Kiriman dibuat oleh Nur Adelia Balqis

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

oleh Nur Adelia Balqis -

Nama : Nur Adelia Balqis

NPM : 2213054041


Kinesik :

Menurut penggagasnya, Achmad Herman yang akrab dipanggil Pak Herman, nama KINESIK diambil dari pendekatan komunikasi nonverbal yang dikemukakan oleh seorang ilmuan komunikasi yang bernama Ray Birdwhistell. Pendekatan komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang menunjukkan bahasa kejujuran, karena gerakan/ekspresi muka atau mimik lebih bermakna (jujur) daripada yang diucapkan. Sedangkan istilah KINESIK sendiri adalah gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekpresi muka atau wajah, isyarat tubuh dan sikap tubuh. Artinya, mahasiswa sebagai agen pembaharu dan perubahan selalu bergerak dalam kreatifitas dengan menjunjung tinggi etika dan kejujuran.

Jika diurai perbendaharaan katanya, maka KINESIK merupakan kepanjangan dari Komunitas Intelektual mahasiswa Ilmu Komunikasi. Adapun uraiannya adalah sebagai berikut; pertama, konsep “Komunitas” dalam kehidupan manusia, Komunitas mengandung arti bahwa adanya kesamaan maksud, kepercayaan, sumber daya, pilihan, kebutuhan, resiko dan kondisi lainnya yang serupa.

Komunitas juga sering diartikan menjadi tiga hal yakni 1) Kesamaan ide/pikiran, 2) Kesamaan lokasi/geografis, dan 3) Kesamaan minat. Hal ini sejalan dengan konsep atau akar kata dalam Ilmu Komunikasi yakni “communis” atau “make to common” yang juga berarti “membuat sama” atau adanya “kesamaan makna”.

Kedua, konsep “Intelektual” mengandung makna yaitu orang yang menggunakan kecerdasan atau kreatifitasnya untuk bekerja, belajar, menggagas dan mampu menjawab berbagai persoalan tentang apa saja. Sedangkan yang ketiga yaitu konsep “Mahasiswa Ilmu Komunikasi” adalah sekelompok orang yang menggunakan akal sehatnya untuk belajar dan mengkaji fenomena ilmu komunikasi dengan berlandaskan etika dan kejujuran.


Gestur : 

Gestur atau gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan tanpa menggunakan kata-kata. Gestur yang sering digunakan misalnya seperti melambai, menunjuk, atau menganggukan kepala.

Berbeda dengan eskpresi wajah yang dinilai sangat universal, gestur lebih dipengaruhi oleh budaya dalam suatu masyarakat. Misalnya, ada beberapa gestur yang dinilai tidak sopan jika dilakukan pada suatu kelompok masyarakat tertentu, tetapi pada kelompok masyarakat yang lain gestur tersebut mungkin bersifat netral.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

oleh Nur Adelia Balqis -
Nama : Nur Adelia Balqis
NPM : 2213054041

1. Penyelenggaraan layanan bimbingan di taman kanak-kanak menggunakan layanan terpadu, artinya layanan bimbingan dilaksanakan secara terpadu dengan seluruh kegiatan pendidikan di taman kanak-kanak. Adapun pelaksanaannya dapat dilakukan dengan pendekatan sebagai berikut:
1. Pendekatan pengajaran dan interaktif
yaitu terpadu dengan pelaksanaan Program Kegiatan Belajar (PKB). Misalnya:
– menciptakan suasana dan kegiatan kelas yang menyenangkan dan bervariasi,
– membiasakan disiplin,
– mengadakankegiatan individu, kelompok dan klasikal.
2. Pendekatan dukungan sistem,
yaitu dengan menciptakan suasana taman kanak-kanak dan lingkungannya yang mendukung perkembangan anak.
Misalnya:
– Membuat permainan yang dapat mendukung bakat anak
– Melatih anak untuk berani mengembangkan bakatnya
3. Pendekatan pengembangan pribadi
yaitu dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk berkembang sesuai dengan kondisi dan kemampuan dirinya.Pendekatan ini dapat dilakukan dengan memberikan tugas-tugas individu,penempatan anak dalam kelompok berdasarkan minat dan kemampuan anak
misalnya:
– Memberikan tugas yang berbeda pada setiap anak
– Memberikan tugas seperti apa yang di sukai oleh masing-masing anak.

2. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode secara spesifik . Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak memerlukan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat mengganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

3. Pelaksanaan pelayanan bimbingan untuk anak usia dini tentu berbeda dengan pelayanan bimbingan orang dewasa, walaupun pada prinsip dasarnya,beberapa bagian hamper memiliki kesamaan. Adapun prinsip=prinsip pelayanan bimbingan untuk anak usia dini :

Bimbingan merupakan bagian penting dari proses pendidikan.
Bimbingan diberikan pada semua anak dan bukan hanya untuk anak yang menghadapi masalah.
Bimbingan harus berpusat pada anak yang dibimbing
Bimbingan merupakan proses yang menyatu dalam semua kegiatan pendidikan
Kegiatan bimbingan mencakup seluruh kemampuan perkembangan anak yang meliputi kemampuan fisik,motoric,kecerdasan social maupun emosional.
Bimbingan harus dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan anak.
Bimbingan harus fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan anak.
Dalam melaksanakan kegiatan bimbingan hendaknya orang tua diikutsertakan,agar mengerti bimbingan untuk anaknya saat dirumah.
Dalam menyampaikan permasalahan anak keada orang tua hendaknya menciptakan situasi aman dan menyenangkan,yang memungkinkan terjadinya komunikasi yang wajar dan terhindar dari kesalahpahaman.
Bimbingan dilakukan seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang dimiliki guru sebagai pelaksana bimbingan,jika ada masalah maka guru pembimbing harus mengkonsultasikan kepada kepala sekolah.
Bimbingan harus diberikan secara berkelanjutan.

4. Pendekatan perkembangan menekankan faktor lingkungan perkembangan yang perlu diperhatikan oleh guru atau pembimbing. Suatu lingkungan perkembangan mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

1. Unsur peluang.
Unsur ini berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak didik mempelajari perilaku-perilaku baru. Guru atau pembimbing perlu merencanakan berbagai topik yang sesuai dengan permasalahan, kemampuan dan karakteristik anak didik.

2. Unsur pendukung.
Unsur ini berkaitan dengan proses pengembangan interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik. Unsur pendukung ini berkaitan dengan upaya guru dalam pengembangan : (a) relasi/kerjasama yang bisa menyentuh anak dan memungkinkan anak didik mengembangkan kemampuannya, dan (b) keterlibatan seluruh anak didik di dalam proses interaksi.

3. Unsur penghargaan.
Esensi unsur ini terletak pada penilaian dan pemberian balikan yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru. Penilaian dan balikan ini perlu dilakukan sepanjang proses bimbingan berlangsung; diagnosis dilakukan untuk mengidentifikasikan kesulitan yang dihadapi, dan perbaikan serta penguatan
(reinforcement) dilakukan untuk membentuk pola-pola perilaku baru.

Sumber :
https://www.kompasiana.com/maziyahdining/563f1975579773fb06666bf1/prinsipprinsip-bimbingan-untuk-anak-usia-dini

https://isnainihanifah.wordpress.com/bimbingan-konseling-di-taman-kanak-kanak/pendekatan-bimbingan-dan-konseling-di-taman-kanak-kanak/

https://spada.uns.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=124574

https://www.biasamembaca.com/2016/04/unsur-unsur-lingkungan-perkembangan-di.html