Kiriman dibuat oleh Anis Sarlia

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

oleh Anis Sarlia -

Nama : Anis Sarlia Putri

Npm : 2213053173

Analisis video 2

Mirisnya kekerasan di lingkungan sekolah

Lingkungan sekolah adalah tempat untuk belajar dan pembinaan terhadap moral anak sejak usia dini. Tetapi sekarang banyak terjadi kasus kekerasan di lingkungan sekolah hanya karna hal sepele dan hak anak untuk mendapatkan pengawasan jadi terabaikan. Seperti kasus pada 

-September 2015 anak kelas 2 SD meninggal karena perkelahian mulut 

-Agustus 2017 anak kelas 2 SD meninggal karena dirundung(bully) dan dilempari minuman beku

-November 2017 anak kelas 5 SD meninggal karena berkelahi yang disebabkan terganggu oleh suara motor yang bising pada acara perlombaan hari guru

Dari beberapa kasus diatas kita harus mengetahui sebab penyebab sekolah lepas memantau mereka. Apalagi kasus bullying yang sangat sering terjadi di lingkungan sekolah, maka guru harus sering memberikan contoh serta pembinaan mengenai pendidikan moral kepada anak didik dan dalam hal ini pembinaan, pengawasan, dan pendidikan moral pun tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah tetapi orangtua pun harus ikut andil dalam pembentukan moral anak sejak usia dini, karna keseharian anak sering dilakukan di rumah. Selain itu, Perkembangan teknologi pun menjadi pemicu adanya kekerasan seperti melalui sosial Media penyebaran video video yang seharusnya tidak pantas dilihat oleh anak dibawah umur. 

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

oleh Anis Sarlia -

Nama : Anis Sarlia Putri

Npm : 22130053173

Analisis video 1

Moralitas menjadi sebuah dilema. Yang pada akhirnya seorang filsuf inggris Philippa foot mengajukan eksperimen trolley problem yang diadaptasi untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi .The trolley problem membuat kita berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan. Apakah itu dibuat berdasarkan moral tertentu atau lebih kepada hasil akhirnya. Jika kita dihadapkan dengan 2 buah pilihan merelakan 1 orang terbunuh demi menyelamatkan 5 orang yang lainnya atau sebaliknya. Apakah mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih banyak adalah sesuatu yang lebih bermoral? 

Dalam hal ini pendidikan moral malah dijadikan sebagai doktrin bahwa harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang besar yang sering digunakan oleh penguasa untuk diskriminasi minoritas, memberangus etnis tertentu yang dianggap pembuat onar, dan membenarkan perang dengan alasan demi perdamaian dunia bahkan kepentingan umum. Mungkin jika dalam konteks mengorbankan yang sedikit demi yang lebih banyak hal seperti di atas akan dianggap bermoral, tetapi jika kita berada di sisi yang berbeda kamu yang menjadi minoritas bulan mayoritas, kamu adalah korban dan bukan pemenang perang. Apakah hal tersebut dianggap bermoral. Dari sini kita jadi tau bahwa moralitas kerap kali menjadi alat pembenaran saat kita berada diposisi yang diuntungkan atau yang memiliki kepentingan. Nyatanya dalam hal ini moralitas hanyalah soal egoisme manusia dengan kepentingan dirinya atau kelompoknya sendiri. Jika keadaan diubah kita dihadapkan dengan menyelamatkan 5 orang dengan kita berbelok dan merelakan 1 orang terbunuh yang mana 1 orang itu adalah keluarga kita, tentu kita akan lebih memilih keluarga itulah moralitas hanyalah egoisme manusia demi kepentingan dirinya.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video

oleh Anis Sarlia -
Nama : Anis Sarlia Putri

Npm : 2213053173

Analisis video

1. Nilai nilai apa sajakah yang harus kita teladani dan kita lakukan dalam kehidupan sehari hari?

*Nilai ketuhanan dari Pancasila sila ke-1, yaitu:

Ketuhanan Yang Maha Esa (Sila pertama mengajak kita untuk percaya kepada Tuhan dan melaksanakan perintah-Nya), seperti: bersyukur kepada Tuhan, melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut, tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain, berdoa sebelum dan sesudah makan , dan menghormati agama orang lain.

*Nilai Kemanusiaan dari Pancasila sila ke-2, yaitu:

Kemanusiaan yang adil dan beradab (Sila kedua mengajak kita untuk bersikap saling mencintai sesama manusia), seperti: Membantu korban bencana alam, membantu adik belajar, menolong teman yang kesulitan, tidak berbuat kasar kepada orang lain, dan bersikap sopan kepada orang tua.

*Nilai persatuan dari Pancasila sila ke-3, yaitu:

Persatuan Indonesia (Sila ketiga mengajak kita untuk cinta terhadap Bangsa Indonesia), seperti: mengikuti upacara bendera dengan tertib, mencintai dan bangga menggunakan barang buatan Indonesia, bermain dengan rukun, melestarikan budaya daerah, dan berteman tidak membeda- bedakan suku dan agama.

*Nilai kerakyatan dari Pancasila sila ke-4, yaitu:

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan (Sila keempat mengajak kita untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah) seperti: menyampaikan pendapat, berdiskusi / kerja kelompok, menerima hasil musyawarah dengan lapang dada, saling menghargai pendapat dan musyawarah dalam pemilihan ketua kelas.

*Nilai keadilan dari Pancasila sila ke-5, yaitu:

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ( Sila kelima mengajak kita untuk bersikap adil terhadap sesama) seperti: tidak berbuat curang kepada orang lain, menghargai hasil karya orang, melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang, tidak boros dan suka menabung, dan bergotong royong membersihkan kelas.

