Kiriman dibuat oleh Achmad Alchoirro

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal-2

oleh Achmad Alchoirro -
Nama: Achmad Alchoirro Ramadhan
NPM: 2211011079
S1 Manajemen

A. Menurut saya, jika dilihat dari paradigma ilmu ekonomi, peran Pancasila bagi pengembangan ilmu dan prosesnya di tengah persaingan global saat ini yang sesuai dengan sila-sila Pancasila ialah :

1) Sila Ke-Tuhanan Yang Maha Esa
Pancasila berperan sebagai keyakinan seseorang untuk bertindak jujur, baik pada diri sendiri, sesama manusia, atau dengan Tuhannya dan memiliki moral. Karena saat ini, tidak hanya di Indonesia banyak orang yang merugi akibat ketidakjujuran dalam bekerja. Kemudian peran Pancasila dalam pengembangan ilmu terkait sila pertama ialah mengenai tujuan dan maksud dari suatu pengembangan IPTEK itu sendiri.

2) Sila Kemanusian Yang Adil dan Beradab
Pancasila dalam pengembangan ilmu terkait sila kedua Pancasila berperan sebagai
dasar harkat dan martabat bangsa Indonesia. Kemudian peran Pancasila sila kedua dalam prosesnya pada persaingan global ialah sebagai wujud pemerataan sosial secara egaliter.

3) Sila Persatuan Indonesia
Pancasila dalam pengembangan ilmu terkait sila ketiga Pancasila berperan sebagai dasar pengembangan rasa nasionalisme bagi masyarakat Indonesia. Kemudian peran Pancasila sila ketiga dalam prosesnya pada persaingan global ialah seluruh warga negara Indonesia harus menjiwai kebijakan ekonomi dengan rasa nasionalisme.

4) Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.
Pancasila dalam pengembangan ilmu terkait sila keempat Pancasila berperan sebagai media bagi dasar demokratis bangsa Indonesia. Kemudian peran Pancasila sila keempat dalam prosesnya pada persaingan global ialah berkaitan dengan pelaksanaan demokrasi ekonomi dan politik.

5) Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Pancasila dalam pengembangan ilmu terkait sila kelima Pancasila berperan sebagai dasar keseimbangan sosial yang dalam perosesnya di dunia global ialah sebagai penyeimbang yang harmonis, efisien dengan desentralisasi ekonomi dan otonomi yang luas, bebas dan bertanggung jawab, menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

B. Harapan saya mengenai model pemimpin, warga negara dan ilmuwan yang Pancasila di Indonesia sekarang dan masa mendatang adalah saya berharap bahwa bangsa Indonesia akan memiliki sebuah pemimpin yang berjiwa Pancasila yang tentunya mengerti akan hakikat Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia serta dapat menunjukkan Bagaimana kegigihan pemimpin tersebut dalam upayanya meningkatkan bangsa Indonesia, selain itu juga seorang pemimpin yang memiliki sikap dan juga perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal-1

oleh Achmad Alchoirro -
Nama : Achmad Alchoirro Ramadhan
NPM : 2211011079
S1 Manajemen

1. Tanggapan saya mengenai berita tersebut adalah, kita sebagai rakyat Indonesia harus lebih teliti, harus lebih mempelajari terlebih dahulu, segala hal yang kita terima. memang tidak mudah memberitahu kalau itu adalah berita hoax, kalau sang pembaca atau kita sendiri suka bahkan memercayainya. Dampak dari hoax akan terus terjadi dan akan berakhir pada saat isu itu telah selesai.
Berita hoax makin marak terjadi akibat adanya media sosial yang mudah dijangkau oleh masyarakat dan mudah juga untuk masyarakat mendapatkan informasi dan menyebarkannya. Intinya kita harus menjadi masyarakat yang pintar, dengan selalu mengkonfirmasi setiap hal yang kita dapat sebelum kita menyebarkannya.
Cara mengantisipasi berita hoax adalah:
1. Jangan mudah terprovokasi dengan judul berita
2. Selalu kritis setiap apapun yang didapat
3. Lakukan Konfirmasi
4. Laporkan konten yang mengandung hoax
5. Saring sebelum sharing

2. Apabila IPTEK bertentangan dan tidak sesuai dengan nilai Pancasila, maka akan banyak dampat negatif yang ditimbulkan, seperti beredarnya berita hoax, konten pornografi yang banyak tersebar, lebih memilih produk luar negeri dibanding produk dalam negeri, dan rusaknya moral bangsa Indonesia.
Dan untuk mengatasi hal tersebut kita harus selalu melakukan penyaringan akan pengaruh IPTEK dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai acuan, menghargai dan menghormati segala hak asasi manusia, menggunakan IPTEK terutama media sosial, efektif dan efisien dalam menggunakan IPTEK, serta senantiasa memperbarui kemampuan yang positif.

3. Planning: merencanakan tentang tingkat konsumsi yang akan lakukan.
Organizing: membuat jadwal atau list tentang kapan dan apa yang akan dibeli.
Leading: harus bisa memimpin diri kita untuk tidak menuruti sifat konsumerisme
Actuating: Mengaktualisasikan rencana tersebut.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-2

oleh Achmad Alchoirro -
Nama: Achmad Alchoirro Ramadhan
NPM: 2211011079

Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945 menandai berakhirnya Perang Dunia II. Amerika Serikat & Sekutu melancarkan pengeboman kedua kota tersebut Pengeboman ini adalah pembalasan Amerika Serikat atas serangan militer Jepang.

Tujuan penghancuran Hiroshima dan Nagasaki tidak lain tidak bukan adalah untuk melemahkan Jepang.Dikarenakan keduanya menjadi pusat militer Jepang yang kuat. Kota Hiroshima sebagai markas militer dan pusat industri Jepang.
Dampaknya dari tragedi itu sangat besar antaranya menelan ratusan ribu korban jiwa, kerugian material, timbulnya banyak penyakit sebab terpapar radiasi membuat penduduk jepang saat itu sangat menderita.

Indonesia memanfaatkan situasi ini karena kokosongan dari kekuasaan Jepang,para pemuda mendesak Soekarno Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia,Selang dua hari Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 .

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-1

oleh Achmad Alchoirro -
Nama: Achmad Alchoirro
NPM: 2211011079

Berdasarkan video yang saya lihat saya mendapatkan kesimpulan bahwasanya adanya konflik antara warga desa dengan pabrik pakaian yang terjadi di daerah Pekalongan, Jawa Barat. Masalah yang diperdebatkan adalah pembuangan limbah pabrik ke sungai yang menyebabkan air sungai dan lingkungan sekitar perumahan warga tercemar.
warga melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran limbah sampah dan melakukan aksi demo kepada aparat desa untuk dapat menghentikan operasional perusahaan tersebut apabila masih tetap mencemari lingkungan sekitar dengan limbah sampah yang dihasilkan .
Solusi agaar tidak terjadi banjir:
Melakukan reboisasi tanaman khususnya jenis tanaman dan pepohonan yang dapat menyerap air dengan cepat. Memperbanyak dan menyediakan lahan terbuka untuk membuar lahan hijau untuk penyerapan air. Berhenti membangun perumahan di tepi sungai, karena akan mempersempit sungai dan sampah rumah juga akan masuk sungai.
pemilik perusahaan mengakui kesalahan nya dan akan berusaha untuk dapat menyaring sampah yang dihasilkan dari perusahaanya sehingga tidak akan lagi mengganggu ataupun mencemari lingkungan sekitar.

Sikap pemilik pabrik yang membuang limbah sembarangan dapat mencemari lingkungan dan membuat sumber penyakit, tentu hal ini pula tidak mencerminkan nilai-nilai pancasila, maka menurut saya bagi pengusaha harus benar benar mengetahui lokasi tempat pengolahan limbah dan saluran nya dengan baik agar tidak mengganggu masyarakat sekitar,dan harus ada kesepakatan diantara warga sekitar dengan pemilik pabrik.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Achmad Alchoirro -
Nama: Achmad Alchoirro Ramadhan
NPM: 2211011079

Analisis Jurnal

URGENSI PENEGASAN PANCASILA
SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK

Dapat kita ketahui bersama bahwa Kehadiran IPTEK ditengah-tengah kita akan memberikan kemudahan dan memecahkan berbagi persoalan hidup dan kehidupan yang dihadapi manusia.
Sehingga urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK adalah sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)yang dikembangkan di Indoenesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilainilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek.
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu-rambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.