NPM : 2217051100
KELAS : A
Rangkuman materi ppt:
Sebuah kalimat dikatakan efektif apabila memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca identic denga napa yang dipikirkan pembicara atau penulis.
Ciri-ciri kalimat efektif:
1. Kelogisan: kalimat yang ditulis dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan atau kaidah yang berlaku (Arifin dan Tasai, 2000: 97)
Contoh:
2. Kepaduan: hubungan yang padu dalam kalimat antara kata atau kelompok kata sehingga memiliki kesatuan pikiran dan keherensi yang baik.
Contoh:
3. Kesejajaran: kalimat yang memiliki kesamaan bentuk, makna, dan perincian sehingga memudahkan pemahaman.
Contoh:
4. Kehematan: pemakaian kata yang cermat dan menghindari penggunaan kata mubazir.
- Penghilangan subjek berulang.
Contoh:
- Penghematan penggunaan kata.
Contoh:
- Penghilang bentuk ganda.
Contoh:
5. Kevariasian: menganekaragamkan bentuk0bentuk bahasan agar tetap terpelihara minat dan perhatian orang.
- Variasi sinonim kata
- Variasi panjang pendek kalimat
- Variasi aktif pasif
- Variasi jenis kalimat
- Variasi pola kalimat
6. Kefokusan: pemusatan perhatian pada bagian kalimat tertentu.
Contoh:
Rangkuman dari video:
Kalimat efektif merupakan kalimat yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam hal penyampaian pesan gagasan pikiran atau perasaan kepada pembaca atau pendengar. Beberapa aspek kebahasaan yang perlu dipertimbangkan dan dikuasai terkait penyusunan kalimat efektif. Aspek-aspek itu adalah keutuhan, kesejajaran, kefokusan, kehematan, kecermatan, kelogisan, dan kevariasian.
1. Keutuhan: kesepadanan struktur dan makna dalam kalimat.
Contoh:
Bagi semua peserta diharapkan hadir tepat waktu.
Semua peserta diharapkan hadir tepat waktu.
2. Kesejajaran: Kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat.
Contoh:
Perusahaan harus mengkaji kebijakan dalam pengambilan keputusan untuk kesejahteraan karyawan.
Perusahaan harus mengkaji kebijakan dalam mengambil keputusan untuk menyejahterakan karyawan.
3. Kefokusan: Penegasan atau penekanan kepada ide pokok kalimat.
Contoh:
Saya sudah baca buku itu.
Buku itu sudah saya baca.
4. Kehematan: Penanggalan kata-kata mubazir dalam kalimat.
Contoh:
Rapat akan diadakan hari Rabu, tanggal 20 September tahun 2017.
(kalimat bercetak tebal dapat dihilangkan tanpa merubah makna.)
5. Kecermatan: kalimat tidak bersifat ambigu.
Contoh:
Guru baru pergi ke ruang guru.
‘Guru, baru pergi ke ruang guru.’ atau ‘Guru baru, pergi ke ruang guru.’
6. Kevariasian: Variasi dapat dilakukan dengan mengubah struktur kalimat, diksi atau gaya bahasa.
Contoh:
Pemerintah melakukan penghematan APBN.
‘Penghematan APBN dilakukan pemerintah.’ atau ‘Pemangkasan APBN dilakukan pemerintah.’
7. Kelogisan: kalimat dapat diterima oleh akal.
Contoh:
Kepada bapak, waktu dan tempat dipersilakan.
‘Disilakan kepada bapak untuk membawakan sambutan di depan.’