Kiriman dibuat oleh Edelin Livia_ 2211011092

Edelin Livia M
2211011092

PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai.

Implikasi sila-sila dalam pengembangan IPTEK
1) Sila Pertama : sebagai mahluk religi, setiap manusia memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya.
2) Sila Kedua : memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab.
3) Sila Ketiga : memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan IPTEK, dengan IPTEK persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan terjalin karena tidak lepas dari faktor kemajuan IPTEK.
4) Sila Keempat : mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. Artinya, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK. Selain itu setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan memilki sikap yang tebuka untuk dikritik/dikaji.
5) Sila Kelima : mengimplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan
Edelin Livia M
2211011092

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Pancasila sebagai paradigma ilmu dalam bidang ekonomi memiliki maksud bahwa setiap pengembangan ekonomi negara harus mendasarkan pada moralitas sila-sila Pancasila, yaitu dengan mengembangkan ekonomi kerakyatan yang humanistik dan bertujuan demi kesejahteraan seluruh rakyat secara luas.
> Sila Pertama : Perkembangan IPTEK diartikan sebagai bentuk syukur pemberian akal oleh Yang Maha Esa. Sehingga dalam proses pengembangan IPTEK harus memikirkan dampak yang terjadi.
> Sila Kedua : dalam perkembangan IPTEK harus dengan cara yang sesuai dengan nilai kemanusiaan dan tidak merugikan manusia yang bertujuan untuk menyejahterakan manusia.
> Sila Ketiga : Perkembangan IPTEK ditujukan untuk seluruh tanah air dan bangsa secara merata. Selain itu, sila ini juga memberikan kesadaran bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia dapat meningkat dengan adanya kemajuan IPTEK.
> Sila Keempat : Sila ini menekankan agar membuka kesempatan yang sama bagi semua warga untuk dapat mengembangkan IPTEK dan merasakan hasilnya sesuai kemampuan dan keperluan masing-masing sehingga tidak terjadi monopoli IPTEK.
> Sila Kelima : Sila ini menekankan bahwa dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan pada keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan.


B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Harapan saya manusia di masa sekarang dan di masa yang akan datang dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila. Yang menerapkan kelima sila Pancasila dalam tindakan, perilaku, dan cara berpikirnya, yaitu yang membawa penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia kearah terwujudnya kehidupan yang ber-ketuhanan, ber-kemanusiaan, ber-persatuan, ber-kerakyatan, dan ber-keadilan.
Edelin Livia M
2211011092

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoax?
Menurut saya memang benar ketika seseorang mendengar suatu berita dan itu sesuai dengan yang dipikirkan dan diyakini, orang itu akan langsung menilai informasi tersebut sebagai fakta tanpa mencari tahu dahulu kebenarannya. Hal seperti itu tidak menutup kemungkinan juga dilakukan oleh orang terpelajar sekalipun.
Saya akan menaruh rasa curiga terlebih dahulu ketika membaca sebuah berita yang terkesan dibuat-buat. Karena biasanya berita hoax itu memiliki judul berita yang mengakibatkan kepanikan dan kegaduhan di kalangan masyarakat, konten berita yang provokasi dan menyesatkan, sumber yang tidak jelas, dan selalu meminta untuk disebarluaskan ke orang lain.
Ketika menemukan sebuah berita, ada baiknya kita melihat dahulu sumbernya darimana. Apabila dari website, pastikan link atau URL situs tersebut dapat dipertanggungjawabkan dengan cara mengecek berita lain yang dimuat dalam website tersebut. Kemudian perlu dilakukan pemeriksaan fakta dengan mencari informasi terkait berita tersebut dari berbagai sumber lain yang dapat dipercaya. Serta sebagai orang terpelajar, perlu juga perbanyak diskusi dan bertukar informasi. Dengan literasi dan diskusi, diharapkan seseorang tidak mudah percaya berita yang disangsikan kebenarannya. Kemudian berani untuk memerangi berita hoax dan melaporkannya ke Kominfo terkait hoax tersebut.


B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilainilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Banyak yang terjadi seiring dengan perkembangan iptek, seperti misalnya penipuan online, penyebaran hoax, penyebarluasan foto dan video yang tidak senonoh serta bullying berunsur SARA di media sosial. Pengguna yang tidak mengenal umur dan gender membuat pengguna sosial media semena-mena akan tindakannya.
Solusinya adalah kita harus bijak dalam menggunakan sosial media, tidak mudah mempercayai berita yang muncul, melakukan pembatasan pemberian gadget kepada anak dibawah umur dengan disertai pengawasan, melaporkan kepada pihak yang bertanggungjawab ketika terdapat konten-konten yang menimbulkan pepecahan, ketegangan, dan ketakutan agar pengawasan terhadap media sosial lebih diperketat lagi.


C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Pada dasarnya yang harus diatasi adalah sikap konsumerisme tersebut. Untuk mengatasi sikap konsumtif bisa saja dengan hal-hal kecil, seperti membuat prioritas pengeluaran, membuat anggaran biaya, dan membeli yang dibutuhkan saja. Mampu memanfaatkan peluang untuk ikut serta dalam dunia industri dengan tentunya didukung oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah ada, agar tidak terus-terusan hanya menjadi pasar tujuan bagi produk negara lain, tapi juga mampu menghasilkan produk yang dijual ke negara lain. Dan yang terpenting adalah mengurangi penggunaan produk luar negeri melainkan menggunakan produk buatan dalam negeri. Pemanfaatan produk dalam negeri tak hanya bersifat mengonsumsinya saja, melainkan juga untuk menjadi lebih produktif.
Edelin Livia M
2211011092

Jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki adalah bentuk pembalasan Amerika Serikat atas serangan militer Jepang. Peristiwa ini menimbulkan banyak dampak negatif seperti hancurnya tempat tinggal, luka, korban meninggal, dan dampak lainnya. Pada 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu dan menyebabkan kekosongan kekuasaan di Indonesia. Hal ini dimanfaatkan bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Pada kasus ini tergambar bahwa tidak adanya nilai-nilai Pancasila, terlebih sila kedua. Tidak adanya rasa kemanusiaan. Dan parahnya lagi orang yang tidak terlibat juga ikut terkena dampaknya.