Teori perkembangan biologis tentang temperamen adalah pandangan
yang mengaitkan karakteristik temperamen individu dengan faktor-faktor
biologis. Salah satu teori yang terkait dengan hal ini adalah teori
temperamen oleh Alexander Thomas dan Stella Chess.
Teori ini menekankan bahwa temperamen memiliki akar biologis dan
dapat memengaruhi bagaimana anak-anak berinteraksi dengan dunia
sekitar mereka. Namun, peran pengasuhan dan lingkungan sosial juga
dapat berdampak pada perkembangan temperamen anak. Teori
temperamen Thomas dan Chess menjadi dasar bagi penelitian lebih
lanjut tentang hubungan antara faktor-faktor biologis dan perkembangan
temperamen.
Perspektif
Psikoanalisis
1. Teori perkembangan psikoseksual Sigmund Freud
Sigmund Freud mengembangkan Teori Psikoseksual yang mengeksplorasi
perkembangan individu melalui tahap-tahap psikoseksual.
Pendekatan Freud terhadap perkembangan psikoseksual menyoroti pentingnya
pengalaman awal dalam membentuk kepribadian individu. Meskipun banyak aspek
teorinya telah dikritik dan diperdebatkan, pendekatannya terhadap tahap-tahap
perkembangan masih memengaruhi pemahaman psikologi perkembangan
2. Teori perkembangan psikososial Erik Erikson
Erik Erikson mengembangkan Teori Psikososial yang berfokus pada perkembangan
individu melalui serangkaian tahap psikososial.
Pendekatan psikososial Erikson menyoroti peran perkembangan psikososial sepanjang
hidup dan bagaimana konflik yang dihadapi di setiap tahap dapat membentuk
kepribadian dan identitas individu. Teorinya menekankan peran pengembangan
identitas, hubungan interpersonal, dan perkembangan seluruh siklus kehidupan
Perspektif
Pembelajaran
B.F. Skinner
(Teori Behaviorisme)
Skinner memandang
pembelajaran sebagai
proses di mana individu
merespons rangsangan
dari lingkungan mereka.
Menurutnya, perilaku
dipelajari melalui asosiasi
antara rangsangan dan
respons.
Albert Bandura
(Teori Pembelajaran Sosial)
Bandura mengenalkan
ide bahwa pembelajaran
tidak hanya terjadi
melalui respons terhadap
rangsangan eksternal,
tetapi juga melalui
proses pengamatan dan
pemodelan. Ia
mengatakan bahwa
individu belajar dari
orang lain melalui
interaksi sosial.
John B. Watson
(Behaviorisme Klasik)
Watson menekankan
bahwa perilaku adalah
hasil dari belajar melalui
asosiasi antara
rangsangan eksternal dan
respons. Ia berpendapat
bahwa individu lahir tanpa
perilaku yang sudah
terbentuk dan bahwa
semua perilaku dapat
dipelajari melalui
pengalaman.
Perspektif
Kognitif
• Teori perkembangan kognitif oleh Jean Piaget
Piaget mengemukakan bahwa perkembangan kognitif anak-anak melalui empat
tahap, yaitu tahap sensorimotor, preoperasional, konkret operasional, dan
formal operasional.
• Teori perkembangan kognitif oleh Lev Vygotsky
Vygotsky menekankan peran penting interaksi sosial dan pengaruh lingkungan
sosial dalam perkembangan kognitif individu. Inti dari teori Vygotsky adalah
bahwa perkembangan kognitif terjadi melalui interaksi sosial, terutama dalam
konteks hubungan antara anak-anak dan orang dewasa
Perspektif
Kontekstual
• Teori Ekologi Bronfenbrenner
Urie Bronfenbrenner adalah seorang psikolog yang mengembangkan Teori
Ekologi dalam pembelajaran dan perkembangan manusia. Teori ini
menekankan peran penting lingkungan dalam memahami perkembangan
individu.
Teori Ekologi Bronfenbrenner menggambarkan kompleksitas pengaruh
lingkungan pada perkembangan individu, dan menekankan pentingnya
memahami konteks sosial dan budaya dalam pemahaman tentang
pembelajaran dan perkembangan manusia.
Perspektif
Evolusionari
• Teori evolusioner / sosio-biologis (attachment) John
Bowlby dan Mary Ainsworth
Teori John Bowlby dan Mary Ainsworth dalam konteks perkembangan anak
adalah sering disebut sebagai Teori Kepeliharaan (Attachment Theory) dan
memiliki perspektif evolusioner yang kuat.
Pendekatan evolusioner dari teori kepeliharaan ini menyoroti pentingnya
attachment sebagai strategi adaptasi untuk manusia dalam konteks evolusi.
Attachment membantu memastikan kelangsungan spesies manusia dengan
memberikan perlindungan, dukungan emosional, dan keamanan bagi anakanak, yang pada gilirannya meningkatkan kemungkinan kelangsungan hidup
dan reproduks
Perspektif
Kognitif
• Teori perkembangan moral Kohlberg
Lawrence Kohlberg adalah seorang psikolog yang mengembangkan Teori
Moral yang terkenal. Teori moralnya didasarkan pada perkembangan
tahap-tahap moral individu sepanjang waktu.
Kohlberg percaya bahwa perkembangan moral individu melewati tahaptahap ini sepanjang hidup mereka, meskipun tidak semua individu
mencapai tahap tertinggi. Teori ini membantu menjelaskan bagaimana
individu berkembang dalam pemahaman dan penerapan nilai dan prinsip
moral, serta bagaimana pandangan moral mereka berkembang seiring
waktu.
yang mengaitkan karakteristik temperamen individu dengan faktor-faktor
biologis. Salah satu teori yang terkait dengan hal ini adalah teori
temperamen oleh Alexander Thomas dan Stella Chess.
