Posts made by Zhea Avivi

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Zhea Avivi -
Untuk menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis dengan sistematis, Anda dapat mengikuti pedoman berikut:
Menyampaikan Pesan Tertulis dengan Sistematis:
1. Tujuan yang Jelas: Tentukan dengan jelas tujuan komunikasi Anda sebelum menulis pesan. Apakah pesan tersebut untuk memberikan informasi, mengajukan permintaan, atau menyampaikan gagasan?
2. Susun Struktur: Pesan tertulis harus memiliki struktur yang jelas. Biasanya, pesan dibagi menjadi pengenalan, isi pesan, dan kesimpulan. Ini membantu pembaca memahami pesan dengan lebih baik.
3. Gunakan Bahasa yang Tepat: Pilih kata-kata dengan hati-hati dan gunakan bahasa yang sesuai dengan audiens dan tujuan pesan. Hindari kebingungan atau ambigu.
4. Gunakan Paragraf: Pisahkan gagasan-gagasan utama ke dalam paragraf yang terpisah. Ini membuat pesan lebih mudah dibaca dan dipahami.
5. Gunakan Alenia dan Poin-poin: Saat mengkomunikasikan beberapa informasi atau pandangan, gunakan alenia atau poin-poin untuk memisahkan dan mengorganisasi informasi.
6. Revise dan Koreksi: Setelah menulis pesan, revisi dan koreksi tata bahasa, ejaan, dan tanda baca. Pesan yang ditulis dengan benar akan memberikan kesan yang lebih profesional.

Menerima Pesan Tertulis dengan Sistematis:
1. Baca dengan Seksama: Bacalah pesan dengan cermat, fokus, dan tanpa tergesa-gesa. Pastikan Anda memahami isi pesan.
2. Kembangkan Keterampilan Literasi: Keterampilan membaca dan pemahaman teks sangat penting. Latihan membaca berbagai jenis dokumen dan literatur akan meningkatkan kemampuan Anda.
3. Pertanyaan atau Catatan: Buat pertanyaan atau catatan singkat saat membaca untuk membantu pemahaman dan mengingat informasi.
4. Baca Ulang (Re-read): Jika perlu, baca pesan lagi untuk memastikan Anda tidak melewatkan informasi penting.

Mengapa itu perlu kita lakukan?
1. Kesalahan Minim: Menyampaikan dan menerima pesan tertulis dengan sistematis mengurangi risiko kesalahan atau ketidakpahaman dalam komunikasi.
2. Pemahaman yang Lebih Baik: Pesan yang ditulis dengan jelas dan sistematis memungkinkan penerima memahami isi pesan dengan lebih baik.
3. Kesinambungan Komunikasi: Pesan tertulis yang sistematis memastikan bahwa informasi dapat dengan mudah digunakan kembali atau dibagi kepada pihak lain yang relevan.
4. Peningkatan Profesionalisme: Kemampuan untuk berkomunikasi secara tertulis dengan sistematis meningkatkan profesionalisme dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi.
5. Pencegahan Miskomunikasi: Dengan komunikasi tertulis yang sistematis, miskomunikasi dapat diminimalkan, mengurangi risiko konflik atau kebingungan.

