Nama : Devrinatasyah
Kelas : A
NPM : 2257051029
Rangkuman dari PPT
Kalimat Efektif :
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan
dapat dipahami secara tepat pula(Sugono, 2003:91). Maksudnya, sebuah kalimat dikatan efektif
apabila memiliki kemampuan untuk menimbulkan Kembali gagasan—gagasan pada pikiran pendengar
atau pembaca identic denga napa yang dipikirkan pembicara atau penulis.
Ciri-Ciri Kalimat Efektif :
1) Kelogisan
Kelogisan kalimat adalah kalimat yang ditulis dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai
dengan ejaan atau kaidah yang berlaku.(Arifin dan Tasai, 2000: 97). Kalimat dikatakan logis
jika logika mendukung wujud kalimat itu. Sebuah kalimat yang sudah benar strukturnya,
ejaannya, kata atau frasenya, dapat menjadi salah jika maknanya lemah dari segi logika
berbahasa.
Contoh :
1. Acara berikutnya adalah sambutan Bapak rector Universitas Lampung. Waktu dan tempat
kami persilahkan.(Tidak Logis)
2. Acara berikutnya adalah sambutan rector Universitas Lampung. Bapak Sugeng P. Harianto
kami persilakan.(Logis)
Kalimat (1) termasuk kalimat tidak logis. Ketidak logisan kalimat terletak pada penggunaan
frase waktu dan tempat. Pada kalimat tersebut, rektor Universitas Lampung yang akan
memberikan sambutan, tetapi mengapa yang dipersilakan adalah waktu dan tempat.
2) Kepaduan
Kepaduan adalah hubungan yang padu dalam kalimat antara kata atau kelompok kata
sehingga memiliki kesatuan pikiran dan koherensi yang baik. Ciri kepaduan dalam kalimat
terlihat pada adanya keterkaitan makna antar data dalam kalimat. Kepaduan atau koherensi
yang baik dan jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat
itu. Bagaimana hubungan antara subjek dan predikat, hubungan antara predikat dan objek,
serta keterangan-keterangan lain yang menjelaskan tiap-tiap unsur pokok tadi (Keraf, 1997:
38).
Contoh :
a.. Saya pun akhirnya saling memaafkan
b. Raihana sangat menyayangi kepada adiknya
c. Selanjutnya saya akan jelaskan pentingnya berpikir bagi manusia
Penggunaan kata ganti orang pertama tunggal saya sebagai subjek dan pada kata saling
memaafkan sebagai predikat verba menjadi tidak tepat. Kata ganti orang yang jamak seperti
kata kami akan lebih tepat di gunakan.
3) Kesejajaran
Kesejajaran bentuk + Kesejajaran makna : Kesejajaran adalah kalimat yang memiliki kesamaan
bentuk, makna, dan perincian sehingga memudahkan pemahaman.
Kesejajaran bentuk yaitu kesejajaran atau paralelisme bentuk membantu memberi
kejelasan dalam unsur gramatikal dengan mempertahankan bagian-bagian yang sederajat
dalam kontruksi yang sama.
Contoh :
a. Lokasi rumah kontrakan telah dipilih, tetapi orang tua belum
menyetujuinya.(Ketidaksejajaran Bentuk)
b. Lokasi kontrakan telah dipilih, tetapi lokasi itu belum disetujui orang tua.(Kesejajaran
Bentuk).
Penjelasan pada contoh di atas yaitu kalimat pada kalimat A memperlihatkan kesejajaran
bentuk klausa, keduanya merupakan klausa bentuk pasif dan aktif. Sementara itu, pada
kalimat A ketidaksejajaran bentuk terlihat pada bentuk klausa pasif dan bentuk klausa
aktif. Agar terdapat kesejajaran, klausa kedua diubah menjadi klausa pasif.
Kesejajaran makna, kalimat akan terlihat melalui penataan gagasan yang cermat.
