Posts made by Akmal Adnan Djayasinga

Nama : Akmal Adnan Djayasinga
NPM : 2257051063
Kelas : A

Berdasarkan analisis saya, Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan, demokrasi juga dipandang sebagai alat efektif mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik dan meningkatkan partisipasi public. Banyak negara di dunia ini menggunakan system pemerintahan sebagai system pemerintahan yang dianggap tepat bagi negaranya. Karena pada dasarnya, demokrasi sangat memberikan ruang terbuka bagi setiap warga negara untuk bersuara atau menyampaikan pendapat. Selain karena demokrasi memfasilitasi silang pendapat, demokrasi juga menjamin kebebasan setiap orang untuk berpendapat. Oleh karena itu, demokrasi kerap menimbulkan keberagaman kegaduhan.

Dari segi penegakan HAM misalnya, negara yang menganut demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang lebih tinggi. Demokrasi bertujuan untuk mewujudkan keseimbangan antara yang mengatur rakyat dengan rakyat itu sendiri. Dan demokrasi adalah satu-satunya system pemerintahan di mana keseimbangan seperti itu dapat ditemukan.
Nama : Akmal Adnan Djayasinga
NPM : 221751063
Kelas : A

RANGKUMAN MATERI DARI PPT

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula (Sugono, 2003:91).

Kalimat efektif memiliki beberapa ciri-ciri, yaitu :

1. Kelogisan
Kelogisan kalimat adalah kalimat yang ditulis yang dapat diterima oleh akal, dan penulisannya sesuai dengan ejaan atau kaidah yang berlaku. (Arifin dan Tasai, 2000:97)
2. Kepaduan
Kepaduan adalah hubungan yang padu dalam kalimat antara kata atau kelompok kata sehingga memiliki kesatuan pikiran dan koherensi yang baik.
3. Kesejajaran
a. Kesejajaran bentuk. Kesejajaran bentuk memberi kejelasan dalam unsur gramatikal dengan mempertahankan bagian-bagian yang sederajat dalam konstruksi yang sama.
b. Kesejajaran makna. Kesejajaran makna kalimat akan terlihat melalui penataan gagasan yang cermat.
4. Kehematan
Kehematan adalah pemakaian kata yang cermat dan menghindari penggunaan kata mubadzir. Kehematan dibagi menjadi 3 jenis, yaitu Penghilangan Subjek Berulang, Penghematan Penggunaan Kata, Penghilangan Bentuk Ganda.
5. Kevariasian
Kalimat yang bervariasi akan tampak jika kalimat yang satu dibandingkan dengan kalimat yang lainnya, yaitu Variasi Sinonim Kata, Variasi Panjang Pendek Kalimat, Variasi Aktif Pasif, Variasi Jenis Kalimat, Variasi Pola Kalimat.
6. Kefokusan
Kefokusan adalah pemusatan perhatian pada bagian kalimat tertentu. Sebuah kata yang biasanya diletakkan pada awal kalimat adalah kata yang dipentingkan. Kefokusan kalimat dapat dilakukan melalui tiga cara, yatu pengedepanan, pengulangan, dan pertentangan.

RANGKUMAN DARI VIDEO
Kalimat efektif merupakan sebuah kalimat yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam hal penyampaian pesan, gagasan, pikiran atau perasaan kepada pembaca dan pendengar. Singkatnya kalimat efektif adalah kalimat yang jika kita dengar atau baca kita dapat memahaminya dengan mudah.
Ada tujuh aspek yang perlu dikuasai untuk membangun sebuah kalimat yang efektif, diantaranya:
1. Keutuhan
Keutuhan adalah kesepadanan struktur dan makna dalam kalimat setiap unsur.

2. Kesejajaran
Kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat. Kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat contoh “Perusahaan harus mengkaji kebijakan dalam pengambilan keputusan untuk kesejahteraan karyawan” pada kalimat ini terdapat kata-kata ‘mengkaji’ kemudian ‘pengambilan’ dan ‘kesejahteraan’ kata-kata tersebut harus dijadikan sejajar atau sepadan.

3. Kefokusan
Kefokusan keputusan merupakan penegasan atau penekanan kepada ide pokok di dalam sebuah kalimat.

4. Kehematan
Kehematan adalah penanggalan kata-kata mubazir dalam kalimat. Kata-kata mubazir yaitu kata-kata yang jika tidak digunakanpun tidak akan mempengaruhi nilai makna dari sebuah kalimat.

5. Kecermatan
Kecermatan berarti kalimat tidak bersifat ambigu atau tidak menimbulkan tafsir ganda. Misalnya terdapat kalimat “guru baru pergi ke ruang guru” kalau dalam konteks ragam lisan kita dapat mengetahui dengan jelas apa yang dimaksudkan dengan kalimat ini, tetapi kalau kalimat ini tertera dalam ragam lisan maka kalimat ini menjadi rancu karena ada dua tafsir:
• guru baru pergi ke ruang guru
• ada guru yang baru saja pergi ke ruang guru
Pada kalimat ini tidak disertai dengan tanda baca sehingga penggunaan tanda baca khususnya dalam ragam tulis itu sangat-sangat diwajibkan.

6. Kevariasian
Kevariasian dapat dilakukan dengan mengubah struktur kalimat atau diksi yang terdapat di dalam kalimat tersebut sehingga kalimat menjadi efektif.

7. Kelogisan
Sebuah kalimat harus masuk akal atau harus diterima dengan akal yang sehat. Seringkali kita berkomunikasi dengan satuan-satuan lingual yang tidak logis, contohnya “Kepada bapak waktu dan tempat dipersilakan”, yang harus dipersilahkan adalah bapak bukan waktu dan tempat. Oleh karena itu, kalimat ini tidak masuk akal dan alangkah baiknya kalau kita menghindari jenis-jenis kalimat seperti ini.
1. Sementara menunggu temannya diruang seminar, Eka membaca koran radar yang digemarinya.
2. Kustiami selalu membawa oleh-oleh saat kembali dari rumah anak perempuannya.
3. Tolong beritahu aku kapan dia kembali dari Rumah Sakit Abdul Muluk.
4. Indonesia merupakan kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau kecil.
5. Kepada mahasiswa yang ingin menonton pertunjukan konser tersebut, di minta untuk menghubungi Ibu Prof. Dr. Sakhira, M.Si.
6. Marilah kita bekerja keras demi kesejahteraan masyarakat Lampung
7. Bunga anggrek, bunga terompet, bunga sedap malam, bunga mawar, bunya anyelir, dan bunga melati tumbuh subur di depan rumah Reihana.
8. Jika harga bensin kembali naik, banyak rakyat miskin akan kesusahan dan dirugikan
9. Sejak usia enam tahun, Lutfi sudah menghafal berbagai lagu anak-anak, menghafal Pancasila, dan menghafal berbagai ayat pendek.
10. Masalah ini muncul dikarenakan perilakunya sendiri yang kurang sopan terhadap orang yang lebih tua.