གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Mutiara Cintia Rainy

1) sementara menunggu temannya diruang seminar eka membaca koran radar yang sangat digemarinya
- Sementara menunggu temannya di ruang seminar, Eka membaca koran Radar yang sangat digemarinya.

2) dengan ini saya kirimkan sebuah kamus bahasa lampung pada saudara iqbal
- Dengan ini Saya kirimkan kamus bahasa Lampung pada saudara Iqbal.

3) kepada mahasiswa/i yang ingin menonton pertunjukan itu diminta menghubungi pak fuad karena beliau adalah merupakan dosen senior matakulliah seni pertunjukan di kampus hijau
- Mahasiswa/i yang ingin menonton pertunjukan diminta menghubungi Pak Fuad, dosen senior mata kuliah seni pertunjukan di Kampus Hijau.

4) marilah kita bekerja keras demi untuk kesejahteraan masyarakat lampung kita
- Mari kita bekerja keras demi kesejahteraan masyarakat Lampung.

5) kepada mahasiswa-mahasiswa yang berkeinginan untuk menonton pertunjukan konser itu di minta menghubungi ibu prof dr sakhira msi
- Mahasiswa yang ingin menonton pertunjukan itu diminta menghubungi Ibu Prof. Dr. Sakhira, M.Si.

6) indonesia ialah merupakan kepulauan yang terdiri atas beribu-ribu pulau kecil-kecil
- Indonesia ialah kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau kecil.

7) sejak dari usia enam tahun lutfi sudah hafal berbagai musik lagu-lagu anak-anak, hafal pancasila, hafal berbagai ayat-ayat pendek
- Sejak usia enam tahun, Lutfi sudah hafal berbagai lagu anak-anak, pancasila, serta ayat-ayat pendek.

8) masalah ini muncul disebabkan karena perilakunya sendiri yang kurang sopan pada orang-orang tua dan orang-orang yang lebih tua
- Masalah ini disebabkan karena perilakunya sendiri yang kurang sopan pada orang yang lebih tua

9) dalam upacara bendera yang diadakan di lapangan, para mahasiswa- mahasiswi diharuskan memakai jaket warna hijau
- Dalam upacara bendera yang diadakan di lapangan, para mahasiswa diharuskan memakai jaket warna hijau.

10) sejak dari pagi-pagi sekali peserta kongres bahasa Indonesia sudah siap di ruang aula hotel berbintang lima
- Pagi-pagi sekali, peserta Kongres Bahasa Indonesia sudah siap di ruang aula hotel bintang lima.
Nama : Mutiara Cintia Rainy
NPM : 2217051100

Rangkuman materi ppt:

Sebuah kalimat dikatakan efektif apabila memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca identic denga napa yang dipikirkan pembicara atau penulis.

Ciri-ciri kalimat efektif:

1.       Kelogisan: kalimat yang ditulis dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan atau kaidah yang berlaku (Arifin dan Tasai, 2000: 97)

Contoh:

  •  Acara berikutnya adalah sambutan Bapak rektor Universitas Lampung. Waktu dan tempat kami persilakan. Tidak logis
  •  Acara berikutnya adalah sambutan rektor Universitas Lampung. Bapak Sugeng P. Harianto kami persilakan. Logis

 

2.       Kepaduan: hubungan yang padu dalam kalimat antara kata atau kelompok kata sehingga memiliki kesatuan pikiran dan keherensi yang baik.

Contoh:

  • Selanjutnya saya akan jelaskan pentingnya berpikir bagi manusia. Tidak padu
  • Selanjutnya akan saya jelaskan pentingnya berpikir bagi manusia. Padu
  • Selanjutnya saya akan menjelaskan pentingnya berpikir bagi manusia. Padu

 

3.       Kesejajaran: kalimat yang memiliki kesamaan bentuk, makna, dan perincian sehingga memudahkan pemahaman.

Contoh:

  • Lokasi rumah kontrakan telah dipilih, tetapi orang tua belum menyetujuinya. Ketidaksejajaran bentuk
  • Lokasi kontrakan telah dipilih, tetapi lokasi itu belum disetujui orang tua. Kesejajaran bentuk
  • Saya tidak memperhatikan dan mempunyai kepentingan terhadap masalah itu. Ketidaksejajaran makna
  • Saya tidak memperhatikan dan tidak mempunyai kepentingan terhadap masalah itu. Kesejajaran makna

 

4.       Kehematan: pemakaian kata yang cermat dan menghindari penggunaan kata mubazir.

-          Penghilangan subjek berulang.

Contoh:

  • Karena mahasiswa tidak mengikuti perkuliahan, mahasiswa tidak boleh mengikuti ujian semester. Tidak hemat
  • Karena tidak mengikuti perkuliahan, mahasiswa tidak boleh ujian semester. Hemat

-          Penghematan penggunaan kata.

Contoh:

  • Setelah data-data penelitian dikumpulkan, peneliti dapat melakukan tahap analisis. Tidak hemat
  • Setelah data penelitian dikumpulkan, peneliti dapat melakukan tahap analisis. Hemat

-          Penghilang bentuk ganda.

Contoh:

  • Bantuan bahan makanan untuk korban gempa adalah merupakan wujud kepedulian masyarakat. Tidak hemat
  • Bantuan bahan makanan untuk korban gempa adalah wujud kepedulian masyarakat. Hemat

 

5.       Kevariasian: menganekaragamkan bentuk0bentuk bahasan agar tetap terpelihara minat dan perhatian orang.

-          Variasi sinonim kata

-          Variasi panjang pendek kalimat

-          Variasi aktif pasif

-          Variasi jenis kalimat

-          Variasi pola kalimat

 

6.       Kefokusan: pemusatan perhatian pada bagian kalimat tertentu.

Contoh:

  • Seharusnya piala Sudirman tidak berpindah dari bumi pertiwi ini. Tidak ada pengedepanan
  • Piala Sudirman seharusnya tidak berpindah dari bumi pertiwi ini. Pengedepanan
  • Pandai bergaul, berbicara, dan membujuk oranng adalh modal utama seorang pialang. Tidak ada pengulangan
  • Pandai bergaul, pandai berbicara, dan pandai membujuk orang adalah modal utama seorang pialang. Pengulangan
  • Nadya anak rajin yang rajin dan jujur. Tidak ada pertentangan
  • Nadya anak yang tidak malas dan curang, tetapi rajin dan jujur. Pertentangan


Rangkuman dari video:

Kalimat efektif merupakan kalimat yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam hal penyampaian pesan gagasan pikiran atau perasaan kepada pembaca atau pendengar. Beberapa aspek kebahasaan yang perlu dipertimbangkan dan dikuasai terkait penyusunan kalimat efektif. Aspek-aspek itu adalah keutuhan, kesejajaran, kefokusan, kehematan, kecermatan, kelogisan, dan kevariasian.

1.       Keutuhan: kesepadanan struktur dan makna dalam kalimat.

Contoh:

Bagi semua peserta diharapkan hadir tepat waktu.

Semua peserta diharapkan hadir tepat waktu.

 

2.       Kesejajaran: Kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat.

Contoh:

Perusahaan harus mengkaji kebijakan dalam pengambilan keputusan untuk kesejahteraan karyawan.

Perusahaan harus mengkaji kebijakan dalam mengambil keputusan untuk menyejahterakan karyawan.

 

3.       Kefokusan: Penegasan atau penekanan kepada ide pokok kalimat.

Contoh:

Saya sudah baca buku itu.

Buku itu sudah saya baca.

 

4.       Kehematan: Penanggalan kata-kata mubazir dalam kalimat.

Contoh:

Rapat akan diadakan hari Rabu, tanggal 20 September tahun  2017.

(kalimat bercetak tebal dapat dihilangkan tanpa merubah makna.)

 

5.       Kecermatan: kalimat tidak bersifat ambigu.

Contoh:

Guru baru pergi ke ruang guru.

‘Guru, baru pergi ke ruang guru.’ atau ‘Guru baru, pergi ke ruang guru.’

 

6.       Kevariasian: Variasi dapat dilakukan dengan mengubah struktur kalimat, diksi atau gaya bahasa.

Contoh:

Pemerintah melakukan penghematan APBN.

‘Penghematan APBN dilakukan pemerintah.’ atau ‘Pemangkasan APBN dilakukan pemerintah.’

 

7.       Kelogisan: kalimat dapat diterima oleh akal.

Contoh:

Kepada bapak, waktu dan tempat dipersilakan.

‘Disilakan kepada bapak untuk membawakan sambutan di depan.’