གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ sheila silvera shandy

Nama : Sheila Silvera Shandy
Npm : 2217051150
Kelas : A

Banyak negara menerapkan demokrasi untuk sistem pemerintahan yang dianggap tepat walaupun bukan sistem baik maupun buruk namun sistem yang terbaik. Sistem demokrasi sangat menguntungkan bagi negara, terutama rakyat. HAM akan terwujud dan terjamin adanya negara yang demokrasi. Negara demokrasi lebih kaya dibanding negara non-demokrasi. Alasan demokrasi tetap eksis ditengah guncangan, karena mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang, sistem ini juga dinilai paling efektif untuk mengurangi konflik dan meningkatkan partisipasi publik untuk mewujudkan kesetaraan. Namun ,demokrasi berada difase krisis karena menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah dan regulasi pemerintah dianggap tidak transparan.
1. Sementara menunggu temannya diruang seminar, Eka membaca koran Radar yang sangat digemarinya.
2. Kustiami selalu membawa oleh-oleh waktu Kembali dari rumah anak perempuannya.
3. Dengan ini, saya kirimkan sebuah kamus Bahasa Lampung pada saudara Iqbal.
4. Tolong beritahu saya kapan dia akan Kembali dari rumah sakit Abdul Muluk.
5. Indonesia merupakan kepualauan yang terdiri atas beribu-ribu pulau kecil.
6. Bunga anggrek, bunga terompet, bunga sedap malam, bunga mawar, bunya anyelir, dan bunga melati tumbuh subur di depan rumah Reihana.
7. Sejak usia enam tahun, Lutfi sudah hafal berbagai lagu anak-anak, pancasila, dan ayat-ayat pendek.
8. Masalah ini muncul dikarenakan perilakunya sendiri yang kurang sopan terhadap orang tua dan yang lebih tua.
9. Dalam upacara bendera yang diadakan di lapangan, mahasiswa/I diharuskan memakai jaket warna hijau.
10. Atas perhatian dan kerja sama yang baik selama ini, diucapkan beribu terima kasih.
Nama : Sheila Silvera Shandy
Npm : 2217051150

Rangkuman dari PPT
Kalimat efektif merupakan kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan kepada pendengar atau pembaca yang mudah dipahami.
Ciri-ciri kalimat efektif, yaitu kelogisan, kefokusan, kevariasian, kehematan, kesejajaran, kepaduan.

1. Kelogisan
Kalimat yang ditulis dapat diterima dengan akal sehat. Kalimat dengan struktur, ejaan, kata, atau frase yang sudah benar, bisa menjadi salah jika maknanya lemah dari segi logika berbahasa.

2. Kepaduan
Hubungan yang padu dalam kalimat antara kata atau kelompok kata, sehingga memiliki kesatuan pikiran yang baik.

3. Kesejajaran
Kalimat yang memiliki kesamaan bentuk dan makna, dan perincian sehingga memudahkan pemahaman.
a. Kesejajaran bentuk
Kesejajaran bentuk mengacu pada unsur-unsur dalam kalimat, yang memudahkan pemahaman pengungkapan pikiran.
b. Kesejajaran makna
Kesejajaran makna kalimat terlihat dari penataan gagasan yang cermat.

4. Kehematan
Pemakaian kata yang cermat dengan menghindari kata mubazir seperti penghilangan perulangan subjek, penghematan penggunaan kata, dan penghilangan bentuk ganda.

5. Kevariasian
Kevariasian dalam kalimat diperlukan pada saat akan menyusun karya tulis ilmiah. Hal ini akan memberikan efek penulisan yang berbeda dari kalimat yang lainnya. Variasi dapat dilakukan dengan memvariasikan sinonim kata, variasi Panjang pendek kalimat, variasi kata aktif dan pasif, variasi jenis kalimat dan variasi pola kalimat.

6. Kefokusan
Pemusatan perhatian pada bagian kalimat tertenu. Kefokusan kalimat dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu:
a. Pengedepanan
Merupakan pemfokusan atau penonjolan diawal kalimat yang dapat berupa subjek, predikat, atau pun keterangan.
b. Pengulangan
Kata atau frase yang diulang biasanya dianggap penting dalam sebuah kalimat.
c. Pertentangan.
Kata yang ingin difokuskan ditempatkan dalam suatu posisi pertentangan.

Rangkuman dari video
kalimat efektif merupakan kalimat dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi dalam penyampaian pesan, gagasan, pikiran, dan juga perasaan kepada pembaca dan juga pendengar. kalimat efektif merupakan satuan limual dari seorang penulis atau pembicara kepada seseorang yang bisa mengerti dan memahami apa yang disampaikan dengan makna. umumnya hanya dengan mendengar atau membaca kalimat efektif, kita bisa memahami maknanya dengan mudah.

Aspek kebahasaan yang harus dikuasai terkait penyusunan kalimat efektif yaitu keutuhan, kesejajaran, kefokusan, kehematan, kecermatan, kelogisan, dan kevariasian.

1. Aspek keutuhan
Kesepadanan struktur dan makna dalam kalimat. Setiap unsur kalimat harus mempunyai kesatuan. Hal yang harus dihundari yaitu preposisi di awal kalimat, penggunakan kata hubung diantara subjek dan predikat yang akan membuat kebingungan pada posisi subjek dan predikat tersebut, dan perulangan subjek.

2. Aspek kesejajaran
Kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat. Kesejajaran adalah bentuk verba nomina yang berada di dalam predikat harus sejajar dengan konstituen yang mengikutinya.

3. Aspek kefokusan
Penegasan atau penekanan kepada ide pokok kalimat.

4. Aspek Kehematan
Penenggalan kata-kata mubazir yang ketika dihilangkan tidak akan mempengaruhi inti dari kalimat tersebut.

5. Aspek kecermatan
kalimat tidak bersifat ambigu atau menimbulkan dua penafsiran.

6. Aspek kevariasian
Variasi dapat dilakukan dengan mengubah struktur kalimat, diksi atau gaya bahasa aktif menjadi pasif.

7. Aspek kelogisan
Kalimat dapat diterima oleh akal sehat.