གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Akmal Adnan Djayasinga

Nama : Akmal Adnan Djayasinga
Npm : 2217051063
Kelas : A
Prodi : S1 Ilmu komputer

Hukum tampil sebagai lembaga yang mengatur dan menyelenggarakan negara dan masyarakat. Kehidupan yang kompleks dan modern saat ini membutuhkan struktur hukum yang baru. Indonesia adalah negara hukum berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan karenanya akan menjadi rumah yang nyaman bagi rakyatnya. Reformasi tersebut memudahkan publik untuk memantau legislasi dan administrasi Indonesia.
Akmal Adnan Djayasinga
2217051063
A

Berdasarkan video tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahasa Indonesia telah ada sebelum diresmikannya sebagai bahasa nasional pada tanggal 28 Oktober 1928 dalam Sumpah Pemuda. Bahasa Indonesia diartikan sebagai kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi kalimat dalam bentuk tulisan huruf-huruf dan tanda baca. Selain itu, terdapat beberapa pergantian ejaan yang telah dilakukan dalam bahasa Indonesia sejak tahun 1902 hingga saat ini.

Pertama, pada tahun 1902 hingga 1947, ejaan yang pertama kali diberlakukan adalah ejaan Van Ophusyen, yang diambil dari nama penciptanya, Charles Adrian Van Ophusyen. Ejaan ini memiliki ciri-ciri khusus, seperti penggunaan vokal berganda dan konsonan c dan ch yang diwakili oleh c dan tj.

Kemudian, pada tanggal 19 Maret 1947, ejaan Van Ophusyen diganti menjadi ejaan Suwandi, yang diambil dari nama menteri pendidikan pengajaran dan kebudayaan pada saat itu. Ejaan Suwandi disebut juga dengan ejaan Republik, yang merupakan upaya untuk mewujudkan kongres bahasa Indonesia pertama pada tahun 1938 yang menghasilkan penyusunan kamus istilah. Ejaan Suwandi memiliki ciri-ciri seperti penggunaan huruf c untuk menggantikan ch, dan penggunaan ejaan baku.

Selanjutnya, pada tahun 1967, Lembaga Bahasa dan Kesusastraan atau disebut LDK menyusun ejaan kelima. LDK mengusulkan ejaan yang dianggap lebih sederhana dan mudah dipahami, dengan penggunaan huruf c yang diwakili oleh ch, dan penghapusan penggunaan vokal berganda.

Pada tahun 1972, diberlakukan ejaan yang disempurnakan (EYD), yang digunakan hingga tahun 2015. Ejaan ini memiliki ciri-ciri seperti penggunaan huruf c yang diwakili oleh ch, penggunaan ejaan baku, penghapusan penggunaan vokal berganda, dan penggunaan tanda baca yang tepat.

Terakhir, pada tahun 2015, diperkenalkan PUEBI atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, yang diresmikan berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 50 tahun 2015. PUEBI memiliki ciri-ciri yang mirip dengan EYD, namun lebih memperhatikan kaidah tata bahasa dan penggunaan kata yang benar.

Secara keseluruhan, pergantian ejaan dalam bahasa Indonesia menunjukkan upaya untuk memperbaiki dan menyempurnakan kaidah penggunaan bahasa. Setiap ejaan memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari ejaan lainnya, dan penggunaannya harus disesuaikan dengan kaidah yang berlaku.
Akmal Adnan Djayasinga
2217051063
A

Video tersebut membahas pentingnya penggunaan spasi dalam bahasa Indonesia dan bagaimana salah penempatan spasi dapat mengubah makna dari sebuah kata atau kalimat. Contohnya adalah perbedaan antara penulisan kemeja yang dipisah (ke meja) dan digabung (kemeja) yang memiliki makna yang berbeda. Selain itu, paragraf juga membahas perbedaan penggunaan spasi dalam kata orang tua yang dipisah (untuk merujuk pada orang yang sudah berusia lanjut) dan orang tua yang digabung (untuk merujuk pada orangtua secara umum).

Video tersebut memberikan informasi yang bermanfaat dan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya penggunaan spasi dalam bahasa Indonesia, terutama di era digital di mana konten yang ditulis di media sosial semakin beragam. Penjelasan yang diberikan tentang perbedaan makna antara kata yang dipisah dan digabung juga dapat membantu memperbaiki kesalahan umum dalam penulisan kata-kata tersebut.
Akmal Adnan Djayasinga
2217051063
A

Ragam ilmiah adalah suatu bentuk bahasa yang digunakan dalam dunia ilmiah untuk menyajikan informasi secara objektif dan sistematis. Ragam ilmiah memiliki ciri-ciri khusus, seperti menggunakan bahasa formal, jelas dan padat, menggunakan istilah-istilah teknis yang baku, serta didasarkan pada fakta dan bukti yang dapat diverifikasi.

Dalam ragam ilmiah, gaya bahasa yang digunakan harus sesuai dengan konteks penelitian atau kajian ilmiah. Bahasa formal yang digunakan dalam ragam ilmiah harus menghindari penggunaan kata-kata emosional atau berlebihan, dan harus disajikan secara sistematis dan teratur.

Dalam penulisan ragam ilmiah, penting untuk menggunakan istilah-istilah teknis yang baku. Istilah-istilah ini biasanya dipilih karena memiliki arti yang jelas dan spesifik. Selain itu, ragam ilmiah juga harus didasarkan pada fakta dan bukti yang dapat diverifikasi. Dalam hal ini, setiap klaim yang dibuat harus disertai dengan referensi atau sumber yang dapat dipercaya.

Dalam kesimpulannya, ragam ilmiah adalah bahasa khusus yang digunakan dalam dunia ilmiah untuk menyajikan informasi secara sistematis dan objektif. Dalam penulisan ragam ilmiah, harus digunakan bahasa formal, istilah teknis yang baku, dan didasarkan pada fakta dan bukti yang dapat diverifikasi. Dengan menggunakan ragam ilmiah, informasi yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan diverifikasi oleh para pembaca dan ahli di bidang yang sama.