Contoh :
A. Saya tidak memperhatikan dan mempunyai kepentingan terhadap masalah
itu.(Ketidaksejajaran Makna)
B. Saya tidak memperhatikan dan tidak mempunyai kepentingan terhadap masalah
itu.(Kesejajaran Makna)
Makna pada kalimat A tidak efektif dan tidak jelas karena pernyataan negative (tidak
memperhatikan) digabungkan dengan pernyataan positif (mempunyai kepentingan).
4) Kehematan
Kehematan adalah pemakaian kata yang cermat dan menghindari penggunaan kata mubazir.
A. Penghilang Subjek Berulang
- Karena mahasiswa ridak mengikuti perkuliahan, mahasiswa tidak boleh mengikuti
ujian semester.(Tidak Hemat)
- Karena tidak mengikuti perkuliahan, mahasiswa tidak boleh ujian
semester.(Hemat)
B. Penghematan Penggunaan Kata
- Setelah data-data penelitian dikumpulkan, peneliti dapat melakukan tahap
analisis.(Tidak Hemat)
- Setelah data penelitian dikumpulkan, peneliti dapat melakukan tahap
analisis.(Hemat)
C. Penghilangan Bentuk Ganda
- Bantuan bahan makanan untuk korban gempa adalah merupakan wujud
kepedulian masyarakat.(Tidak Hemat)
- Bantuan bahan makanan untuk korban gempa adalah wujud kepedulian
masyarakat.(Hemat)
5) Kevariasian
Dalam penyusunan karya tulis ilmiah, kalimat-kalimat yang digunakan perlu memperhatikan
kevariasian kalimatnya. Variasi ini akan memberikan efek yang berbeda. Kalimat yang
bervariasi akan tampak jika kalimat yang satu di bandingkan dengan kalimat lainnya.
A. Variasi Sinonim Kata
Variasi berupa sinonim kata pada hakikatnya tidak merubah isi atau amanat yang akan
disampaikan. Variasi ini rata-rata digunakan penulis untuk menarik minat dan perhatian
pembaca. Perhatikan contoh kalimat berikut :
- Dari renungan itulah penyair menemukan suatu makna yang baru, suatu makna
kebenaran yang menjadi ide sentral yang menjiwai seluruh puisi.(Tidak Ada Variasi
Sinonim Kata)
- Dari renungan itulah penyair menemukan suatu makna, suatu realitas yang baru,
suatu kebenaran yang menjadi ide sentral yang menjiwai seluruh puisi.(Memiliki
Variasi Sinonim Kata)
B. Variasi Panjang Pendek Kalimat
Penggunaan Panjang pendeknya struktur kalimat dapat mencerminkan pikiran
pengarang. Seorang pengarang akan menggunakan rangkaian kalimat Panjang dan
memberikan penekanan pada bagian yang diinginkan.Perlu di ingat, variasi Panjang
pendek kalimat jangan sampai mengurangi kejelasan isinya.Perhatikan contoh berikut
(a) Karang mengarang selalu berurusan dengan bahasa. (b) Kecakapan menggunakan
bahasa merupakan bekal yang terutama. Apabila kita rinci jumlah kata yang terdapat
pada tiap kalimat contoh tersebut, tampak adanya variasi Panjang pendek kalimat.
Kalimat (a) mengandung 6 kata, dan kalimat (b) 7 kata. Jadi, dapat dikatakan bahwa
paragraph tersebut kalimatnya bervariasi, yaitu variasi kalimat Panjang dan pendek.
C. Variasi Aktif-Pasif
Variasi kalimat dapat diciptakan dengan penggunaan kalimat aktif dan pasif. Kalimat aktif
ditandai dengan awalan me- dan kalimat pasif ditandai dengan awalan di-. Paragraf
berikut akan menunjukkan adanya variasi yang diciptakan oleh kalimat aktif dan kalimat
pasif.
D. Variasi Jenis Kalimat
Variasi kalimat dapat juga dilakukan dengan menggunakan variasi jenis kalimat. Dalam
bahasa Indonesia ada tiga jenis kalimat, yaitu kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat
perintah. Contohnya, untuk menyatakan sesuatu, penulis akan menyatakan dalam kalimat
berita. Namun, hal ini bukan berate untuk memberikan informasi tidak dapt
menggunakan kalimat tanya atau kalimat perintah. Justru keefektifan kalimat dapat
dilakukan dengan menggunakan variasi jenis kalimat.
