Kiriman dibuat oleh Naufal Akmal Raihan

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal-1

oleh Naufal Akmal Raihan -
Nama : Naufal Akmal Raihan
NPM : 2211011108
MKU Pancasila A

Analisis soal 1

A. Tanggapan saya terhadap berita tersebut sangat setuju, karena memang benar layar belakang pendidikan tinggi tidak menjamin dia tidak akan menyebarkan berita hoaks. Apalagi zaman sekarang sudah semakin canggih dengan perkembangan IPTEK yang dapat menyebabkan cepat tersebarnya berita hoaks tersebut. Hal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran hoaks yaitu :
1. Hati-hati dengan judul provokatif
2. Cermati alamat situs
3. Periksa Fakta-fakta dari berita tersebut
4. Cek keaslian foto di berita tersebut
5. Laporkan berita yang mengandung unsur hoaks

B. Jika perkembangan IPTEK tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, maka akan banyak dampat negatif yang ditimbulkan, seperti kerusakan lingkungan, dekandensi moral, lunturnya nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, dan akan banyak munculnya berita-berita hoaks seperti yang dibahas oleh berita di atas. Maka dari itu Perkembangan IPTEK haruslah sesuai dengan nilai Pancasila yaitu:
- Sila Ketuhanan, IPTEK yang dikembangkan haruslahmenghormati keyakinan religius
masyarakat Indonesia.
- Sila kemanusiaan, IPTEK harus bertujuan untukpengembangan manusia dan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan.
- Sila persatuan, IPTEK menjadi
unsur yang menghomogenisasi budaya dan
memperkuat persatuan serta
mengembangkan pendidikan.
- Sila Kerakyatan, Penguasaan IPTEK haruslah demokratis dan merata
- Sila keadilan
Kesenjangan dalam penguasaan IPTEK
harus diminimalisir dan IPTEK harus
merata dan mampu membantu masyarakat
untuk menjadi lebih sejahtera.

C. Perilaku konsumtif masyarakat yang berlebihan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor budaya, faktor sosial, dan faktor pribadi. Pengaruh budaya asing juga sangat mempengaruhi perilaku konsumtif masyarakat Indonesia. Solusi yang dapat dilakukan yaitu:
a) Buat skala prioritas
b) Buat anggaran biaya.
c) Catat Setiap Pengeluaran.
d) Menabung dan Berinvestasi.
e) Kurangi Bepergian.
f) Beli yang Dibutuhkan Saja.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-2

oleh Naufal Akmal Raihan -
Nama : Naufal Akmal Raihan
NPM : 2211011108
MKU Pancasila A

Pada video tersebut diinformasikan bahwa pada hari itu tanggal 15 Agustus merupakan 75 tahun setelah terjadinya peristiwa bersejarah dimana Jepang menyerah kepada sekutu yang membuka peluang bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaannya 2 hari setelah itu. Jepang menyerah disebabkan karena adanya pengeboman di daerah Hiroshima dan Nagasaki oleh musuh. Alasan Hiroshima dan Nagasaki dijadikan target penghancuran kala itu untuk melemahkan Jepang. Dikarenakan keduanya menjadi pusat militer kuat Jepang pada saat itu. Pasalnya, markas besar militer dan pusat industri Jepang terletak di Hiroshima.

Menyerahnya Jepangmenandai berakhirnya Perang Dunia ke-2 di wilayah Pasifik bagi Indonesia yang saat itu dijajah Jepang momen ini menjadikan terjadinya kekosongan kekuasaan atau status quo di wilayah Indonesia dan memanfaatkan hal ini dua hari kemudian bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 menyatakan kemerdekaan Indonesia. Keberadaan Pancasila merupakan sebagai alat pemersatu bangsa, karena kemerdekaan Indonesia yang utuh tidak akan bertahan lama apabila persatuan dan kesatuan bangsa tidak dapat terwujud dengan baik. Mungkin jika tidak adanya persatuan antar para golongan muda, kemerdekaan Indonesia bisa saja tidak akan terjadi.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-1

oleh Naufal Akmal Raihan -
Nama : Naufal Akmal Raihan
NPM : 2211011108
MKU Pancasila A

Pada video tersebut diinformasikan bahwa adanya konflik antar warga desa dengan pabrik pembuatan pakaian yang berada di desa Pegaden Tengah kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Konflik tersebut disebabkan karena warga merasa limbah dari pabrik tersebut mencemari sungai dan tidak nyaman atas bau dari limbah yang dihasilkan pabrik tersebut. Warga berupaya menghentikan pembuangan limbah pabrik ke sungai dengan cara menutup aliran pembuangan limbah pabrik dan melakukan aksi demo ke pemerintah desa untuk menghentikan operasional pabrik tersebut apabila pabrik tersebut tidak melakukan pengolahan limbahnya dengan baik. Syukurnya pemilik pabrik tersebut mengakui kesalahannya dan selanjutnya akan melakukan pengolahan limbah dengan cara yang lebih baik lagi supaya tidak terjadi pencemaran lingkungan dan ketidaknyamanan warga sekitarnya.

