Edelin Livia M
2211011092
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoax?
Menurut saya memang benar ketika seseorang mendengar suatu berita dan itu sesuai dengan yang dipikirkan dan diyakini, orang itu akan langsung menilai informasi tersebut sebagai fakta tanpa mencari tahu dahulu kebenarannya. Hal seperti itu tidak menutup kemungkinan juga dilakukan oleh orang terpelajar sekalipun.
Saya akan menaruh rasa curiga terlebih dahulu ketika membaca sebuah berita yang terkesan dibuat-buat. Karena biasanya berita hoax itu memiliki judul berita yang mengakibatkan kepanikan dan kegaduhan di kalangan masyarakat, konten berita yang provokasi dan menyesatkan, sumber yang tidak jelas, dan selalu meminta untuk disebarluaskan ke orang lain.
Ketika menemukan sebuah berita, ada baiknya kita melihat dahulu sumbernya darimana. Apabila dari website, pastikan link atau URL situs tersebut dapat dipertanggungjawabkan dengan cara mengecek berita lain yang dimuat dalam website tersebut. Kemudian perlu dilakukan pemeriksaan fakta dengan mencari informasi terkait berita tersebut dari berbagai sumber lain yang dapat dipercaya. Serta sebagai orang terpelajar, perlu juga perbanyak diskusi dan bertukar informasi. Dengan literasi dan diskusi, diharapkan seseorang tidak mudah percaya berita yang disangsikan kebenarannya. Kemudian berani untuk memerangi berita hoax dan melaporkannya ke Kominfo terkait hoax tersebut.
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilainilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Banyak yang terjadi seiring dengan perkembangan iptek, seperti misalnya penipuan online, penyebaran hoax, penyebarluasan foto dan video yang tidak senonoh serta bullying berunsur SARA di media sosial. Pengguna yang tidak mengenal umur dan gender membuat pengguna sosial media semena-mena akan tindakannya.
Solusinya adalah kita harus bijak dalam menggunakan sosial media, tidak mudah mempercayai berita yang muncul, melakukan pembatasan pemberian gadget kepada anak dibawah umur dengan disertai pengawasan, melaporkan kepada pihak yang bertanggungjawab ketika terdapat konten-konten yang menimbulkan pepecahan, ketegangan, dan ketakutan agar pengawasan terhadap media sosial lebih diperketat lagi.
C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Pada dasarnya yang harus diatasi adalah sikap konsumerisme tersebut. Untuk mengatasi sikap konsumtif bisa saja dengan hal-hal kecil, seperti membuat prioritas pengeluaran, membuat anggaran biaya, dan membeli yang dibutuhkan saja. Mampu memanfaatkan peluang untuk ikut serta dalam dunia industri dengan tentunya didukung oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah ada, agar tidak terus-terusan hanya menjadi pasar tujuan bagi produk negara lain, tapi juga mampu menghasilkan produk yang dijual ke negara lain. Dan yang terpenting adalah mengurangi penggunaan produk luar negeri melainkan menggunakan produk buatan dalam negeri. Pemanfaatan produk dalam negeri tak hanya bersifat mengonsumsinya saja, melainkan juga untuk menjadi lebih produktif.