Kiriman dibuat oleh Lugita Sandika Prameswari

NAMA : Lugita Sandika Prameswari
NPM : 2217051119
KELAS : A


Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak yang sama untuk pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara ikut serta baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.
Negara yang menganut demokrasi memiliki nilai penegakan HAM yang lebih tinggi, warga di negara penganut demokrasi cendrung mempunyai angka bertahan hidup yang tinggi. Secara umum negara yang berdemokrasi lebih kaya, tingkat pekembangan manusia yang lebih tinggi, serta angka korupsi yang lebih rendah.

beberapa ahli mengatakan untuk saat ini demokrasi berada dalam fase krisis yang disebabkan oleh penurunan jumlah keanggotaan partai politik, rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikkus, dan regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan.
NAMA : Lugita Sandika Prameswari
NPM : 2217051119

Rangkuman PPT

Kalimat efektif merupakan kalimat yang mengungkapkan gagasan pemakaiannya dan di pahami secara tepat.

Ciri-ciri kalimat efektif
1. Kelogisan
Kelogisan kalimat adalah kalimat yang ditulis dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan atau kaidah yang berlaku.(Arifin dan tasai, 2000: 97)
Contoh:
*Tidak logis
Acara berikutnya adalah sambutan Bapak rector Universitas Lampung. Waktu dan tempat kami persilahkan.
*Logis
Acara berikutnya adalah sambutan Bapak Sugeng P. Harianto sebagai rector Universitas Lampung. Bapak kami persilahkan.

2. Kepaduan
Kepaduan adalah hubungan yang padu dalam kalimat antara kata atau kelompok kata sehingga memiliki kesatuan pikiran dan koherensi yang baik.
*ciri kepaduan yang baik dan kompak adalah hubungan timbul yang baik dan jelas antara unsur-unsur yang membentuk kalimat itu.
Contoh:
*Ketidakpaduan
Saya pun akhirnya saling memaafkan
*Kepaduan
Kami pun akhirnya saling memanfaatkan

3. Kesejajaran
Kesejajaran atau paralelisme bentuk membantu memberi kejelasan dalam unsur gramatikal dengan mempertahankan bagian yang sederajat dalam konstruksi yang sama.
Contoh:
• Ketidaksejajaran bentuk
• Kesejajaran bentuk
• Kesejajaran makna
• Ketidaksejajaran makna
• Kesejajaran makna

4. Kehematan
Kehematan adalah pemakaian kata yang cermat dan menghindari pengguna kata mubazir.
a. Penghilang subjek berulang
b. Penghematan penggunaan kata
c. Penghilang bentuk ganda

5. Kevariasian
Dalam penyusunan karya tulis ilmiah, kalimat-kalimat yang digunakan perlu memperhatikan kevariasian kalimatnya. Variasi ini akan memberikan efek yang berbeda.
a. Varian sinonim kata
b. Varian Panjang pendek kalimat
c. Varian Aktif-Pasif
d. Varian jenis kalimat
Varian kalimat dapat juga dilakukan dengan menggunakan variasi jenis kalimat.
Dalam Bahasa Indonesia ada tiga jenis kalimat, yaitu: kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat perintah.

e. Varian pola kalimat
Adanya variasi pada pola kalimat dapat menghindari kebosanan. Posisi subjek yang ada di awal kalimat dapat diubah menjadi di akhir kalimat, misalkan pola kalimat Subjek-Predikat-Objek dapat diubah menjadi Objek-Predikat-Subjek.
• Varian pola kalimat
Kerja keras diperlukan untuk memperbaiki keadaan
(S-P-Ket.)

6. Kefokusan
Kefokusan adalah pemusatan perhatian pada bagian kalimat tertentu. Sebuah kata yang biasanya diletakkan pada awal kalimat adalah kata yang dipentingkan.
Kefokusan kalimat dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu: pengedepanan, pengulangan, dan pertentangan.
a. Pengedepanan
Pengedepanan kalimat agar dapat dilakukan dengan cara meletakkan bagian yang difokuskan atau ditonjolkan pada awal kalimat.
b. Pengulangan
Unsur yang akan difokuskan dapat ditempuh melalui pengulangan bagian yang difokuskan.
c. Pertentangan
Fokus suatu gagasan dapat pula dilakukan melalui pertentangan.


