Posts made by Rakhma Al-awwabin Hamid

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Rakhma Al-awwabin Hamid -
Teori perkembangan biologis tentang temperamen adalah pandangan
yang mengaitkan karakteristik temperamen individu dengan faktor-faktor
biologis. Salah satu teori yang terkait dengan hal ini adalah teori
temperamen oleh Alexander Thomas dan Stella Chess.
Teori ini menekankan bahwa temperamen memiliki akar biologis dan
dapat memengaruhi bagaimana anak-anak berinteraksi dengan dunia
sekitar mereka. Namun, peran pengasuhan dan lingkungan sosial juga
dapat berdampak pada perkembangan temperamen anak. Teori
temperamen Thomas dan Chess menjadi dasar bagi penelitian lebih
lanjut tentang hubungan antara faktor-faktor biologis dan perkembangan
temperamen.

Perspektif
Psikoanalisis
1. Teori perkembangan psikoseksual Sigmund Freud
Sigmund Freud mengembangkan Teori Psikoseksual yang mengeksplorasi
perkembangan individu melalui tahap-tahap psikoseksual.
Pendekatan Freud terhadap perkembangan psikoseksual menyoroti pentingnya
pengalaman awal dalam membentuk kepribadian individu. Meskipun banyak aspek
teorinya telah dikritik dan diperdebatkan, pendekatannya terhadap tahap-tahap
perkembangan masih memengaruhi pemahaman psikologi perkembangan
2. Teori perkembangan psikososial Erik Erikson
Erik Erikson mengembangkan Teori Psikososial yang berfokus pada perkembangan
individu melalui serangkaian tahap psikososial.
Pendekatan psikososial Erikson menyoroti peran perkembangan psikososial sepanjang
hidup dan bagaimana konflik yang dihadapi di setiap tahap dapat membentuk
kepribadian dan identitas individu. Teorinya menekankan peran pengembangan
identitas, hubungan interpersonal, dan perkembangan seluruh siklus kehidupan

Perspektif
Pembelajaran
B.F. Skinner
(Teori Behaviorisme)
Skinner memandang
pembelajaran sebagai
proses di mana individu
merespons rangsangan
dari lingkungan mereka.
Menurutnya, perilaku
dipelajari melalui asosiasi
antara rangsangan dan
respons.

Albert Bandura
(Teori Pembelajaran Sosial)
Bandura mengenalkan
ide bahwa pembelajaran
tidak hanya terjadi
melalui respons terhadap
rangsangan eksternal,
tetapi juga melalui
proses pengamatan dan
pemodelan. Ia
mengatakan bahwa
individu belajar dari
orang lain melalui
interaksi sosial.

John B. Watson
(Behaviorisme Klasik)

Watson menekankan
bahwa perilaku adalah
hasil dari belajar melalui
asosiasi antara
rangsangan eksternal dan
respons. Ia berpendapat
bahwa individu lahir tanpa
perilaku yang sudah
terbentuk dan bahwa
semua perilaku dapat
dipelajari melalui
pengalaman.

Perspektif
Kognitif
• Teori perkembangan kognitif oleh Jean Piaget
Piaget mengemukakan bahwa perkembangan kognitif anak-anak melalui empat
tahap, yaitu tahap sensorimotor, preoperasional, konkret operasional, dan
formal operasional.
• Teori perkembangan kognitif oleh Lev Vygotsky
Vygotsky menekankan peran penting interaksi sosial dan pengaruh lingkungan
sosial dalam perkembangan kognitif individu. Inti dari teori Vygotsky adalah
bahwa perkembangan kognitif terjadi melalui interaksi sosial, terutama dalam
konteks hubungan antara anak-anak dan orang dewasa

Perspektif
Kontekstual
• Teori Ekologi Bronfenbrenner
Urie Bronfenbrenner adalah seorang psikolog yang mengembangkan Teori
Ekologi dalam pembelajaran dan perkembangan manusia. Teori ini
menekankan peran penting lingkungan dalam memahami perkembangan
individu.
Teori Ekologi Bronfenbrenner menggambarkan kompleksitas pengaruh
lingkungan pada perkembangan individu, dan menekankan pentingnya
memahami konteks sosial dan budaya dalam pemahaman tentang
pembelajaran dan perkembangan manusia.

