Kiriman dibuat oleh Rivo Hariadinata

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Rivo Hariadinata -
Nama : Rivo Hariadinata
Npm : 2211011028
Kelas : S1 Manajemen A

A. Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum, artinya selain Pancasila masih ada sumber hukum yang lain. Sumber hukum belum tentu merupakan hukum dalam pasal peraturan perundang-undangan. Etika Pancasila adalah cabang filsafat yang memanfaatkan dari sila-sila Pancasila untuk mengatur perilaku bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia. Oleh karena itu, dalam etika Pancasila mengandung nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Peran sentral terhadap cita demokrasi yang beriringan dengan cita nomokrasi adalah suatu keniscayaan. Pembangunan politik melalui Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia harus sesuai dengan Pancasila dan etika politik yang dibangun oleh para elite politik adalah suatu keharusan untuk memberikan gambaran besar untuk menghadapi masalah bangsa saat ini.
sumber dari : https://online-journal.unja.ac.id/jisip/article/view/8828

Menurut saya, Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum, yaitu selain pancasila terdapat sumber hukum yang lain. Etika Pancasila adalah cabang filsafat yang menggunakan prinsip-prinsip Pancasila untuk mengatur perilaku bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia. Peran sentral cita-cita demokrasi sejajar dengan demokrasi sangat penting.


B. Sistem demokrasi di era globalisasi seperti sekarang ini, menimbulkan banyak perubahan yang mempengaruhi nilai-nilai etika (moral) yang sudah berlaku di kalangan masyarakat selama ini. Etika, globalisasi juga berpengruh dalam segala aspek kehidupan yang sudah ada, seperti halnya dalam perkembangan kebudayaan, pola pikir masyarakat, teknologi, serta pendidikan. Pengaruh globalisasi yang paling bahaya, tetapi justru sering kali dianggap sepele adalah pengaruhnya dalam nilai-nilai etika ( moral) masyarakat. Hilangnya nilai-nilai etika dalam masyarakat yang berada didalam pancasila salah satunya adalah ketidakpedulian terhadap etika sosial dan keagamaan. Contoh saja di zaman sekarang banyak sekali dikalangan, pemuda, siswa, bahkan mahasiswa yang kurang beretika, bahkan bisa dikatakan tidak memiliki etika dalam bermasyarakat dan bersosialisasi. Hal tersebut akan berdampak buruk dimasa yang akan datang.
Cara mengatasi dekadensi moral
1.pengawasan dan perhatian dari orang tua
2.penegakan hukum atas pelaku kejahatan
3.meningkatkan pendidikan moral dan agama
4.perlunya sosialiasi karakter sejak dini
Bersumber dari https://www.harianbhirawa.co.id/meredupnya-etika-dikalangan-para-pemuda/

Jadi menurut saya, sistem demokrasi di era globalisasi saat ini telah menimbulkan banyak perubahan yang mempengaruhi nilai-nilai moral yang diterapkan di masyarakat selama ini. Pengaruh globalisasi yang paling berbahaya, namun sering dianggap sepele, adalah pengaruhnya terhadap nilai-nilai moral masyarakat. Sebagai contoh, saat ini banyak sekali anak muda, dan mahasiswa yang kurang beretika, atau bahkan dikatakan tidak beretika dalam berkomunikasi dan bermasyarakat.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh Rivo Hariadinata -
Nama: Rivo Hariadinata
Npm: 2211011028
Kelas: A (S1 Manajemen)

Dari video tersebut jelas adanya bahwa;
Dengan memiliki etika,kita dpt menjalani Kehidupan bernegara dengan baik. Ketika pancasila adalah cabang filsafat yg dijabarkan dari sila silanya untuk mengatur kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yg terkandung dalam etika pancasila,
1. Terkandung dimensi moral yg brupa nilai spritualitas kepada Tuhan sang pencipta
2. Terkandung nilai humanis, upaya mningktn rsa mnusiawi dlm prgauln ssm
3. Mengandung dimensi nilai solidarits, kebersamaan, dan cinta tanah air
4. Mendukung nilai sikap menghargai dan mau mendenganrkan org lain
5. Kesediaan membantu org lain
Urgensi pancasila dlm aspek etika
A.Mengelompokan pancasila sebagai etika berarti menempatkan pancasila sebagai sumber moral dan insprasi sebagai penentu sikap, tindakan, dan keputusn
B. Memberi pedoman tiap warga negara untuk punya orientasi yang jelas dalam tata prgauln nasional, regionl, dan intrnsionl
C.Menjadi dasar analisis kebijakan agar tidak kluar dari semangat kebangsaan yg berlandas pancasila.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Rivo Hariadinata -
Nama: Rivo Hariadinata
Npm: 2211011028
Kelas: A (S1 Manajemen)

Dalam jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa ;
Tujuan negara Indonesia tertuang dalam Pembukaan Pasal 4 UUD 1945. Pencapaian tujuan bersama tersebut harus dirancang, dirumuskan dan disepakati oleh seluruh elemen negara. Inilah yang disebut kebijakan hukum dalam praktik akademik. Pembentukan norma hukum merupakan tindakan pamungkas ketertiban dan kesusilaan masyarakat, termasuk proses legislasi. Artikel ini menjelaskan etika terapan, cabang filsafat yang membahas tentang perilaku manusia, tentang perilaku manusia dalam bernegara. Tulisan ini bertujuan untuk memperjelas hubungan antara hukum dan etika, serta kedudukan hubungan hukum dan etika dalam kebijakan hukum Indonesia. Perumusan politik hukum berlangsung 15 tahun setelah kemerdekaan melalui TAP MPRS No. 2 tahun 1960. Ini adalah gambaran umum pola pembangunan nasional yang direncanakan, kemudian diubah menjadi Gambaran Umum Kebijakan Nasional (GBHN) dan diperbarui setiap lima tahun. Di sisi lain, hubungan antara etika dan hukum dapat dilihat dalam tiga dimensi: dimensi substansi dan wadah, dimensi hubungan keluasannya, dan dimensi alasan manusia untuk mematuhi atau melanggarnya. Kata Kunci: Hukum dan Etika, Kebijakan Hukum, Pancasila

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh Rivo Hariadinata -
Nama: Rivo Hariadinata
NPM: 2211011028
Kelas: A (S1 manajemen)

Pancasila merupakan sebuah pedoman bagi bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita masyarakat yang adil dan makmur.

Indonesia adalah negara yang memiliki keragaman suku bangsa ,adat istiaadat, maupun kepercayaan. Keragaman ini merupakan bentuk kekayaan Indonesia. Dengan keberagaman ini diperlukan unsur perekat yaitu kepercayaan akan adanya Tuhan. Jika kita percaya bahwa adanya Tuhan maka kita akan menghargai keberagaman, ketika kita sudah mampu menghormati sesama manusia maka kita akan menjadi manusia yang beradab, ketika kita sudah menjadi manusia yang beradab otomatis akan tercipta persatuan, dari persatuan ini akan tercipta manusia yang bijak, lalu akan bersikap adil pada masyarakat.