Kiriman dibuat oleh Dita Nurhidayah

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> topik baru -> Re: topik baru

oleh Dita Nurhidayah -
• Dalam bimbingan terdapat tiga pendekatan perkembangan (Ihsan, 2003 : 27 - 28).
1. Pendekatan krisis.
Atau pendekatan kuratif, yaitu suatu pendekatan bimbingan yang diarahkan pada individu yang mengalai krisis atau masalah. Pendekatan ini cenderung pasif, karena anaklah yang menuju si pembimbing.
2. Pendekatan remedial
Pendekatan ini merupakan yang diarahkan kepada individu yang mengalami kelemahan atau halangan. Tujuan pendekatan ini adalah membantu memperbaiki kelemahan yang dialami individu. Dalam pendekatan ini, pembimbing memfokuskan tujuannya pada kelemahan-kelemahan individu selanjutnya berupaya memperbaiki.
3. Pendekatan preventif.
Pendekatan yang diarahkan kepada antisipasi masalah-masalah umum individu dan mencegah jangan sampai masalah tersebut terjadi. Pembimbing memberikan beberapa upaya berupa informasi dan keterampilan untuk mencegah munculnya masalah. Pendekatan ini banyak menggunakan teknik dan sedikit konsep.
4. Pendekatan Perkembangan
Pendekatan yang lebih mutakhir dan lebih proaktif dibandingkan dengan ketiga pendekatan sebelumnya adalah pendekatan perkembangan. Guru / pendamping yang menggunakan pendekatan ini dimulai dari pemahaman dari keterampilan dan pengalaman khusus yang dibutuhkan anak untuk mencapai keberhasilan di tempat belajar dan dalam kehidupan.


• Terdapat beberapa teknik dalam bimbingan konseling anak usia dini yaitu:
a. Aktif
Aktif yang dimaksudkan di sini adalah guru harus menciptakan suasana yang sedemikian rupa sehingga anak-anak aktif untuk bertanya, mempertanyakan mengenai apa yang dibahas dan berani mengemukakan gagasan.
b. Kreatif
Kreatif merupakan suatu daya cipta, memiliki kemampuan berkreasi. Peran aktif anak dalam proses pembelajaran akan menghasilkan generasi yang mampu menciptakan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan kepentingan orang lain.
c. Efektif
Pembelajaran yang efektif terwujud karena pembelajaran yang dilaksanakan dapat menumbuhkan daya kreatif bagi anak sehingga dapat membekali anak dengan berbagai kemampuan setelah proses pembelajaran berlangsung
d. Menyenangkan
Dalam proses belajar anak perlu terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga anak memusatkan perhatiannya secara utuh pada pembelajaran. Kondisi yang menyenangkan, aman, dan nyaman, akan mengaktifkan otak untuk berfikir dan mengoptimalkan proses belajar serta meningkatkan kepercayaan diri anak.


• Unsur-unsur lingkungan perkembangan

Penentu keberhasilan kegiatan bimbingan perkembangan salah satunya adalah aspek lingkungan. Menurut Kartadinata, dkk. (1998) yang mencakup unsur-unsur lingkungan perkembangan adalah sebagai berikut.
1. Unsur peluang
Unsur ini berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak mempelajari perilaku-perilaku baru. Hal ini mengandung implikasi bahwa tujuan tema yang terkandung dalam kurikulum yan diorganisasikan harus dimaknai dan dijabarkan ke dalam tujuan pengembangan pribadi, sosial, karier, keterampilan berkomunikasi, kemampuan memecahkan masalah, dan pengembangan konsep diri.
2. Unsur pendukung
Unsur ini berkaitan dengan proses pengembangann interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Unsur pendukung ini berkaitan dengan upaya guru dalam pengembangan (a) relasi jaringan kerja yang dapat menyentuh anak dan memungkinkan mereka mengembangkan kemampuan dan (b) keterlibatan seluruh anak di dalam proses interaksi.
3. Unsur penghargaan
Esensi unsur ini terletak pada penilaian dan pemberian balikan yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru. Penilaian dan balikan ini perlu dilakukan sepanjang proses bimbingan berlangsung; diagnosis dilakukan untuk mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi anak dan perbaikan serta penguatan dilakukan untuk membentuk pola-pola perilaku baru.