Posts made by M Ramadon 2217011089

Pkn Mipa kimia 2025 -> PRETEST

by M Ramadon 2217011089 -
Nama : M. Ramadon
NPM : 2217011089
Kelas : C

1. Secara keseluruhan, tanggapan terhadap berita ini bersifat positif. Tindakan yang dilakukan oleh Risma tepat dan layak diapresiasi karena bertujuan untuk melindungi anak-anak dari kemungkinan bahaya dan eksploitasi dalam aksi demonstrasi. Langkah ini juga menegaskan pentingnya implementasi Undang-Undang Perlindungan Anak. Selain itu, imbauan Risma agar demonstrasi berlangsung secara damai dan menjaga ketertiban kota mendapat dukungan. Beberapa poin positif yang dapat diambil dari berita ini adalah:
• Perlindungan terhadap Anak: Berita ini menyoroti pentingnya menjaga anak-anak dari segala bentuk eksploitasi, termasuk dalam ranah politik.
• Kesadaran Hukum: Mengingatkan masyarakat tentang eksistensi dan penerapan Undang-Undang Perlindungan Anak.
• Ajakan untuk Demonstrasi Damai: Menekankan pentingnya melakukan aksi protes secara damai dan bertanggung jawab, tanpa melibatkan anak-anak.
• Tanggung Jawab Orang Tua: Risma mengajak para orang tua dan pelajar agar lebih peduli terhadap keberadaan anak-anak mereka, sehingga insiden demonstrasi yang berujung ricuh di masa lalu tidak terulang kembali.
2. Solusi dalam Menyampaikan Aspirasi secara Aman dan Tertib
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat menyampaikan pendapat di ruang publik, beberapa langkah dapat diterapkan. Pertama, pendekatan dialog dan negosiasi dengan pihak terkait sebaiknya menjadi prioritas sebelum melakukan aksi demonstrasi. Kedua, demonstrasi harus dilakukan secara tertib dan damai, tanpa kekerasan maupun perusakan fasilitas umum. Ketiga, diperlukan penunjukan perwakilan yang kompeten agar aspirasi yang disampaikan lebih terstruktur dan jelas. Keempat, koordinasi dengan aparat keamanan serta pemerintah daerah perlu dilakukan guna memastikan kelancaran dan keamanan aksi. Kelima, diperlukan peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai cara menyampaikan pendapat yang sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku.
3. Kewajiban Dasar Manusia dan Hubungannya dengan Hak Asasi
Kewajiban dasar manusia merupakan tanggung jawab yang melekat pada setiap individu untuk menghormati hak-hak orang lain. Hal ini mencakup penghormatan terhadap hak hidup, kebebasan, dan keamanan individu lain, menolak diskriminasi, menjunjung tinggi nilai moral serta etika, turut serta dalam menjaga ketertiban masyarakat, serta menaati hukum yang berlaku. Kewajiban dasar manusia bukanlah batasan terhadap hak asasi, melainkan panduan dalam menjalankan hak tersebut. Setiap individu memiliki hak asasi yang harus diimbangi dengan kewajiban untuk tidak melanggar hak orang lain. Sebagai contoh, dalam menyampaikan pendapat di depan umum, kebebasan berekspresi harus dilakukan dengan tetap menjaga ketertiban dan tidak merugikan pihak lain. Dengan demikian, kewajiban dasar manusia berfungsi sebagai mekanisme keseimbangan antara hak dan tanggung jawab, agar hak setiap individu dapat terlindungi tanpa menimbulkan dampak negatif bagi orang lain.

Pkn Mipa kimia 2025 -> PRETEST

by M Ramadon 2217011089 -
Nama : M. Ramadon
NPM : 2217011089
Kelas : C

1. Aspek Positif dan Hal yang Perlu Ditingkatkan dalam Konsep Berbangsa dan Bernegara
Setelah membaca artikel tersebut, terdapat beberapa hal positif yang dapat diambil, di antaranya adalah kesadaran akan pentingnya menjaga demokrasi konstitusional dengan terus mengawasi kebijakan pemerintah serta mendorong peran aktif masyarakat dalam menegakkan hukum. Artikel ini juga menyoroti keberadaan mekanisme hukum seperti judicial review di Mahkamah Konstitusi, yang dapat dimanfaatkan untuk menegakkan keadilan serta memastikan keseimbangan kekuasaan negara. Namun, terdapat beberapa aspek yang masih perlu diperbaiki dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti transparansi dalam proses pembuatan undang-undang, peningkatan keterlibatan masyarakat dalam perumusan kebijakan, serta penguatan independensi lembaga peradilan agar tidak mudah dipengaruhi oleh kepentingan politik. Selain itu, diperlukan penegakan hukum yang adil dan konsisten guna memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil pemerintah tetap berlandaskan konstitusi serta tidak merugikan masyarakat.

