Posts made by Wildannul Karimah

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Wildannul Karimah -
1. Pengertian Bimbingan Konseling
Bimbingan konseling berasal dari dua kata, yaitu bimbingan dan konseling. Menurut Rochman Natawidjaja, bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu kepada orang ahli kepada seseorang atau beberapa individu, baik anak-anak, remaja maupun dewasa, agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan dirinya sendiri dan mandiri, dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Sementara itu, Prayitno dan Erman Anti mengartikan konseling sebagai proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.

Dari penjelasan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan pengertian bimbingan konseling adalah proses pemberian bantuan kepada individu atau kelompok (klien) oleh seorang ahli (ahli) melalui wawancara konseling yang bertujuan untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi klien ataupun membantunya mengembangkan diri sendiri.

2. Selain itu, bimbingan dan konseling di sekolah juga memiliki tujuan lain, yaitu:

Membantu siswa mengembangkan seluruh potensinya seoptimal mungkin.
Mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri.
Mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungan di sekitar siswa, meliputi lingkungan sekolah, keluarga, pekerjaan, sosial-ekonomi, dan kebudayaan.
Mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi dan memecahkan yang dialami siswa.
Mengatasi kesulitan siswa dalam menyalurkan kemampuan, minat, dan bakatnya dalam bidang pendidikan dan pekerjaan.
Memperoleh bantuan secara tepat dari pihak-pihak di luar sekolah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang tidak dapat dipecahkan di sekolah tersebut.

3. Adapun fungsi bimbingan dan konseling di sekolah adalah sebagai berikut.

1. Fungsi pemahaman
Bimbingan konseling sebagai fungsi pemahaman, artinya melalui kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh siswa membuatnya lebih memahami diri sendiri, baik kelebihan, kekurangan, maupun potensi yang dimilikinya, serta lingkungan di sekitarnya yang meliputi pendidikan, pekerjaan, dan norma agama.

Melalui fungsi pemahaman ini, diharapkan siswa mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal dan memudahkannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.

2. Fungsi pencegahan
Bimbingan konseling juga memiliki fungsi pencegahan, yaitu mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan melakukan berbagai upaya pencegahan agar tidak dialami oleh siswa karena dapat menghambat, mengganggu, ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugian tertentu dalam proses perkembangannya.

3. Fungsi pengembangan
Fungsi pengembangan adalah upaya guru BK (konselor) dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga dapat memfasilitasi perkembangan siswa.

4. Fungsi pengentasan
Fungsi yang satu ini berkaitan erat dengan pemberian bantuan kepada siswa yang sudah mengalami masalah, baik dalam aspek pribadi, sosial, belajar, dan karir. Untuk menjalankan fungsi ini, guru BK (konselor) dapat menggunakan teknik bimbingan konseling berupa konseling perorangan, konseling kelompok, atau remedial teaching

5. Fungsi penyaluran
Fungsi penyaluran adalah fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, serta karir dan jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian, dan kepribadian siswa. Dalam melaksanakan fungsi ini, guru BK perlu bekerja sama dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.

6. Fungsi adaptasi
Fungsi bimbingan dan konseling tidak hanya dilakukan untuk siswa saja, tapi juga guru, kepala sekolah, dan para pelaksana pendidikan lainnya. Salah satu fungsi bimbingan konseling untuk para pelaksana pendidikan adalah fungsi adaptasi.

Fungsi ini membantu para pelaksana pendidikan untuk mengadaptasi program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan keperluan individu. Fungsi ini juga membantu guru dalam memperlakukan siswa dengan tepat.

7. Fungsi penyesuaian
Fungsi penyesuaian adalah fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu siswa agar dapat menyesuaikan diri secara dinamis dan konstruktif terhadap program pendidikan, peraturan sekolah, atau norma agama.


4.Prinsip Bimbingan dan Konseling adalah pedoman atau alat dalam menjalankan proses program layanan bk agar berjalan sesuai peraturan dan berdampak positif kepada individu.Prinsip ini akan memberikan dampak positif dan fleksibel dalam layanannya,dimana program yang diberikan akan sesuai dengan persolana individu.