Kemampuan untuk menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis dengan sistematis adalah keterampilan penting dalam hampir setiap aspek kehidupan, termasuk pekerjaan, pendidikan, dan hubungan pribadi. Ini membantu memastikan komunikasi yang efektif dan efisien.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Zhea Avivi -
Untuk dapat menyampaikan dan mendengarkan pesan secara lisan dengan lancar, Anda dapat mempertimbangkan beberapa praktik yang berguna:
Menyampaikan Pesan Secara Lisan dengan Lancar:
1. Persiapan: Persiapkan pesan Anda dengan baik. Tentukan tujuan komunikasi, susun gagasan utama, dan pilih kata-kata yang sesuai.
2. Jaga Kejelasan: Pastikan pesan Anda jelas. Hindari informasi yang ambigu atau berbelit-belit. Gunakan contoh atau ilustrasi jika diperlukan.
3. Penggunaan Bahasa Tubuh: Perhatikan ekspresi wajah, kontak mata, dan gerakan tubuh Anda. Ini bisa membantu dalam menyampaikan pesan dan memahami reaksi audiens.
4. Praktikasi: Latihan membantu. Berbicaralah dengan orang lain, berbicara di depan cermin, atau merekam diri sendiri untuk mengevaluasi cara berbicara Anda.
5. Sikap Positif: Pertahankan sikap positif dan keyakinan diri. Percayalah bahwa Anda dapat menyampaikan pesan Anda dengan baik.

Mendengarkan Pesan Secara Lisan dengan Lancar:
1. Fokus Penuh: Berikan perhatian penuh pada pembicara. Hindari distraksi dan jangan tergesa-gesa dalam menanggapi.
2. Dengarkan Aktif: Gunakan keterampilan mendengarkan aktif, seperti merespons, mengangguk, atau bertanya pertanyaan yang relevan.
3. Kendalikan Perasaan: Kendalikan emosi dan prasangka pribadi Anda yang mungkin mempengaruhi kemampuan Anda untuk mendengarkan dengan objektif.
4. Refleksi: Saat pembicara selesai, berikan ringkasan singkat tentang apa yang Anda dengar untuk memastikan pemahaman yang benar.

Mengapa penting menyampaikan dan mendengarkan pesan dengan lancar?
1. Pemahaman: Kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas meningkatkan pemahaman audiens terhadap informasi yang disampaikan.
2. Pemecahan Masalah: Komunikasi yang baik memungkinkan orang untuk membicarakan dan memecahkan masalah dengan efektif.
3. Hubungan Sosial: Komunikasi yang lancar mendukung hubungan sosial yang kuat dan positif dengan orang lain.
4. Kesuksesan dalam Pekerjaan: Kemampuan berkomunikasi dengan lancar adalah aset berharga di tempat kerja, membantu dalam presentasi, negosiasi, dan kolaborasi.
5. Kepuasan Diri: Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kesejahteraan psikologis.

Dalam berbagai aspek kehidupan, komunikasi yang baik sangat penting, dan kemampuan untuk menyampaikan dan mendengarkan pesan secara lisan dengan lancar adalah keterampilan yang berharga.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Zhea Avivi -
Proses komunikasi dapat dijelaskan melalui berbagai model komunikasi yang memberikan pandangan tentang bagaimana pesan atau informasi dikirim dan diterima antara pengirim dan penerima. Berikut beberapa model umum dari proses komunikasi:

1. Model Linear (Model Shannon-Weaver):
Model ini menekankan aliran satu arah dari pengirim ke penerima.
Komponen utama meliputi pengirim, pesan, media, dan penerima.
Tidak memperhatikan banyak faktor seperti feedback atau konteks.

2. Model Interaksional (Model Schramm):
Lebih menekankan saling pengaruh antara pengirim dan penerima.
Menyertakan faktor-faktor seperti feedback, interpretasi, dan umpan balik dari penerima.

3. Model Transaksional (Model Osgood-Schramm):
Mengakui bahwa komunikasi adalah proses timbal balik yang kompleks.
Menganggap bahwa komunikasi terjadi ketika pengirim dan penerima memiliki pemahaman yang saling berbagi.

4. Model Berorientasi Penerima (Model Berlo):
Menekankan peran penerima dalam proses komunikasi.
Memperhatikan faktor-faktor psikologis dan sosial penerima yang mempengaruhi pemahaman pesan.

5. Model Berorientasi Konteks (Model Dance):
Mengakui pentingnya konteks dalam memahami komunikasi.
Konteks dapat mencakup budaya, latar belakang sosial, dan situasi komunikasi.