2. Menurut kalian bagaimanakah agar seseorang dapat meneladani dan menerapkan nilai nilai tersebut apa lagi saat ini era modern yang sangat terasa sudah terkikisnya nilai, moral, etika dilingkungan generasi muda. 

Dapat dimulai dari lingkungan pendidikan formal dimana dalam sekolah pasti anak-anak diajarkan mengenai mata pelajaran PPKn yang memuat nilai-nilai Pancasila, dimana guru akan selalu mengajarkan dan menjelaskan betapa pentingnya nilai-nilai tersebut bisa dengan stimulasi ataupun metode yang menyenangkan sehingga anak akan mudah memahami dan belajar menjadi menyenangkan sehingga akan selalu terkenang dengan apa yang dilakukannya dan terbiasa melakukan. Pada jenjang anak-anak adalah masa dimana mereka suka meniru dengan apa yang dilihatnya sehingga guru dapat memberikan contoh yang baik agar anak-anak bisa meniru apa yang menjadi panutannya sehingga nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila perlu diterapkan sejak usia dini mengingat zaman modern ini semakin mengkhawatirkan dengan semakin banyaknya kasus penyimpangan terhadap nilai dan norma dan etika generasi muda yang semakin memburuk, maka kita harus memupuk rasa solidaritas, kejujuran, religius, keadilan, kemasyarakatan, integritas sejak usia dini agar ketika dewasa akan menjadi generasi muda yang berkualitas dan bisa memfilter yang baik ataupun buruk dari budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia.



3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal-2

oleh Anis Sarlia -

Nama : Anis Sarlia Putri

Npm : 2213053173

Analisis jurnal 2

Pembinaan generasi muda (SDM) melalui pendidikan berbeda dari zaman ke zaman, intinya dalam membina kepribadian, sebagai upaya membentuk jati diri remaja tidak bisa lepas dari filsafat hidup atau pandangan hidup seseorang ,masyarakat, atau bangsa dimana mereka menjalani kehidupan. Pembentukan nilai moral sosial budaya Indonesia di kalangan anak- anak dan remaja merupakan tanggung jawab orang tua, masyarakat, dan pemerintah secara bersinergis. 

Di lembaga pendidikan formal dan nоnformal (masyarakat) untuk membentuk nilai moral serta membangun jatidiri generasi muda adalah guru dan tokoh masyarakat, dilakukan dengan upaya mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berisi muatan tidak hanya pengetahuan tetapi juga nilai-nilai moral Pancasila. Bisa dengan melalui interaksi/komunikasi . Komunikasi menunjukan kebersamaan, pertemanan, dan keadilan, berbagi dengan yang lain. Suasana pendidikan yang kondusif perlu didasari komunikasi yang penuh nilai. Dalam proses memberikan atau meminta bantuan perlu dibangun komunikasi dua arah, komunikasi yang setara, kesederajatan, agar kedua pihak memiliki harga diri yang layak sebagai insan kamil. Dengan demikian maka dalam komunikasi yang penuh nilai, kreatif, dan bertanggung jawab, hal penting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana si pembelajar bisa tumbuh self confidence, dan self esterm agar potensi yang ada pada dirinya berkembang secara maksimal dan berbudaya nasional Indonesia (Berbudin). Pertemanan, dapat dipahami sebagai suatu interaksi yang bermakna karena adanya persamaan hak, kesetaraan. dan keakraban. Dengan pertemanan akan terjalin kasih sayang dan nilai-nilai moral akan mudah terbangun melalui bahu- membahu, saling menasehati, dan saling memerlukan (egalitarianisme).

Tetapi, kenyataannya dalam realitas kehidupan pembentukan nilai-nilai moral oleh orang tua, masyarakat, dan pemerintah belum terjadi integritas yang optimal, sehingga banyak sekali kasus penyimpangan sosial di kalangan remaja ataupun di lingkungan pendidikan terhadap nilai-nilai dan norma sehingga tersebut sangat tidak sesuai dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia. 

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal-1

oleh Anis Sarlia -

Nama : Anis Sarlia Putri

Npm : 2213053173

Analisis jurnal 

Pendidikan Moral Pancasila merupakan pendidikan yang berupaya untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai  yang terkandung dalam Pancasila. Metode yang digunakan adalah sosialisasi kepada siswa kelas III-V di SD Negeri Osiloa, tentang menanamkan sikap dan nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, nilai tanggung jawab serta nilai keadilan. 

-Tahap 1 perizinan tim pengabdian kepada kepala sekolah DNA guru-guru di sekolah tersebut.

-Tahap 2 penyampaian materi, tim memaparkan materi pelajaran kepada siswa tentang nilai nilai anti korupsi.

-Tahap 3 memberikan quis/pertanyaan, yang bisa menjawab akan diberikan hadiah hal ini juga agar siswa lebih memahami nilai-nilai anti korupsi yang sudah dipelajari.

Tujuan dari Penerapan Nilai Moral Pancasila Sejak Dini Dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah ialah membangun dan membekali  peserta didik sebagai generasi emas dengan jiwa Pancasila yang baik guna menghadapi dinamika perubahan,  menembangkan pendidikan nasional yang meletakan pendidikan moral Pancasila sebagai jiwa utama dalam  penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik dengan dukungan keterlibatan publik yang di lakukan melalui  pendidikan jalur formal, non formal dan informal, merevitalisasi dan memperkuat potensi pendidik, tenaga  pendidikan, peserta didik ,masyarakat dan lingkungan keluarga. Dengan menanamkan nilai moral sejak dini akan mencegah ajakan/dorongan negatif untuk melakukan korupsi sejak dini.