5. Ruang lingkup bimbingan konseling pun memiliki fungsi khusus. Pertama adalah fungsi pemahaman, yaitu fungsi yang dimaksudkan untuk membantu klien dalam memahami dirinya sendiri. Kedua adalah fungsi pencegahan, fungsi ini dimaksudkan untuk memberikan pencegahan pada kondisi klien agar tidak memperburuk kondisinya

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Wildannul Karimah -
Program bimbingan dan konseling adalah kumpulan rencana kegiatan
pelayanan bimbingan konseling yang disusun berdasarkan pada kebutuhan
peserta didik pada suatu periode tertentu. Periode tersebut bisa dalam
rentang tahunan, semesteran, bulanan, mingguan, dan harian. Dalam Pusat
Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Penjas dan BK (2009), jenis-jenis program bimbingan dan konseling itu
sendiri dibagi menjadi lima yaitu :
a. Program Tahunan
Yaitu program bimbingan dan konseling meliputi seluruh kegiatan
pelayanan dan kegiatan pendukung selama satu tahun untuk masingmasing kelas di sekolah/madrasah.
b. Program Semesteran
Yaitu program bimbingan dan konseling meliputi seluruh kegiatan
pelayanan dan kegiatan pendukung selama satu semester untuk masingmasing kelas yang merupakan jabaran dari program tahunan.
c. Program Bulanan
Program bulanan merupakan program bimbingan dan konseling yang
meliputi seluruh kegiatan pelayanan dan kegiatan pendukung selama
satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
d. Program Mingguan
Program mingguan merupakan program pelayanan bimbingan
konseling yang meliputi seluruh kegiatan pelayanan dan kegiatan
pendukung selama satu minggu yang merupakan jabaran dari program
bulanan.
e. Program Harian
Program harian merupakan program pelayanan bimbingan konseling
yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program
harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk
rencana program pelayanan/pendukung (RPP).

Evaluasi bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan untuk membenahi program-program yang kurang berhasil. Untuk menghasilkan evaluasi bimbingan dan konseling yang tepat kita harus mengetahui tujuan yang akan dicapai serta dari mana evaluasi akan dimulai. Evaluasi bimbingan dan konseling merupakan upaya untuk menentukan derajat kualitas pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling.

Evaluasi kegiatan bimbingan dan konseling mempunyai dua tujuan yaitu secara umum dan secara khusus. Tujuan umum evaluasi bimbingan dan konseling adalah untuk mengetahui ketercapaian pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Sedangkan tujuan khusus dari evaluasi bimbingan dan konseling adalah untuk mengetahui ketercapaian program sesuai dengan jabaran atau butir-butir kegiatan program layanan yang telah di susun dalam program bimbingan dan konseling, misalnya: program pengumpulan data, kegiatan bimbingan karir, konseling individual, konseling kelompok dll.

Fungsi evaluasi kegiatan bimbingan konseling adalah memberikan umpan balik kepada guru pembimbing (konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling dan memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan atas perkembangan sikap, perkembangan perilaku, dan perkembangan potensi subyek yang dibimbing.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> topik baru -> Re: topik baru

by Wildannul Karimah -
1. Dalam bimbingan terdapat tiga pendekatan perkembangan (Ihsan, 2003 : 27 - 28). Pertama, pendekatan krisis. Atau pendekatan kuratif, yaitu suatu pendekatan bimbingan yang diarahkan pada individu yang mengalai krisis atau masalah. Pendekatan ini cenderung pasif, karena anaklah yang menuju si pembimbing. Kedua, pendekatan remedial. Pendekatan ini merupakan yang diarahkan kepada individu yang mengalami kelemahan atau halangan. Tujuan pendekatan ini adalah membantu memperbaiki kelemahan yang dialami individu. Dalam pendekatan ini, pembimbing memfokuskan tujuannya pada kelemahan-kelemahan individu selanjutnya berupaya memperbaiki. Ketiga, pendekatan preventif. Pendekatan yang diarahkan kepada antisipasi masalah-masalah umum individu dan mencegah jangan sampai masalah tersebut terjadi. Pembimbing memberikan beberapa upaya berupa informasi dan keterampilan untuk mencegah munculnya masalah. Pendekatan ini banyak menggunakan teknik dan sedikit konsep.

2. Banyak teknik yang digunakan dalam pendekatan ini seperti mengajar, bertukar informasi, berdiskusi, bermain peran, melatih, tutorial dan konseling. Dilihat dari sisi orientasi, pedekatan perkembangan menekankan pada pengembangan potensi dan kekuatan yang ada pada individu secara optimal. Dalam pendekatan ini, layanan bimbingan diberikan kepada semua individu, bukan hanya pada individu yang mengalami masalah. Bimbingan dilaksanakan secara individual, kelompok, bahkan klasikal melalui pemberian informasi, diskusi, proses kelompok, penyaluran bakat dan minat.