6. Model Komunikasi Organisasi (Model Lasswell):
Menekankan pertanyaan-pertanyaan kunci seperti "Siapa, mengatakan apa, melalui saluran apa, kepada siapa, dengan efek apa?"
Digunakan khususnya dalam konteks komunikasi dalam organisasi.

Setiap model memiliki pendekatan dan fokusnya sendiri dalam menjelaskan proses komunikasi. Penting untuk memilih model yang paling sesuai dengan konteks dan tujuan komunikasi yang ingin dicapai. Model-model ini membantu kita memahami bagaimana pesan dikomunikasikan dan diterima, serta bagaimana faktor-faktor seperti feedback, interpretasi, dan konteks memengaruhi proses komunikasi.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Zhea Avivi -
Konsep, fungsi-fungsi, dan unsur-unsur komunikasi adalah elemen-elemen penting dalam pemahaman proses komunikasi. Berikut penjelasan singkat tentang masing-masingnya:

Konsep Komunikasi:
Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan atau informasi antara individu atau entitas.
Ini melibatkan pertukaran gagasan, emosi, atau data melalui berbagai saluran komunikasi, seperti lisan, tulisan, atau bahkan ekspresi tubuh.

Fungsi-fungsi Komunikasi:
1. Informasi: Fungsi utama komunikasi adalah untuk mentransfer informasi, data, atau pengetahuan dari satu pihak ke pihak lain.
2. Ekspresi Emosi: Melalui komunikasi, seseorang dapat mengungkapkan perasaan, seperti kebahagiaan, kemarahan, atau kecemasan.
3. Pengaturan Perilaku: Komunikasi digunakan untuk mempengaruhi atau mengatur tindakan dan perilaku individu atau kelompok.
4. Kepentingan Pribadi: Orang sering menggunakan komunikasi untuk memenuhi kebutuhan pribadi, seperti meminta bantuan, memperoleh informasi, atau meminta sesuatu.
5. Hubungan Sosial: Komunikasi memainkan peran penting dalam membangun dan memelihara hubungan sosial dan interpersonal.

Unsur-unsur Komunikasi:
1. Pengirim (Sender): Orang atau entitas yang menginisiasi pesan atau informasi.
2. Pesan (Message): Isi dari komunikasi yang ingin disampaikan atau diterima.
3. Media (Channel): Saluran atau cara yang digunakan untuk mengirim pesan, seperti bicara, tulisan, atau media elektronik.
4. Penerima (Receiver): Orang atau entitas yang menerima dan menginterpretasikan pesan.
5. Konteks (Context): Situasi atau lingkungan di mana komunikasi terjadi.
6. Feedback: Respon atau tanggapan yang diberikan oleh penerima kepada pengirim.
7. Gangguan (Noise): Gangguan atau hambatan yang dapat mempengaruhi pemahaman pesan.
8. Tujuan (Purpose): Alasan mengapa komunikasi dilakukan, seperti memberi informasi, mempengaruhi, atau mendukung hubungan.
Pemahaman konsep, fungsi-fungsi, dan unsur-unsur komunikasi penting dalam memastikan komunikasi yang efektif antara individu atau kelompok, serta membantu dalam mengatasi masalah komunikasi dan meningkatkan hubungan sosial.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Zhea Avivi -
1. Perspektif Biologis
Bidang psikologi ini sering disebut sebagai biopsikologi atau psikologi fisiologis. Cabang psikologi ini telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan dikaitkan dengan bidang ilmu lain termasuk biologi, neurologi, dan genetika. Perspektif biologis pada dasarnya adalah cara memandang masalah dan tindakan manusia.
Studi tentang fisiologi dan proses biologis telah memainkan peran penting dalam psikologi sejak awal mulanya . Charles Darwin pertama kali memperkenalkan gagasan bahwa evolusi dan genetika berperan dalam perilaku manusia. Pertimbangkan masalah seperti agresi. Perspektif psikoanalitik mungkin memandang agresi sebagai akibat dari pengalaman masa kanak-kanak dan dorongan bawah sadar . Perspektif perilaku mempertimbangkan bagaimana perilaku dibentuk oleh asosiasi, penguatan , dan hukuman . Seorang psikolog dengan perspektif sosial mungkin melihat dinamika kelompok dan tekanan yang berkontribusi terhadap perilaku tersebut.
Sudut pandang biologis, di sisi lain, akan melibatkan melihat akar biologis yang ada di balik perilaku agresif. Seseorang yang mengambil perspektif biologis mungkin mempertimbangkan bagaimana jenis cedera otak tertentu dapat menyebabkan tindakan agresif. Atau mereka mungkin mempertimbangkan faktor genetik yang dapat berkontribusi terhadap perilaku tersebut.

