Kiriman dibuat oleh Annisa Citra Pratiwi

Annisa Citra Pratiwi (2217051008)

Mohon izin mengoreksi kalimat nomor 3, 6, 7, dan 8 berdasarkan pengetahuan yang saya miliki.

3. Kepada Mahasiswa/i yang ingin menonton pertunjukan, diminta untuk menghubugi pak Fuad, karena beliau adalah merupakan dosen senior mata kuliah Seni Pertunjukan di kampus hijau.
----> Kepada Mahasiswa/i yang ingin menonton pertunjukan, diminta untuk menghubugi pak Fuad, karena beliau adalah dosen senior mata kuliah Seni Pertunjukan di kampus hijau.

Pembahasan : 'adalah' dan 'merupakan' tergolong bentuk ganda, sehingga perlu dihilangkan salah satu supaya penggunaan kata tidak mubazir.

6. Jika harga bensin naik, banyak sekali rakyat yang miskin akan merasa susah dan dirugikan apalagi mahasiswa yang kos.
----> Jika harga bensin naik, banyak rakyat miskin dan mahasiswa yang kos akan merasa susah dan dirugikan.

Pembahasan : 'banyak sekali' merupakan pemborosan kata, serta dilakukan pengedepanan yang tepat pada bagian 'apalagi mahasiswa yang kos' sehingga unsur tersebut tidak menonjol lagi pada akhir kalimat.

7. Bunga-bunga Anggrek, Terompet, Sedap malam, Mawar, Anyelir, dan Melati tumbuh subur di depan rumah Reihana
------> Bunga anggrek, bunga terompet, bunga sedap malam, bunga mawar, bunga anyelir, dan bunga melati tumbuh subur di depan rumah Reihana.

Pembahasan : "bunga-bunga" termasuk kata mubazir, kata terompet, sedap malam pada kalimat tersebut memunculkan makna yang berbeda ketika tidak diikuti kata bunga atau dibaca terpisah, sebab memunculkan makna abstrak yang tak langsung dapat dipahami pembacanya. namun ketika diikuti dengan kata bunga, kata tersebut mempertegas pernyataan tersebut, bahwa kata terompet dimaksudkan untuk bunga terompet bukan maksud lain.

8. Sejak usia 6 tahun Lutfi sudah hafal berbagai musik anak-anak, Pancasila, dan berbagai ayat-ayat pendek.
----> Sejak usia enam tahun, Lutfi sudah hafal berbagai lagu anak-anak, Pancasila, dan berbagai ayat-ayat pendek.

Pembahasan : menurut saya, kata lagu lebih tepat untuk 'lagu anak-anak' dibanding 'musik anak-anak'.
Annisa Citra Pratiwi (2217051008)

Mohon izin mengoreksi kalimat nomor 7 dan 10 berdasarkan pengetahuan yang saya miliki.

7. Para ilmuwan harus mengesampingkan masalah pribadi bila ingin diterima sebagai anggota masyarakat.
---> Bila ingin diterima sebagai anggota masyarakat, masalah pribadi para ilmuwan harus dikesampingkan.

Pembahasan : Sebelum diperbaiki, kalimat mengandung ketidaksejajaran bentuk, dimana bentuk klausa pertama aktif namun bentuk klausa kedua pasif, maka dari itu salah satu ciri kalimat efektif adalah kesejajaran bentuk yakni ketika bentuk klausa pertama pasif, maka sebaiknya bentuk klausa berikutnya pasif pula.


10. Bunga anggrek, terompet, sedap malam, mawar, anyelir, dan melati tumbuh subur di depan rumah Reihana.
------> Bunga anggrek, bunga terompet, bunga sedap malam, bunga mawar, bunga anyelir, dan bunga melati tumbuh subur di depan rumah Reihana.

Pembahasan : kata terompet, sedap malam pada kalimat tersebut memunculkan makna yang berbeda ketika tidak diikuti kata bunga atau dibaca terpisah, sebab memunculkan makna abstrak yang tak langsung dapat dipahami pembacanya. namun ketika diikuti dengan kata bunga, kata tersebut mempertegas pernyataan tersebut, bahwa kata terompet dimaksudkan untuk bunga terompet bukan maksud lain.
Nama : Annisa Citra Pratiwi
NPM    : 2217051008

3. Saya kirimkan sebuah kamus bahasa Lampung pada Iqbal.
4. Kepada mahasiswa/i yang ingin menonton pertunjukan tersebut, silakan menghubungi Pak Fuad.
5. Tolong beritahu saya kapan dia kembali dari Rumah Sakit Abdul Muluk.
7. Marilah kita bekerja keras demi kesejahteraan masyarakat lampung.
9. Mahasiswa harus jujur dalam mengutip pendapat berbagai pakar dengan mencantumkan kutipan secara lengkap.
11. Bunga anggrek, Bunga terompet, Bunga Sedap Malam, Bunga mawar, Bunga Anyelir dan Bunga melati tumbuh subur di depan rumah Reihana.
12. Sejak usia enam tahun, Lutfi sudah hafal berbagai lagu anak-anak, Pancasila, dan ayat-ayat pendek.
14. Penulis mengucapkan terima kasih kepada ibu Prof. Dr. Nadya Amalia atas bimbingannya.
15. Para mahasiswa/i diharuskan memakai jaket warna hijau ketika upacara bendera dilaksanakan.
19. Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini.
20. Sejak pagi peserta kongres bahasa Indonesia sudah siap di ruang Aula hotel.
Nama : Annisa Citra Pratiwi
NPM : 2217051008

