གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Gaka Awangga

Nama : Gaka Awangga
NPM : 2211011011
1. Jelaskan sifat kepribadian dalam kepemimpinan
Jawaban :
Dalam kepemimpinan, sifat kepribadian sangat penting karena pemimpin memiliki sifat, kebiasaan, temperamen, watak, dan kepribadian yang unik dan membedakan dirinya dari yang lain. Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dari sifat-sifat kepribadian, termasuk di dalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam kepemimpinan.
Berikut adalah beberapa sifat kepribadian yang penting dalam kepemimpinan
1.Assertiveness (Ketegasan): Sifat yang terus terang dalam mengekspresikan permintaan, opini, perasaan, dan sikap. Dengan bersifat tegas, pemimpin dapat memimpin dengan jelas dan efektif.
2.Integritas: Sifat yang mencakup standar etika dan moral tertinggi dengan selalu mengedepankan asas kejujuran dan keadilan dalam setiap kegiatan. Pemimpin yang memiliki integritas dapat dipercaya dan dihormati oleh bawahannya.
3.Kompeten: Sifat yang menunjukkan kemampuan kepemimpinan dalam mengambil keputusan yang tepat. Pemimpin yang kompeten dapat memimpin dengan efektif dan menghasilkan hasil yang baik.
4.Berwawasan ke Depan: Sifat yang menunjukkan kemampuan untuk menetapkan visi dan tujuan jangka panjang. Pemimpin yang berwawasan ke depan dapat memimpin dengan strategis dan menghasilkan hasil yang berkelanjutan.
5.Dapat Dipercaya: Sifat yang menunjukkan keadilan dan kejujuran. Pemimpin yang dapat dipercaya dapat membangun kepercayaan dan hubungan yang baik dengan bawahannya.
6.Berpikir Kritis: Sifat yang menunjukkan kemampuan untuk menganalisis masalah dan membuat keputusan yang tepat. Pemimpin yang berpikir kritis dapat memimpin dengan efektif dan menghasilkan hasil yang baik.
7.Empati: Sifat yang menunjukkan kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain. Pemimpin yang memiliki empati dapat memimpin dengan bijaksana dan membangun hubungan yang baik dengan bawahannya.
8.Kreatif: Sifat yang menunjukkan kemampuan untuk berpikir di luar kotak dan menciptakan solusi yang inovatif. Pemimpin yang kreatif dapat memimpin dengan efektif dan menghasilkan hasil yang berbeda dan inovatif.
Sifat kepribadian yang baik dalam kepemimpinan dapat membantu pemimpin memimpin dengan efektif dan menghasilkan hasil yang baik.

2.Bagaimana tipe kepribadian dan kepemimpinan
Jawaban :
Tipe kepribadian dan kepemimpinan dapat mempengaruhi keberhasilan seorang pemimpin dalam memimpin sebuah organisasi. Berikut adalah beberapa tipe kepribadian dan kepemimpinan yang umum dikenal:
Tipe Kepribadian:
1.Sanguinis: Orang yang populer, suka cerita, banyak omong, dan selalu menjadi pusat perhatian dari orang-orang di sekitarnya.
2.Melankolis: Orang yang perfeksionis, suka akan hal-hal yang detil dan membutuhkan ketelitian.
3.Koleris: Orang yang sangat berorientasi menjadi pemimpin dalam hal apa saja. Orang tipe ini mempunyai ambisi, gairah dan energi.
2.Phlegmatis: Orang yang tenang, sabar, dan mudah bergaul dengan orang lain.

Tipe Kepemimpinan:
1.Kepemimpinan Kharismatis: Pemimpin yang mampu menarik atensi banyak orang dengan kharisma yang dimiliki.
2.Kepemimpinan Otoriter: Pemimpin yang senang membuat keputusan sepihak dan mengharuskan orang lain mengikutinya.
3.Kepemimpinan Demokratis: Pemimpin yang lebih memberikan keleluasaan kepada bawahan terkait tugas dan tanggung jawabnya.
4.Kepemimpinan Moralis: Pemimpin yang memiliki empati tinggi terhadap permasalahan bawahannya namun sikapnya sangat emosional.

