1.Perspektif biologis adalah cara memandang permasalahan psikologis dengan mempelajari dasar fisik perilaku hewan dan manusia. Ini adalah salah satu perspektif utama dalam psikologi dan melibatkan hal-hal seperti mempelajari otak, sistem kekebalan , sistem saraf, dan genetika. Sedangkan dalam psikologi, temperamen secara luas mengacu pada perbedaan perilaku individu yang konsisten yang didasarkan secara biologis dan relatif independen terhadap pembelajaran, sistem nilai dan sikap.Beberapa peneliti menunjukkan hubungan temperamen dengan ciri-ciri perilaku dinamis formal, seperti aspek energik, plastisitas, kepekaan terhadap penguat tertentu, dan emosionalitas.
2.Teori Freud
- Tahap pertama perkembangan psikoseksual dikenal sebagai tahap lisan.Pada tahap perkembangan ini, sumber kenikmatan utama anak adalah melalui mulut melalui isapan, makan, dan pengecapan.Masalah pada tahap ini dapat mengakibatkan apa yang disebut Freud sebagai fiksasi lisan .
- Tahap kedua perkembangan psikoseksual dikenal sebagai tahap anal.Pada tahap ini, anak memperoleh rasa penguasaan dan kompetensi dengan mengendalikan pergerakan kandung kemih dan usus.
- Tahap ketiga perkembangan psikoseksual dikenal sebagai tahap phallic.Pada tahap ini, energi libido terfokus pada alat kelamin. Anak-anak menjadi sadar akan perbedaan anatomi jenis kelamin mereka yang menyebabkan anak laki-laki mengalami Oedipus Complex sedangkan anak perempuan mengalami Electra Complex.
- Tahap keempat perkembangan psikoseksual dikenal sebagai periode laten. Pada tahap ini, energi libido ditekan dan anak lebih fokus pada aktivitas lain seperti sekolah, teman, dan hobi. Freud percaya tahap ini penting untuk mengembangkan keterampilan sosial dan kepercayaan diri.
- Tahap kelima perkembangan psikoseksual dikenal dengan tahap genital, yaitu masa dimana remaja mulai menjajaki hubungan romantis. Menurut Freud, tujuan tahap ini adalah mengembangkan rasa keseimbangan antara semua bidang kehidupan.
- Teori Freud menyiratkan bahwa kepribadian sebagian besar terbentuk pada masa kanak-kanak. Menurut Freud, tahap genital berlangsung sepanjang masa dewasa. Tujuannya adalah untuk mengembangkan keseimbangan antara semua bidang kehidupan.
-Teori Erikson -Kepercayaan vs ketidakpercayaan adalah tahap pertama dalam teori perkembangan psikososial Erik Erikson.Pada tahap ini, anak-anak belajar untuk mempercayai atau tidak mempercayai pengasuhnya.
Pengasuhan yang diberikan orang dewasa menentukan apakah anak-anak mengembangkan rasa percaya terhadap dunia di sekitar mereka. Anak-anak yang tidak menerima pengasuhan yang memadai dan dapat diandalkan mungkin mengembangkan rasa ketidakpercayaan terhadap orang lain dan dunia.
- Otonomi versus rasa malu dan keraguan adalah tahap kedua perkembangan psikososial. Selama tahap ini, anak-anak menjadi lebih mobile. Mereka mengembangkan kemandirian dengan mengendalikan aktivitas seperti makan, toilet training, dan berbicara.
- Tahap ketiga perkembangan psikososial menurut Erikson adalah tahap inisiatif versus rasa bersalah .Pada tahap ini, anak mulai mengambil kendali lebih besar terhadap lingkungannya. Mereka mulai berinteraksi dengan anak-anak lain dan mengembangkan keterampilan interpersonal mereka.
- Industri versus inferioritas adalah tahap keempat perkembangan psikososial.Anak-anak mengembangkan rasa kompetensi dengan menguasai keterampilan baru, seperti menulis dan membaca sendiri.
- Tahap kelima dari teori perkembangan psikososial Erikson adalah tahap identitas versus kebingungan peran . Hal ini terjadi pada masa remaja, sekitar usia 12 hingga 18 tahun. Pada tahap ini, remaja mengembangkan identitas pribadi dan rasa diri. Remaja mengeksplorasi peran, sikap, dan identitas yang berbeda seiring mereka mengembangkan rasa jati diri.
