གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Fadillah Miranda Putri

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

Fadillah Miranda Putri གིས-
Fadillah Miranda Putri
2213054048
3B
Komunikasi Pembelajaran AUD

Menyampaikan dan Menerima Pesan Secara Tertulis Dengan Sistematis

Beberapa cara untuk menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis dengan sistematis:
1. Menentukan tujuan: Sebelum menyusun pesan, tentukan terlebih dahulu tujuan dari pesan yang ingin disampaikan. Hal ini akan membantu dalam menyusun pesan yang sistematis dan terarah.
2. Menentukan audiens: Menentukan audiens atau penerima pesan juga penting dalam menyusun pesan yang sistematis. Hal ini akan membantu dalam menentukan bahasa dan gaya penulisan yang tepat.
3. Menyusun pesan dengan struktur yang jelas: Pesan yang disampaikan harus memiliki struktur yang jelas, yaitu terdiri dari pengantar, isi, dan penutup. Pengantar berisi tentang tujuan dan latar belakang pesan, isi berisi tentang informasi yang ingin disampaikan, dan penutup berisi tentang kesimpulan dan ajakan.
4. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami: Pesan yang disampaikan harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh audiens. Hindari penggunaan bahasa yang terlalu teknis atau sulit dipahami.
5. Menggunakan kalimat yang singkat dan padat: Hindari penggunaan kalimat yang terlalu panjang dan rumit. Gunakan kalimat yang singkat dan padat agar pesan dapat tersampaikan dengan jelas.
6. Menggunakan tanda baca dengan tepat: Penggunaan tanda baca yang tepat dapat membantu pesan tersampaikan dengan jelas dan mudah dipahami.
7. Menghindari penggunaan kata-kata yang ambigu: Hindari penggunaan kata-kata yang ambigu atau memiliki makna ganda, karena hal tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman.
8. Menghindari penggunaan kata-kata yang kasar atau tidak sopan: Hindari penggunaan kata-kata yang kasar atau tidak sopan, karena hal tersebut dapat menimbulkan kesan negatif pada audiens.
9. Menyertakan contoh atau ilustrasi: Menyertakan contoh atau ilustrasi dapat membantu audiens memahami pesan dengan lebih baik.
10. Mengecek kembali pesan sebelum disampaikan: Sebelum menyampaikan pesan, pastikan untuk mengecek kembali pesan yang telah disusun. Hal ini akan membantu dalam menghindari kesalahan penulisan atau kesalahan dalam menyampaikan pesan.

Dalam menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis dengan sistematis, perlu dilakukan dengan hati-hati agar pesan dapat tersampaikan dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

Fadillah Miranda Putri གིས-
Fadillah Miranda Putri
2213054048
3B
Komunikasi Pembelajaran AUD

Menyampaikan dan Mendengarkan Pesan Secara Lisan Dengan Lancar

Beberapa cara untuk menyampaikan dan mendengarkan pesan secara lisan dengan lancar:
1. Berbicara dengan efektif: Berbicara dengan efektif artinya tidak bertele-tele, tidak berputar-putar untuk menyampaikan suatu poin pembicaraan. Cepat, tepat, lugas dan dapat dimengerti oleh lawan bicara.
2. Mendengarkan dengan aktif: Mendengarkan lawan bicara berarti benar-benar fokus pada apa yang dibicarakan dan tidak memikirkan hal-hal lainnya. Mendengarkan lawan bicara dengan aktif dapat membantu memahami pesan yang disampaikan dengan lebih baik.
3. Memberikan informasi dengan jelas: Dalam berkomunikasi, perlu menyampaikan informasi secara jelas, sehingga tidak menimbulkan salah paham dari pihak lain. Penjelasan informasi dengan jelas dan akurat, tentunya akan membuat lawan bicara memahami apa maksud dari yang ingin disampaikan.
4. Mengajukan pertanyaan: Mengajukan pertanyaan dapat membantu memperjelas pesan yang disampaikan dan menunjukkan bahwa kita benar-benar memperhatikan lawan bicara.
5. Menghindari gangguan: Hindari gangguan seperti kebisingan atau gangguan visual yang dapat mengganggu proses komunikasi.
6. Menjaga sikap dan nada suara: Sikap dan nada suara yang baik dapat membantu membangun hubungan yang baik dengan lawan bicara.
7. Menghindari penggunaan kata-kata yang kasar atau tidak sopan: Hindari penggunaan kata-kata yang kasar atau tidak sopan, karena hal tersebut dapat menimbulkan kesan negatif pada lawan bicara.
8. Menguasai materi: Pastikan terlebih dahulu bahwa kita menguasai materi yang ingin dibicarakan, sehingga terjadi kesinambungan antara kita dan lawan bicara.
9. Menekankan pada pesan yang penting: Menekankan pada pesan yang penting dapat membantu lawan bicara memahami pesan yang ingin disampaikan.
10. Berbicara dengan motivasi: Berbicara dengan motivasi dapat membantu memotivasi lawan bicara untuk melakukan sesuatu dengan baik dan sungguh-sungguh.

