Kiriman dibuat oleh Syifa Nur'aini Putri

Nama : Syifa Nur’aini Putri
Npm : 2213054058

•Menyampaikan Pesan Tertulis Secara Sistematis:
1. Tentukan dengan jelas tujuan Anda dalam menyampaikan pesan tertulis. Apakah pesan itu informatif, persuasif, atau instruksional
2. Pilih format penulisan yang sesuai dengan konteks dan tujuan pesan Anda. Ini bisa berupa email, surat resmi, laporan, atau dokumen lainnya.
3. Buat outline atau rencana pesan Anda sebelum mulai menulis. Ini membantu Anda menjaga pesan tetap terstruktur
4. Hindari kalimat yang panjang dan rumit. Gunakan bahasa yang jelas, sederhana, dan tertata baik dan Gunakan paragraf yang sesuai dan atur ide-ide Anda secara sistematis.
5. Pastikan bahwa informasi yang Anda sampaikan relevan dengan pesan Anda. Jangan tambahkan detail yang tidak diperlukan.
6. Pikirkan siapa yang akan membaca pesan Anda. Sesuaikan bahasa dan gaya penulisan Anda dengan audiens yang dituju.
7. Pesan tertulis harus memiliki pengenalan, badan teks, dan penutup yang jelas. Gunakan judul, subjudul, dan daftar poin jika diperlukan.
8. Periksa tata bahasa dan ejaan secara cermat. Pesan yang penuh dengan kesalahan tata bahasa dan ejaan dapat mengurangi kredibilitas Anda.
9. Sertakan lampiran atau dokumen pendukung jika pesan Anda memerlukannya. Pastikan untuk merujuk ke dokumen tersebut dalam pesan Anda.
10. Setelah menulis pesan, luangkan waktu untuk merevisi dan mengeditnya. Identifikasi dan perbaiki bagian yang kurang jelas atau tidak relevan.

•Menerima Pesan Tertulis Secara Sistematis :
1. Ketika Anda menerima pesan tertulis, berikan perhatian penuh dan baca dengan teliti.
2. Tentukan tujuan pesan tersebut dan identifikasi informasi kunci yang ingin disampaikan oleh pengirim.
3. Perhatikan struktur pesan, termasuk pengenalan, badan teks, dan penutup. Periksa apakah pesan tersebut terorganisir dengan baik.
4. Pastikan bahwa pesan tersebut ditulis dengan tata bahasa dan ejaan yang baik. Jika Anda menemukan kesalahan, tanyakan apakah Anda perlu klarifikasi.
5. Jika pesan tersebut mengandung informasi penting, buat catatan atau ringkasan untuk referensi Anda di masa mendatang.
6. Jika pesan tersebut memerlukan tanggapan, pastikan tanggapan Anda ditulis dengan jelas dan sesuai dengan konteks.
Nama : Syifa Nur’aini Putri
Npm : 2213054058

1. Menyampaikan tujuan dengan jelas.
2. Tidak perlu banyak memikirkan suatu hal yang tidak bisa dikontrol.
3. Meningkatkan rasa percaya diri.
4. Menghargai, mendengarkan, memperhatikan, dan menanggapi apa yang dibicarakan lawan bicara dengan baik.
5. Menerapkan keterbukaan dan kejujuran.
Nama : Syifa Nur’aini Putri
Npm : 2213054058

Model adalah kerangka kerja konseptual yang menggambarkan penerapan teori untuk kasus-kasus terntentu. Sebuah model membantu kita mengorganisasikan data sehingga dapat tersusun kerangka konseptual tentang apa yang akan diucapkan atau ditulis. (Liliweri, 2011) Model Komunikasi juga merupakan gambaran yang sederhana dari proses komunikasi yang memperlihatkan kaitan antara satu komponen komunikasi dengan komponen lainnya.

