Nama: Afdal Nurhadi Gupo
NPM: 2211011087
14. A
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini selain dapat memberikan dampak positif dan berbagai kemudahan untuk kehidupan manusia, tak bisa kita pungkiri juga perkembangan IPTEK ini juga dapat mendatangkan berbagai hal-hal yang negatif.
Oleh karena itu IPTEK perlu menyesuaikan dan mempertimbangkan nilai-nilai ideologi bangsa dalam pengembangnya baik dari aspek nilai agama maupun budaya semua haruslah relevan dan senantiasa mengacu pada nilai-nilai luhur bangsa agar tidak merugikan manusia dan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa.
IPTEK di Indonesia dapat dilihat dengan adanya teknologi yang terus berkembang seperti adanya satelit yaitu di Indonesia misalnya ada satelit Palapa menjadikan Indonesia dapat mengakses berbagai informasi melalui sinyal yang dipancarkan ke perangkat elektronik seperti televisi, radio, telepon dan yang lainnya, adanya smartphone dan gadget beserta berbagai aplikasi yang ada dengan adanya jaringan internet juga merupakan contoh kemajuan IPTEK dimana semua hal dapat dilakukan melalui alat canggih tersebut baik komunikasi, mencari informasi, menjual barang, membeli barang, belajar dan masih banyak lagi.
Dampak Positif dan Negatif Perkembangan IPTEK
Memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia diantaranya yaitu : Menunjang kegiatan produksi, dengan adanya kemajuan IPTEK terciptalah berbagai mesin-mesin canggih yang dapat digunakan untuk menunjang dihasilkannya suatu barang atau jasa tentunya dengan hasil yang lebih baik, waktu yang lebih cepat, dan hasil yang lebih banyak.
Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya pabrik yang menggunakan mesin-mesin modern dalam memproduksi produk mereka, selain itu juga kemajuan IPTEK bisa membantu memasarkan produk melalui sosial media dan juga berbagai online shope yang tersedia. Dampak negatifnya yaitu membuat masyarakat hidup komsumtif dan bermalas-malasan dengan adanya kemajuan teknologi tersebut.
14. B
Perintah Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung makna mutlak bahwa di Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak ada tempat bagi ketuhanan atau agama, sikap dan tindakan terhadap Tuhan atau agama. dan mempertahankan agama.
umat manusia
kebenaran adalah pengetahuan
Penggabungan dan Realisasi Eksistensi Pria Notonagora menjelaskan bahwa sila kedua Pancasila mengandung cita-cita kemanusiaan yang sepenuhnya memenuhi fitrah manusia.
Pertanyaan penting terkait kasus ini misalnya
Bhinneka - tunggal dan jamak - satu atau tunggal.
Satuan:
Kemutlakan kesatuan bangsa, wilayah dan negara Indonesia yang terkandung dalam Orde Ketiga, dengan segala perbedaan dan kontradiksinya, memenuhi sifat mutlak yang tidak dapat dipisahkan. Semua ketidaksepakatan dan kontradiksi adalah masalah yang cukup jelas, yang tentu saja dapat disalurkan untuk menjaga dan mengembangkan lebih lanjut persatuan nasional.
kewarganegaraan
Perintah keempat terdiri dari dua cita-cita filosofis, yaitu:
1. Demokrasi, yang menganut cita-cita bahwa negara adalah alat untuk memenuhi kebutuhan seluruh rakyat dan cita-cita demokrasi sosial-ekonomi.
