Posts made by Cindi Novita sari

Sejarah tari A -> TUGAS DISKUSI -> Topik DIskusi -> Re: Topik DIskusi

by Cindi Novita sari -
Nama:Cindi Novita Sari
Npm  :2213043053

Saibatin
Nyambai sebuah bentuk seni pertunjukan masyarakat adat saibatin, di pesisir. Pertunjukan tari pada masyarakat Lampung yang tinggal di daerah pesisir barat, mayoritas masyarakatnya merupakan lampung yang beradat saibatin. Kelompok masyarakat saibatin menjunjung tinggi nilai dan adat yang berlaku di masyarakat nya yang sudah tertanam sejak dulu, nilai-nilai tersebut hingga kini masih tetap dipertahankan terlihat dari bentuk pertunjukan tari yang masih berkembang di tengah -tengah kehidupan masyarakat. Pertunjukan tari yang kini masih difungsikan oleh masyarakat adat, dari dulu hingga kini Terkait dengan sebuah peristiwa adat yang disebut dengan istilah nyampai. Acara nyambai merupakan wadah atau sarana untuk mengekspresikan kemampuan menari mulu dan menghanai atau anak-anak remaja putra dan putri.

Pepadun
Masyarakat adat pepadun berbeda dengan saibatin yang memiliki budaya kebangsawanan yang kuat, pepadun cenderung berkembang lebih egaliter dan demokratis. Masyarakat adat Lampung pepadun adalah salah satu dari dua kelompok adat besar dalam masyarakat Lampung mengenai titik masyarakat ini mendiami daerah pedalaman atau daerah dataran tinggi Berdasarkan sejarah perkembangannya masyarakat perpaduan awalnya berkembang di daerah Abung, Way Kanan, dan way Seputih atau pubian. Kelompok adat ini memiliki kekhasan dalam tatanan masyarakat dan tradisi yang berlangsung dalam masyarakat secara turun temurun. Masyarakat pepadun menganut sistem kekerabatan patrilineal yang mengikuti garis keturunan bapak. Dalam suatu keluarga, kedudukan ada tertinggi berada pada anak laki-laki tertua dari keturunan tertua, yang disebut "penyimbang". Gelar penyimbang ini sangat dihormati dalam adat pepadun karena menjadi penentu dalam proses pengambilan keputusan. Status , kepemimpinan adat ini akan diturunkan kepada anak laki-laki tertua penyimbang, dan seperti itu seterusnya. Berbeda dengan saibatin yang memiliki budaya kebangsawanan yang kuat, pepadu cenderung berkembang lebih egaliter dan demokratis. Status sosial dalam masyarakat terpadun tidak semata-mata ditentukan oleh garis keturunan. Setiap orang memiliki peluang untuk memiliki status sosialsosial tertentu, selama orang tersebut dapat menyelenggarakan upacara adat kakak pepadun. Gelar atau status sosial yang dapat diperoleh melalui Saka pepadun diantaranya gelar suttansuttan, Raja,pangeran, dan dalom. Nama pepadun berasal dari perangkat adat yang digunakan dalam prosesi cakap pepadun. "Pepadun" adalah bangku atau Singgasana kayu, yang merupakan simbol status sosial tertentu dalam keluarga. Prosesi pemberian gelar adat("Juluk Adok") dilakukan di atas singgasana ini. Dalam upacara tersebut, anggota masyarakat yang ingin menaikkan statusnya harus membayarkan sejumlah uang ("Dau") dan memotong sejumlah kerbau. Prosesi cakap pepadun ini diselenggarakan di "Rumah Sessat" dan dipimpin oleh seorang penyimbang atau pimpinan adat yang posisinya paling tinggi.