Perspektif
Evolusionari
• Teori evolusioner / sosio-biologis (attachment) John
Bowlby dan Mary Ainsworth
Teori John Bowlby dan Mary Ainsworth dalam konteks perkembangan anak
adalah sering disebut sebagai Teori Kepeliharaan (Attachment Theory) dan
memiliki perspektif evolusioner yang kuat.
Pendekatan evolusioner dari teori kepeliharaan ini menyoroti pentingnya
attachment sebagai strategi adaptasi untuk manusia dalam konteks evolusi.
Attachment membantu memastikan kelangsungan spesies manusia dengan
memberikan perlindungan, dukungan emosional, dan keamanan bagi anakanak, yang pada gilirannya meningkatkan kemungkinan kelangsungan hidup
dan reproduks

Perspektif
Kognitif
• Teori perkembangan moral Kohlberg
Lawrence Kohlberg adalah seorang psikolog yang mengembangkan Teori
Moral yang terkenal. Teori moralnya didasarkan pada perkembangan
tahap-tahap moral individu sepanjang waktu.
Kohlberg percaya bahwa perkembangan moral individu melewati tahaptahap ini sepanjang hidup mereka, meskipun tidak semua individu
mencapai tahap tertinggi. Teori ini membantu menjelaskan bagaimana
individu berkembang dalam pemahaman dan penerapan nilai dan prinsip
moral, serta bagaimana pandangan moral mereka berkembang seiring
waktu.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Rakhma Al-awwabin Hamid -
anak usia dini memiliki karakteristik yang relatif serupa antara satu
dengan lainnya. Karakteristik tersebut adalah sebagai berikut.
1. Anak Usia Dini Bersifat Unik
Setiap anak berbeda antara satu dengan lainnya dan tidak ada dua
anak yang sama persis meskipun mereka kembar identik. Mereka
memiliki bawaan, ciri, minat, kesukaan dan latar belakang yang berbeda.
Menurut Bredekamp (1987) anak memiliki keunikan tersendiri
seperti dalam gaya belajar, minat, dan latar belakang keluarga. Keunikan
dimiliki oleh masing-masing anak sesuai dengan bawaan, minat,
kemampuan dan latar belakang budaya kehidupan yang berbeda satu
sama lain. Meskipun terdapat pola urutan umum dalam perkembangan
anak yang dapat diprediksi, namun pola perkembangan dan belajarnya
tetap memiliki perbedaan satu sama lain.
2. Anak Usia Dini Berada Dalam Masa Potensial
Anak usia dini sering dikatakan berada dalam masa “golden age”
atau masa yang paling potensial atau paling baik untuk belajar dan
berkembang. Jika masa ini terlewati dengan tidak baik maka dapat
berpengaruh pada perkembangan tahap selanjutnya.
3. Anak Usia Dini Bersifat Relatif Spontan
Pada masa ini anak akan bersikap apa adanya dan tidak pandai
berpura-pura. Mereka akan dengan leluasa menyatakan pikiran dan
perasaannya tanpa memedulikan tanggapan orang-orang di sekitarnya.
4. Anak Usia Dini Cenderung Ceroboh dan Kurang Perhitungan
Anak usia dini tidak mempertimbangkan bahaya atau tidaknya
suatu tindakan. Jika mereka ingin melakukan maka akan dilakukannya
meskipun hal tersebut dapat membuatnya cedera atau celaka.
5. Anak Usia Dini Bersifat Aktif dan Energik
Anak usia dini selalu bergerak dan tidak pernah bisa diam kecuali
sedang tertidur. Maka sering kali dikatakan bahwa anak usia dini “tidak
ada matinya"
6. Anak Usia Dini Bersifat Egosentris
Mereka cenderung memandang segala sesuatu dari sudut
pandanganya sendiri dan berdasar pada pamahamannya sendiri saja.
Mereka juga menganggap semua benda yang diinginkannya adalah
miliknya.
Pada umumnya anak masih bersifat egosentris, ia melihat dunia
dari sudut pandang dan kepentingannya sendiri. Hal itu bisa diamati
ketika anak saling berebut main, atau menangis ketika menginginkan
sesuatu namun tidak dipenuhi oleh orang tuanya. karakteristik ini terkait
dengan perkembangan kognitif anak. Menurut Piaget, anak usia dini
berada pada tahapan: 1) tahap sensori motorik, 2) tahap
praoperasional, 3) tahap operasional konkret.
7. Anak Usia Dini Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Kuat
Rasa ingin tahu yang dimilikinya sangat tinggi sehingga mereka tak
bosan bertanya “apa ini dan apa itu” serta “mengapa begini dan
mengapa begitu”Anak berpandangan bahwa dunia ini dipenuhi hal-hal yang
menarik dan menakjubkan. Hal ini mendorong rasa ingin tahu yang
tinggi. Rasa ingin tahu anak bervariasi, tergantung apa yang menarik
perhatiannya.
Rasa ingin tahu ini sangat baik
dikembangkan untuk
memberikan
pengetahuan yang baru bagi anak dalam
rangka mengembangkan kognitifnya.
Semakin banyak pengetahuan yang
didapat berdasar kepada rasa ingin tahu
anak yang tinggi, semakin kaya daya pikir anak.
8. Anak Usia Dini Berjiwa Petualang
Karena rasa ingin tahunya yang besar dan kuat membuat anak usia
dini ingin menjelajah berbagai tempat untuk memuaskan rasa ingin tahu
tersebut dengan cara mengeksplor benda dan lingkungan di sekitarnya.
9. Anak Usia Dini Memiliki Imajinasi dan Fantasi yang Tinggi
Daya imajinasi dan fantasi anak sangat tinggi hingga terkadang
banyak orang dewasa atau orang yang lebih tua menganggapnya
sebagai pembohong dan suka membual. Namun sesungguhnya hal ini
karena mereka suka sekali membayangkan hal-hal di luar logika.
Anak memiliki dunianya sendiri, berbeda dengan orang dewasa.
Mereka tertarik dengan hal-hal yang bersifat imajinatif sehingga mereka
kaya dengan fantasi
10. Anak Usia Dini Cenderung Mudah Frustrasi
Anak usia dini cenderung mudah putus asa dan bosan dengan
segala hal yang dirasa sulit baginya. Mereka akan segera meninggalkan
kegiatan atau permainan yang bahkan belum diselesaikannya.
11. Anak Usia Dini Memiliki Rentang Perhatian yang Pendek
Rentang perhatian anak usia dini tidak terlalu panjang, itulah
sebabnya mengapa mereka tidak bisa diam dan sulit diajak fokus pada
kegiatan yang membutuhkan ketenangan.

ciri khas anak masa kanak-kanak sebagai berikut.
a.
Bersifat egosentris naif
Seorang anak yang egosentris naif memandang dunia luar dari
pandangannya sendiri, sesuai dengan pengetahuan dan pemahamannya
sendiri, dibatasi oleh perasaan dan pikirannya yang masih sempit.
b.
Relasi sosial yang primitif
Relasi sosial yang primitif merupakan akibat dari sifat egosentris
yang naif. Ciri ini ditandai oleh kehidupan anak yang belum dapat
memisahkan antara keadaan dirinya dengan keadaan lingkungan sosial
sekitarnya.
c.
Kesatuan jasmani dan rohani yang hampir tidak terpisahkan
Dunia lahiriah dan batiniah anak belum dapat dipisahkan, anak
belum dapat membedakan keduanya.
d.
Sikap hidup yang fisiognomis
Anak bersikap fisiognomis terhadap dunianya, artinya secara
langsung, anak memberikan atribut/sifat lahiriah atau sifat konkret,
nyata terhadap apa yang dihayatinya.

1) Perkembangan fisik
Perkembangan fisik merupakan dasar bagi kemajuan
perkembangan berikutnya. Dengan meningkatnya pertumbuhan
tubuh, baik menyangkut ukuran berat dan tinggi, maupun
kekuatannya memungkinkan anak untuk dapat lebih
mengembangkan keterampilan fisiknya, dan mengeksplorasi
lingkungannya dengan tanpa bantuan orang tuanya.
Perkembangan sistem syaraf pusat memberikan kesiapan kepada
anak untuk lebih dapat meningkatkan pemahaman dan
penguasaan terhadap tubuhnya.
Kekurangan gizi (malnutrisi) dapat mengakibatkan kecacatan
tubuh, dan mental. Lebih jauh anak akan rentan (mudah terkena)
penyakit atau infeksi, baik mata, telinga, maupun sistem
pernafasan. Mereka kurang memiliki kemampuan atau kesiapan
mental dan fisik. Perkembangan fisik anak ditandai juga dengan
berkembangnya kemampuan atau keterampilan motorik, baik
yang kasar maupun yang lembut.
2) Perkembangan intelektual
Piaget berpendapat perkembangan kognitif anak usia dini berada
pada periode praoperasional, yaitu tahapan di mana anak belum
mampu menguasai operasi mental secara logis.

prinsip-prinsip perkembangan sebagai berikut :

1. Perkembangan berlangsung seumur hidup dan meliputi semua aspek.
Perkembangan bukan hanya berkenaan dengan aspek-aspek tertentu tetapi menyangkut semua aspek. perkembangan. Aspek tertentu mungkin lebih terlihat dengan jelas, sedangkan aspek yang lainnya tersembunyi. Perkembangan berlangsung terus sampai akhir hayatnya, hanya pada saat tertentu perkembangannya lambat bahkan sangat lambat, sedangkan pada saat lain mungkin sangat cepat.

