan manusia yang didasarkan kepada potensi budi murni manusia
dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umum baik terhadap
diri pribadi, sesama manusia maupun terhadap alam dan hewan. Nilai
kemanusiaan, antara lain:
a. Pengakuan terhadap harkat dan martabat manusia dengan segala hak dan
wajib asasinya.
b. Perlakuan yang adil terhadap sesama manusia, terhadap diri sendiri, alam
sekitar, dan terhadap Tuhan.
c. Manusia sebagai mahluk beradab atau berbudaya yang memilki daya
cipta, rasa, karsa, dan keyakinan.
3. Persatuan Indonesia
Adalah
perwujudan dari pada paham kebangsaan Indonesia yang dijiwai oleh
Ketuhanan yang Maha Esa serta kemanusiaan yang adil dan beradab untuk
memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta
mewujudkan perdamaian yang abadi. Nilai sila ke 3 yaitu
a. Pengakuan terhadap bhineka Tunggal Ika suku bangsa, etnis, agama, adat
Istiadat dan kebudayaan.
b. Pengakuan terhadap persatuan bangsa dan wilayah indonesia serta wajib
membela dan menjunjung tingginya (Patriotisme).
c. Cinta dan bangga akan bangsa dan Negara Indonesia (Nasionalisme).
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan
Berarti rakyat
dalam menjalankan kekuasaannya melalui sistem perwakilan dari
keputusan diambil dengan musyawarah yang dipimpin pikiran sehat serta penuh tanggung jawab, baik kepada Tuhan
Yang Maha Esa maupun kepada rakyat yang diwakilinya.
Merupakan sendi asas kekeluargaan masyarakat dan azas bahwa tata pemerintahan Republik
Indonesia didasarkan atas dasar kedaulatan rakyat. Adapun nilai sila ke 4 sebagai berikut:
a. Negara adalah untuk kepentingan seluruh rakyat.
b. Kedaulatan adalah ditangan rakyat
c. Manuasia indonesia adalah sebagai warga Negara dan warga masyarakat
mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
d. Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal
sehat.
e. Keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat oleh
wakil-wakil rakyat.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Berarti setiap orang Indonesia mendapat
perlakuan yang ada dalam bidang hukum, politik, ekonomi, dan
kebudayaan. Adapun nilai-nilai sila ke 5 adalah:
a. Perlakuan yang adil disegala bidang kehidupan terutama dibidang politik,
ekonomi, social dan budaya.
b. Perwujudan keadilan sosial itu meliputi seluruh rakyat Indonesia.
c. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d. Menghormati hak milik orang lain
e. Cita-cita masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan
spiritual bagi seluruh rakyat indonesia.
f. Cinta akan kemajuan dan pembangunan.
NPM : 2211031144
Kelas : AKT D
Matkul : Pendidikan Pancasila
Senin, 28 November 2022. Analisis Soal 2
1. Pancasila memiliki peran yang sangat penting bagi disiplin ilmu. Sila pertama Pancasila mengajarkan kita untuk senantiasa memiliki iman dan giat beribadah dalam bentuk apapun tak terkecuali belajar. Sila kedua Pancasila mengingatkan kita untuk memanusiakan diri sendiri dan orang lain dengan senantiasa bermoral dan beradab, seperti membantu sesama dan tidak saling menghina. Sila ketiga Pancasila membahas tentang persatuan Indonesia, masyarakat yang berbeda beda tetapi tetap satu, tetap berjuang bersama dengan rasa toleransi tinggi. Sila keempat Pancasila mengajarkan kita untuk demokratis, mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan dan menghargai pendapat orang lain. Sila kelima Pancasila membahas tentang bersikap adil berani membela kebenaran tanpa takut dan membeda-bedakan.
Dengan keadaan masyarakat Indonesia sekarang, penerapan Pancasila dirasa sulit dan akan berjalan sangat lambat, tetapi bukan tidak mungkin dapat berjalan baik dan lancar. IPTEK menjadi media penyebaran informasi secara luas dan mudah. Nilai Pancasila maupun nilai dari luar bisa berlalu-lalang tanpa hambatan. Apabila pendidikan Pancasila sejak dini sudah tertanam baik, maka semoga dimana pun dan kapan pun masyarakat Indonesia tetap sadar akan nilai Pancasila.
2. Harapan saya mengenai model pemimpin, warganegara, dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia merupakan seseorang yang baik kepada diri sendiri, orang lain, lingkungan, maupun Tuhannya, serta berpedoman pada Pancasila. Berikut beberapa rincian sikap seseorang yang saya harapkan di Indonesia sekarang dan di masa mendatang :
- taat beribadah sesuai agama yang dianutnya
- menghargai dan menghormati sesama
- saling membantu tolong menolong tanpa memandang SARA
- memiliki sikap toleransi
- tidak menimbulkan perselisihan
- menguatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air
- mengerti arti dan sikap dari persatuan dan kesatuan
- mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan masalah
- adil, tidak berat sebelah
- membasmi korupsi, kolusi, dan nepotisme
- melakukan segala hal demi kebaikan bersama