3. Prinsip-prinsip pendekatan perkembangan
Murro dan Kottman (1995) memaparkan tentang prinsip-prinsip dalam pendekatan bimbingan perkembangan untuk anak usia dini sebagai berikut.
1. Bimbingan dan Konseling Dibutuhkan oleh Semua Anak
Prinsip ini menekankan tentang pentingnya pelayanan bimbingan bagi semua anak. Anak-anak perlu mengembangkan pemahaman diri yang baik dan utuh, mereka juga perlu memiliki tanggung jawab dalam mengendalikan diri, memiliki kematangan dalam memahami lingkungan di sekitarnya dan yang lebih penting adalah membantu mereka tepat dalam membuat keputusan dan mengatasi permasalahan.
Dalam prinsip ini guru / pendamping harus memfasilitasi anak dalam mengembangkan potensi, minat dan bakat serta membantu mengatasi masalah yang dihadapi anak.
2. Bimbingan dan Konseling Perkembangan Berfokus dalam Mengembangkan Kegiatan Belajar Anak
Proses bimbingan tidak terlepas dari proses pembelajaran secara keseluruhan, dengan kata lain bimbingan dan pembelajaran merupakan suatu proses belajar efektif bagi anak.
Kegiatan pengembangan bimbingan anak usia dini dapat menggunakan media untuk menciptakan suasana kegiatan belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi perkembangan dan pertumbuhan anak usia dini.
3. Guru / Pendamping merupakan Fungsionaris Bersama dalam Program Bimbingan Perkembangan
Guru memiliki peran strategis dalam membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi anak dan menciptakan iklim yang sehat dalam menunjang proses belajar dan pekembangan yang terjadi.
4. Kurikulum yang Terencana dan Teroganisir merupakan Komponen Penting dalam Bimbingan Perkembangan
Dalam pengembangan program bimbingan harus direncanakan dengan baik dan terorganisasi. Kurikulum yang dikembangkan mencakup seluruh aspek perkembangan anak dengan tujuan membantu anak dalam mengembangkan kemampuan untuk menghargai diri, motif berprestasi, membuat keputusan yang tepat, merencanakan dan mencapai tujuan keterampilan memecahkan masalah, menjalin hubungan interpersonal, keterampilan berkomunikasi dan mengembangkan perilaku tanggungjawab, khususnya pada diri sendiri.
5. Bimbingan Perkembangan Memperhatikan Aspek Perkembangan Penerimaan Diri, Pemahaman Diri, dan Pengayaan Diri Anak
Bimbingan perkembangan turut membantu anak dalam memahami diri anak secara utuh dan menerima kelemahan dan kelebihan diri. Kegiatan pengembangan upaya ini dapat dilakukan dengan cara memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan ide, gagasan dan pendapatnya dengan cara alami dan tanpa tekanan. Kebiasaan guru / pendamping mendominasi kegiatan atau sikap otoriter orang tua di rumah dapat menyebabkan anak tampak kaku, kurang percaya diri, tidak mampu mengembangkan kemampuan kreativitasnya. Sosialisasi dapat dilakukan dengan cara mengobrol dengan suasana yang santai dan rileks.
6. Bimbingan dan Konseling Perkembangan Membantu Mendorong Proses Tumbuh Kembang Anak
Tujuan kegiatan ini adalah (a) mampu menempatkan nilai pada diri anak sebagaimana dirinya sendiri; (b) percaya pada dirinya sendiri; (c) percaya akan kemampuan dirinya sendiri dan membangun penghargaan pada dirinya; (d) mampu bekerja dan berusaha dengan sungguh-sungguh; (e) mampu memanfaatkan kelompok untuk mempermudah dan meningkatkan perkembangan anak; (f) memadukan kelompok sehingga anak merasa memiliki dalam kelompok; (g) membantu mengembangkan keterampilan secara berurutan dan secara psikologis yang memungkinkan anak untuk sukses; (h) mengakui dan memfokuskan pada kekuatan dan aset yang dimiliki anak; (i) memanfaatkan minat anak sebagai energi dalam pengajaran.
7. Bimbingan Perkembangan Mengakui Perkembangan yang Terarah daripada Akhir Perkembangan yang Definitif
Kekeliruan yang dialami guru adalah menyampaikan materi cenderung mengikuti pola-pola (a) menyampaikan materi pembelajaran yang masih kaku dari tema-tema yang ditawarkan oleh kurikulum sehingga tampak tanpa pengembangan kreativitas guru; (b) banyak materi yang disampaikan terlalu abstrak, misalnya pada saat menjelaskan angka hanya simbol saja tanpa dibarengi contoh konkret.
8. Bimbingan Perkembangan sebagai Kegiatan yang Berorientasi pada Tim, Seyogianya Dilaksanakann oleh Tenaga Ahli (Konselor) yang Profesional
Kesuksesan kegiatan bimbingan dan konseling sangat didukung oleh seluruh komponen lembaga. Oleh karena itu, kerjasama dan dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menyesuaikan kegiatan dan pengembangan program bimbingan.
9. Bimbingan Perkembangan Peduli dengan Identifikasi Awal akan Kebutuhan-kebutuhan Khusus Anak
Dalam pendekatan ini konselor dengan guru bekerja sama untuk melakukan asesmen terhadap kebutuhan anak. Bimbingan yan dilaksanakan perlu dirancang utnuk memenuhi berbagai kebutuhan yan dimiliki dan diharapkan anak. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan menggunakan cara misalnya dengan menggunakan teknik observasi atau catatan anekdot.
10. Bimbingan Perkembangan Peduli dengan Penerapan Aspek-aspek Psikologi
Pendekatan ini menekankan tentang upaya pentingnya guru dalam memperhatikan aspek-aspek psikologis anak, seperti kemampuan intelektual, sikap, minat dan kepribadian. Dalam hal ini, bimbingan perkembangan tidak hanya memperhatikan bagaimana anak belajar, tetapi juga turut mengarahkan pada upaya membantu anak menggunakan berbagai kemampuan yang mereka miliki.
Lwin seorang pakar asal Singapura menegaskan bahwa guru / pendamping mengajarkan kepada anak untuk benar-benar memperhatikan apa yang dia lihat di sekitarnya dan untuk menciptakan secara konstruktif gambaran dalam pikirannya menggunakan imajinasinya maka guru / pendamping pada akhirnya akan menemukan bahwa anak akan semakin kreatif. Hal ini karena visualisasi kreatif dan imajinasi merupakan dua aspek utama pemikiran kreatif.
11. Bimbingan Perkembangan Memiliki Kerangka Dasar yang Berlandaskan pada Kajian tentang Psikologi Perkembangan dan Teori Belajar
Bimbingan perkembangan memiliki akar psikologis dan teoritis yang jelas dan kokoh sehingga dapat dipergunakan dalam membantu mengembangkan potensi anak secara utuh dan menyeluruh. Selain itu, prinsip ini turut memperjelas bahwa anak adalah individu yang akan selalu belajar. Di sini guru / pendamping harus lebih kreatif dan inovatif. Jangan biasakan menakuti anak dengan nilai buruk yang akan dicapai ataupun dalam bentuk anacaman lain yang tidak jelas maksud dan tujuannnya.
12. Bimbingan Perkembangan Mempunyai Sifat Berurutan dan Fleksibel
Prinsip ini menegaskan bahwa bimbingan perkembangan sangat cocok diterapkan dalam membantu memfasilitasi perbedaan dan keragaman yang dimiliki anak. Dalam hal ini, guru / pendamping diharapkan lebih proaktif dalam membantu mengembangkan potensi dan memfasilitasi kebutuhan anak.