Area Topik Utama
Ahli biopsikologi mempelajari banyak hal yang sama dengan yang dilakukan psikolog lain, namun mereka tertarik untuk melihat bagaimana kekuatan biologis membentuk perilaku manusia. Beberapa topik yang mungkin dieksplorasi oleh psikolog menggunakan perspektif ini meliputi:
Menganalisis bagaimana trauma pada otak mempengaruhi perilaku
Menilai perbedaan dan persamaan pada anak kembar untuk menentukan karakteristik mana yang terkait dengan genetika dan mana yang terkait dengan pengaruh lingkungan
Menjelajahi bagaimana faktor genetik mempengaruhi hal-hal seperti agresi
Menyelidiki bagaimana penyakit otak degeneratif berdampak pada cara orang bertindak
Mempelajari bagaimana genetika dan kerusakan otak dikaitkan dengan gangguan mental
Contoh Perspektif Biologis
Contoh perspektif biologis dalam psikologi adalah studi tentang bagaimana kimia otak dapat mempengaruhi depresi. Antidepresan memengaruhi tingkat neurotransmitter ini, yang dapat membantu meringankan gejala depresi.
Namun, penelitian tentang psikologi biologis juga membantah gagasan bahwa kadar serotonin bertanggung jawab atas depresi, sehingga diperlukan lebih banyak penelitian di bidang ini untuk lebih memahami dampak bahan kimia otak terhadap gejala depresi.
Penggunaan pencitraan otak untuk memahami bagaimana otak dan sistem saraf mempengaruhi perilaku manusia adalah contoh lain dari perspektif biologis dalam psikologi.

2. Teori psikoseksual Sigmund Freud dan teori psikososial Erik Erikson adalah dua teori perkembangan yang terkenal . Walaupun teori-teori ini mempunyai beberapa persamaan, mungkin karena Freud adalah mentor Erikson, 1 teori-teori tersebut juga mempunyai beberapa perbedaan.
Misalnya, seperti Freud, Erikson menyadari pentingnya ketidaksadaran dalam perkembangan. Ia juga percaya bahwa kepribadian berkembang dalam serangkaian tahapan yang telah ditentukan. Namun, teori Erikson berbeda dalam beberapa hal penting. Berbeda dengan teori tahapan psikoseksual Freud, teori Erikson menggambarkan dampak pengalaman sosial sepanjang masa hidup.

Teori Freud
Tahap pertama perkembangan psikoseksual dikenal sebagai tahap lisan. 2 Pada tahap perkembangan ini, sumber kenikmatan utama anak adalah melalui mulut melalui isapan, makan, dan pengecapan.
Masalah pada tahap ini dapat mengakibatkan apa yang disebut Freud sebagai fiksasi lisan.
Teori Erikson
Kepercayaan vs ketidakpercayaan adalah tahap pertama dalam teori perkembangan psikososial Erik Erikson. 3 Pada tahap ini, anak-anak belajar untuk mempercayai atau tidak mempercayai pengasuh mereka.
Pengasuhan yang diberikan orang dewasa menentukan apakah anak-anak mengembangkan rasa percaya terhadap dunia di sekitar mereka. Anak-anak yang tidak menerima pengasuhan yang memadai dan dapat diandalkan mungkin mengembangkan rasa ketidakpercayaan terhadap orang lain dan dunia.