2. Setiap individu memiliki irama dan kualitas perkembangan yang berbeda.
Seorang individu mungkin mempunyai kemampuan berpikir dan membina hubungan sosial yang sangat tinggi dan irama perkembangannya dalam segi itu sangat cepat, sedang dalam aspek lain seperti keterampilan atau estetika cenderung kurang dan perkembangannya lambat. Sebaliknya, ada individu lain yang ketrampilan dan estetikanya berkembang pesat sedangkan kemampuan berpikir dan hubungan sosialnya agak lambat.

3. Perkembangan secara relatif beraturan, mengikuti pola-pola tertentu.
Perkembangan sesuatu segi didahului atau mendahului segi yang lainnya. Anak bisa merangkak sebelum anak bisa berjalan, anak bisa meraban (mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas dan tidak bermakna, seperti : mmm-mmm-mmm) sebelum anak bisa berbicara, dan sebagainya.

4. Perkembangan berlangsung secara berangsur-angsur dan sedikit demi sedikit.
Secara normal perkembangan itu berlangsung sedikit demi sedikit tetapi dalam situasisituasi tertentu dapat juga terjadi loncatan-loncatan. Sebaliknya dapat juga terjadi kemacetan perkembangan aspek tertentu.

5. Perkembangan berlangsung dari kemampuan yang bersifat umum menuju pada yang lebih khusus, mengikuti proses diferensiasi dan integrasi.

6. Secara normal perkembangan individu mengikuti seluruh fase, tetapi karena faktor-faktor khusus, fase tertentu dapat dilewati secara cepat, sehingga nampak seperti tidak melewati fase tersebut, sedangkan fase lainnya diikuti dengan sangat lambat, sehingga nampak seperti tidak berkembang.

7. Sampai batas-batas tertentu, perkembangan sesuatu aspek dapat dipercepat atau diperlambat. Perkembangan dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan juga faktor lingkungan.
8. Perkembangan aspek-aspek tertentu berjalan sejajar atau berkorelasi dengan aspek lainnya.
9. Pada saat-saat tertentu dan dalam bidang-bidang tertentu perkembangan pria berbeda dengan wanita.

Aspek aspek perkembangan AUD

Perkembangan Nilai Agama dan Moral. ...
Perkembangan Fisik-Motorik. ...
Perkembangan Kognitif. ...
Perkembangan Bahasa. ...
Perkembangan Sosial-Emosional. ...
Perkembangan Seni

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Rakhma Al-awwabin Hamid -
Bimbingan dan Konseling adalah upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan oleh konselor atau guru Bimbingan dan Konseling untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik dalam mencapai kemandirian dalam kehidupannya.

tujuan bimbingan konseling adalah membantu individu mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan ketertarikan yang dimilikinya dari berbagai latar belakang yang ada, serta sesuai dengan tuntutan positif dari lingkungannya.
Bimbingan dan konseling adalah salah satu hal yang sangat penting di sekolah karena berkaitan dengan pengembangan diri dan pribadi seorang siswa. Adapun tujuan bimbingan konseling di sekolah adalah membantu siswa, baik individu maupun kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal, baik dalam hubungan pribadi, sosial, belajar, maupun karir.

Fungsi Bimbingan dan Konseling
Adapun fungsi bimbingan dan konseling di sekolah adalah sebagai berikut.

1. Fungsi pemahaman
Bimbingan konseling sebagai fungsi pemahaman, artinya melalui kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh siswa membuatnya lebih memahami diri sendiri, baik kelebihan, kekurangan, maupun potensi yang dimilikinya, serta lingkungan di sekitarnya yang meliputi pendidikan, pekerjaan, dan norma agama.

Melalui fungsi pemahaman ini, diharapkan siswa mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal dan memudahkannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.