Dalam berkomunikasi, baik menyampaikan maupun mendengarkan pesan secara lisan, perlu dilakukan dengan lancar agar pesan dapat tersampaikan dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

Fadillah Miranda Putri གིས-
Fadillah Miranda Putri
2213054048
3B
Komunikasi Pembelajaran AUD

Model-Model Proses Komunikasi
Proses komunikasi adalah model teoritis yang menggambarkan bagaimana pesan dikirim dari pengirim kepada penerima melalui berbagai tahapan. Beberapa model proses komunikasi yang umum:
1. Model Linear (Model Shannon-Weaver):
- Model ini menggambarkan komunikasi sebagai proses linier dari pengirim ke pesan, melalui saluran komunikasi, kepada penerima.
- Proses ini dianggap unidireksional, di mana pengirim mengirim pesan, dan penerima menerimanya tanpa umpan balik yang kuat.
- Model ini tidak mempertimbangkan peran pemahaman, interpretasi, atau umpan balik dalam komunikasi.

2. Model Interaksi (Model Osgood-Schramm):
- Model ini menambahkan dimensi interaksi dalam proses komunikasi. Komunikasi dipahami sebagai pertukaran pesan dan umpan balik antara pengirim dan penerima.
- Penerima memberikan umpan balik kepada pengirim, dan komunikasi dianggap sebagai proses dua arah yang lebih kompleks.
- Model ini mencerminkan lebih baik realitas komunikasi interpersonal yang melibatkan dialog dan respons.

3. Model Transaksional (Model Dance):
- Model ini menggambarkan komunikasi sebagai interaksi simultan antara pengirim dan penerima. Kedua pihak secara bersamaan berperan sebagai pengirim dan penerima.
- Dalam proses ini, komunikasi tidak hanya melibatkan pertukaran pesan, tetapi juga memperhitungkan peran persepsi, interpretasi, dan konstruksi bersama pemahaman.
- Komunikasi transaksional mengakui bahwa kedua pihak memengaruhi dan dipengaruhi oleh komunikasi tersebut.

4. Model Berbasis Konstruksi Sosial (Model Berger dan Luckmann):
- Model ini menekankan bahwa makna dan pemahaman dalam komunikasi dibangun secara sosial oleh individu dan kelompok.
- Fokus pada peran budaya, nilai, dan norma dalam membentuk pemahaman bersama.
- Model ini mempertimbangkan kompleksitas dalam memahami cara individu dan kelompok membentuk realitas melalui komunikasi.

5. Model Sirkular (Model Westley-MacLean):
- Model ini menggambarkan komunikasi sebagai proses berkelanjutan yang melibatkan pengirim, pesan, penerima, umpan balik, dan unsur-unsur konteks yang saling berinteraksi.
- Pesan dan umpan balik memengaruhi satu sama lain, menciptakan dinamika dalam komunikasi.
- Model ini lebih relevan dalam konteks komunikasi berkelompok dan organisasi.

Setiap model proses komunikasi menekankan aspek-aspek tertentu dari interaksi komunikasi dan cocok untuk situasi-situasi yang berbeda.