2. Esensi Konstitusi dan Peranannya bagi Negara
Konstitusi merupakan hukum tertinggi yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan suatu negara. Secara hakiki, konstitusi berfungsi sebagai aturan dasar yang mengatur hubungan antara negara dan warganya, membatasi kewenangan pemerintah, serta melindungi hak-hak dan kebebasan individu. Dalam konteks Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) memiliki peranan yang krusial karena menjadi landasan dalam pembentukan hukum serta kebijakan negara. Konstitusi berperan dalam menjaga stabilitas sistem pemerintahan, memastikan adanya mekanisme checks and balances antara lembaga negara, serta memberikan perlindungan terhadap hak-hak rakyat agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah. Tanpa konstitusi yang kuat dan dihormati, suatu negara dapat mengalami kemunduran menuju otoritarianisme, di mana hukum hanya dijadikan sebagai alat untuk melanggengkan kepentingan politik tertentu.

3. Contoh Pelanggaran Konstitusi oleh Pejabat Negara dan Konsekuensinya
Beberapa contoh tindakan pejabat negara yang melanggar konstitusi antara lain adalah membatasi kebebasan berpendapat tanpa dasar hukum yang jelas, menyalahgunakan wewenang demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melakukan tindak pidana korupsi, serta mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi yang memiliki kekuatan hukum mengikat. Selain itu, praktik politik transaksional dalam pengangkatan pejabat publik juga merupakan bentuk pelanggaran terhadap prinsip demokrasi. Pejabat yang terbukti melakukan pelanggaran berat, seperti korupsi dalam skala besar atau pelanggaran hak asasi manusia, seharusnya dikenai sanksi maksimal agar memberikan efek jera dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum. Namun, bagi pejabat yang masih memiliki peluang untuk memperbaiki kesalahannya dan menunjukkan itikad baik, dapat diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan dengan pengawasan ketat. Yang paling penting, penegakan hukum harus dilakukan dengan tegas dan adil agar tidak terjadi impunitas dalam sistem pemerintahan.

Pkn Mipa kimia 2025 -> PRETEST

by M Ramadon 2217011089 -
Nama : M. Ramadon
NPM : 2217011089
Kelas : C

1. Pentingnya penanganan pandemi COVID-19 yang berlandaskan prinsip hak asasi manusia, bukan hanya melalui pendekatan yang bersifat represif. Meskipun tujuan utama pemerintah adalah melindungi masyarakat, metode yang diterapkan harus tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan. Dalam konteks potensi pelanggaran konstitusi, artikel ini menggarisbawahi kecenderungan aparat dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara otoritatif, yang dapat berisiko melanggar prinsip konstitusional terkait penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999.
2. Konstitusi merupakan pedoman fundamental dalam mengelola kehidupan bernegara. Ia berfungsi untuk mengatur hubungan antara lembaga negara, membatasi kewenangan pemerintah, serta menjamin hak-hak warga negara. Tanpa adanya konstitusi, suatu negara akan menghadapi ketidakpastian hukum dan rentan terhadap penyalahgunaan kekuasaan. Konstitusi tidak hanya menjadi dokumen hukum semata, tetapi juga merupakan instrumen yang hidup, mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar kenegaraan. Dengan landasan filosofis, yuridis, dan politis yang kuat, konstitusi berperan sebagai pijakan utama dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.
3. Tantangan yang dihadapi dalam kehidupan bernegara saat ini meliputi berbagai isu, seperti perubahan iklim, perkembangan teknologi digital, ketahanan pangan, polarisasi politik, serta ancaman terhadap persatuan bangsa. Undang-Undang Dasar 1945 sebenarnya telah mengandung semangat untuk merespons tantangan-tantangan tersebut, sebagaimana tercermin dalam pasal-pasal mengenai lingkungan hidup, hak asasi manusia, dan prinsip keadilan sosial. Namun, implementasi aturan tersebut masih membutuhkan interpretasi yang kontekstual dan pengembangan lebih lanjut. Meskipun UUD NRI 1945 telah menyediakan kerangka dasar, keberhasilannya sangat bergantung pada keseriusan dan komitmen para pemimpin dalam menjalankan aturan dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang dinamis serta dedikasi kuat dalam mewujudkan cita-cita konstitusional.
4. Konsep bernegara di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan memiliki landasan yang kokoh dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, namun masih membutuhkan pembenahan. Beberapa aspek yang perlu diperbaiki meliputi pengurangan polarisasi politik yang berpotensi memecah belah masyarakat, peningkatan kesadaran akan keberagaman, serta penguatan narasi kebangsaan yang lebih inklusif. Upaya untuk mendorong dialog antar kelompok, menghormati perbedaan, serta menciptakan ruang interaksi yang membangun sikap saling memahami menjadi langkah penting dalam memperkuat persatuan. Baik pemerintah maupun masyarakat perlu bekerja sama dalam mengembangkan praktik demokrasi yang tetap menghargai perbedaan tanpa menghilangkan identitas dan semangat kebangsaan.