3. Perspektif Pembelajaran Teori Skinner, Watson dan Bandura
- B.F. Skinner (Teori Behaviorisme)
Skinner memandang pembelajaran sebagai proses di mana individu merespons rangsangan dari lingkungan mereka. Menurutnya, perilaku dipelajari melalui asosiasi antara rangsangan dan respons.
- Albert Bandura (Teori Pembelajaran Sosial)
Bandura mengenalkan ide bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi melalui respons terhadap rangsangan eksternal, tetapi juga melalui proses pengamatan dan pemodelan. Ia mengatakan bahwa individu belajar dari orang lain melalui interaksi sosial.
- John B. Watson (Behaviorisme Klasik)
Watson menekankan bahwa perilaku adalah hasil dari belajar melalui asosiasi antara rangsangan eksternal dan respons. Ia berpendapat bahwa individu lahir tanpa perilaku yang sudah terbentuk dan bahwa semua perilaku dapat dipelajari melalui pengalaman.

4. Perspektif Kognitif - Teori Piaget and Vigotsky
- Teori piaget
Piaget mengemukakan bahwa perkembangan kognitif anak-anak melalui empat tahap, yaitu tahap sensorimotor, preoperasional, konkret operasional, dan formal operasional.
- Vygotsky menekankan peran penting interaksi sosial dan pengaruh lingkungan sosial dalam perkembangan kognitif individu. Inti dari teori Vygotsky adalah bahwa perkembangan kognitif terjadi melalui interaksi sosial, terutama dalam konteks hubungan antara anak-anak dan orang dewasa.

5.Perspektif Kontekstual
Pendekatan Luas terhadap PembangunanPerspektif kontekstual mempertimbangkan hubungan antara individu dan dunia fisik, kognitif, dan sosial mereka. Mereka juga mengkaji pengaruh sosio-kultural dan lingkungan terhadap pembangunan. Kita akan fokus pada dua ahli teori besar yang memelopori perspektif ini: Lev Vygotsky dan Urie Bronfenbrenner. Lev Vygotsky adalah seorang psikolog Rusia yang terkenal karena teori sosiokulturalnya. Ia percaya bahwa interaksi sosial memainkan peran penting dalam pembelajaran anak-anak; melalui interaksi sosial seperti itu, anak-anak melalui proses pembelajaran scaffolded yang berkesinambungan. Urie Bronfenbrenner mengembangkan teori sistem ekologi untuk menjelaskan bagaimana segala sesuatu pada anak dan lingkungan anak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia memberi label berbagai aspek atau tingkat lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak.Perspektif kontekstual teori ekologi
Model ekologi Bronfenbrenner tingkat ini menyoroti pentingnya memahami bagaimana berbagai sistem mikro bekerja sama untuk mempengaruhi perkembangan individu.
Misalnya, hubungan antara orang tua anak dan gurunya dapat berdampak pada prestasi akademik anak tersebut, sedangkan interaksi antara kelompok teman sebaya anak dan keluarganya dapat mempengaruhi perkembangan keterampilan dan nilai-nilai sosial.