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

Fadillah Miranda Putri གིས-
Fadillah Miranda Putri
2213054048
3B
Komunikasi Pembelajaran AUD

1. Apa yang dimaksud dengan komunikasi?
Dari sudut etimologi, menurut Roudhonah dalam buku
ilmu komunikasi, dibagi menjadi beberapa kata diantaranya “communicare
" yang berarti berpartisipasi atau memberitahukan, Communis opinion yang
berarti pendapat umum. Raymond S. Ross yang dikutip oleh Deddy Mulyana dalam buku Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar mengemukakan bahwa
“Komunikasi atau Communication dalam bahasa Inggris berasal dari kata latin Communis yang beberarti membuat sama”. Dari pengertian tersebut dapat
ditarik kesimpulan bahwa komunikasi adalah suatu penyampaian pesan yang
bertujuan untuk membuat sama persepsi atau arti antara komunikator dan
komunikan.
Sedangkan secara “terminologi” ada banyak ahi yang mencoba
mendefinisikan diantaranya Hovland, Janis dan Kelley seperti yang
dikemukakan oleh Forsdale bahwa “komunikasi adalah proses individu
mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah
tingkah laku orang lain”. Menurut Laswell bahwa “komunikasi itu
merupakan jawaban terhadap who says what in which medium to whom with
what effect (siapa mengatakan apa dalam media apa kepada siapa dengan apa
efeknya).
John B. Hoben mengasumsikan bahwa komunikasi itu (harus)
berhasil “Komunikasi adalah pertukaran verbal pikiran atau gagasan”.

Dari beberapa pengertian diatas dapat dirangkum bahwa komunikasi
adalah suatu proses dalam penyampaian pesan dari komunikator kepada
komunikan dengan media tertentu yang berguna untuk membuat pemahaman yang sama diantara mereka, informasi yang disampaikan dapat memberikan
efek tertentu kepada komunikan.

Komunikasi adalah informasi yang disampaikan dari satu tempat lain
dengan pemindahan informasi, ide, emosi, keterampilan dan lain-lain dengan
menggunakan simbol seperti kata, figur dan grafik serta memberi,
meyakinkan ucapoan dan tulisan.

2. A. Fungsi-Fungsi Komunikasi
a) Menginformasikan: Komunikasi berfungsi untuk memberikan informasi kepada orang lain mengenai peristiwa yang terjadi, ide atau pikiran, dan lain sebagainya.
b) Mendidik: Komunikasi berfungsi untuk memberikan pengetahuan dan pengajaran kepada orang lain.
c) Menghibur: Komunikasi berfungsi untuk memberikan hiburan kepada orang lain.
d) Mempengaruhi: Komunikasi berfungsi untuk mempengaruhi orang lain dalam berpikir dan bertindak.
e) Memudahkan koordinasi dan penyebaran informasi: Fungsi komunikasi dalam organisasi adalah untuk memudahkan penyampaian informasi yang dibutuhkan, sehingga organisasi dapat berjalan dengan stabil.
f) Meningkatkan kerja sama: Komunikasi berfungsi untuk meningkatkan kerja sama antarindividu atau kelompok.
g) Melancarkan evaluasi: Komunikasi berfungsi untuk melancarkan evaluasi kinerja individu atau kelompok.
h) Memudahkan pengamatan: Komunikasi berfungsi untuk memudahkan pengamatan terhadap individu atau kelompok.
i) Menghubungkan organisasi: Komunikasi berfungsi untuk menghubungkan organisasi dengan pihak luar, seperti pelanggan atau mitra bisnis.
j) Manajemen konflik: Komunikasi berfungsi untuk meredakan konflik dalam organisasi.

