Posts made by Agustinus Adventino Sulistyawan

Nama : Agustinus Adventino Sulistyawan
NPM : 2211011026
S1 Manajemen A

Analisis soal 1

1. Menurut saya saat ini penyebaran berita hoax sangat mudah dilakukan. Saat ini, apabila tidak kritis dalam menangkap sebuah informasi, sangat sulit membedakan hoax. Masyarakat Indonesia khususnya mudah termakan oleh pesan-pesan yang beredar tanpa menyaringnya. Cara kita untuk menghindari berita hoax salah satunya dengan berhati-hati dengan judul yang provokatif. Berita Hoax seringkali menggunakan judul-judul yang provokatif dan sensasional, misalnya menuding langsung pihak tertentu. Lalu mengkritisi sebuah informasi apakah sudah sesuai faktanya atau belum. Cara-cara lainnya bisa dengan berikut
a. Periksa alamat situs.
b. Pemeriksaan fakta.
c. Verifikasi keaslian foto/video
d. Berpartisipasi dalam kelompok diskusi penanggulangan hoaks.

2. Apabila perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila maka akan banyak menimbulkan dampak negatif, seperti kerusakan lingkungan, kerusakan moral, dan merosotnya nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Contoh dampak negatif :
a. Tidak langsung percaya terhadap sebuah berita yang viral, mengecek kebenaran berita tersebut dan tidak langsung ikut menyebarkannya sebelum mendapatkan fakta kebenarannya.
b. Penerapan UU ITE yang tidak tebang pilih.
c. Memberikan sosialisasi dan penerangan secara resmi oleh badan-badan atau media yang terverifikasi.
d. Meningkatkan literasi masyarkat Indonesia agar dapat lebih terbuka (open minded)

3. Konsumsi berlebih masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain faktor budaya, sosial dan pribadi. Pengaruh budaya asing melalui televisi juga berpengaruh kuat terhadap perilaku konsumsi masyarakat. Solusinya adalah:
a) Buat skala prioritas.
b) Menyiapkan anggaran.
c) Catatan semua pengeluaran.
d) Tabungan dan investasi.
e) Mengurangi perjalanan.
f) Beli hanya yang dibutuhkan.
Nama : Agustinus Adventino Sulistyawan
NPM : 2211011026
S1 Manajemen A

Analisis jurnal

PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia yang dirumuskan dari proses percampuran budaya nusantara yang telah berlangsung berabad-abad. Dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai landasan bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini dan di masa yang akan datang sangat cepat di berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara, memasuki dan mempengaruhi segala aspek kehidupan adat dan budaya bangsa. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat justru akan menjadi aspek penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan mentalitas.

Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
Sila 1 : Percaya dan takwa kepada Tuhan yang maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
Sila 2 : Mengarahkan dan mengendalikan perkembangan ilmu pengetahuan ke arah yang baik.
Sila 3 : Cinta dan bangga akan bangsa dan Negara Indonesia (Nasionalisme).
Sila 4 : Imlikasi dalam pertumbuhan pengetahuan adalah bahwa ajaran rakyat didorong oleh kebijaksanaan kebijaksanaan dalam diskusi perwakilan, yang menopang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demokratis.
Sila 5 : Cita-cita masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual bagi seluruh rakyat indonesia.
NAMA : AGUSTINUS ADVENTINO SULISTYAWAN
NPM : 2211011026
S1 MANAJEMEN A

Menyerahnya Jepang kepada sekutu akibat dari di jatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki oleh sekutu yang menyebabkan kerusakan berat negara Jepang seperti hancurnya pangkalan militer Jepang, kawasan industri Jepang, besarnya wilayah yang terdampak radiasi nuklir sampai banyaknya korban jiwa, membukakan pintu lebar bagi bangsa Indonesia untuk mempromosikan kemerdekaan. Kekalahan Jepang menyebabkan kekosongan kekuasaan atau status quo di Indonesia, sehingga Indonesia memanfaatkan situasi ini untuk memproklamasikan kemerdekaan negara Indonesia. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Perjuangan para pahlawan dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia sangatlah sulit, ada banyak peristiwa-peristiwa penting yang haru dilalui. Maka dari itu, kita sebagai generasi muda harus menjaga keutuhan dan melestarikan negara ini.
NAMA : AGUSTINUS ADVENTINO SULISTYAWAN
NPM : 2211011026
S1 Manajemen A

