Kiriman dibuat oleh Rizki Eka Ariyanti

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal-2

oleh Rizki Eka Ariyanti -
Nama : Rizki Eka Ariyanti
Npm : 2211011037
Kelas : Manajemen A

Analisis Soal 2

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawab :
Pancasila sebagai paradigma, artinya nilai-nilai dasar pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolok ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Hal ini sebagai konsekuensi atas pengakuan dan penerimaan bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional.
Pengimplemtasikan Pancasila terhadap ilmu pengetahuan dan teknologiadalah suatu kesinambungan dengan Pancasila, maka dari itu pekembangan IPTEK pun harus sejalan dengan nilai nilai yang terkandungdalam Pancasila. Dengan kata lain kita tetap menjadikan pancasila sebagai panutan untuk melaksanakan segala aspek kehidupan. Salah satucontohnya adalah dengan selalu menuntut ilmu di manapun dan kapanpunkaki kita berpijak.

Peran Sila-Sila Pancasila dalam Ilmu Pengetahuan
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Melengkapi ilmu pengetahuan menciptakan perimbangan antara yangrasional dan irasional, antara rasa dan akal. Sila ini menempatkan manusiadalam alam sebagai bagiannya dan bukan pusatnya.

2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab
Memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidakhanya untuk kelompok, lapisan tertentu.

3. Sila Persatuan Indonesia
Mengkomplementasikan universalisme dalam sila-sila yang lain,sehingga supra sistem tidak mengabaikan sistem dan sub-sistem. Solidaritas dalam sub-sistem sangat penting untuk kelangsungankeseluruhan individualitas, tetapi tidak mengganggu integrasi.

4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Mengimbangi otodinamika ilmu pengetahuan dan teknologi berevolusi sendiri dengan leluasa. Eksperimentasi penerapan dan penyebaran ilmu pengetahuan harus demokratis dapat dimusyawarahkan secara perwakilan, sejak dari kebijakan, penelitian sampai penerapan massal.

5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Menekankan ketiga keadilan Aristoteles: keadilan distributif, keadilankontributif, dan keadilan komutatif. Keadilan sosial juga menjagakeseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, karenakepentingan individu tidak boleh terinjak oleh kepentingan semu.Individualitas merupakan landasan yang memungkinkan timbulnya kreativitasdan inovasi.

IPTEK dan Pancasila antara satu dengan yang lain memiliki hubunganyang kohesif. IPTEK diperlukan dalam pengamalan Pancasila, sila ketigadalam menjaga persatuan Indonesia. Di lain sisi, kita juga harus tetapmenggunakan dasar-dasar nilai Pancasila sebagai pedoman dalammengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi agar kita dapat tidakterjebak dan tepat sasaran mencapai tujuan bangsa.

Sumber :
https://www.academia.edu/36796872/MAKALAH_PANCASILA_SEBAGAI_PARADIGMA_ILMU


B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawab :
Saya harap pemimpin bangsa Indonesia adalah pemimpin yang berjiwa Pancasila. Yang dimaksud dengan pemimpin berjiwa pancasila adalah pemimpin yang mengerti benar akan hakikat pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Sehingga dengan begitu, semua kebijakan yang diambilnya kelak akan berpedoman pada ideologi Bangsa. Pemimpin harus memiliki lima karakteristik sebagaimana yang terkandung dalam Lima sila yang terdapat dalam Pancasila.

- Karakteristik yang pertama adalah Beriman , sebagaimana yang terkandung dalam sila pertama pada Pancasila yang menuntut setiap warga negara mengakui Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dan tujuan akhir, baik dalam hati dan tutur kata maupun dalam berperilaku. Pemimpin yang beriman cenderung akan memiliki perilaku yang baik karena ia akan melibatkan Tuhan dalam setiap tindakannya.

- Karakteristik yang kedua adalah menjunjung tinggi HAM , sebagaimana yang terkandung dalam sila kedua pada Pancasila yang mengajak setiap warga Negara untuk menjunjung tinggi martabat dan hak-hak asasi atau bertindak adil dan beradab terhadap sesama manusia. Pemimpin yang menjunjung tinggi HAM akan memiliki kesadaran tinggi atas hak dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, yaitu melaksanakan kewajiban untuk memimpin rakyatnya dengan amanah serta bersih dari tindak korupsi karena ia tidak akan mengambil yang bukan menjadi haknya.

- Karakteristik yang ketiga adalah memiliki rasa nasionalisme, sebagaimana yang terkandung dalam sila ketiga pada Pancasila yang menyatakan bahwa setiap warga Negara sudah sepatutnya memiiki rasa nasionalisme. Dengan adanya rasa nasionalisme , maka pemimpin akan memiliki loyalitas atau pengabdian yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya yang ditujukan melalui sikap mental dan tingkah lakunya dalam berbagai kebijakan yang bertujuan untuk membangun Negaranya menjadi Negara yang makmur dan sejahtera.

- Karakteristik yang keempat adalah mendengarkan rakyat, sebagaimana yang terkandung dalam sila keempat pada Pancasila yang menekankan pada Nilai Kerakyatan, yaitu suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Dan mufakat itu semua dilakukan untuk kepentingan bangsa indonesia. Pemimpin yang mau mendengarkan keluhan rakyat merupakan pemimpin yang baik, dimana ia dapat mengetahui masalah yang sedang dialami oleh rakyatnya dan kemudian dapat dengan segera mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

- Karakteristik yang kelima adalah adil, sebagaimana yang terkandung dalam sila kelima pada Pancasila yang menekankan pada nilai keadilan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Pemimpin yang adil akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi rakyatnya. Dengan demikian, diharapkan rakyat Indonesia akan mendapatkan kesejahteraan secara lahiriah dan batiniah.

Dengan karakter yang berlandaskan Pancasila sebagai ideologi Negara , diharapkan pemimpin mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi , yaitu kepada kesejahteraan dan kemakmuran seperti yang dicita-citakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Sumber :
https://www.kompasiana.com/zikrillah07/5931641f379773bb68b7ea43/pemimpin-yang-berjiwa-pancasila

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal-1

oleh Rizki Eka Ariyanti -
Nama : Rizki Eka Ariyanti
Npm : 2211011037
Kelas : Manajemen A

Analisis Soal 1

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Jawab :
Generasi muda berperan sangat penting dalam perkembangan tekhnologi dan media sosial. Hal ini karena kehidupan mereka yang seakan tidak pernah bisa dilepaskan dari pengaruh media sosial. Oleh karena itu generasi muda ini sangat potensial untuk dipengaruhi oleh berita hoax.
Banyak orang menyebarkan berita hoax melalui sosial media yang salah satu tujuannya untuk memprovokasi. Adanya berita hoax ini dapat menimbulkan berbagai dampak seperti masalah di bidang politiki, ekonomi, sosial, keamanan, dan yang lebih luas lagi dapat mengancam keutuhan suatu negara. Berita hoax dapat mempengaruhi pola pikir seseorang sehingga dapat menimbulkan suatu perbedaan pandangan yang dapat memicu adanya kericuhan. Adanya berita hoax ini tidak hanya dialami oleh Indonesia saja melainkan diseluruh dunia karena kecanggihan informasi saat ini.

Oleh karena itu kita perlu mengantisipasi dampak negatif akibat penyebaran hoaxs, dengan cara sebagai berikut:
1. Lihat sumber pengirim pesan
2. Cari informasi yang relevan dan rerpercaya
3. Hindari komentar terhadap suatu informasi yang belum jelas kebenerannya
4. Hindari share informasi yang belum jelas kebenarannya
5. Hati-hati dengan judul yang provokatif
6. Cermati keaslian foto jika disertakan
7. Ikut bergabung dalam group diskusi anti hoax
8. Jangan mudah percaya dengan suatu hal tanpa melihat fakta
9. Berfikir logis dan memiliki pendirian
10. Membaca berita pada sumber yang terpercaya

Sumber :
https://www.neutron.co.id/info/10-tips-menghindari-berita-hoax


B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Jawab :
Perkembangan iptek dari zaman ke zaman semakin maju dan tak terbatas. Kemajuan iptek adalah suatu gejala yang tidak dapat dihindarkan, karena kemajuan teknologi berjalan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembangan iptek memunculkan banyak masalah nilai dalam iptek itu sendiri. Iptek tanpa nilai dapat berbahaya karena memunculkan banyak masalah. Contohnya adalah media sosial yang di dalamnya terdapat banyak dampak negatif, seperti hate speech atau cyber bullying. Selain itu, muncul banyak hacker yang dapat membahayakan data pribadi ataupun data-data dalam teknologi digital. Untuk itu, dibutuhkan jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut. Pancasila merupakan ideologi dan dasar negara Indonesia, yang dapat dijadikan dasar dari nilai pengetahuan, dapat dijadikan sumber pengembangan ilmu dan teknologi itu sendiri. Perkembangan iptek tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, iptek harus menyertakan nilai-nilai Pancasila, serta iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia.

Untuk menghindari pengaruh buruk dari perkembangan IPTEK, maka kita harus bersikap selektif dalam menghadapinya:
1. Berpegang teguh pada dasar-dasar negara dan konstitusi
2. Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
3 Menegakkan supremasi hukum
4. Berpegang pada nilai budaya dan norma yang berlaku di masyarakat
5. Menanamkan nilai etika dan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari
6. Terbuka, mendukung, dan mengikuti perkembangan IPTEK
7. Menolak IPTEK yang memberikan pengaruh buruk pada HAM dan menyalahi dasar negara
8. Bersikap kritis terhadap perubahan IPTEK yang terjadi
9. Menjaga pengawasan penggunaan teknologi terutama pada anak di bawah umur
10. Pendidikan yang kuat akan dasar negara, nilai agama, dan nilai sosial di sekolah

Dalam ketentuannya, pengembangan IPTEK memang tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan harus berakar dari nilai Pancasila itu sendiri. Apabila IPTEK bertentangan dan tidak sesuai dengan nilai Pancasila, maka akan banyak dampat negatif yang ditimbulkan, seperti kerusakan lingkungan, dekandensi moral, dan lunturnya nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Kelima sila Pancasila merupakan pegangan dan pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan Pancasila juga berperan penting sebagai rambu normatif bagi pengembangan IPTEK di Indonesia.

Sumber :
https://binus.ac.id/character-building/2020/03/iptek-dalam-konteks-pancasila-sebuah-refleksi/

https://www.kompas.com/skola/read/2021/04/28/130725969/sikap-selektif-menghadapi-pengaruh-iptek


C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Jawab :
Manusia memiliki keinginan yang tidak terbatas sedangkan kemampuan yang dimilikinya terbatas. Hal ini membuat manusia selalu ingin memenuhi keinginannya meskipun kemampuan untuk memenuhinya terbatas. Perilaku ini membuat manusia tidak akan pernah mencapai kepuasan sehingga konsumerisme terjadi secara alami.
Konsumerisme ini merujuk pada perilaku orang-orang konsumtif secara berlebihan. Ketika ada barang-barang branded di depan mata, orang-orang yang memiliki gaya hidup konsumerisme akan terdorong untuk langsung membelinya tanpa pikir panjang.
Hal itu ditujukan agar dirinya bisa merasa puas setelah membeli apa yang sebenarnya diinginkan. Di balik gaya hidup semacam itu, ada beberapa dampak buruk jika hal tersebut tidak segera disesuaikan.

Oleh karena itu, untuk menghindari sikap konsumerisme sebagai berikut:
1. Menabung
2. Membuat anggaran belanja dan belajar untuk mengelola keuangan agar kondisi finansial bisa stabil
3. Memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan dan jangan membeli barang hanya karena ikut-ikutan trend
4. Biasakan diri untuk bersikap bijak dan cermat sebelum membeli barang yang sebenarnya kurang penting
5. Membeli barang-barang yang sifatnya long-lasting agar tahan lama

Sumber :
https://www.idntimes.com/life/inspiration/amp/tenda-bersajak-nations/menyembuhkan-gaya-hidup-konsumerisme-c1c2?page=all#page-2

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Rizki Eka Ariyanti -
Nama : Rizki Eka Ariyanti
Npm : 2211011037
Kelas : Manajemen A

Analisis Jurnal

Judul : URGENSI PENEGASAN PANCASILA
SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK
Ditulis oleh Ika Setyorini
Fakultas Syari’ah dan Hukum UNSIQ Jawa Tengah


Dengan adanya Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi (IPTEK) pada saat ini akan
memberikan kemudahan bagi manusia dalam memecahkan berbagi persoalan hidup
dan kehidupan yang dihadapi manusia.
IPTEK tersebut memberikan dampak positif maupun negatif kepada masyarakat tergantung bagaimana masyarakat menyikapi perkembangan teknologi tersebut.

Pancasila sebagai dasar pengembangan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dapat
ditelurusi, dalam hal-hal sebagai berikut.
1. Kemajuan iptek di Indonesia saat ini menimbulkan perubahan dan cara
pandang manusia tentang kehidupan. Hal
ini akan menimbulkan renungan supaya
bangsa Indonesia tidak terjerumus dalam
keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
2. Kemajuan iptek pada saat ini telah
menimbulkan dampak yang negatif dan ada
pada titik yang membahayakan terhadap
eksistensi manusia dimasa yang akan
datang.
3. Perkembangan iptek yang didominasi oleh negara-negara barat akan mengancam nilai-nilai khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya penyaringan dan penangkalan yang jelas tentang pengaruh dunia secara global yang
tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian
bangsa Indonesia.

Urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indoenesia haruslah berdasar dan tidak
bertentangan dengan nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila.
2. Setiap iptek yang dikembangkan di
Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek.
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu-rambu normatif dalam perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu
mengendalikan diri serta tidak keluar
dari cara berpikir bangsa Indonesia.

Pentingnya Pancasila sebagai dasar
nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi khususnya bagi kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
diharapkan dapat menjadi dasar dan akar
pada pengembangan keilmuan yang
disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga pengembangan iptek tadi tidak
keluar dari nilai-nilai yang telah dimilliki
bangsa Indonesia.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Diskusi

oleh Rizki Eka Ariyanti -

Nama : Rizki Eka Ariyanti
Npm : 2211011037
Kelas : Manajemen A

Kesimpulan Artikel 14a dan Artikel 14b

Artikel 14a
Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK 

Pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dalam perkembangan IPTEK sangatlah penting dimana Pancasila dapat menjadi rambu-rambu normatif bagi pengembangan dan juga pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tetap sesuai dengan kepribadian masyarakat Indonesia yang luhur dan mulia. Pengembangan IPTEK juga harus senantiasa berakar pada budaya bangsa, serta IPTEK harus senantiasa menghormati dan terbuka dengan segala
kritik yang ada dari masyarakat yang tentunya untuk arah yang lebih baik.

Sebagai masyarakat Indonesia kita semua harus selalu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bijak menggunakan teknologi dan berusaha tidak terpengaruh oleh dampak negatif dari perkembangan IPTEK. Jadilah masyarakat yang cerdas
yang dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal baik yang dapat berguna untuk diri sendiri, orang lain, lingkungan dan juga bangsa Indonesia. 

Artikel 14b
Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu 

Kesimpulan dari artikel 14b sebagai berikut:
1. Teori kebenaran Pancasila menghendaki, bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Ketiga hal tersebut secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Artinya tidak menonjolkan atau mementingkan salah
satunya.

2. Pemahaman filosofis tentang kebenaran dalam konteks Pancasila dapat digeneralisasikan bahwa dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah
a. Tiadanya pertentangan dengan Tuhan
b. Aktualisasi atau perwujudan dan terpenuhinya
hakekat manusia
c. Suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi
d. Kemanfaatan pada semua pihak
e. Terpenuhinya hakekat keadilan (adil). Untuk
pengembangan ilmu di Indonesia nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya.

3. Dengan berorientasi Pancasila secara ilmiah dalam upaya mencari kebenaran dan konsep bahwa Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu di Indonesia serta visi ilmu di Indonesia tersebut maka ilmu yang dikembangkan di Indonesia tidak akan ada alienasi terhadap bangsa Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa Indonesia. 


Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Rizki Eka Ariyanti -

Nama : Rizki Eka Ariyanti

Npm : 2211011037

Kelas : Manajemen A


Analisis Jurnal


Jurnal yang berjudul "Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menghadapi IPTEK"


Di era globalisan ini, perubahan teknologi begitu cepat sehingga informari dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yg begitu besar pada kehidupan manusia dengan segala peradaban & kebudayaannya. Perubahan ini disebabkan karena adanya tuntutan dan kebutuhan manusia yang juga semakin berkembang di berbagai bidang kehidupan, seperti bidang ideologi politik, ekonomi, sosial budaya, partahanan keamanan dll.


Pesatnya perkembangan teknologi saat ini memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Hal ini memberikan dampak yang begitu besar terhadap dunia pendidikan. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran bagi bangsa terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat terutama mahasiswa melalui mata kuliah pengembangan kepribadian pancasila.


Mata kuliah pendidikan Pancasila ini merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap manusia untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-masalah pembangunan bangsa dan negara. Dalam pelaksanaannya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi mempunyai dasar-dasar yaitu:

1. Dasar Filosofis

2. Dasar Sosiologis

3. Dasar Yuridis


Tujuan penyelenggaraan pendidikan Pancasila di perguruan tinggi, yaitu untuk:

- Memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa melalui revitalisasi nilai-nilai dasar Pancasila sebagai norma dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

- Memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara republik Indonesia, serta membimbing untuk dapat menerapkannya di dalam kehidupan bermasyarakat.

- Mempersiapkan mahasiswa agar mampu menganalisis dan mencari solusi terhadap persoalan kehidupan bermasyarakat berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

- Membentuk sikap dan mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air, serta penguatan masyarakat madani yang demokratis berkedaulatan dan bermartabat berlandaskan Pancasila.