Rangkuman Video

Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki tingkat akurasi tinggi yang dapat mengungkapkan gagasan penutur atau penulis secara tepat sehingga dapat mudah di pahami pendengar atau pembaca.

Aspek-aspek kebahasaan dalam penyusunan kalimat efektif :
1. Keutuhan
Keutuhan suatu kalimat dilihat dari kesatuan tiap unsur dalam kalimat tersebut.
Contoh :
Bagi semua peserta diharapkan hadir tepat waktu => Semua peserta diharapkan hadir tepat waktu.

2. Kesejajaran
Kesejajaran yaitu kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat. Bentuk verba, nomina, dan predikat
Contoh :
Perusahaan harus mengkaji kebijakan dalam pengambilan keputusan untuk kesejahteraan karyawan => Perusahaan harus mengkaji kebijakan dalam mengambil
keputusan untuk menyejahterakan karyawan.

3. Kefokusan
Kefokusan yaitu penegasan atau penekanan kepada ide pokok suatu kalimat, misalnya dengan mengubah struktur penegasan topik pada kalimatnya.
Contoh :
Saya sudah baca buku itu => Buku itu sudah saya baca.

4. Kehematan
Kehematan adalah penanggalan kata-kata mubazir dalam kalimat, yaitu kata yang jika tidak digunakan tidak mempengaruhi makna kalimatnya.
Contoh :
Rapat akan diadakan hari Rabu, tanggal 20 September tahun 2017 => Rapat akan diadakan Rabu, 20 September 2017.

5. Kecermatan
Kecermatan artinya kalimat yang tidak ambigu dan tidak memiliki tafsiran makna ganda.
Contoh :
Guru baru pergi ke ruang guru.
=> Guru, baru pergi ke ruang guru.
=> Guru baru, pergi ke ruang guru.

6. Kevariasian
Kevariasian yaitu mengubah struktur, diksi, atau gaya bahasa suatu kalimat sehingga kalimat menjadi efektif, tanpa mengubah makna kalimat tersebut.
Contoh :
Pemerintah melakukan penghematan APBN.
=> Penghematan APBN dilakukan pemerintah.
=> Pemangkasan APBN dilakukan pemerintah.

7. Kelogisan
Kelogisan adalah kalimat yang makna atau maksudnya dapat diterima oleh akal.
Contoh :
Kepada bapak, waktu dan tempat dipersilakan => Disilakan kepada bapak untuk membawakan sambutan di depan.
NAMA : Lugita Sandika Prameswari
NPM : 2217051119

1. Tolong beritahu saya kapan dia akan kembali dari Rumah Sakit Umum Abdul Muluk.

2. Indonesia merupakan kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau kecil.

3. Berdasarkan berbagai pendapat, peneliti menyimpulkan bahwa kemampuan adalah sesuatu yang sangat penting.

4. Kustiami selalu membawa oleh-oleh setelah kembali dari rumah anak perempuannya.

5. Eka menunggu temannya di ruang seminar sambal membaca koran Radar kesukaanya.

6. Sejak usia enam tahun, Lutfi sudah menghafal berbagai lagu anak-anak, menghafal pancasila, dan menghafal berbagai ayat pendek.

7. Marilah kita bekerja keras untuk kesejahteraan masyarakat Lampung.

8. Bunga anggrek, terompet, sedap malam, mawar, anyelir, dan melati tumbuh subur di depan rumah rumah Reihan.

9. Terima kasih banyak atas perhatian dan kerjasama yang baik selama ini.

10. Mahasiswa harus jujur dalam mengutip pendapat para pakar, yaitu dengan cara mencantumkan kutipan secara lengkap agar tidak dikatakan sebagai seorang plagiator.