Teori ini menekankan bahwa temperamen memiliki akar biologis dan
dapat memengaruhi bagaimana anak-anak berinteraksi dengan dunia
sekitar mereka. Namun, peran pengasuhan dan lingkungan sosial juga
dapat berdampak pada perkembangan temperamen anak. Teori
temperamen Thomas dan Chess menjadi dasar bagi penelitian lebih
lanjut tentang hubungan antara faktor-faktor biologis dan perkembangan
temperamen.
Perspektif
Psikoanalisis
1. Teori perkembangan psikoseksual Sigmund Freud
Sigmund Freud mengembangkan Teori Psikoseksual yang mengeksplorasi
perkembangan individu melalui tahap-tahap psikoseksual.
Pendekatan Freud terhadap perkembangan psikoseksual menyoroti pentingnya
pengalaman awal dalam membentuk kepribadian individu. Meskipun banyak aspek
teorinya telah dikritik dan diperdebatkan, pendekatannya terhadap tahap-tahap
perkembangan masih memengaruhi pemahaman psikologi perkembangan
2. Teori perkembangan psikososial Erik Erikson
Erik Erikson mengembangkan Teori Psikososial yang berfokus pada perkembangan
individu melalui serangkaian tahap psikososial.
Pendekatan psikososial Erikson menyoroti peran perkembangan psikososial sepanjang
hidup dan bagaimana konflik yang dihadapi di setiap tahap dapat membentuk
kepribadian dan identitas individu. Teorinya menekankan peran pengembangan
identitas, hubungan interpersonal, dan perkembangan seluruh siklus kehidupan
Perspektif
Pembelajaran
B.F. Skinner
(Teori Behaviorisme)
Skinner memandang
pembelajaran sebagai
proses di mana individu
merespons rangsangan
dari lingkungan mereka.
Menurutnya, perilaku
dipelajari melalui asosiasi
antara rangsangan dan
respons.
Albert Bandura
(Teori Pembelajaran Sosial)
Bandura mengenalkan
ide bahwa pembelajaran
tidak hanya terjadi
melalui respons terhadap
rangsangan eksternal,
tetapi juga melalui
proses pengamatan dan
pemodelan. Ia
mengatakan bahwa
individu belajar dari
orang lain melalui
interaksi sosial.
John B. Watson
(Behaviorisme Klasik)
Watson menekankan
bahwa perilaku adalah
hasil dari belajar melalui
asosiasi antara
rangsangan eksternal dan
respons. Ia berpendapat
bahwa individu lahir tanpa
perilaku yang sudah
terbentuk dan bahwa
semua perilaku dapat
dipelajari melalui
pengalaman.
Perspektif
Kognitif
• Teori perkembangan kognitif oleh Jean Piaget
Piaget mengemukakan bahwa perkembangan kognitif anak-anak melalui empat
tahap, yaitu tahap sensorimotor, preoperasional, konkret operasional, dan
formal operasional.
• Teori perkembangan kognitif oleh Lev Vygotsky
Vygotsky menekankan peran penting interaksi sosial dan pengaruh lingkungan
sosial dalam perkembangan kognitif individu. Inti dari teori Vygotsky adalah
bahwa perkembangan kognitif terjadi melalui interaksi sosial, terutama dalam
konteks hubungan antara anak-anak dan orang dewasa
Perspektif
Kontekstual
• Teori Ekologi Bronfenbrenner
Urie Bronfenbrenner adalah seorang psikolog yang mengembangkan Teori
Ekologi dalam pembelajaran dan perkembangan manusia. Teori ini
menekankan peran penting lingkungan dalam memahami perkembangan
individu.
Teori Ekologi Bronfenbrenner menggambarkan kompleksitas pengaruh
lingkungan pada perkembangan individu, dan menekankan pentingnya
memahami konteks sosial dan budaya dalam pemahaman tentang
pembelajaran dan perkembangan manusia.
Perspektif
Evolusionari
• Teori evolusioner / sosio-biologis (attachment) John
Bowlby dan Mary Ainsworth
Teori John Bowlby dan Mary Ainsworth dalam konteks perkembangan anak
adalah sering disebut sebagai Teori Kepeliharaan (Attachment Theory) dan
memiliki perspektif evolusioner yang kuat.
Pendekatan evolusioner dari teori kepeliharaan ini menyoroti pentingnya
attachment sebagai strategi adaptasi untuk manusia dalam konteks evolusi.
Attachment membantu memastikan kelangsungan spesies manusia dengan
memberikan perlindungan, dukungan emosional, dan keamanan bagi anakanak, yang pada gilirannya meningkatkan kemungkinan kelangsungan hidup
dan reproduks
Perspektif
Kognitif
• Teori perkembangan moral Kohlberg
Lawrence Kohlberg adalah seorang psikolog yang mengembangkan Teori
Moral yang terkenal. Teori moralnya didasarkan pada perkembangan
tahap-tahap moral individu sepanjang waktu.
Kohlberg percaya bahwa perkembangan moral individu melewati tahaptahap ini sepanjang hidup mereka, meskipun tidak semua individu
mencapai tahap tertinggi. Teori ini membantu menjelaskan bagaimana
individu berkembang dalam pemahaman dan penerapan nilai dan prinsip
moral, serta bagaimana pandangan moral mereka berkembang seiring
waktu.