Rangkuman PPT
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula, serta kalimat yang tidak bertele-tele. Maka suatu kalimat disebut efektif ketika dapat menimbulkan gagasan-gagasan pada pikiran pendengar maupun pembaca serta identik dengan yang dipikirkan oleh pembaca maupun dari penulis.

Berikut ciri-ciri kalimat efektif :
1. Kelogisan
Kalimat dikatakan logis jika logika mendukung wujud kalimat itu. Sebuah kalimat yang sudah benar strukturnya, ejaannya, kata atau frasenya, dapat menjadi salah jika maknanya lemah dari segi logika berbahasa.

2. Kepaduan
Kepaduan yakni keterkaitan makna antardata dalam kalimat. Kepaduan atau koherensi yang jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu.

3. Kesejajaran
Kesamaan bentuk, makna, dan perincian sehingga memudahkan pemahaman. Jadi, Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga. Demikian seterusnya.

4. Kehematan
Kehematan adalah pemakaian kata yang cermat dan menghindari penggunaan kata mubazir.

5. Kevariasian
Kevariasian pada suatu kalimat terlihat dari keanekaragaman bentuk bahasa yang dapat membuat minat pembaca tetap tinggi. Kevariasian memiliki beberapa macam, diantaranya: variasi sinonim kata, variasi aktif pasif, variasi panjang pendek kalimat, variasi jenis kalimat, dan variasi pola kalimat.

6. Kefokusan
Kefokusan yakni pemusatan perhatian pada bagian kalimat tertentu. Sebuah kata yang biasanya diletakkan pada awal kalimat adalah kata yang dipentingkan. Kefokusan kalimat dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu pengedepanan, pengulangan, dan pertentangan.


Rangkuman Video
Kalimat efektif merupakan suatu kalimat yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam hal penyampaian pesan, gagasan, pikiran atau perasaan kepada pembaca atau pendengar. Maka dapat disimpulkan bahwa kalimat efektif adalah kalimat yang dirancang dengan baik dan digunakan dengan tepat untuk menyampaikan maksud yang jelas dan mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar.

Terdapat aspek-aspek kebahasaan dalam penyusunan kalimat efektif :
1. Keutuhan
Keutuhan suatu kalimat dilihat dari kesatuan tiap unsur dalam kalimat tersebut.
Contoh :
Bagi semua peserta diharapkan hadir tepat waktu ---> Semua peserta diharapkan hadir tepat waktu.

2. Kesejajaran
Kesejajaran yakni kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat. Jadi bentuk verba, nomina, dan  predikat khususnya harus sejajar dengan unsur kalimat yang mengikutinya.
Contoh :
Perusahaan harus mengkaji kebijakan dalam pengambilan keputusan untuk kesejahteraan karyawan --> Perusahaan harus mengkaji kebijakan dalam mengambil
keputusan untuk menyejahterakan karyawan.

3. Kefokusan
Kefokusan yakni penegasan atau penekanan kepada ide pokok suatu kalimat, misalnya dengan mengubah struktur penegasan topik pada kalimatnya.
Contoh :
Saya sudah baca buku itu ---> Buku itu sudah saya baca.

4. Kehematan
Kehematan adalah penanggalan kata-kata mubazir dalam kalimat, yakni kata kata yang jika tidak kita gunakan tidak mempengaruhi makna kalimatnya.
Contoh :
Rapat akan diadakan hari Rabu, tanggal 20 September tahun 2017 ---> Rapat akan diadakan Rabu, 20 September 2017.

5. Kecermatan
Kecermatan artinya kalimat yang tidak ambigu dan tidak memiliki tafsiran makna ganda.
Contoh :
Guru baru pergi ke ruang guru.
---> Guru, baru pergi ke ruang guru.
---> Guru baru, pergi ke ruang guru.

6. Kevariasian
Kevariasian yakni dengan mengubah struktur, diksi, atau gaya bahasa suatu kalimat sehingga kalimat menjadi efektif, tanpa mengubah makna kalimat tersebut.
Contoh :
Pemerintah melakukan penghematan APBN.
---> Penghematan APBN dilakukan pemerintah.
---> Pemangkasan APBN dilakukan pemerintah.

7. Kelogisan
Kelogisan adalah kalimat yang makna atau maksudnya dapat diterima oleh akal.
Contoh :
Kepada bapak, waktu dan tempat dipersilakan ----> Disilakan kepada bapak untuk membawakan sambutan di depan.