B. Unsur-Unsur Komunikasi
a) Pengirim (Sender)
Pengirim adalah individu atau entitas yang memulai proses komunikasi dengan mengirim pesan kepada penerima. Mereka memiliki niat atau tujuan dalam berkomunikasi.
b) Pesan (Message)
Pesan adalah informasi atau gagasan yang ingin disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan ini dapat berupa kata-kata, gambar, suara, atau media lainnya.
c) Penerima (Receiver)
Penerima adalah individu atau entitas yang menerima pesan dari pengirim. Mereka bertanggung jawab untuk memahami dan merespons pesan yang diterima.
d) Media Komunikasi
Media komunikasi adalah saluran atau alat yang digunakan untuk mengirim pesan dari pengirim ke penerima. Ini bisa berupa lisan (bicara), tertulis (surat, email), visual (gambar), atau elektronik (telepon, pesan teks, media sosial).
e) Konteks
Konteks adalah latar belakang atau situasi di mana komunikasi terjadi. Ini mencakup faktor-faktor seperti waktu, tempat, budaya, nilai, norma, dan kondisi fisik yang dapat memengaruhi pemahaman pesan.
f) Pemahaman Pesan
Proses pemahaman pesan oleh penerima melibatkan interpretasi, analisis, dan penerimaan pesan. Penerima harus memiliki pemahaman yang akurat tentang pesan yang disampaikan oleh pengirim.
g) Umpan Balik (Feedback)
Umpan balik adalah respon atau tanggapan dari penerima kepada pengirim. Ini membantu pengirim memahami sejauh mana pesannya telah dipahami atau berhasil, dan dapat memulai iterasi atau komunikasi lanjutan.
h) Hambatan (Noise)
Hambatan adalah gangguan atau gangguan yang dapat mengganggu komunikasi. Ini dapat berupa hambatan fisik, semantik (misinterpretasi kata), psikologis (emosi), atau hambatan lainnya yang dapat mengaburkan pesan.
i)Kode Komunikasi
Kode komunikasi adalah sistem simbol, bahasa, atau tanda yang digunakan untuk mengungkapkan pesan. Contohnya adalah bahasa lisan, tulisan, bahasa isyarat, simbol matematika, dan lain-lain.
j) Tujuan Komunikasi
Tujuan komunikasi adalah alasan mengapa pengirim mengirim pesan. Tujuan tersebut dapat bervariasi, seperti memberikan informasi, meyakinkan, memotivasi, atau meraih pemahaman.
k) Proses Komunikasi
Proses komunikasi adalah langkah-langkah yang terjadi dari saat pengirim merencanakan pesan hingga penerima memahami dan meresponsnya. Proses ini melibatkan encoding (pengkodean), transmisi, decoding (penguraian), dan interpretasi.
l) Kontrol Atau Regulasi
Kontrol atau regulasi dalam komunikasi adalah kemampuan pengirim dan penerima untuk mengatur aliran pesan. Mereka dapat menghentikan, memulai, atau mengubah arah komunikasi sesuai kebutuhan.

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

Fadillah Miranda Putri གིས-
Nama: Fadillah Miranda Putri
NPM : 2213054048
Kelas: 3B
Mata Kuliah: Komunikasi Pembelajaran AUD

1. Komunikasi Non Verbal Berupa Postur dan Ekspresi Wajah (Perilaku Mata dan Kontak Mata)

Posture

Postur dapat mencerminkan emosi, sikap dan niat seseorang.
Penelitian telah mengidentifikasi berbagai sinyal postural dan artinya, seperti:
- Open & Closed Posture Dua bentuk postur ‘terbuka' dan 'tertutup', mencerminkan kepercayaan, status atau penerimaan individu terhadap orang lain. Seseorang duduk dalam posisi tertutup dengan tangan terlipat, kaki disilangkan atau diposisikan agak miring dari orang dengan siapa mereka berinteraksi. Dalam postur terbuka Anda mungkin berharap untuk melihat seseorang langsung menghadap Anda dengan tangan terpisah di lengan kursi. Postur terbuka dapat digunakan untuk keterbukaan komunikasi atau kepentingan dan kesiapan seseorang untuk mendengarkan, sedangkan postur tertutup mungkin menyiratkan rasa tidak nyaman atau ketidaktertarikan.
- Mirroring
Anda akan melihat bahwa postur mitra 'akan cocok, karena jika salah satu pasangan adalah refleksi cermin dari yang lain. Misalnya, jika salah satu pasangan mengerutkan kening, hal tersebut bisa tercermin dalam ekspresi wajah pasangannya.
‘Mirroring' ini menunjukkan minat dan persetujuan antara orang-orang dan berfungsi untuk meyakinkan orang lain dari minat dan apa yang mereka katakan.

Eye Contact
Kontak mata merupakan aspek penting dari perilaku non- verbal. Dalam interaksi interpersonal, memiliki tiga tujuan utama:
a. Untuk memberi dan menerima umpan balik: Melihat seseorang memungkinkan mereka tahu bahwa penerima berkonsentrasi pada isi pidato mereka. Tidak mempertahankan kontak mata dapat menunjukkan ketidaktertarikan. Komunikasi mungkin tidak menjadi proses halus jika pendengar averts mata mereka terlalu sering.
b. Untuk membiarkan pasangan tahu kapan itu giliran untuk berbicara: Hal ini terkait dengan titik di atas. Kontak mata lebih mungkin untuk terus menerus ketika seseorang mendengarkan, bukan berbicara. Ketika seseorang telah selesai apa yang mereka katakan, mereka akan melihat langsung pada orang lain dan ini memberikan sinyal bahwa arena terbuka. Jika seseorang tidak ingin diganggu. kontak mata dapat dihindari.
c. Untuk mengkomunikasikan sesuatu tentang hubungan antara orang-orang Bila Anda tidak menyukai seseorang. Anda cenderung menghindari kontak mata dan ukuran pupil sering dikurangi. Di sisi lain, pemeliharaan mata positif sinyal kontak tujuan atau ketertarikan pada pasangan.

2. Fungsi Komunikasi Non Verbal Berupa Postur dan Ekspresi Wajah bagi Pembelajaran

Body language atau bahasa tubuh adalah bentuk penyampaian pesan yang diikuti gerakan tubuh seperti gerak tangan, ekspresi wajah, maupun kontak mata. Pada kehidupan sehari-hari, bahasa tubuh dapat membantu seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu, bahasa tubuh juga dapat mempermudah penjelasan materi, mempertegas definisi teori, dan membuat pembelajaran lebih menarik. Hal tersebut tentu juga kita rasakan saat berkomunikasi dengan lawan bicara yang menggunakan bahasa tubuh.

Salah satu strategi yang dapat digunakan guru adalah dengan menerapkan gesture (bahasa tubuh) guru dalam mengelola kelas, menerapkan gesture (bahasa tubuh) guru dalam mengelola kelas relevan untuk diimplementasikan karena gesture atau sering disebut gerak tubuh yang merupakan “bentuk perilaku non-verbal pada gerakan tangan, bahu, dan jari-jari. Tanpa sadar, guru dan manusia pada umumnya sering menggunakan gerakan anggota tubuh untuk menekankan suatu pesan” (Amrullah 2012:143). Menurut
Becvar dan Hutschin (dalam Masita dkk 2016:272) gesture dapat didefinisikan sebagai semua gerakan tubuh, khususnya lengan dan tangan, yang terintegrasi dengan ucapan ataupun tidak, untuk mengkomunikasikan sesuatu. Gesture yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gerakan tangan, tatapan mata, ekspresi wajah dan gerakan tubuh yang disertai percakapan atau pembicaraan oleh anak. Dalam hal ini, guru menunjukkan kehadirannya tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikis.

Manfaat dari bahasa tubuh bagi guru yang berkomunikasi dengan siswa:
1. Membangun imajinasi siswa
Pemanfaatan bahasa tubuh pada penjelasan verbal akan membantu siswa membayangkan kata yang Bapak/Ibu sampaikan. Contohnya adalah kata besar yang dapat digambarkan dengan membuka tangan dengan lebar, lalu juga perbedaan mimik wajah bahagia, sedih, ataupun marah. Imajinasi yang timbul dapat diingat oleh peserta didik bahwa bahasa tubuh tersebut merupakan pemaknaan dari salah satu kata.
2. Menunjukkan ketertarikan atau semangat kepada siswanya
Saat menggunakan bahasa tubuh, semangat Bapak/Ibu dalam menyampaikan suatu hal akan dirasakan juga oleh peserta didik. Para siswa secara tidak langsung menjadi penasaran terhadap apa yang dilakukan oleh Anda, selaku guru di kelas. Contohnya seperti bertepuk tangan sebagai bentuk apresiasi kepada siswa. Dengan melakukan hal tersebut, siswa pun dapat merasa senang dan tidak segan untuk melakukan interaksi selama pembelajaran.
3. Membangun ketertarikan siswa
Kebosanan atau rasa mengantuk yang siswa rasakan mungkin saja dapat hilang karena cara yang Bapak/Ibu gunakan. Apabila hanya metode pembelajaran satu arah, siswa akan kesulitan menerima dan mengingat materi yang disampaikan. Namun, dengan melakukan bahasa tubuh itulah yang akhirnya dapat membantu siswa untuk memahami materi dan dapat tertarik pada apa yang disampaikan. Melalui hal tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa siswa akan malas belajar karena bingung atau tidak memahami materi yang ia pelajari.
4. Menginspirasi siswa untuk mengekspresikan diri
Saat melihat Bapak/Ibu mengajar menggunakan bahasa tubuh, tidak menutup kemungkinan bahwa para siswa akan melakukan hal yang sama. Guru dapat membiasakan siswanya untuk juga menggambarkan sesuatu dengan bahasa tubuh apabila siswa kesusahan dalam menjelaskan. Dengan begitu, perlahan siswa juga dapat merasakan bahwa ia dapat lebih baik dalam mengekspresikan dirinya saat menyampaikan sesuatu.