Kiriman dibuat oleh Wildannul Karimah

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

oleh Wildannul Karimah -
Komunikasi non-verbal melalui postur tubuh dan ekspresi wajah, termasuk perilaku mata dan kontak mata, memainkan peran yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam konteks pembelajaran. Berikut beberapa informasi mengenai peran komunikasi non-verbal ini dalam konteks pembelajaran:

Ekspresi Wajah (Perilaku Mata):

Ekspresi Wajah: Ekspresi wajah manusia mencerminkan perasaan dan emosi. Ketika seorang guru atau siswa mengekspresikan ekspresi wajah yang positif, seperti senyum, pengejaran mata, atau antusiasme, hal ini dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih positif dan ramah. Sebaliknya, ekspresi wajah yang negatif atau tidak terlibat dapat memengaruhi mood dan kenyamanan dalam proses belajar.

Perilaku Mata dan Kontak Mata: Mata adalah alat penting dalam komunikasi non-verbal. Melalui mata, guru dapat menunjukkan ketertarikan dan fokus kepada siswa. Siswa yang membuat kontak mata dengan guru atau rekan-rekan sekelas menunjukkan bahwa mereka mendengarkan dan terlibat dalam proses pembelajaran. Kontak mata juga dapat digunakan untuk memahami apakah seseorang memahami atau mengalami kesulitan dengan materi yang diajarkan.

Postur Tubuh:

Postur Guru: Cara seorang guru berdiri, duduk, atau bergerak dapat memengaruhi cara siswa merasa terhubung dan terlibat dalam pembelajaran. Seorang guru yang menunjukkan postur terbuka, antusias, dan percaya diri dapat menciptakan lingkungan yang mendukung partisipasi siswa dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam belajar.

Postur Siswa: Postur tubuh siswa juga mencerminkan tingkat kenyamanan dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Siswa yang duduk tegak dan menunjukkan minat terhadap materi pelajaran cenderung lebih fokus dan siap untuk belajar.

Kemampuan Membaca dan Menginterpretasikan Komunikasi Non-Verbal: Penting bagi guru dan siswa untuk memiliki kemampuan membaca dan menginterpretasikan komunikasi non-verbal. Guru yang peka terhadap ekspresi wajah dan postur siswa dapat mengidentifikasi ketidaknyamanan atau kesulitan yang mungkin mereka alami dalam pembelajaran. Siswa yang dapat membaca ekspresi wajah guru dan rekan-rekan sekelas mereka dapat merasa lebih terhubung dan dapat merespons dengan tepat.

Penggunaan yang Efektif dalam Proses Belajar-Mengajar: Dalam pembelajaran, komunikasi non-verbal yang tepat dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran. Guru dapat menggunakan ekspresi wajah, gerakan tangan, dan kontak mata untuk menekankan poin penting dalam materi. Siswa dapat menggunakan komunikasi non-verbal untuk menunjukkan pertanyaan, ketidakpengertian, atau ketertarikan dalam pembelajaran.

Dalam rangka menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif, guru dan siswa perlu memahami dan memanfaatkan komunikasi non-verbal, termasuk ekspresi wajah, perilaku mata, dan postur tubuh, untuk memperkaya pengalaman belajar dan memastikan bahwa pesan dan emosi disampaikan dengan jelas dan efektif.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

oleh Wildannul Karimah -
Komunikasi non-verbal melibatkan pertukaran pesan dan informasi tanpa menggunakan kata-kata atau bahasa lisan. Kinesik dan gesture adalah dua komponen penting dalam komunikasi non-verbal. Berikut penjelasan singkat tentang keduanya:

Kinesik (Kinesics):
Kinesik merujuk pada studi gerakan tubuh dan ekspresi wajah dalam komunikasi non-verbal. Ini termasuk berbagai elemen, seperti postur tubuh, gerakan mata, ekspresi wajah, gestur tangan, posisi tubuh, dan kontak mata. Kinesik dapat memberikan wawasan penting tentang perasaan, emosi, atau niat seseorang. Sebagai contoh, senyum yang tulus atau pandangan mata yang intens dapat mengungkapkan banyak informasi tanpa kata-kata.

