Kiriman dibuat oleh Adila Dhiya Ulhaq

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

oleh Adila Dhiya Ulhaq -
Nama : Adila Dhiya Ulhaq
Kelas : 3A
NPM : 2253054001

1) Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di PAUD
pendekatan perkembangan terdapat tiga pendekatan yang banyak dipergunakan (Nurihsan, 2003).
-Pertama pendekatan krisis. Pendekatan disebut juga pendekatan kuratif, yaitu suatu pendekatan bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah. Adapun tujuan pendekatan ini adalah membantu mengatasi krisis atau masalah-masalah yang dialami individu. Dalam pendekatan ini pembimbing tampak lebih pasif karena menunggu anak yang datang, selanjutnya pembimbing memberikan bantuan sesuai dengan masalah yang dihadapi dan dirasakan anak.
-Kedua, pendekatan remedial. Pendekatan ini merupakan pendekatan bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami kelemahan atau kekurangan. Tujuan pendekatan ini adalah membantu memperbaiki kekurangan atau kelemahan yang dialami individu.
-Ketiga, pendekatan preventif. Pendekatan preventif merupakan pendekatan yang di arahkan kepada antisipasi masalah-masalah umum individu dan mencegah jangan sampai masalah tersebut menimpa. Pembimbing memberikan beberapa upaya berupa informasi dan keterampilan untuk mencegah munculnya masalah.

2) Teknik-teknik dalam pelaksanaan berbagai pendekatan
a. Aktif
Aktif yang dimaksudkan di sini adalah guru harus menciptakan suasana yang sedemikian rupa sehingga anak-anak aktif untuk bertanya, mempertanyakan mengenai apa yang dibahas dan berani mengemukakan gagasan. Belajar harus merupakan suatu proses yang aktif dari anak dalam membangun pengetahuannya, bukan hanya proses pasif yang hanya menerima dari guru saja ilmu pengetahuan tersebut
b. Kreatif
Kreatif merupakan suatu daya cipta, memiliki kemampuan berkreasi. Peran aktif anak dalam proses pembelajaran akan menghasilkan generasi yang mampu menciptakan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan kepentingan orang lain. Kreatif juga bertujuan agar guru menciptakan kegiatan-kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan anak.
c. Efektif
Pembelajaran yang efektif terwujud karena pembelajaran yang dilaksanakan dapat menumbuhkan daya kreatif bagi anak sehingga dapat membekali anak dengan berbagai kemampuan setelah proses pembelajaran berlangsung, kemampuan yang diperoleh anak tidak hanya berupa pengetahuan, namun kemampuan yang lebih bermakna artinya tidak dapat mengembagkan bebagai potensi yangada dalam diri anak, sehingga menghasilkan kemampuan yang beragam
d. Menyenangkan
Dalam proses belajar anak perlu terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga anak memusatkan perhatiannya secara utuh pada pembelajaran. Menurut hasil penelitian tingginya perhatian anak terbukti dapat meningkatkan hasil belajar.

3) Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan
1. Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh seluruh anak
2. Bimbingan dan konseling perkembangan terkandung pada upaya membelajarkan anak.
3. Konselor dan guru merupakan fungsionaris bersama dalam program bimbingan perkembangan.
4.Bimbingan perkembangan mengakui pengembangan yang terarah ketimbang akhir perkembangan yang pasti
5.Bimbingan perkembangan sebagai tim berorientasi menuntut pelayanan dari konselor profesional.
6. Bimbingan perkembangan peduli dengan identifikasi awal akan kebutuhan-kebutuhan khusus dari anak
7. Bimbingan perkembangan peduli dengan penerapan psikologi.
8. Bimbingan perkembangan memilikikerangka dasar dari psikologi anak, psikologi perkembangan dan teori-teori belajar.
9. Bimbingan perkembangan mempunyai sifat urutan dan lentur

4) Unsur-unsur lingkungan perkembangan
1. Unsur peluang
Unsur ini berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak mempelajari perilaku-perilaku baru.
2. Unsur pendukung
Unsur ini berkaitan dengan proses pengembangann interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
3. Unsur penghargaan
Esensi unsur ini terletak pada penilaian dan pemberian balikan yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru. Penilaian dan balikan ini perlu dilakukan sepanjang proses bimbingan berlangsung

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

oleh Adila Dhiya Ulhaq -
Nama : Adila Dhiya Ulhaq
Kelas : 3A
NPM : 2253054001

Komunikasi nonverbal merupakan proses komunikasi yang dilakukan tanpa menggunakan bahasa ataupun kata-kata, tetapi biasanya proses komunikasi tersebut dilakukan dengan cara lain seperti bahasa tubuh, mimik wajah, sensitifitas kulit, dan lain-lain.

Kinesik adalah studi dan interpretasi gerakan tubuh manusia yang dapat diambil sebagai simbolis atau metaforis dalam interaksi sosial. Menurut antropologis Ray Birdwhistell, yang membuat istilah ini pada tahun 1952, kinesik meliputi ekspresi wajah, isyarat,sikap dan cara berjalan, dan lengan yang dapat dilihat dan gerakan tubuh. Gerakan ekspresif diambil tindakan simbolis yang menunjukkan atau menekankan pemikiran, perasaan, suasana hati, maksud, dan/atau sikap dan bisa digunakan secara kombinasi dengan, atau disamping komunikasi verbal. Agar dapat memiliki nilai komunikasi terbagi, kegiatan jasmani harus menjadi adat, atau secara luas dipahami. Teori pada kinesik telah mencakup secara konsisten pada kanon teori komunikasi, khususnya dalam studi komunikasi non verbal semenjak tahun 1950an.

Gerak isyarat (Gestures)
Pada saat guru mengajar ternyata menggunakan isyarat tangan, isyarat digunakan agar pada saat guru menjelaskan pelajaran siswa siswi dapat mengerti pesan yang diberikan oleh guru. Namun isyarat tangan yang digunakan oleh guru dilakukan tergantung situasi dan kondisi dari siswa siswinya. Siswa siswi pun berpendapat sama, bahwa pada saat mengajar guru melakukan gerakan isyarat baik tangan ataupun tubuh, hal itu dilakukan agar siswa dapat fokus dalam memperhatikan guru yang sedang menerangkan pelajaran. siswa pun merasa tidak hanya komunikasi verbal yang menggunakan kata-kata melalui tulisan dan bahasa saja yang diperlukan, namun siswa pun merasa isyarat tangan dan tubuh dibutuhkan

SUMBER :
Sugiarno, Sugiarno, and Rahmanita Ginting. "Komunikasi nonverbal guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMP Muhammadiyah 7 Medan." Persepsi: Communication Journal 2.1 (2019): 1-19.
Kom, SWE Handayani MI. "KINESIK." Jurnal Mimbar Bumi Bengawan 6.13 (2013).