E. Variasi Pola Kalimat
Adanya variasi pada pola kalimat dapat menghindari kebosanan. Posisi subjek yang ada di
awal kalimat dapat diubah menjadi di akhir kalimat, misalkan pola kalimat SubjekPredikat-Objek dapay diubah menjadi Objek-Predikat-Subjek, atau yang lainnya.Contoh :
(a) Kerja keras diperlukan untuk memperbaiki keadaan
(S-P-Ket.)
(b) Diperlukan kerja keras untuk memperbaiki keadaan
(P-S-Ket.)
6. Kefokusan
Kefokusan adalah pemusatan perhatian pada bagian kalimat tertentu. Sebuah kata yang
biasanya diletakkan pada awal kalimat adalah kata yang dipentingkan. Kefokusan kalimat
dapat dilakukan melalui tiga acara, yaitu
(a) Pengedepanan
Pengedepanan kalimat dapat dilakukan dengan meletakkan bagian yang difokuskan atau
ditonjolkan pada awal kalimat. Unsur yang ditonjolkan dapat berupa subjek, predikat,
atau pun keterangan. Perhatikan contoh kalimat berikut
A. Seharusnya Piala Sudirman tidak berpindah dari bumi pertiwi ini.(Tidak Ada
Pengedepanan)
B. Piala Sudirman seharusnya tidak berpindah dari bumi pertiwi ini.(Pengedepanan)
Kalimat B yang ditonjolkan adalah unsur subjeknya, yaitu Piala Sudirman. Kalimat
tersebut akan berbeda bila susunannya diubah seperti contoh A.
(b) Pengulangan
Unsur yang akan difokuskan dapat ditempuh melalui pengulangan bagian yang
difokuskan. Kata atau frase yang diulang biasanya kata atau frase yang dianggap penting
dalam sebuah kalimat. Contoh :
A. Pandai bergaul, berbicara, dan membujuk orang adalah modal utama seorang
pialang.(Tidak Ada Pengulangan)
B. Pandai bergaul, pandai berbicara, dan pandai membujuk orang adalah modal utama
seorang pialang.(Pengulangan)
Contoh B menunjukkan pengulangan pada kata pandai, yaitu pandai bergaul, pandai
berbicara, dan pandai membujuk. Pengulaman kata pandai pada kalimat tersebut
pada ragam tertentu tidak dikatakan mubazir karena kata tersebut berfungsi untuk
mempertegas pernyataan.
(c) Pertentangan
Fokus suatu gagasan dapat pula dilakukan melalui pertentangan. Kata yang ingin
difokuskan ditempatkan dalam suatu posisi pertentangan. Perhatikan contoh berikut
A. Nadya anak yang rajin dan jujur.(Tidak Ada Pertentangan)
B. Nadya anak yang tidak malas dan curang, tetapi rajin dan jujur.(Pertentangan)
Kalimat B gagasan yang diungkapkan diposisikan dalam pertentangan. Kata rajin dan
jujur di pertentangkan dengan kata tidak malas dan curang.
Rangkuman dari
Video
kalimat efektif merupakan sebuah kalimat yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi
dalam hal penyampaian pesan gagasan pikiran atau perasaan kepada pembaca
atau pendengar. Dengan kata lain kalimat efektif merupakan satuan-satuan
manual yang dibicarakan seorang penulis atau pembicara kepada pendengar.
Singkatnya kalimat efektif adalah Kalimat yang jika kita dengar atau kita baca kita
dapat memahaminya dengan mudah. Kalimat Efektif sangat penting bagi seorang
penulis atau orang-orang yang biasanya diharuskan berbicara di depan umum
untuk memahami konsep kalimat efektif agar apa yang disampaikan dapat diserap
dengan baik dan benar.
Terdapat enam aspek yaitu :
a. keutuhan
b. kesejajaran
c. kefokusan
d. kehematan
e. kecermatan
f. kelogisan