Mungkin sebagai negara demokrasi hal yang dilakukan warga sekitar dengan demo itu masih boleh dilakukan, tetapi lebih baik jika dilakukan dengan cara yang lebih baik contohnya musyawarah dan cara yang lebih bijaksana lagi yang mencerminkan sila ke 4 Pancasila yang berbunyi Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Diskusi

oleh Naufal Akmal Raihan -
Nama : Naufal Akmal Raihan
NPM : 2211011108
MKU Pancasila A

14.a Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi
Perkembangan IPTEK

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini selain dapat
memberikan dampak positif dan berbagai kemudahan untuk kehidupan manusia, tak bisa kita pungkiri
juga perkembangan IPTEK ini juga dapat mendatangkan berbagai hal-hal yang negatif, dampak negatif yang diberikan seperti kecanduan bermain gadget sehingga malas belajar dan pemalsuan berita-berita publik. Oleh karena itu pengimplementasian nilai-nila Pancasila dalam pengembangan IPTEK Sangat penting di mana Pancasila menjadi penanda normatif Pengembangan dan Penggunaan Informasi Pengetahuan dan teknologi untuk mengikuti sesuai dengan kepribadian orang Indonesia. Untuk menghindari pengaruh buruk iptek, masyarakat harus mampu mewujudkan visi hidup dan nilai-nilai Pancasila melalui pengembangan iptek.Pancasila yang mana merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa
mengandung nilai-nilai luhur yang dipercaya sebagai perisai pelindung bangsa tentunya juga harus
yanhikut berperan dalam menghadapi kemajuan IPTEK.

14.b Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

Pancasila digali dari budaya bangsa Indonesia sendiri, maka Pancasila mempunyai fungsi dan peranan yang sangat luas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tujuan nasional sebagaimana ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945 diwujudkan melalui pelaksanaan penyelenggaraan negara yang berkedaulatan rakyat dan demokratis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berlandaskan kemampuan nasional, dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perkembangan global.

Menurut Notonagoro, menjadi penting sebab tidak setiap persolan mengenai segala hal dalam ranah ilmiah yang kemudian dikaitkan dengan Pancasila harus mengacu pada lima sila dalam Pancasila, termasuk mengenai kebenaran, yakni:
1.Ketuhanan
2.Kemanusiaan
3.Persatuan
4.Kerakyatan
5.Keadilan

Pengetahuan ilmiah menurut The Liang Gie (2000; 127-130) mempunyai 5 ciri pokok :
1. Empiris. Pengetahuan itu diperoleh berdasarkan pengamatan dan percobaan
2.Sistematis. Berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan teratur.
3. Obyektif. Ilmu berarti pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi.
4. Analitis. Pengetahuan ilmiah berusaha membeda-bedakan pokok-soalnya ke dalam bagian-bagian yang terperinci untuk memahami berbagai sifat, hubungan, dan peranan dari bagian-bagian itu.
5. Verifikatif. Dapat diperiksa kebenarannya
oleh siapapun juga.

1.Teori kohersi
Artinya, kelima sila Pancasila itu menunjukkan satu rangkaian yang bertingkat, sehingga tidak boleh
dibolak-balik tata urutannya.
2. Teori korespondensi
Menurut teori korespondensi ini, satu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
3. Teori pragmatik
Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Hal ini memang menunjukkan bahwa sistem filsafat Pancasila berfungsi secara praktis.

Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-silanya harus merupakan sumber nilai, kerangka berpikir serta asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu sila-sila dalam Pancasila menunjukkan sistem etika dalam pembangunan iptek yakni :
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mencipta, perimbangan antara rasional dengan irasional, antara akal, rasa, dan kehendak.
Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan iptek haruslah secara beradab. Iptek adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral.
Sila Persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa.
Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, mendasari pengembangan iptek secara demokratis.
Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan.

Dapat disimpulkan bahwa, Teori kebenaran Pancasila menghendaki,
bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus
memenuhi kebenaran koherensi,
korespondensi, dan pragmatik.
Pemahaman filosofis tentang kebenaran
dalam konteks Pancasila dapat
digeneralisasikan bahwa dalam konteks
Pancasila, kebenaran adalah 1) tiadanya
pertentangan dengan Tuhan, 2) aktualisasi
atau perwujudan dan terpenuhinya
hakekat manusia, 3) suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi, 4) kemanfaatan
pada semua pihak, dan 5) terpenuhinya
hakekat keadilan (adil). Dengan berorientasi Pancasila secara
ilmiah dalam upaya mencari kebenaran
dan konsep bahwa Pancasila sebagai dasar
pengembangan ilmu di Indonesia serta
visi ilmu di Indonesia tersebut maka ilmu
yang dikembangkan di Indonesia tidak
akan ada alienasi terhadap bangsa
Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan
sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa
Indonesia.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Naufal Akmal Raihan -
Nama: Naufal Akmal Raihan
NPM: 2211011108
MKU Pancasila A

Analisis Jurnal

URGENSI PENEGASAN PANCASILA
SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK

Pancasila adalah dasar negara atau
pokok kaidah negara yang fundamental
yang tercantum dalam Pembukaan UUD
1945, dan sekaligus cita hukum
(rechtssidee) negara Indonesia karena
bersumber pada pandangan dan falsafah
hidup yang mendalam, dimana tersimpul
ciri khas sifat, dan karakter luhur bangsa
Indonesia. (Hernowo, 2006 : 3).