Gesture (Gestur):
Gestur mengacu pada gerakan tangan, lengan, atau tubuh lainnya yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Gestur bisa bersifat spontan atau diatur, dan berbagai budaya memiliki gestur khas mereka sendiri. Contoh gestur termasuk menganggukkan kepala untuk mengindikasikan persetujuan, mengangkat jari tengah sebagai tanda ketidaksetujuan, atau memberikan isyarat tangan yang bersifat menguatkan pesan lisan. Gestur juga dapat digunakan untuk menambah konteks atau detail pada pembicaraan.

Kinesik dan gestur adalah bagian penting dari komunikasi non-verbal, dan keduanya dapat memengaruhi bagaimana pesan disampaikan dan diterima. Penting untuk memahami bahwa makna kinesik dan gestur dapat bervariasi berdasarkan budaya dan konteks, sehingga penting untuk menginterpretasikan mereka dengan bijak, mengingat latar belakang kultural dan situasi komunikasi tertentu.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

oleh Wildannul Karimah -
Menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis dengan sistematis sangat penting karena komunikasi tertulis merupakan salah satu bentuk komunikasi yang umum digunakan dalam banyak aspek kehidupan, baik dalam lingkungan pribadi maupun profesional. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis dengan sistematis:

Menyampaikan Pesan Secara Tertulis:
Tujuan dan Sasaran: Tentukan tujuan dan sasaran komunikasi Anda. Apa yang ingin Anda sampaikan atau capai dengan pesan tertulis ini?

Audien: Pertimbangkan siapa yang akan membaca pesan Anda. Apakah pesan tersebut ditujukan untuk rekan kerja, atasan, teman, atau keluarga? Pengetahuan tentang audiens akan membantu Anda menyesuaikan bahasa dan konten pesan.

Struktur: Organisasi pesan Anda dengan baik. Gunakan struktur yang jelas seperti pendahuluan, isi pesan, dan penutup. Ini membantu pembaca untuk memahami pesan dengan lebih mudah.

Bahasa dan Gaya: Gunakan bahasa yang sesuai dengan audiens dan konteks. Hindari penggunaan bahasa yang ambigu, serta pastikan pesan Anda tidak memiliki kesalahan tata bahasa atau ejaan.

Kepolosan: Sampaikan informasi secara jelas dan langsung. Hindari kalimat yang panjang dan rumit.

Relevansi: Pastikan pesan Anda relevan dengan topik yang sedang dibahas. Jangan menyisipkan informasi yang tidak perlu.

Bukti dan Dukungan: Jika perlu, sertakan bukti atau dukungan dalam bentuk data, kutipan, atau referensi.

Penulisan Akhir: Sampaikan pesan Anda dengan penutup yang merangkum atau menggambarkan tindakan yang diharapkan dari pembaca.

Peninjauan: Luangkan waktu untuk meninjau pesan Anda sebelum mengirimnya. Periksa kesalahan tata bahasa, ejaan, dan konten yang tidak sesuai.

Menerima Pesan Secara Tertulis:
Perhatikan Pesan: Baca pesan dengan saksama, berikan perhatian penuh pada isinya, dan cobalah memahami pesan tersebut dengan baik.

Tanyakan Pertanyaan: Jika ada hal yang tidak jelas dalam pesan, jangan ragu untuk bertanya atau meminta klarifikasi kepada pengirim pesan.

Respon Tertulis: Jika Anda diminta untuk merespons pesan tertulis, pastikan bahwa respon Anda mencerminkan pemahaman yang baik tentang pesan tersebut.

Jawab dengan Jelas: Jawab pesan dengan jelas dan singkat. Hindari tanggapan yang ambigu atau membingungkan.