6..Teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth merupakan salah satu perspektif evolusioner atau sosio-biologis dalam psikologi perkembangan Teori ini menekankan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk membentuk hubungan emosional yang aman dan stabil dengan orang lain. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth:
- Teori Attachment Bowlby. Bowlby mengidentifikasi lima perilaku attachment pada bayi, yaitu mengisap, menggenggam, mengikuti, menangis, dan tersenyum. Bowlby percaya bahwa perilaku attachment ini berkembang pada manusia melalui proses evolusi dan membantu bayi untuk bertahan hidup. Bowlby juga mengidentifikasi tiga tahap attachment, yaitu tahap pre-attachment, tahap attachment yang jelas, dan tahap pemisahan diri. Bowlby juga mengidentifikasi konsep internal working model, yaitu gambaran mental tentang diri dan orang lain yang membentuk pola perilaku attachment seseorang.
- Teori Attachment Ainsworth: Ainsworth mengembangkan konsep Strange Situation, yaitu suatu eksperimen yang digunakan untuk mengukur perilaku attachment pada bayi. Ainsworth mengidentifikasi tiga jenis perilaku attachment pada bayi, yaitu attachment aman, attachment tidak aman-terhindar, dan attachment tidak aman-cemas Attachment aman terjadi ketika bayi merasa nyaman dan aman dengan kehadiran orang tua atau pengasuhnya Attachment tidak aman-terhindar terjadi ketika bayi tidak terlalu memperhatikan kehadiran orang tua atau pengasuhnya Attachment tidak aman-cemas terjadi ketika bayi merasa tidak aman dan khawatir dengan kehadiran orang tua atau pengasuhnyaDalam kesimpulannya, dari teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth merupakan salah satu perspektif evolusioner atau sosio-biologis dalam psikologi perkembangan yang menekankan pentingnya hubungan emosional yang aman dan stabil dengan orang lain.

7.Kohlberg adalah peneliti objektif dan pendukung nilai serta institusi demokratis dan liberal. Kohlberg berujar karakteristik utama teori atau program riset saya adalah interdisipliner dengan menggunakan data antroplogi dan psikologi empiris untuk menyusun klaim-klaim filsafat, dan memakai asumsi filosofis untuk mendefinisikan serta menafsirkan data pendidikan, antropologi dan psikologi. (Kohlberg 1985, hlm. 505).8 Dalam proses mewujudkan tahap perkembangan moralnya, setidaknya Kohlberg telah mengalami 3 tahap pemikiran yang sarat dipengaruhi oleh John Dewey, Baldwin, Jean Pieget, dan Emile Durkheim:
1. Periode pertama, tahun 1958-1970. Dimana Kohlberg
mengembangkan pendekatan kognitif-developmental. Disini dia
berhasil menelurkan karyanya: “Stage and Sequence” (1969).
2. Periode kedua, tahun 1970-1976. Kohlberg disini
mengkonsentrasikan pemikirannya pada pengembangan
strukturalisme Pieget dengan konsekuen penerapannya pada perkembangan longitudinal individu. Pada periode dia mencoba
untuk melakukan „revisi‟ atas karya sebelumnya dan
munculah,”Moral Stage and Moralization” (1976).
3. Periode ketiga, 1975 hingga wafatnya (1987). Kohlberg mencirikan pemikirannya pada peralihan „naturalistis‟ terhadap „tindakan moral‟dalam konteks kelompok atau „suasana moral‟ yang terlembaga.Kritiknya atas penjelasan yang sosiologis-irasional Durkheim yang kemudian ditarik kembali, secara tidak langsung dia terpengaruh atas itu, dan menjadi ilham baru atas pemikirannya mengenai „suasana moral‟. Pada periode ini Kohlberg mengeluarkan karyanya yang berjudul “The Moral Atmosphere of High School: A Comparative Study” (1984).Pada tahun 1960-1970 Kohlberg mulai melakukan pematangan atasparadigma baru di dunia psikologi yang dia cetuskan berdasarkan hasilpenelitian empirisnya bernama teori kognitif-developmental-nya. Teori kognitif-developmental menegaskan bahwa pada intinya moralitasmewakili seperangkat pertimbangan dan putusan rasional yang berlaku untuk setiap kebudayaan, yaitu prinsip kesejahteraan manusia dan prinsip keadilan. Menurut Kohlberg bahwasanya prinsip keadilan merupakan komponen pokok dalam proses perkembangan moral yang kemudian diterapkan dalam proses pendidikan moral.