1. Konsep Dasar Nilai Pancasila
Sebagai Pengembangan Ilmu

Pertama,
bahwa setiap ilmu pengetahuan dan
teknologi (iptek) yang dikembangkan di
Indonesia haruslah tidak bertentangan
dengan nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila. Kedua,bahwa setiap perkembangan iptek harus didasarkan
dengan nilai Pancasila sebagai faktor
internal pengembangan. Ketiga, nilai-
nilai Pancasila berperan sebagai rambu
normatif bagi pengembangan iptek di
Indonesia. Keempat, bahwa setiap
pengembangan iptek harys berakar dari
budaya dan idiologi bangsa Indonesia
sendiri atau yang lebih dikenal
indelegensasi ilmu (mempribumikan
ilmu) (Kementrian Riset Dikti Direktorat
Jenderal Pembelajaran dan
Kemahasiswaan, 2016: 97-98).

2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai
dan Moral dalam Pengembangan
Ilmu Pengetahuan dan Tekhologi

Upaya manusia mewujudkan
kesejahteraan dan peningkatan harkat dan
martabatnya maka manusia
mengembangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi.Kepemilikan iptek untuk
memudahkan kehidupan manusia dan
mengangkat derajat manusia, oleh karena
itu kepemilikan tersebut harus diiringi
dengan cara menggunakan yang tepat.

a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, pada
sila ini dapat mengimplementasikan
ilmu pengetahuan, yang mempertimbangkan rasional, antara
akal, rasa dan kehendak.
b. Sila Kemanusahteraan bersaiaan Yang
Adil dan Beradab, pada sila ini
memberikan dasar moralitas bagi
manusia dalam mengembangkan
iptek.
c. Sila Persatuan Indonesia, memberikan
rasa kesadaran akan nasionalisme dari
bangsa Indonesia akan sumbangsihnya
iptek sehingga dapat terjalinnya rasa
terpelihara, persaudaraan dan
persahaban antar daerah dan itu semua
karena faktor kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
d. Sila Kerakyatan Yang dipimpin oleh
hikmad kebijaksanaan dalam permusyarawatan/perwakilan, hal
yang mendasar adalah dalam
pengembangan iptek didasarkan atas
kepentingan demokrasi, hal ini
mengandung maksud bahwa setiap
warga negara mempunyai kewajiban
dalam pengembangan iptek dengan
menghormati dan mengharai
kebebasan orang lain dalam bersikap
serta terbuka untuk mendapatkan
masukan, kritik dan saran yang
membangun.
e. Sila Keadilan soial bagi seluruh rakyat
Indonesia. Kemajuan iptek harus dapat
menjaga keseimbangan keadilan
dalam kehidupan manusia, keseimbangan keadilan antar dirinya
sendiri, manusia dengan Tuhannya
manusia lainnya manusia dengan
masyarakat bangsa dan negara serta
lingkungan dimana manusi itu berada.

3. Sumber Historis, Sosiologis, dan
Politik Pancasila Sebagai Dasar
Nilai Pengembangan Iptek

Sumber historis Pancasila sebagai
dasar nilai pengembangan iptek di
Indonesia dapat ditelusuri dalam
Pembukaan UUD 1945. Pada alenia
keempat Pembukaan UUD 1945.Kata mencerdaskan kehidupan
bangsa mengacu pada pengembangan
iptek melalui pendidikan. Amanat dalam pembukaan UUD 1945 yang terkait
dengan mencerdaskan kehidupan bangsa
haruslah berdasarkan nilai-nilai
Ketuhanan Yang Maha Esa, dan sterusnya
yaitu Pancasila.Proses mencerdaskan
kehidupan bangsa yang terlepas dari nilai-
nilai spiritual, kemanusiaan, solidaritas kebangsaan, musyawarah, dan keadilan
merupakan pencerdasan terhadap amanat
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
yang merupakan dokuen sejarah bangsa
Indonesia.

Sehingga urgensi Pancasila sebagai
dasar nilai pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi adalah dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi (iptek)
yang dikembangkan di Indonesia
haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-
nilai Pancasila sebagai faktor internal
pengembangan iptek
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu-
rambu normatif dalam perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi di
Indonesia agar nantinya mampu
mengendalikan diri serta tidak keluar
dari cara berpikir bangsa Indonesia.