2. Fungsi pencegahan
Bimbingan konseling juga memiliki fungsi pencegahan, yaitu mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan melakukan berbagai upaya pencegahan agar tidak dialami oleh siswa karena dapat menghambat, mengganggu, ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugian tertentu dalam proses perkembangannya.

3. Fungsi pengembangan
Fungsi pengembangan adalah upaya guru BK (konselor) dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga dapat memfasilitasi perkembangan siswa.

4. Fungsi pengentasan
Fungsi yang satu ini berkaitan erat dengan pemberian bantuan kepada siswa yang sudah mengalami masalah, baik dalam aspek pribadi, sosial, belajar, dan karir. Untuk menjalankan fungsi ini, guru BK (konselor) dapat menggunakan teknik bimbingan konseling berupa konseling perorangan, konseling kelompok, atau remedial teaching

5. Fungsi penyaluran
Fungsi penyaluran adalah fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, serta karir dan jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian, dan kepribadian siswa. Dalam melaksanakan fungsi ini, guru BK perlu bekerja sama dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.

6. Fungsi adaptasi
Fungsi bimbingan dan konseling tidak hanya dilakukan untuk siswa saja, tapi juga guru, kepala sekolah, dan para pelaksana pendidikan lainnya. Salah satu fungsi bimbingan konseling untuk para pelaksana pendidikan adalah fungsi adaptasi.

Fungsi ini membantu para pelaksana pendidikan untuk mengadaptasi program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan keperluan individu. Fungsi ini juga membantu guru dalam memperlakukan siswa dengan tepat.

7. Fungsi penyesuaian
Fungsi penyesuaian adalah fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu siswa agar dapat menyesuaikan diri secara dinamis dan konstruktif terhadap program pendidikan, peraturan sekolah, atau norma agama.

Adapun prinsip prinsip bimbingan dan konseling secara umum antara
lain : 1) Bimbingan harus berfokus pada individu yang sedang di bimbingnya. 2)
Bimbingan berupa memberikan bantuan supaya individu yang dibimbing mampu
mengarahkan dirinya dan menghadapi permasalahan dalam hidupnya.

Ruang lingkup bimbingan dan konseling di sekolah mencakup upaya bantuan yang meliputi bidang bimbingan pribadi, bimbingan Sosial, bimbingan belajar dan bimbingan karier.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Rakhma Al-awwabin Hamid -
Komunikasi tertulis adalah tindakan menulis, mengetik atau mencetak simbol seperti huruf dan angka untuk menyampaikan informasi. Hal ini membantu karena memberikan catatan informasi untuk referensi. Menulis biasanya digunakan untuk berbagi informasi melalui buku, pamflet, blog, surat, memo dan lainnya.
Cara Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi
Menyampaikan tujuan dengan jelas.
Tidak perlu banyak memikirkan suatu hal yang tidak bisa dikontrol.
Meningkatkan rasa percaya diri.
Menghargai, mendengarkan, memperhatikan, dan menanggapi apa yang dibicarakan lawan bicara dengan baik.
Menerapkan keterbukaan dan kejujuran.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Rakhma Al-awwabin Hamid -
Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang timbal balik. Ada proses di mana seseorang berbicara dan mendengarkan. Namun, ada juga beberapa orang yang kesulitan untuk berkomunikasi. Terkadang orang tersebut terlalu memikirkan apa yang akan dipikirkan lawan bicaranya, meskipun hal tersebut juga perlu dipertimbangkan ketika akan memilah kata-kata dalam berbicara.

Akan tetapi, jika terlalu berlebihan justru akan mempersulit diri sendiri dan membuat diri menjadi overthinking atas hal-hal yang sebelumnya belum terjadi. Maka dari itu, untuk dapat meningkatkan kualitas kemampuan seseorang berkomunikasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti:

Menyampaikan tujuan dengan jelas.
Tidak perlu banyak memikirkan suatu hal yang tidak bisa dikontrol.
Meningkatkan rasa percaya diri.
Menghargai, mendengarkan, memperhatikan, dan menanggapi apa yang dibicarakan lawan bicara dengan baik.
Menerapkan keterbukaan dan kejujuran.
Tidak fokus dengan pembicara diri sendiri.
Menjadikan komunikasi yang hangat dan menyenangkan.
Dikarenakan komunikasi bersifat dinamis, maka seseorang perlu berlatih hal ini sesering mungkin agar komunikasi dapat lebih natural dan lawan bicara juga akan nyaman.