Evaluasi: Jika pesan tersebut berisi instruksi atau permintaan, pertimbangkan dengan cermat bagaimana Anda akan mengevaluasi atau meresponsnya.

Jadwalkan Tindakan: Jika pesan tersebut memerlukan tindakan lebih lanjut, jadwalkan kapan dan bagaimana Anda akan melaksanakannya.

Menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis dengan sistematis penting karena:

Ketepatan: Pesan tertulis dapat menciptakan catatan yang akurat, sehingga mengurangi risiko salah paham atau kesalahan dalam komunikasi.

Bukti: Pesan tertulis dapat menjadi bukti dalam konteks profesional atau hukum. Ini dapat digunakan untuk mendukung kesepakatan atau keputusan.

Komunikasi Jarak Jauh: Pesan tertulis memungkinkan komunikasi efektif dalam situasi jarak jauh, baik dalam bisnis atau hubungan personal.

Referensi Kembali: Pesan tertulis dapat digunakan sebagai referensi di masa depan, memungkinkan Anda untuk mengingat atau mengacu pada informasi yang telah disampaikan.

Dengan menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis secara sistematis, Anda dapat memastikan bahwa komunikasi Anda lebih efektif dan efisien, serta dapat menghindari konflik atau kesalahpahaman yang mungkin timbul akibat komunikasi yang tidak jelas atau tidak terstruktur.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

oleh Wildannul Karimah -
Kemampuan untuk menyampaikan dan mendengarkan pesan secara lisan dengan lancar sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam komunikasi sehari-hari, pekerjaan, hubungan pribadi, dan dalam berbagai situasi sosial. Berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengarkan:

Menyampaikan Pesan Secara Lisan:

Persiapkan Pesan Anda: Sebelum berbicara, pertimbangkan dengan baik apa yang ingin Anda sampaikan. Jika mungkin, susun poin-poin utama sehingga Anda memiliki panduan saat berbicara.

Latihan Berbicara: Praktik berbicara adalah cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan berbicara Anda. Cobalah berbicara di depan cermin atau merekam diri sendiri. Ini akan membantu Anda merasa lebih nyaman dan percaya diri saat berbicara di depan orang lain.

Penggunaan Bahasa Tubuh: Ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan kontak mata semuanya berperan dalam menyampaikan pesan dengan efektif. Pastikan untuk menjaga bahasa tubuh yang sesuai dan mengkomunikasikan pesan Anda dengan jelas.

Berbicara dengan Kecepatan yang Tepat: Hindari berbicara terlalu cepat atau terlalu lambat. Cobalah untuk menyesuaikan kecepatan bicara Anda agar mudah dimengerti oleh pendengar.

Gunakan Bahasa yang Sesuai: Sesuaikan bahasa yang Anda gunakan dengan audiens Anda. Hindari penggunaan jargon atau kata-kata yang mungkin tidak dipahami oleh pendengar.

Berlatih Mendengarkan Umpan Balik: Terbuka terhadap umpan balik dari orang lain. Ini akan membantu Anda memahami area yang perlu ditingkatkan dalam kemampuan berbicara Anda.

Mendengarkan Pesan Secara Lisan:

Fokus Penuh: Ketika mendengarkan, berikan perhatian penuh pada pembicara dan hindari mengalihkan perhatian. Matikan gangguan seperti ponsel atau pemikiran yang mengganggu.

Berikan Umpan Balik: Berikan respons yang sesuai selama percakapan untuk menunjukkan bahwa Anda mendengarkan. Ini dapat berupa gerakan kepala, mengangguk, atau pertanyaan-pertanyaan untuk klarifikasi.

Hindari Memotong Pembicara: Biarkan pembicara menyelesaikan ucapannya sebelum Anda merespons. Hindari menginterupsi atau memotong pembicara.

Tanyakan Pertanyaan: Jika Anda tidak yakin tentang sesuatu, tanyakan pertanyaan untuk memahami lebih baik. Ini juga menunjukkan minat Anda pada pembicara.

