NAMA : Atikah Oktaria
NPM : 2217051035
KELAS : A
RANGKUMAN PPT
Sebuah kalimat dikatakan efektif apabila memiliki kemampuan yang dapat menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca yang sama dengan apa yang ada di kepala pembicara atau penulis itu sendiri.
Ciri-ciri kalimat efektif :
1. Kelogisan -> Logika mendukung wujud kalimat tersebut, sehingga kalimat tersebut dapat diterima oleh akal.
2. Kepaduan -> Hubungan yang padu antar kata yang membuat kalimat tersebut memiliki keterkaitan makna antar kata satu sama lain.
3. Kesejajaran -> Kalimat memiliki kesamaan bentuk, makna, dan perincian yang membatu memberi kejelasan dalam unsur gramatikal.
4. Kehematan -> Penggunaan kata yang cermat sehingga menghindari pemborosan kata yang kurang efisien.
5. Kevariasian -> Menambahkan keanekaragaman bentuk kata/bahasa sehingga membuat pembaca tertarik dan berminat.
Macam-macam variasi, yaitu :
- Variasi sinonim kata
- Variasi panjang pendek kalimat
- Variasi aktif pasif
- Variasi jenis kalimat
- Variasi pola kalimat
6. Kefokusan -> Pemusatan perhatian pada bagian kalimat tertentu, biasanya pada awal kalimat.
Dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu :
- Pengendapan
- Pengulangan
- Pertentangan
RANGKUAMAN VIDEO
Kalimat efektif merupakan kalimat yang memiliki tingkat akurasi tinggi dalam hal penyampaian pesan, gagasan, atau pun pikiran yang diutarakan oleh seseorang, bisa pembicara atau penulis yang di mana bertujuan agar pendengar atau pembaca dapat memahami dan memaknai apa yang mereka sampaikan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pembicara atau penulis dengan mudah.
Aspek kebahasaan terkait penyusunan kalimat efektif yaitu :
1. Keutuhan -> Kesepadanan struktur dan makna dalam kalimat yang menghasilkan kesatuan dalam setiap unsur kalimat.
2. Kesejajaran -> Kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat.
3. Kefokusan -> Penegasan atau penekanan pada ide pokok.
4. Kehematan -> Pengurangan kata-kata mubazir dalam kalimat.
5. Kecermatan -> Kalimat tidak boleh bersifat ambigu.
6. Kevariasian -> Variasi dapat dilakukan dengan mengubah struktur kalimat, diksi, atau gaya bahasa.
7. Kelogisan -> Kalimat dapat diterima oleh akal atau kalimat harus masuk akal.
NPM : 2217051035
KELAS : A
RANGKUMAN PPT
Sebuah kalimat dikatakan efektif apabila memiliki kemampuan yang dapat menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca yang sama dengan apa yang ada di kepala pembicara atau penulis itu sendiri.
Ciri-ciri kalimat efektif :
1. Kelogisan -> Logika mendukung wujud kalimat tersebut, sehingga kalimat tersebut dapat diterima oleh akal.
2. Kepaduan -> Hubungan yang padu antar kata yang membuat kalimat tersebut memiliki keterkaitan makna antar kata satu sama lain.
3. Kesejajaran -> Kalimat memiliki kesamaan bentuk, makna, dan perincian yang membatu memberi kejelasan dalam unsur gramatikal.
4. Kehematan -> Penggunaan kata yang cermat sehingga menghindari pemborosan kata yang kurang efisien.
5. Kevariasian -> Menambahkan keanekaragaman bentuk kata/bahasa sehingga membuat pembaca tertarik dan berminat.
Macam-macam variasi, yaitu :
- Variasi sinonim kata
- Variasi panjang pendek kalimat
- Variasi aktif pasif
- Variasi jenis kalimat
- Variasi pola kalimat
6. Kefokusan -> Pemusatan perhatian pada bagian kalimat tertentu, biasanya pada awal kalimat.
Dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu :
- Pengendapan
- Pengulangan
- Pertentangan
RANGKUAMAN VIDEO
Kalimat efektif merupakan kalimat yang memiliki tingkat akurasi tinggi dalam hal penyampaian pesan, gagasan, atau pun pikiran yang diutarakan oleh seseorang, bisa pembicara atau penulis yang di mana bertujuan agar pendengar atau pembaca dapat memahami dan memaknai apa yang mereka sampaikan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pembicara atau penulis dengan mudah.
Aspek kebahasaan terkait penyusunan kalimat efektif yaitu :
1. Keutuhan -> Kesepadanan struktur dan makna dalam kalimat yang menghasilkan kesatuan dalam setiap unsur kalimat.
2. Kesejajaran -> Kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat.
3. Kefokusan -> Penegasan atau penekanan pada ide pokok.
4. Kehematan -> Pengurangan kata-kata mubazir dalam kalimat.
5. Kecermatan -> Kalimat tidak boleh bersifat ambigu.
6. Kevariasian -> Variasi dapat dilakukan dengan mengubah struktur kalimat, diksi, atau gaya bahasa.
7. Kelogisan -> Kalimat dapat diterima oleh akal atau kalimat harus masuk akal.