Posts made by Ghozali Rizqi Ahmad Ghozali

Rangkuman dari PPT

Kelogisan kalimat merujuk pada kalimat yang ditulis dengan benar dan sesuai dengan ejaan atau kaidah yang berlaku. Namun, kebenaran struktur, ejaan, kata, atau frasa tidak cukup untuk menjamin kelogisan kalimat jika makna dari kalimat tersebut lemah dari segi logika berbahasa. Oleh karena itu, sebuah kalimat harus memiliki dukungan logika yang kuat agar dapat dikategorikan sebagai kalimat yang logis. Contoh kalimat yang tidak logis adalah kalimat yang tidak memiliki keterkaitan antara frase waktu dan tempat dengan objek yang dimaksud

Kepaduan atau koherensi adalah hubungan yang padu dalam kalimat antara kata atau kelompok kata sehingga memiliki kesatuan pikiran dan koherensi yang baik. Kepaduan dalam kalimat terlihat pada adanya keterkaitan makna antardata dalam kalimat. Hal ini dapat dilihat dari hubungan antara subjek dan predikat, hubungan antara predikat dan objek, serta keterangan-keterangan lain yang menjelaskan unsur pokok dalam kalimat. Contoh kalimat yang tidak memiliki kepaduan adalah kalimat yang menggunakan kata ganti orang yang tidak tepat atau tidak menggunakan kata depan dengan benar.

Kesejajaran atau paralelisme bentuk adalah salah satu kaidah dalam penyusunan kalimat yang membantu memberikan kejelasan dalam unsur gramatikal dengan mempertahankan bagian-bagian yang sederajat dalam konstruksi yang sama. Kesejajaran unsur-unsur kalimat memudahkan pemahaman pengungkapan pikiran. Contoh kalimat yang tidak memiliki kesejajaran bentuk adalah kalimat yang menggunakan bentuk klausa yang tidak sejajar atau menggunakan kata-kata yang tidak konsisten dalam satu kalimat. Untuk memperbaiki kalimat yang tidak kesejajaran, perlu dilakukan perubahan pada unsur kalimat yang tidak sejajar sehingga dapat membentuk kalimat yang padu dan memiliki kesejajaran bentuk.

Rangkuman dari Vidio
*Kelogisan
Kalimat dapat dikatakan logis apabila logika mendukung wujud kalimat tersebut. Sebuah kalimat yang sudah benar strukturnya, ejaannya, kata atau frasenya dapat menjadi salah apabila maknanya lemah dari segi logika berbahasa.
Kesejajaran
Paralelisme adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat. Kemiripan kata yang digunakan pada contoh kalimat: “Perusahaan harus mengendalikan kebijakan dalam mengambil keputusan untuk kesejahteraan karyawan” pada kalimat ini kata “mengendalikan” kemudian “mengambil” dan “menyejahterakan” kata tersebut harus disamakan dst. .
*Kefokusan
Kesimpulan berfokus pada penegasan atau penekanan gagasan utama suatu kalimat.
*Kehematan
Kehematan adalah penanggalan kata-kata mubazir dalam kalimat. Kata-kata mubazir yaitu kata-kata yang jika tidak digunakanpun tidak akan mempengaruhi nilai makna dari sebuah kalimat.
*Kecermatan
Kecermatan berarti kalimat tidak bersifat ambigu atau tidak menimbulkan tafsir ganda. Misalnya terdapat kalimat “guru baru pergi ke ruang guru” kalau dalam konteks ragam lisan kita dapat mengetahui dengan jelas apa yang dimaksudkan dengan kalimat ini, tetapi kalau kalimat ini tertera dalam ragam lisan maka kalimat ini menjadi rancu karena ada dua tafsir:
• guru baru pergi ke ruang guru
• ada guru yang baru saja pergi ke ruang guru
Pada kalimat ini tidak disertai dengan tanda baca sehingga penggunaan tanda baca khususnya dalam ragam tulis itu sangat-sangat diwajibkan.
Contoh :
- Guru baru pergi ke ruang guru.
- Guru, baru pergi ke ruang guru.
- Guru baru, pergi ke ruang guru.
*Kevarasian
Variasi dapat dilakukan dengan mengubah struktur kalimat, diksi atau gaya bahasa.
Contoh :
- Pemerintah melakukan penghematan APBN.
- Penghematan APBN dilakukan pemerintah.
*Kelogisan
Kelogisan berarti kalimat dapat diterima oleh akal.
Contoh :
- Kepada bapak, waktu dan tempat dipersilahkan.
- Disilakan kepada bapak untuk membawakan sambutan di depan.