2. Demokrasi permusyawaratan atau politik yang diwujudkan dalam prinsip-prinsip politik negara adalah negara-bangsa yang berdaulat. keadilan
Kebenaran adalah pemenuhan hakekat keadilan (righteousness). Inilah makna kebenaran dalam Pancasila yang bersumber dari sila kelima. Hakikat keadilan menurut pengertian ilmiah, yaitu terwujudnya semua hak hidup berdampingan sebagai hakekat hubungan timbal balik, mengarah pada terwujudnya semua hak dalam hubungan antarmanusia. Jadi dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah kebenaran
Sebuah teori kebenaran
Sebagai bagian dari percakapan
Filsafat, sistem filsafat Pancasila, harus memenuhi tiga teori kebenaran, yaitu teori koherensi, teori korespondensi dan pragmatik. Sistem filsafat Pancasila menjadi keras terhadap sistem filsafat lainnya. 1. Teori Koherensi
Tautan logis seperti tanda terima
atau cerminan dari teori koherensi dapat dilihat pada komposisi Pancasila yang menurut Notonagora bersifat hierarkis dan piramidal. Artinya, sila kelima pancasila menunjukkan rangkaian
ini multi-level, jadi Anda tidak bisa
urutan terbalik.
2. Teori korespondensi
Menurut teori kesetaraan ini, suatu pernyataan dikatakan benar jika informasi yang relevan yang terkandung dalam pernyataan itu signifikan.
dengan objek yang menjadi subjek kalimat. 3. Teori Pragmatis
Pancasila sebagai pemersatu bangsa
Indonesia. Hal ini memang menunjukkan bahwa sistem filosofis Pancasila bekerja dalam praktek. Pancasila merupakan bagian integral dari ketentuan-ketentuannya, yang harus menjadi sumber nilai, ungkapan pemikiran dan prinsip moral bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Teknologi. Oleh karena itu, peraturan Pancasila mengacu pada sistem etika perkembangan iptek, yaitu:
perintah dari satu-satunya Tuhan.
Melakukan ilmu pengetahuan, mencipta, secara rasional dan irasional, membutuhkan akal, akal dan keseimbangan.
Kemanusiaan yang adil dan beradab. memberikan landasan moral bagi umat manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara beradab. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian dari proses kebudayaan manusia yang beradab dan bermoral. Persatuan Indonesia.
Menyadarkan bangsa Indonesia bahwa nasionalisme adalah masyarakat internasional.
warga negara yang bertanggung jawab
kebijaksanaan batin
Saran/Representasi.
Demokrasi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia.
NPM: 2211011087
14. A
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini selain dapat memberikan dampak positif dan berbagai kemudahan untuk kehidupan manusia, tak bisa kita pungkiri juga perkembangan IPTEK ini juga dapat mendatangkan berbagai hal-hal yang negatif.
Oleh karena itu IPTEK perlu menyesuaikan dan mempertimbangkan nilai-nilai ideologi bangsa dalam pengembangnya baik dari aspek nilai agama maupun budaya semua haruslah relevan dan senantiasa mengacu pada nilai-nilai luhur bangsa agar tidak merugikan manusia dan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa.
IPTEK di Indonesia dapat dilihat dengan adanya teknologi yang terus berkembang seperti adanya satelit yaitu di Indonesia misalnya ada satelit Palapa menjadikan Indonesia dapat mengakses berbagai informasi melalui sinyal yang dipancarkan ke perangkat elektronik seperti televisi, radio, telepon dan yang lainnya, adanya smartphone dan gadget beserta berbagai aplikasi yang ada dengan adanya jaringan internet juga merupakan contoh kemajuan IPTEK dimana semua hal dapat dilakukan melalui alat canggih tersebut baik komunikasi, mencari informasi, menjual barang, membeli barang, belajar dan masih banyak lagi.
Dampak Positif dan Negatif Perkembangan IPTEK
Memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia diantaranya yaitu : Menunjang kegiatan produksi, dengan adanya kemajuan IPTEK terciptalah berbagai mesin-mesin canggih yang dapat digunakan untuk menunjang dihasilkannya suatu barang atau jasa tentunya dengan hasil yang lebih baik, waktu yang lebih cepat, dan hasil yang lebih banyak.
Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya pabrik yang menggunakan mesin-mesin modern dalam memproduksi produk mereka, selain itu juga kemajuan IPTEK bisa membantu memasarkan produk melalui sosial media dan juga berbagai online shope yang tersedia. Dampak negatifnya yaitu membuat masyarakat hidup komsumtif dan bermalas-malasan dengan adanya kemajuan teknologi tersebut.