Praktik Mendengarkan Aktif: Mendengarkan aktif melibatkan tidak hanya mendengar kata-kata, tetapi juga mencoba memahami perasaan dan maksud di balik kata-kata tersebut.

Mengapa kemampuan berbicara dan mendengarkan penting? Ini karena komunikasi yang efektif adalah fondasi dari hubungan yang baik dan kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan. Kemampuan berbicara dengan lancar membantu Anda menyampaikan ide-ide, memecahkan masalah, membangun hubungan interpersonal, dan berkontribusi dalam pekerjaan tim. Kemampuan mendengarkan yang baik juga penting karena ini memungkinkan Anda untuk memahami dengan baik orang lain, menghindari kesalahpahaman, dan merespons dengan tepat. Dengan kata lain, komunikasi yang baik adalah kunci untuk kesuksesan pribadi dan profesional.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

oleh Wildannul Karimah -
Proses komunikasi adalah interaksi yang melibatkan pengiriman pesan dari satu pihak kepada pihak lain, yang kemudian diterima dan diinterpretasikan oleh pihak yang menerima. Terdapat beberapa model atau teori yang digunakan untuk menjelaskan proses komunikasi. Beberapa model komunikasi yang umum digunakan meliputi:

Model Komunikasi Linier:
Model ini adalah model komunikasi yang paling sederhana. Prosesnya terdiri dari pengirim, pesan, saluran, dan penerima. Pesan dikirim oleh pengirim melalui saluran komunikasi kepada penerima. Penerima menerima dan memahami pesan tersebut. Model ini tidak mempertimbangkan faktor-faktor konteks atau gangguan yang mungkin mempengaruhi komunikasi.

Model Komunikasi Interaktif:
Model ini lebih kompleks daripada model linier. Selain elemen-elemen yang ada dalam model linier, model ini mempertimbangkan umpan balik (feedback) dari penerima kepada pengirim. Penerima memberikan tanggapan atau reaksi terhadap pesan yang diterimanya, dan ini dapat mempengaruhi pesan selanjutnya yang dikirim oleh pengirim.

Model Komunikasi Berbentuk Dua Arah (Two-Way Communication):
Model ini menggambarkan bahwa komunikasi adalah proses saling berbagi pesan antara pengirim dan penerima. Pesan dapat bergerak bolak-balik antara keduanya, dan umpan balik memainkan peran penting dalam proses komunikasi ini. Model ini lebih realistis dalam menggambarkan komunikasi dalam situasi dunia nyata.

Model Komunikasi Interpersonal:
Model ini menekankan pentingnya aspek-aspek psikologis dalam komunikasi antarindividu. Faktor seperti persepsi, sikap, nilai-nilai, dan latar belakang individu memainkan peran dalam bagaimana pesan dikirim dan diterima dalam komunikasi interpersonal.

Model Komunikasi Transaksional:
Model ini menganggap komunikasi sebagai proses timbal balik yang kompleks di mana pengirim dan penerima saling berdampak satu sama lain. Dalam model ini, komunikasi dipahami sebagai pertukaran pesan di mana kedua pihak berkontribusi pada pembentukan pesan dan makna.

Model Komunikasi Berbasis Teknologi (Media):
Model ini menitikberatkan pada peran teknologi dan media dalam komunikasi. Komunikasi modern sering kali melibatkan penggunaan media seperti internet, sosial media, televisi, dan telepon. Model ini mempertimbangkan bagaimana teknologi memengaruhi cara pesan disampaikan dan diterima.

Setiap model komunikasi memiliki kelebihan dan kelemahan sendiri dan dapat digunakan untuk memahami berbagai aspek komunikasi. Pemahaman tentang model-model ini dapat membantu dalam meningkatkan efektivitas komunikasi dalam berbagai konteks, baik dalam hubungan pribadi, bisnis, maupun media massa.