Model Komunikasi Linier
Model kumunikasi linear adalah model komunikasi yang sangat sederhana dan menggambarkan komunikasi berlangsung secara satu arah.
•Model Aristoteles
Model Aristoteles adalah model komunikasi paling klasik, yang sering juga disebut model retoris (rhetorical model). Ia berjasa dalam merumuskan model komunikasi verbal pertama. Komunikasi terjadi ketika seorang pembicara menyampaikan pembicaraannya kepadakhlayak dalam upaya mengubah sikap mereka.Tepatnya ia mengemukakan tiga unsur dalamproses komunikasi, yaitu pembicara (speaker), pesan (message), dan pendengar (listnener). Model ini juga menekankan komunikator sebagai sentral. Agar komunikasi berjalan efektif komunikator harus memiliki apa yang disebutnya sebagai ethos (kreadibilitas/keterpercayaan), logos (logikapendapat),pathos (emosi khalayak).
•Model Lasswell
Model ini dikemukakan oleg Harold D.Lasswell pada tahun 1948. Menggambarkan proses komunikasi dan fungsinya dalam masyarakat. Menurutnya ada tiga, Model komunikasi ini, merupakan ungkapan verbal yakni :
who (siapa)
say what (apa yang dikatakan)
In Which Channel (saluran komunikasi)
To Whom (kepada siapa)
With What Effect? (unsure pengaruh).
Model ini dikemukakan oleh Harolld Laswel tahun 1948 yang menggambarkan proses komunikasi dan fungsi-fungsi yang diembannya dalam masyarakat dan merupakan model komunikasi yang paling tua tetapi masih digunakan untuk orang tertentu.(Muhammad Fahrudin Yusuf, 2021 )

•Model Komunikasi Transaksional
Model komunikasi transaksional dikembangkan oleh Barnlund pada tahun 1970. Komunikasi transaksional adalah suatu proses personal karena makna atau pemahaman yang kita peroleh pada dasarnya bersifat pribadi. Hingga derajat tertentu para pelakunya sadar akan kehadiran orang lain di dekatnya bahwa komunikasi sedang berlangsung,meskipun para pelakunya tidak dapat mengontrol sepenuhnya bagaimana orag lain di dekatnya dan bahwa komunikasi bersifat dinamis.

•Model Komunikasi Konvergensi
Model komunikasi konvergensi sendiri didefinisikan sebagai suatu proses konvergen (memusat) dengan informasi yang disepakati bersama oleh pihak-pihak yang berkomunikasi dalam rangka mancapai kesaling pengertian (kosensus). Menurut model ini komunikasi dikatakan efektif apabila tercapai pemahaman bersama antara pelaku yang terlibat dalan komunikasi. Di sini tidak lagi dikenal istilah sumber dan penerima,tetapi lebih disebut sebagai partisipan (pihak-pihak yang berpatispasi).
(Cut Alma Nuraifah, 2020) Model komunikasi konvergensi terjadi ketika kedua pihak berbalas- balasan secara terus menerus dan berkelanjutan untuk berbagi informasi. Berbalas-balasan di sini adalah proses pemberian pesan yang diumpan balik,sehingga menimbulkan skema seperti model yang diutarakan scharm.
Scharm berpendapat bahwa meskipun dalam komunikasi lewat radio atau telepon enkorder dapat berupa microfon dan dekorder atau earphone,dalam komunikasi manusia, sumber dan enkorder adalah satu orang, sedangkan dekorder dan sasaran adalah seseorang lainnya yang sinyalnya adalah bahasa.

•Komunikasi Tiga Tingkat
Sama halnya seperti tangga,komunikasi juga memiliki tingkatan. Awal sebuah komunikasi itu ada pada diri sendiri (intrapersonal), lalu lanjut ketingkatan kedua yaitu ketika kita berkomunikasi dengan orang lain (interpersonal), dan tingkat ketiga yaitu ketika diri andaberkomunikasi dengan beberapa individu (massa).
1. Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang berlangsung dalam diri kita, ia meliputi keguatan berbicara kepada diri sendiri dan kegiatan mengamati dan memberikan makna (intelektual dan emosional) kepada lingkungan kita. (Effend, 2003) Komunikasi intrapersonal merupakan dialog internal dan bahkan dapat terjadi saat bersama dengan orang lain sekalipun. Contohnya ketika anda melihat seseorang, apa yang sedang ada didalam pikiran anda saat itu adalah komunikasi intrapersonal.
2. Komunikasi interpersonal
Kata inter personal pada dasarnya terdiri dari dua suku kata, yaitu inter dan personal. Kata inter berarti di tengan, Antara dua hal yang berhubungan. Kata personal dapat diartikan bersifat pribadi atau perorangan. Jadi dapat disimpulkan arti kata inter personal adalah hubungan antara dua hal yang bersifat pribadi yang saling berhubungan. Hubungan inter personal adalah di mana kita berkomunikasi bukan hanya sekedar menyampaikan isi pesan tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya.
Menurut Morisan mengemukakan mengenai komunikasi inter personal berdasarkan prinsip suatu sistem yaitu : hubungan merupakan bagian penting pada suatu sistem. Ketika dua orang berkomunikasi, maka mereka akan menunjukkan relasi mereka.
Sedangkan menurut Djoko Purwanto, bahwa komunikasi inter personal adalah komunikasi yang dilakukan antara seseorang dengan orang lain dalam suatu masyarakat maupun organisasi, dengan menggunakan media komunikasi tertentu dan dapat bahasa yang mudah dipahami untuk mencapai tujuan tertentu.
3. Komunikasi Massa
komunikasi massa adalah pertukaran pesan dengan sejumlah orang yang berada dalam sebuah suatu organisasi atau yang di luar organisasi, secara tatap muka atau melalui media. Pengertian lain mengatakan bahwa komunikasi massa merupakan suatu komunikasi yang dilakukan di depan banyak orang. Dalam komunikasi massa pesan yang disampaikan dapat berupa suatu informasi, ajakan, gagasan. Sarananya bisa media massa, bisa pula melalui orasi pada rapat umum atau aksi demokrasi, blok, situs jejaring sosial, colom komentar di website atau media sosial, email, SMS, surat, reklame, spanduk, atau apapun yang bisa menjangkau publik.

