Saya setuju dengan pendapat yohana, walaupun banyak nya perdebatan mengenai lagu bayar, bayar, bayar yang dinilai sebagai penghinaan terhadap suatu institusi. Menurut saya sebagai generasi Z lagu tersebut merupakan sebuah kritik sosial yang diungkapkan melalui sebuah karya seni, yang seharusnya sah saja untuk di publikasikan. Disisi lain banyak juga yang berpendapat pada media sosial, setuju akan lirik lagu yang disampaikan merupakan sebuah Fakta yang terjadi di saat ini.
Posts made by Niken Ayu Aprilliani 2213043010
Nama : Niken Ayu Aprilliani
Npm : 2213043010
Salah satu rangkaian dari begawi adalah acara cangget. Cangget agung dalah acara puncak yang dilaksanakan pada malam hari sebelum dilaksanakan mepadun. cangget merupakan bentuk pertunjukan tari adat yang menjadi sarana bertemunya muli mekhanai di sesat.Cangget dilakukan bersamaan dengan acara pernikahan, maka dapat dikatakan bahwa Cangget jugamerupakan malam bujang gadis sesaat sebelum calon mempelai pria dan wanita melepas masa lajangnya. Menurut masyarakat Lampung,cangget adalah identitas atau jati diri. Cangget dan perkawinan adalah wujud dari penegasan akan identitas kultural orang Lampung sekaligus merupakan simbolisasi proses pelestarian, penguatan, dan penegasan kembali identitas tersebut. Sebagai dimaksudkan sebuah penyelenggaraan panggug tari yang memiliki syarat-syarat, yang menggambarkan keagungan suku persyaratan yang harus dipenuhi dalam Cangget Agung ini adalah sebuah keniscayaan yang harus terselenggara secara pas, kelebihan dan kekurangan baik kualitas maupun kuantitas di sepakati untuk di pahami akan mengurangi, bahkan merusak keagungan acara ini, sehingga upacara ini disebut agung atau cangget agung atau pula tari agung, dikarnakan dalam upacara ini terdapat dalam tari- tari yang dilakukan oleh peserta upacara. Upacara ini oleh masyarakat Lampung Pepadun biasa nya digunakan pada saatt acara begawi adat Lampung atau pengambilan gelar raja diman acara tersebut biasanya berdampingan denga peristiwa perkawinan dengan kata lain secara luas cangget agung adalah Begawi Cakak Pepadun atau pengambilan gelar raja.
Npm : 2213043010
Salah satu rangkaian dari begawi adalah acara cangget. Cangget agung dalah acara puncak yang dilaksanakan pada malam hari sebelum dilaksanakan mepadun. cangget merupakan bentuk pertunjukan tari adat yang menjadi sarana bertemunya muli mekhanai di sesat.Cangget dilakukan bersamaan dengan acara pernikahan, maka dapat dikatakan bahwa Cangget jugamerupakan malam bujang gadis sesaat sebelum calon mempelai pria dan wanita melepas masa lajangnya. Menurut masyarakat Lampung,cangget adalah identitas atau jati diri. Cangget dan perkawinan adalah wujud dari penegasan akan identitas kultural orang Lampung sekaligus merupakan simbolisasi proses pelestarian, penguatan, dan penegasan kembali identitas tersebut. Sebagai dimaksudkan sebuah penyelenggaraan panggug tari yang memiliki syarat-syarat, yang menggambarkan keagungan suku persyaratan yang harus dipenuhi dalam Cangget Agung ini adalah sebuah keniscayaan yang harus terselenggara secara pas, kelebihan dan kekurangan baik kualitas maupun kuantitas di sepakati untuk di pahami akan mengurangi, bahkan merusak keagungan acara ini, sehingga upacara ini disebut agung atau cangget agung atau pula tari agung, dikarnakan dalam upacara ini terdapat dalam tari- tari yang dilakukan oleh peserta upacara. Upacara ini oleh masyarakat Lampung Pepadun biasa nya digunakan pada saatt acara begawi adat Lampung atau pengambilan gelar raja diman acara tersebut biasanya berdampingan denga peristiwa perkawinan dengan kata lain secara luas cangget agung adalah Begawi Cakak Pepadun atau pengambilan gelar raja.
Nama : Niken ayu aprilliani
Npm : 2213043010
Tari tupping (sai batin)
Tari tupping berkembang sejak zaman perlawanan Pangeran Raden Inten II di Daerah Penengahan Provinsi Lampung Selatan. Properti Topeng yang digunakan dalam menari merupakan ungkapan penyembunyian identitas asli pemakainya sewaktu melaksanakan tugas pada masa melawan penjajah Belanda di Kaki Gunung Rajabasa. Tari tupping ini juga menggambarkan patriotisme keprajuritan dari pasukan tempur dan pengawal rahasia Radin Inten I(1975-1828), Radin Imba II(1828-1834),dan Radin Inten II(1834-1856) di daerah Kalianda Provinsi Lampung Selatan.