4. Unsur-unsur lingkungan perkembangan
Penentu keberhasilan kegiatan bimbingan perkembangan salah satunya adalah aspek lingkungan. Menurut Kartadinata, dkk. (1998) yang mencakup unsur-unsur lingkungan perkembangan adalah sebagai berikut.
1. Unsur peluang
Unsur ini berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak mempelajari perilaku-perilaku baru. Hal ini mengandung implikasi bahwa tujuan tema yang terkandung dalam kurikulum yan diorganisasikan harus dimaknai dan dijabarkan ke dalam tujuan pengembangan pribadi, sosial, karier, keterampilan berkomunikasi, kemampuan memecahkan masalah, dan pengembangan konsep diri.
2. Unsur pendukung
Unsur ini berkaitan dengan proses pengembangann interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Unsur pendukung ini berkaitan dengan upaya guru dalam pengembangan (a) relasi jaringan kerja yang dapat menyentuh anak dan memungkinkan mereka mengembangkan kemampuan dan (b) keterlibatan seluruh anak di dalam proses interaksi.
3. Unsur penghargaan
Esensi unsur ini terletak pada penilaian dan pemberian balikan yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru. Penilaian dan balikan ini perlu dilakukan sepanjang proses bimbingan berlangsung; diagnosis dilakukan untuk mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi anak dan perbaikan serta penguatan dilakukan untuk membentuk pola-pola perilaku baru.