3.Bagaimana mengetahui kecerdasan dalam kepemimpinan
Jawaban :
Kecerdasan dalam kepemimpinan dapat diukur melalui beberapa indikator, termasuk kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengelola emosi sendiri dan orang lain, dan berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengekspresikan diri, memahami orang lain dan berhubungan dengan mereka, serta mengatasi stres dan tuntutan sehari-hari
Berikut adalah beberapa cara untuk mengetahui kecerdasan dalam kepemimpinan:
1.Kesadaran diri: Pemimpin yang cerdas akan memiliki kesadaran diri yang baik, yaitu kemampuan untuk memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri, serta bagaimana perilaku mereka mempengaruhi orang lain.
2.Regulasi diri: Pemimpin yang cerdas juga mampu mengatur emosi mereka sendiri dan mengendalikan impuls, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih baik dan menghindari tindakan yang tidak tepat.
3.Empati: Pemimpin yang cerdas juga memiliki kemampuan untuk memahami dan merasakan emosi orang lain, sehingga dapat berkomunikasi dengan lebih efektif dan membangun hubungan yang lebih baik dengan bawahan dan rekan kerja.
4.Keterampilan sosial: Pemimpin yang cerdas juga memiliki keterampilan sosial yang baik, yaitu kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, mempengaruhi orang lain, dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain.
5.Kecerdasan intelektual: Selain kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual juga penting dalam kepemimpinan. Pemimpin yang cerdas secara intelektual memiliki kemampuan untuk memahami masalah yang kompleks, membuat keputusan yang tepat, dan mengembangkan strategi yang efektif.
Dalam memimpin, kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual keduanya penting dan saling melengkapi. Pemimpin yang cerdas secara emosional dapat membangun hubungan yang baik dengan bawahan dan rekan kerja, sementara pemimpin yang cerdas secara intelektual dapat mengembangkan strategi yang efektif dan membuat keputusan yang tepat.

4.Bagaimana kecerdasan emosional berpengaruh dalam kepemimpinan
Jawaban :
Kecerdasan emosional memiliki hubungan positif yang sangat kuat dengan kepemimpinan.Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengelola emosi sendiri dan emosi orang lain. Kecerdasan ini berkaitan antara kompetensi emosional dan sosial; yang berkontribusi pada seberapa efektif seseorang memahami dan mengekspresikan diri mereka, memahami orang lain dan berhubungan dengan mereka, dan kemudian mengatasi stres serta tuntutan sehari-hari.
Berikut adalah beberapa cara kecerdasan emosional berpengaruh dalam kepemimpinan:
1.Meningkatkan kemampuan interpersonal: Kecerdasan emosional membantu pemimpin untuk memahami dan merespons emosi orang lain, sehingga dapat membangun hubungan yang lebih positif dengan karyawan dan rekan kerja.
2.Meningkatkan kemampuan untuk mengatasi stres: Kecerdasan emosional membantu pemimpin untuk mengelola emosi mereka sendiri dan orang lain, sehingga dapat mengatasi stres dan tuntutan sehari-hari.
3.Meningkatkan kemampuan untuk membuat keputusan: Kecerdasan emosional membantu pemimpin untuk memahami dan mengekspresikan diri mereka sendiri, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih baik.
4.Meningkatkan kemampuan untuk memimpin: Kecerdasan emosional membantu pemimpin untuk memahami dan mengekspresikan diri mereka sendiri, sehingga dapat memimpin dengan lebih efektif.
Dalam kesimpulannya, kecerdasan emosional sangat penting dalam kepemimpinan karena membantu pemimpin untuk memahami dan merespons emosi orang lain, mengatasi stres, membuat keputusan yang lebih baik, dan memimpin dengan lebih efektif.

MKU PKN Genap 2023 -> PRETEST

Gaka Awangga གིས-
Nama : Gaka Awangga
NPM : 2211011011
Kelas : Manajemen B

1).yang dikatakan oleh saudara risma itu benar jika anak anak diikut sertakan saat demokrasi akan ada hal buruk seperti
Kurangnya pemahaman tentang isu politik,Pengaruh orang dewasa,Kematangan emosional,dan keamanan anak.

hal positif yang saya dapatkan adalah bisa mencegah terus menerut terjadinya anak yang ikut demokrasi tanpa ada tujuan yang jelas.

2).beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dalam menyampaikan aspirasi atau pendapat di depan umum, di antaranya:

1.Persiapkan diri dengan matang
Sebelum kamu menyampaikan aspirasi atau pendapat di depan umum, pastikan kamu sudah mempersiapkan diri dengan matang.
2.Pahami audiensmu
Pastikan kamu memahami siapa audiensmu saat menyampaikan aspirasi atau pendapat di depan umum.
3.Gunakan bahasa yang sopan dan bijaksana
Saat menyampaikan aspirasi atau pendapat di depan umum, gunakan bahasa yang sopan dan bijaksana.
4.Hindari emosi yang berlebihan
Usahakan untuk tidak terbawa emosi saat menyampaikan aspirasi atau pendapat di depan umum.
5.Hindari berbicara di luar topik
Saat menyampaikan aspirasi atau pendapat di depan umum, hindari berbicara di luar topik atau menyimpang dari topik yang sedang dibahas.