Dari vidio tersebut dapat dilihat bahwa terjadi konflik antara warga di Pekalongan, Jawa Tengah dengan pengusaha pakaian di sana. Masalah tersebut berawal dari pengusaha pakaian yang tidak mendaur ulang limbah pabriknya dan membuang limbah pabriknya ke sungai sehingga menyebabkan bau yang tidak sedap di sekitaran perkampungan dan tercemarnya air sungai. Karena itulah warga geram dan melalukan aksi unjuk rasa, menutup saluran pembuangan limbah pabrik dan menuntut supaya pabrik tersebut di tutup oleh pemerintah daerah karena sudah meresahkan warga sekitar. Hal yang dilakukan warga sekitar sudah benar, namun ada baiknya apabila dilakukan dengan bermediasi dengan pihak perusahaan dan diselesaikan dengan damai. Perilaku yang dilakukan perusahaan pabrik pakaian tersebut jelas salah karena perusahaan yang di jalankan menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan lingkungan. Sebaiknya perusahaan tersebut juga memikirkan bagaimana mengelola limbah perusahaan mereka sebelum memulai perusahaan yang akan dijalankan.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Diskusi

by Agustinus Adventino Sulistyawan -
Agustinus Adventino Sulistyawan
2211011026
S1 Manajemen A

Artikel 14A. Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK

Perkembangan zaman saat ini semua hal sudah melibatkan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari. IPTEK sudah masuk dalam segala aspek kehidupan manusia, sehingga kehidupan manusia tidak lepas dari teknologi. Perkembangan IPTEK memberikan banyak dampak positif dalam kehidupan seperti mempermudah berkomunikasi dan mempermudah pekerjaan manusia. Namun selain dampak positif, banyak pula dampak negatif yang diberikan seperti kecanduan bermain gadget sehingga malas belajar dan pemalsuan berita-berita publik. Oleh karena itu pengimplementasian nilai-nila Pancasila dalam pengembangan IPTEK Sangat penting di mana Pancasila menjadi penanda normatif Pengembangan dan Penggunaan Informasi Pengetahuan dan teknologi untuk mengikuti sesuai dengan kepribadian orang Indonesia. Untuk menghindari pengaruh buruk iptek, masyarakat harus mampu mewujudkan visi hidup dan nilai-nilai Pancasila melalui pengembangan iptek.

Artikel 14B. Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

Pancasila digali dari budaya bangsa Indonesia sendiri, maka Pancasila mempunyai fungsi dan peranan yang sangat luas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tujuan nasional sebagaimana ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945 diwujudkan melalui pelaksanaan penyelenggaraan negara yang berkedaulatan rakyat dan demokratis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berlandaskan kemampuan nasional, dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perkembangan global.

Menurut Notonagoro, menjadi penting sebab tidak setiap persolan mengenai segala hal dalam ranah ilmiah yang kemudian dikaitkan dengan Pancasila harus mengacu pada lima sila dalam Pancasila, termasuk mengenai kebenaran, yakni:
1.Ketuhanan
2.Kemanusiaan
3.Persatuan
4.Kerakyatan
5.Keadilan

Pengetahuan ilmiah menurut The Liang Gie (2000; 127-130) mempunyai 5 ciri pokok :
1. Empiris. Pengetahuan itu diperoleh berdasarkan pengamatan dan percobaan
2.Sistematis. Berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan teratur.
3. Obyektif. Ilmu berarti pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi.
4. Analitis. Pengetahuan ilmiah berusaha membeda-bedakan pokok-soalnya ke dalam bagian-bagian yang terperinci untuk memahami berbagai sifat, hubungan, dan peranan dari bagian-bagian itu.
5. Verifikatif. Dapat diperiksa kebenarannya
oleh siapapun juga.

1.Teori kohersi
Artinya, kelima sila Pancasila itu menunjukkan satu rangkaian yang bertingkat, sehingga tidak boleh
dibolak-balik tata urutannya.
2. Teori korespondensi
Menurut teori korespondensi ini, satu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
3. Teori pragmatik
Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Hal ini memang menunjukkan bahwa sistem filsafat Pancasila berfungsi secara praktis.

Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-silanya harus merupakan sumber nilai, kerangka berpikir serta asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu sila-sila dalam Pancasila menunjukkan sistem etika dalam pembangunan iptek yakni :
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mencipta, perimbangan antara rasional dengan irasional, antara akal, rasa, dan kehendak.
Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan iptek haruslah secara beradab. Iptek adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral.
Sila Persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa.
Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, mendasari pengembangan iptek secara demokratis.
Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan,