གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rizki Eka Ariyanti

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-2

Rizki Eka Ariyanti གིས-
Nama : Rizki Eka Ariyanti
Npm : 2211011037
Kelas : Manajemen A

Analisis Video 2

Peristiwa Sejarah Sebelum Proklamasi RI

Dalam video tersebut menceritakan sejarah sebelum bangsa Indonesia merdeka.
Pada tanggal 15 Agustus 1945 merupakan peristiwa dimana Jepang menyerah kepada sekutu yang membuka peluang bangsa Indonesia untuk merdeka pada 17 Agustus 1945.
Namun sebelum bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan RI, terdapat peristiwa yaitu terjadinya peristiwa pengeboman dua kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, oleh Amerika Serikat pada 6 dan 9 Agustus 1945.

Pada 6 Agustus 1945, Kota Hiroshima di Jepang, berhasil dihancurkan menggunakan bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat (AS). Sebanyak 140.000 korban yang tewas akibat adanya bom tersebut.
Tiga hari kemudian, 9 Agustus 1945, bom kedua kembali dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Kota Nagasaki, Jepang. Hal itu dilakukan sebagai balasan bagi Jepang, yang telah menghancurkan banyak armada Pasifik AS yang berbasis di Pearl Harbor pada 7 Desember 1941.
Jatuhnya kedua bom atom tersebut lantas membuat Jepang tidak lagi berdaya. Hal ini disebabkan oleh Hiroshima dan Nagasaki merupakan dua kota penting di Jepang.
Tidak hanya semangat dan martabatnya yang Jatuh, Jepang menyadari kekalahan telah di depan mata. Jepang memutuskan untuk menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945. Peristiwa itu sekaligus mengakhiri Perang Dunia II.
Kekalahan Jepang menjadi peluang bagi bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Belajar dari peristiwa di dua kota bersejarah di Jepang, penggunaan senjata nuklir di masa mendatang sama sekali tidak dapat dibenarkan secara moral dan kemanusiaan. Dampak pengeboman tersebut telah menyebabkan kesakitan yang luar biasa, telah menghilangkan korban nyawa, dan korban harta benda yang tak ternilai. Dampaknya pun tidak hanya dirasakan pada saat itu, tetapi terus berlanjut hingga puluhan tahun setelahnya.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-1

Rizki Eka Ariyanti གིས-
Nama : Rizki Eka Ariyanti
Npm : 2211011037
Kelas : Manajemen A

Analisis Video 1

Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa warga dari desa Pegaden kabupaten Pekalongan Jawa Tengah melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari lokasi pabrik pembuatan pakaian.

Terdapat enam pabrik yang sudah mencemari sungai dan hal tersebut membuat warga merasa tidak nyaman akan bau yang ditimbulkan dari limbah pabrik yang dibuang langsung ke sungai.
Hal ini disebabkan karena pabrik tersebut tidak memiliki alat pengolahan limbah dan tidak mengetahui bagaimana cara mengolah limbah pabrik tersebut, sehingga pabrik membuang limbahnya langsung ke sungai. Oleh karena itu warga meminta pihak aparat desa untuk segera menutup keenam pabrik pakaian tersebut.

Dalam hal ini setiap keuntungan yang didapatkan dari proses industri haruslah dibarengi dengan pengolahan limbah supaya tidak merugikan bagi lingkungan maupun bagi makhluk hidup yang lainnya.
Pemilik pabrik dapat melakukan pengolahan limbah tersebut dengan cara :
1. Pengolaham premier dengan proses penyaringan, pengolahan awal, pengendapan dan pengapungan. Pengolahan ini efektif untuk polutan minyak dan juga lemak.
2. Pengolahan sekunder, menggunakan mikroorganisme untuk menguraikan bahan.
3. Pengolahan tersier yang bersifat khusus

Tidak hanya itu, kita perlu mengamalkan nilai yang terkandung pada Pancasila yaitu pada sila ke-2.
Dalam sila ke-2 terdapat nilai-nilai dalam menjaga lingkungan sosial, sesuai dengan kasus yang terjadi.
1. Menghormati hak-hak dan kewajiban yang dimiliki masing-masing orang sehingga tidak ada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
2. Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban setiap manusia.
3. Mengembangkan sikap peduli dan tolong menolong terhadap setiap orang.
5. Tidak memaksakan kehendak porang lain sehingga melanggar nilai keadilan dan kemanusiaan.
6. Menghargai setiap keputusan yang dikeluarkan oleh lingkungan sosial dan jika ingin menyampaikan pendapat, disampaikan dengan cara yang baik.

Beberapa pengamalan sila kedua Pancasila tersebut sangat kental dengan perlakuan atau adab dalam menjalani hubungan sosial. Ini merupakan hal yang penting, pasalnya, jika kita sebagai manusia tidak bisa berbuat adil dan menjaga hubungan baik dengan manusia lain, maka tidak akan terjadi keselarasan dan kebaikan.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Rizki Eka Ariyanti གིས-
Nama : Rizki Eka Ariyanti
Npm : 2211011037
Kelas : Manajemen A

Analisis Jurnal

PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

ditulis oleh : Syarifuddin
Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa. Perkembangan ilmu pengetauan saat ini dan di masa yang akan datang sangat cepat di berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara, memasuki dan mempengaruhi segala aspek kehidupan adat dan budaya bangsa. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang
kuat justru akan menjadi aspek penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan mentalitas. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke dalam bangsa kita, sehingga penting kiranya memperkuat warga Negara menanamkan nilai-nilai pancasila sebagai dasar dalam memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Konsep Dasar Pancasila

Pancasila adalah pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik dan juga sebagai dasar falsafah negara indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa dengan tujuan untuk dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.

Pancasila sebagai Filsafat Ilmu

Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. Pancasila sebagai filsafat ilmu mengandung nilai ganda, yaitu harus memberikan landasar teoritik (dan normatif) bagi penguasaan dan pengembangan iptek dan menetapkan tujuan; dan nilai instrinsik tujuan iptek dilandasi oleh nilai mental kepribadian dan moral manusia (Syam, 2006). Pancasila sebagai filsafat
ilmu memungkinkan masyarakat dapat memikirkan masalah-masalah dasar hidupnya secara rasional dengan bahasa, wawasan dan argumentasi yang universal.

Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan
ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi. Sebagai makhluk religi, setiap manusia memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan imu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab. Iptek adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral.

3. Persatuan Indonesia
Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan adalah Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan, mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Artinya, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memilki sikap yang tebuka artinya terbuka untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah;
Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.