14. B
Perintah Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung makna mutlak bahwa di Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak ada tempat bagi ketuhanan atau agama, sikap dan tindakan terhadap Tuhan atau agama. dan mempertahankan agama.
umat manusia
kebenaran adalah pengetahuan
Penggabungan dan Realisasi Eksistensi Pria Notonagora menjelaskan bahwa sila kedua Pancasila mengandung cita-cita kemanusiaan yang sepenuhnya memenuhi fitrah manusia.
Pertanyaan penting terkait kasus ini misalnya
Bhinneka - tunggal dan jamak - satu atau tunggal.
Satuan:
Kemutlakan kesatuan bangsa, wilayah dan negara Indonesia yang terkandung dalam Orde Ketiga, dengan segala perbedaan dan kontradiksinya, memenuhi sifat mutlak yang tidak dapat dipisahkan. Semua ketidaksepakatan dan kontradiksi adalah masalah yang cukup jelas, yang tentu saja dapat disalurkan untuk menjaga dan mengembangkan lebih lanjut persatuan nasional.
kewarganegaraan
Perintah keempat terdiri dari dua cita-cita filosofis, yaitu:
1. Demokrasi, yang menganut cita-cita bahwa negara adalah alat untuk memenuhi kebutuhan seluruh rakyat dan cita-cita demokrasi sosial-ekonomi.
2. Demokrasi permusyawaratan atau politik yang diwujudkan dalam prinsip-prinsip politik negara adalah negara-bangsa yang berdaulat. keadilan
Kebenaran adalah pemenuhan hakekat keadilan (righteousness). Inilah makna kebenaran dalam Pancasila yang bersumber dari sila kelima. Hakikat keadilan menurut pengertian ilmiah, yaitu terwujudnya semua hak hidup berdampingan sebagai hakekat hubungan timbal balik, mengarah pada terwujudnya semua hak dalam hubungan antarmanusia. Jadi dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah kebenaran
Sebuah teori kebenaran
Sebagai bagian dari percakapan
Filsafat, sistem filsafat Pancasila, harus memenuhi tiga teori kebenaran, yaitu teori koherensi, teori korespondensi dan pragmatik. Sistem filsafat Pancasila menjadi keras terhadap sistem filsafat lainnya. 1. Teori Koherensi
Tautan logis seperti tanda terima
atau cerminan dari teori koherensi dapat dilihat pada komposisi Pancasila yang menurut Notonagora bersifat hierarkis dan piramidal. Artinya, sila kelima pancasila menunjukkan rangkaian
ini multi-level, jadi Anda tidak bisa
urutan terbalik.
2. Teori korespondensi
Menurut teori kesetaraan ini, suatu pernyataan dikatakan benar jika informasi yang relevan yang terkandung dalam pernyataan itu signifikan.
dengan objek yang menjadi subjek kalimat. 3. Teori Pragmatis
Pancasila sebagai pemersatu bangsa
Indonesia. Hal ini memang menunjukkan bahwa sistem filosofis Pancasila bekerja dalam praktek. Pancasila merupakan bagian integral dari ketentuan-ketentuannya, yang harus menjadi sumber nilai, ungkapan pemikiran dan prinsip moral bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Teknologi. Oleh karena itu, peraturan Pancasila mengacu pada sistem etika perkembangan iptek, yaitu:
perintah dari satu-satunya Tuhan.
Melakukan ilmu pengetahuan, mencipta, secara rasional dan irasional, membutuhkan akal, akal dan keseimbangan.
Kemanusiaan yang adil dan beradab. memberikan landasan moral bagi umat manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara beradab. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian dari proses kebudayaan manusia yang beradab dan bermoral. Persatuan Indonesia.
Menyadarkan bangsa Indonesia bahwa nasionalisme adalah masyarakat internasional.
warga negara yang bertanggung jawab
kebijaksanaan batin
Saran/Representasi.
Demokrasi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia.