Posts made by Putri Ayu Lestari

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> topik baru -> Re: topik baru

by Putri Ayu Lestari -
1. Pendeketan-pendekatan BK diPAUD: A. Pendekatan krisis atau operatif suatu pendekatan bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah. Bertujuan membantu mengatasi krisis atau masalah-masalah yang dialami individu. Dalam pendekatan ini pemimpin tampak lebih pasif karena menunggu anak yang datang selanjutnya, pembimbing memberikan bantuan dengan masalah yang dihadapi dan dirasakan anak. B. Pendekatan remedial atau perbaikan. Pendekatan ini merupakan pendekatan bimbingan yang diarahkan kepada seorang individu yang mengalami kelemahan atau kekurangan selanjutnya berupa memperbaiki pendapatan remedial banyak dipengaruhi oleh aliran psikolog pihak behavioristik. 2. Teknik-teknik dalam pelaksanaan berbagai pendekataan: A. Aktif Aktif adalah guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga anak aktif bertanya mempertanyakan dan mengembangkan gagasan. Belajar harus merupakan suatu proses aktif dan anak dapat membangun pengetahuannya, bukan hanya proses pasif yang hanya menerima penjelasan dari guru tentang pengetahuan Anak usia dini lebih cepat lelah jika Duduk diam dibandingkan kalau sedang berlari melompat atau sedang bersepeda maka dengan belajar yang aktif, motorik halus dan motorik kasar mereka akan berkembang dengan baik melalui belajar aktif Segala potensi anak dapat berkembang secara optimal dan memberikan peluang anak untuk aktif berbuat sesuatu sambil mempelajari berbagai pengetahuan dan semua itu tidak pernah luput dari pengawasan kita. B. Kreatif Artinya memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk berkreasi peran aktif Anak Dalam proses pembelajaran akan menghasilkan generasi yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingannya sendiri dan kepentingan orang lain. kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan-kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai Tingkat kemampuan anak C. Efektif Pembelajaran yang efektif terwujud karena pembelajaran yang dilaksanakan dapat menumbuhkan daya kreatif bagi anak sehingga dapat membekali anak dengan berbagai kemampuan setelah proses pembelajaran berlangsung kemampuan yang diperoleh anak tidak hanya berupa pengetahuan yang bersifat verifikasi namun diharapkan berupa kemampuan yang lebih bermakna artinya tidak dapat mengembangkan berbagai potensi yang ada dalam diri anak sehingga menghasilkan kemampuan yang beragam belajar yang efektif dapat dicapai dengan tidaknya tindakan nyata karena bermain dan bereksplorasi dapat membangun perkembangan otak berbahasa, bernalar, dan bersosialisasi. D. Menyenangkan Perlu tercipta suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga anak memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar hingga waktu curah pelatihannya tinggi menurut hasil penelitian tingginya perhatian anak terbukti dapat meningkatkan hasil belajar kondisi yang menyenangkan, aman, dan nyaman akan mengaktifkan bagian Neo-cortek (otak berpikir) atau berpikir dan mengoptimalkan proses belajar dan meningkatkan kepercayaan diri anak suasana kelas yang kaku, Penuh beban guru galak akan menurunkan fungsi otak menuju batang otak dan anak tidak bisa berpikir efektif, kreatif, dan agresif. 3. Prinsip-prinaip bimbingan perkembangan yaitu: 1. Bimbingan dan konseling diperlukan oleh seluruh anak. 2. Bimbingan dannkonseling perkembangan difokuskan pada upaya membelajarkan anak. 3. Konselor dan guru merupakan fungsionarus bersama dalam program bimbingan perkembangan. 4. Kurikulum yang diorganisasikan dan dirancangkan merupakan bagian penting dalam bimbingan perkembangan. 5. Program bimbingan perkembangan peduli dengan penerimaan diri, pemahaman diri, dan pengayaan diri. 6. Bimbingan dan konseling perkembangan memfokuskan pada proses mendorong perkembangan 4. Dalam bimbingan konseling di PAUD, unsur-unsur lingkungan perkembangan memegang peran penting dalam menentukan keberhasilan kegiatan bimbingan[1][5]. Menurut Kartadinata, dkk. (1998), unsur-unsur lingkungan perkembangan ini mencakup unsur-unsur sebagai berikut: 1. Unsur peluang: berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak mempelajari perilaku-perilaku baru. 2. Unsur pendukung: berkaitan dengan proses pengembangan interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Unsur pendukung ini berkaitan dengan upaya guru dalam pengembangan (a) relasi jaringan kerja yang dapat menyentuh anak dan memungkinkan mereka mengembangkan kemampuan; dan (b) keterlibatan seluruh anak di dalam proses interaksi. 3. Unsur penghambat: berkaitan dengan faktor-faktor yang menghambat perkembangan anak, seperti lingkungan yang tidak mendukung, kurangnya perhatian orang tua, dan sebagainya. Dalam bimbingan konseling di PAUD, guru harus memperhatikan unsur-unsur lingkungan perkembangan ini agar dapat membantu anak dalam mengembangkan potensi dan memfasilitasi kebutuhan anak.