3).Kewajiban dasar manusia adalah kewajiban-kewajiban yang dianggap universal dan mendasar bagi setiap manusia, yang tidak dapat dicabut oleh pihak manapun. Kewajiban dasar manusia ini diakui dan dilindungi oleh hukum internasional dan dianggap sebagai fondasi hak asasi manusia. Kewajiban dasar manusia ini antara lain meliputi:

1.Menghormati hak asasi manusia orang lain
2.Tidak melakukan diskriminasi terhadap orang lain
3.Menjaga perdamaian dan keamanan dunia
4.Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, 5.seperti keadilan, toleransi, dan saling menghargai

dan kewajiban dasar manusia adalah menjadikan hak-haknya dibatasi dalam rangka menjaga keseimbangan dan keadilan dalam masyarakat. Hak-hak individu yang tidak dibatasi dapat mengganggu hak-hak individu lain atau bahkan masyarakat secara keseluruhan.

MKU PKN Genap 2023 -> POST TEST

Gaka Awangga གིས-
Nama : Gaka Awangga
NPM : 2211011011
Kelas : Manajemen B

Indonesia mengalami beberapa kali perubahan konstitusi karena negara ini mengalami sejarah panjang yang kompleks yang mencakup masa kolonialisme, perjuangan kemerdekaan, dan berbagai era pemerintahan yang berbeda. Konstitusi sebagai dasar hukum dan sistem politik yang memandu cara negara dijalankan, harus selalu berkembang dan diubah untuk mencerminkan perkembangan yang terjadi di masyarakat. Selain itu, dalam beberapa periode perubahan konstitusi, negara Indonesia juga mengalami gejolak politik yang mengharuskan adanya perubahan untuk memperbaiki situasi politik yang tidak stabil.

Perubahan konstitusi juga terjadi sebagai respons terhadap tuntutan masyarakat dan perubahan sosial yang terjadi. Sebagai negara yang beragam, Indonesia memiliki dinamika sosial yang kompleks yang mencakup perbedaan suku, agama, dan budaya. Selain itu, Indonesia juga mengalami perubahan ekonomi yang signifikan dari masa kolonial hingga era modern, yang memengaruhi perkembangan sosial dan politik di negara ini. Dalam konteks ini, perubahan konstitusi menjadi penting untuk memastikan bahwa negara Indonesia tetap dapat menjaga stabilitas politik, keadilan, dan kebebasan bagi seluruh rakyatnya.

Berikut ini adalah beberapa periode perubahan konstitusi yang terjadi di Indonesia:
1.Periode 1945-1950
Periode ini ditandai dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dan diikuti dengan pembentukan Konstituante pada tahun 1946.
2.Periode 1950-1959
Periode ini ditandai dengan pemilihan umum pertama di Indonesia pada tahun 1955. Setelah pemilu tersebut, muncul suara-suara yang meminta agar UUD 1945 direvisi.
3.Periode 1959-1966
Periode ini ditandai dengan penerapan UUDS 1959 dan pemerintahan presiden Soekarno.
4.Periode 1998-2002
Periode ini ditandai dengan jatuhnya pemerintahan Orde Baru pada tahun 1998 dan munculnya era reformasi di Indonesia.

MKU PKN Genap 2023 -> PRETEST

Gaka Awangga གིས-
Nama : Gaka Awangga
NPM : 2211011011
Kelas : Manajemen B

1). hal positif yang saya dapat dari artikel tersebut adalah masyarakat Indonesia bisa nguraikan pendapat tentang isu terkini, masyarakat bisa semakin peduli dengan adanya undang undang baru yang dikeluarkan oleh pemerintah dan masyarakat sadar tentang pentingnya proses pemunculan undang-undang baru.

hal yang harus dibenahi dalam konsep berbangsa dan bernegara terkait artikel tersebut adalah pemerintah tidak boleh mengeluarkan sebuah peraturan peraturan yang tidak adil bagi masyarakat, pemerintah harus bersikap bijak dalam menetapkan undang-undang.

2).Konstitusi adalah dokumen hukum fundamental yang menentukan struktur, fungsi, dan hak serta kewajiban pemerintahan suatu negara. Konstitusi menjelaskan prinsip-prinsip dasar pemerintahan dan hubungan antara pemerintah dan warga negara.

Pentingnya konstitusi bagi suatu negara seperti Indonesia dengan adanya UUD NRI 1945 adalah:

1.Membuat pemerintah dan warga negara memahami aturan main yang berlaku dalam suatu negara.
2.Memberikan dasar hukum yang jelas bagi pengambilan keputusan pemerintah.
3.Menjaga hak-hak dan kebebasan individu. 4.Membuat pemerintah bertanggung jawab pada rakyat.
5.Menjaga stabilitas politik dan ekonomi.

3).contoh dari pejabat yang tidak konstruksional adalah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan untuk pribadi.
pejabat tersebut layak mendapatkan hukuman yang setimpal karna jika tidak diberikan hubungan pejabat tersebut bisa saja melakukannya kembali dan bisa lebih buruk lagi dari kasus korupsinya yng dulu.
Dengan diberikannya hukuman yang setimpal pejabat tersebut akan merasakan penyesalan dan akan memperbaiki perbuatan serta hidupnya.