-Erikson mengambil pendekatan seumur hidup, percaya bahwa perkembangan terus berlanjut bahkan di usia tua. Teorinya mencakup tiga tahap Keintiman vs. isolasi : Orang dewasa muda mencari cinta dan persahabatan yang romantis.
Generativitas vs. stagnasi : Orang dewasa paruh baya membina orang lain dan berkontribusi kepada masyarakat.
Integritas vs. keputusasaan : Orang lanjut usia merefleksikan kehidupan mereka, melihat ke belakang dengan perasaan puas atau pahit.
3.Pavlov memasangkan stimulus dengan respons terhadap bentuk perilaku, yang dikenal sebagai pengondisian klasik.
Skinner mengembangkan pengkondisian operan—yaitu, bagaimana konsekuensi suatu perilaku meningkatkan atau menurunkan kemungkinan perilaku tersebut akan terulang kembali.
Bandura berpendapat bahwa perilaku kita dibentuk oleh apa yang kita amati pada orang lain, yang disebut pembelajaran kognitif sosial.
4.- Jean Piaget adalah seorang ahli perkembangan kognitif yang berasal dari Switzerland. Beliau lahir pada tahun 1896. Ia dikenal sebagai ahli konstruktivis pertama yang beranggapan bahwa belajar merupakan proses pembelajaran yang ditemukan oleh diri sendiri, maksudnya proses belajar seseorang terjadi karena interaksi dan pengamatan yang dilakukan pada lingkungannya. Piaget percaya bahwa seseorang belajar dan mengolah pengetahuannya sendiri. Teori yang dijelaskan Piaget ini dikenal sebagai teori konstruktivisme.
- Pada teori Vygotsky terdapat dua konsep yaitu, ZPD (Zone of Proximal Development) dan Scaffolding. ZPD adalah kemampuan seseorang dalam memecahkan suatu masalah tanpa melibatkan orang lain. Sedangkan scaffolding adalah pemberian sejumlah bantuan yang diberikan pada anak dan seiring berjalannya waktu peberian bantuan tersebut dikurangi dan memberikan alih tanggung jawab seutuhnya pada anak.
5.Teori ekologi menurut Urie Bronfrenbrenner adalah suatu pandangan sosiokultural tentang perkembangan yang mana terdiri dari lima sistem lingkungan, mulai dari masukan interaksi langsung dengan agen-agen sosial (social agents) yang berkembang baik hingga masukan kebudayaan yang berbasis luas.
6.Perspektif Evolusionari/ Sosio-biologik -Teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth
- Attachment adalah ikatan emosional dengan orang lain. Bowlby percaya bahwa ikatan paling awal yang dibentuk oleh anak-anak dengan pengasuhnya memiliki dampak luar biasa yang berlanjut sepanjang hidup. Ia berpendapat bahwa keterikatan juga berfungsi untuk menjaga bayi tetap dekat dengan ibunya, sehingga meningkatkan peluang anak untuk bertahan hidup.Bowlby memandang keterikatan sebagai produk proses evolusi. Meskipun teori keterikatan perilaku menyatakan bahwa keterikatan adalah proses yang dipelajari, Bowlby dan yang lainnya berpendapat bahwa anak-anak dilahirkan dengan dorongan bawaan untuk membentuk keterikatan dengan pengasuhnya.
- Berdasarkan tanggapan yang diamati para peneliti, Ainsworth menggambarkan tiga gaya utama keterikatan: keterikatan aman, keterikatan ambivalen-tidak aman, dan keterikatan menghindari-tidak aman. Belakangan, peneliti Main dan Solomon (1986) menambahkan gaya keterikatan keempat yang disebut keterikatan tidak aman-tidak terorganisir berdasarkan penelitian mereka sendiri.
7.teori Kohlberg adalah bahwa tingkat penalaran moral akan meningkat seiring dengan usia seseorang (Hook, 1999). Alih peran merupakan proses kognitif dan proses sosial yang menunjukkan bahwa individu dapat menempatkan diri pada motif-motif, perasaan, pikiran dan tingkah laku orang lain.