Pkn Mipa kimia 2025 -> FORUM JAWABAN POST TEST

by M Ramadon 2217011089 -
Nama : M. Ramadon
NPM : 2217011089
Kelas : C

jurnal tersebut mengangkat pentingnya integrasi nasional dalam menghadapi tantangan etnosentrisme di Indonesia. Penulis memulai dengan menguraikan perjalanan sejarah Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan hingga era Reformasi, termasuk perubahan ideologi dan asas yang pernah memicu disintegrasi nasional. Transisi kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru, jatuhnya rezim Soeharto, serta terbukanya demokrasi pada era Reformasi turut menjadi sorotan dalam pembahasan ini.
Fokus utama jurnal ini adalah konsep identitas dan integrasi nasional. Identitas dijelaskan sebagai representasi diri individu atau kelompok masyarakat yang bersifat dinamis, terus berkembang, dan memiliki banyak lapisan. Sementara itu, integrasi nasional diartikan sebagai kesadaran kolektif dan pola interaksi sosial yang mendorong berbagai kelompok dengan identitas beragam untuk merasa sebagai bagian dari satu kesatuan bangsa Indonesia.
Permasalahan muncul ketika otonomi daerah dan kebijakan desentralisasi justru memperkuat kecenderungan etnosentrisme. Penulis memberikan contoh seperti pendirian sekolah di daerah-daerah yang lebih banyak diisi oleh siswa dari wilayah setempat, serta adanya tuntutan agar posisi birokrasi diisi oleh putra daerah. Fenomena ini dinilai dapat mempersempit rasa kebangsaan karena lebih menitikberatkan faktor etnis dan kedaerahan dibandingkan dengan identitas nasional yang lebih luas. Selain itu, penulis menekankan bahwa integrasi nasional menjadi solusi dalam menghadapi berbagai konflik yang terjadi di Indonesia. Konsep ini hanya dapat terwujud apabila masyarakat mampu melampaui batasan identitas pribadi dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok atau golongan.
Menurut saya, jurnal ini sangat relevan dengan situasi Indonesia saat ini. Keberagaman merupakan realitas yang tidak dapat dihindari, namun dalam banyak kasus justru menjadi sumber konflik ketimbang aset yang dapat memperkuat persatuan. Saya sependapat dengan pandangan penulis bahwa meskipun otonomi daerah bertujuan memberikan kebebasan bagi setiap wilayah untuk berkembang, dalam praktiknya hal ini kerap memunculkan semangat kedaerahan yang berlebihan dan dapat menghambat integrasi nasional. Fenomena "putra daerah" dalam birokrasi lokal adalah contoh konkret bagaimana identitas dapat menjadi faktor pemisah alih-alih perekat sosial.
Salah satu gagasan menarik dalam jurnal ini adalah peran identitas yang bersifat dualistis dalam integrasi nasional. Di satu sisi, kesamaan identitas seperti bahasa dapat menjadi alat pemersatu, tetapi di sisi lain, kemampuan untuk melampaui identitas pribadi juga diperlukan demi membangun kesatuan yang lebih luas. Menurut saya, tantangan terbesar bagi Indonesia saat ini adalah bagaimana menyeimbangkan semangat otonomi daerah dengan upaya memperkuat integrasi nasional. Diperlukan strategi kebudayaan yang memungkinkan masyarakat untuk tetap mempertahankan identitas kulturalnya tanpa kehilangan rasa memiliki terhadap bangsa secara keseluruhan.