Fungsi tari tupping sebagai pengawasan dan pengintaian radin intan yang
bertujuan untuk melindungi dan menipu para penyusup. Gerakan tarian seperti
prajurit yang menjaga istana dan gerakannya kebanyakan lucu untuk mengelabuhi
lawan.
makna filosofis yang terkandung dalam tari tupping adalah sikap bertanggung jawab terhadap apa yang di kerjakan tanpa memandang status seseorang. Makna filosofi yang terkandung dalam gerak tari melambangkan ketabahan hati dalam mengahadapi masalah dan bertanggung jawab, tanggap dan cermat, dan menjaga lisah dalam menyampaikain segala sesuatu.
Tari Cangget (pepadun)
Tari Cangget merupakan suatu bentuk pertunjukan tari yang dimiliki oleh masyarakat Lampung beradat pepadun.
Pertama kali tarian ini dikenal oleh warga Pepadun sebagai ritual adat, dalam acara mengantar orang yang akan berhaji dan berbagai gawi adat Lampung seperti panen raya dan saat mendirikan rumah.
Tari Cangget biasanya hadir dan menjadi bagian daripada rangkaian upacara adat atau begawi yang diselenggarakan untuk merayakan pesta daur hidup seperti perkawinan dalam masyarakat Lampung Pepadun.
Fungsi tarian ini digunakan oleh masyarakat Pepadun sebagai ritual adat, pengantar orang yang akan pergi haji, dan berbagai macam gawi adat Lampung. Selain untuk kegiatan adat, Tari Cangget juga digunakan sebagai ajang penilaian terhadap pemuda dan pemudi Lampung dalam hal kepiawaian, budi pekerti, dan kedewasaan, lewat gerakan yang mereka bawakan.
Makna filosofi yang ada, tari adat Cangget memiliki makna sebagai harapan di mana seseorang yang diberi gelar diharapkan dapat menjalankan kewajibannya dan menjadi panutan di lingkungannya. Hingga sekarang tarian ini masih banyak dibawakan pada acara resmi keadatan dan juga acara formal.
Npm : 2213043010
Tari tupping (sai batin)
Tari tupping berkembang sejak zaman perlawanan Pangeran Raden Inten II di Daerah Penengahan Provinsi Lampung Selatan. Properti Topeng yang digunakan dalam menari merupakan ungkapan penyembunyian identitas asli pemakainya sewaktu melaksanakan tugas pada masa melawan penjajah Belanda di Kaki Gunung Rajabasa. Tari tupping ini juga menggambarkan patriotisme keprajuritan dari pasukan tempur dan pengawal rahasia Radin Inten I(1975-1828), Radin Imba II(1828-1834),dan Radin Inten II(1834-1856) di daerah Kalianda Provinsi Lampung Selatan.
Fungsi tari tupping sebagai pengawasan dan pengintaian radin intan yang
bertujuan untuk melindungi dan menipu para penyusup. Gerakan tarian seperti
prajurit yang menjaga istana dan gerakannya kebanyakan lucu untuk mengelabuhi
lawan.
makna filosofis yang terkandung dalam tari tupping adalah sikap bertanggung jawab terhadap apa yang di kerjakan tanpa memandang status seseorang. Makna filosofi yang terkandung dalam gerak tari melambangkan ketabahan hati dalam mengahadapi masalah dan bertanggung jawab, tanggap dan cermat, dan menjaga lisah dalam menyampaikain segala sesuatu.
Tari Cangget (pepadun)
Tari Cangget merupakan suatu bentuk pertunjukan tari yang dimiliki oleh masyarakat Lampung beradat pepadun.
Pertama kali tarian ini dikenal oleh warga Pepadun sebagai ritual adat, dalam acara mengantar orang yang akan berhaji dan berbagai gawi adat Lampung seperti panen raya dan saat mendirikan rumah.
Tari Cangget biasanya hadir dan menjadi bagian daripada rangkaian upacara adat atau begawi yang diselenggarakan untuk merayakan pesta daur hidup seperti perkawinan dalam masyarakat Lampung Pepadun.
Fungsi tarian ini digunakan oleh masyarakat Pepadun sebagai ritual adat, pengantar orang yang akan pergi haji, dan berbagai macam gawi adat Lampung. Selain untuk kegiatan adat, Tari Cangget juga digunakan sebagai ajang penilaian terhadap pemuda dan pemudi Lampung dalam hal kepiawaian, budi pekerti, dan kedewasaan, lewat gerakan yang mereka bawakan.
Makna filosofi yang ada, tari adat Cangget memiliki makna sebagai harapan di mana seseorang yang diberi gelar diharapkan dapat menjalankan kewajibannya dan menjadi panutan di lingkungannya. Hingga sekarang tarian ini masih banyak dibawakan pada acara resmi keadatan dan juga acara formal.