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

oleh Syifa Nur'aini Putri -
Nama : Syifa Nur’aini Putri
Npm : 2213054058

1. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau informasi dari satu pihak kepada pihak lainnya sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Komunikasi dapat dilakukan secara lisan atau nonverbal. Menurut para ahli, komunikasi juga dapat diartikan sebagai proses yang memungkinkan seseorang untuk menyampaikan rangsangan atau lambang-lambang verbal untuk mengubah perilaku orang lain.

2. •Fungsi-fungsi Komunikasi
1. Komunikasi membentuk dunia sekeliling bagi individu
2. Komunikasi menetapkan kedudukan individu sendiri dalam hubungannya dengan orang lain
3. Komunikasi membantu individu dalam menyesuaikan diri dengan sekelilingnya (Hartley dan Hartley, 1961: 9).

•Unsur-unsur Komunikasi
-Sumber, sebuah komunikasi dapat berlangsung apabila ada sumber yang membuat atau mengirim informasi. Dalam komunikasi sumber ini bisa berupa satu individu saja atau bisa kelompok.
-Penerima, adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirimkan oleh sumber tersebut. Penerima pesan ini berupa satu individu saja atau kelompok.
- Pesan, dalam sebuah komunikasi merupakan sesuatu yang disampaikan oleh pemberi pesan kepada penerima pesan.
- Media adalah alat atau sarana yang digunakan sebagai perantara untuk menyampaikan pesan dari pemberi pesan kepada penerima pesan.
- Pengaruh, adalah dampak yang diberikan oleh sumber kepada penerima pesan, apakah akan terpengaruh atau tidak.
Nama : Syifa Nur'aini Putri
Npm : 2213054058
Kelas 3b
1. Definisi dari komunikasi nonverbal sendiri adalah transfer informasi melalui penggunaan bahasa tubuh termasuk kontak mata, ekspresi wajah, hingga gerakan tubuh.
contohnya menggunakan bahasa tubuh seperti mimik wajah dan gerakan tangan, bahkan intonasi suara dan kecepatan berbicara

2. Komunikasi non verbal dalam pembelajaran memudahkan para pendengar khususnya peserta didik untuk dapat memahami dan melakukan sesuai arahan yang di berikan komunikator.
Dengan gerakan postur atau gesture tubuh memudahkan untuk kita dalam melakukan pembelajaran secara efektif. Yang dimana anak-anak akan lebih mudah mengikuti dan mememahami tentang apa yang kita ucpakan melalui gesture tubuh kita.
Ekpresi wajah juga mempengaruhi dalam proses penyampaian pesan kepada anak-anak. Maka dari itu hendaknya para pendidik mengkomunikasikan arahan dengan ekpresi wajah yang tidak membuat anak justru takut. Dengan adanya komunikasi non verbal ini yang memliki banyak fungsi seperti anak akan lebih nyaman ketika berada didalam kelas. Memudahkan juga untuk mengontrol keadaan kelas. Dengan ekpresi wajah, anak juga dapat belajar untuk mengenali karakter yang diajarkan oleh guru tersebut.
Berfungsi juga untuk melengkapi dengan menggunakan komunikasi non-verbal untuk memperkuat warna atau sikap umum yang dikomunikasikan oleh pesan verbal. Jadi, anda mungkin tersenyum ketika menceritakan kisah lucu, atau menggeleng-gelengkan kepala ketika menceritakan ketidakjujuran seseorang.