Posts made by Kerina Bakarudin

Nama: Kerina Bakarudin
NPM: 2217051027
Kelas: B

Berikut adalah analisis saya berdasarkan jurnal berjudul "Demokrasi Sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum Daerah di Indonesia".

Demokrasi merupakan wujud nilai-nilai pada sila keempat Pancasila. Salah satu contoh cerminan demokrasi adalah pemilihan umum yang berlandaskan pokok pada Pancasila sila keempat yaitu nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Pilkada adalah contoh perwujudan demokratisasi di daerah. Penerapan nilai-nilai pancasila sila keempat untuk kehidupan demokrasi dalam pilkada di Indonesia dapat dilaksanakan dengan mengutamakan musyawarah dan mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Pelaksanaan ini memiliki hakikat untuk mengedepankan kepentingan rakyat dan negara. Musyawarah unruk mencapai mufakat harus dilaksanakan dengan kebijaksanaan. Setiap keputusan dalam pilkada harus dihormati dan dijunjung tinggi, tentunya dengan berlandaskan kejujuran, keadilan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mekanisme pemilu dengan hal tersebut akan mencapai dua hal, yaitu meminimalisir kemungkinan terjadinya penyalahgunaan kekuasaan serta terjaminnya kepentingan rakyat dalam tugas-tugas pemerintahan. Harapan dari demokrasi dalam pilkada ini adalah terciptanya calon pemimpin daerah yang memang dipilih sendiri oleh rakyatnya untuk memimpin daerah mereka.

Namun, saat ini masih banyak elemen politik yang tidak mencerminkan nilai demokrasi misalnya pemilihan kepala daerah yang diusung oleh partai politik hanya berdasakan intruksi ketua umum partai politik dengan cara penunjukkan langsung. Hal ini dapat menjadi celah dalam nilai demokrasi dan akan berdampak pada hasil kebijakan kepala daerah tersebut. Sayangnya, tindakan tersebut tidak ada sanksinya di negara kita dan peraturan mengenai pemilihan kepala daerah dalam Undang -Undang juga masih kurang jelas dan multi tafsir. Oleh karena itu perlu adanya penegasan dan perbaikan dalam peraturan mengenai pemilihan umum.
Nama: Kerina Bakarudin
NPM: 2217051027
Kelas: B

Berikut adalah analisis saya berdasarkan video berjudul “Perkembangan Demokrasi di Indonesia”.
1) Perkembangan Demokrasi pada Masa Revolusi Kemerdekaan
Pada masa ini demokrasi sangat terbatas. Contoh pers yang mendukung revolusi kemerdekaan adalah Tempo.
2) Perkembangan Demokrasi Parlementer (1945-1959)
Masa ini merupakan masa kejayaan demokrasi di Indonesia, hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia. Namun, demokrasi parlementer termasuk gagal dikarenakan dominannya politik aliran (partai Islam, partai nasionalis, partai non-Islam) sehingga membawa konsekuensi terhadap pengelolaan konflik, basis sosial yang masih lemah, serta persamaan kepentingan antara presiden Soekarno dengan kalangan Angkatan Darat yang sama-sama tidak senang dengan proses politik yang berjalan.
3) Perkembangan Demokrasi Terpimpin (1959-1965)
Pada masa ini, politik diwarnai oleh tolak ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik utama yaitu ABRI, Soekarno dan PKI.
4) Perkembangan Demokrasi Pemerintahan Orde Baru
Pada tiga tahun awal masa pemerintahan, kekuasaan terlihat seperti akan didistribusikan kepada kekuatan kemasyarakatan. Namun, setelah tiga tahun, terjadinya dominan peranan ABRI, birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik, pembatasan peran dan fungsi partai politik, campur tangan pemerintah dalam persoalan partai politik dan public, terjadinya masa mengambang molitisasi ideologi negara, dan inkorporasi Lembaga nonpemerintah.
5) Perkembangan Demokrasi Masa Reformasi (1998 – sekarang)
Pada masa ini diterapkan sistem demokrasi Pancasila. Diawali dengan jatuhnya kekuasaan Soeharto dan beralihnya pemerintahan ke BJ Habibie sebagai presiden RI. Berikut adalah ciri demokrasi era reformasi:
- Pemilu yang dilaksanakan (1999-2004) jauh lebih demokratis dari masa-masa sebelumnya.
- Rotasi kekuasaan dilaksanakan dari mulai pemerintahan pusat sampai tingkat desa.
- Pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka.
- Sebagian besar hak dasar dapat terjamin, contohnya hak kebebasan berpendapat.
Nama: Kerina Bakarudin
NPM: 2217051027
Kelas: B

Berikut adalah analisis saya berdasarkan jurnal tersebut:

Demokrasi bermakna sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Konsolidasi demokrasi di Indonesia belum berjalan secara lancar karena masih ada pilar-pilar penting yang belum berfungsi maksimal, contohnya yaitu pemilu, partai politik, masyarakat sosial, dan media massa. Pemilu sangat penting dalam berjalannya demokrasi, karena pemilu dapat menghasilkan kepemimpinan dan memperbaiki kinerja pemerintahan. Pendalaman proses demokrasi akan terhambat jika pilar-pilar pentingnya tidak mendukung proses demokrasi. Padahal, pilar inilah yang menjadi acuan suksesnya demokrasi. Apalagi saat kondisi sosial, ekonomi, politik, dan hukum juga kurang mendukung. Hal ini dapat mempengaruhi stabilitas nasional. Tantangan yang disebutkan sebelumnya menjadi pekerjaan yang harus diperbaiki Indonesia, semua pilar demokrasi harus memaksimalkan dan menanggungjawabkan perannya.

Kepercayaan menjadi hal penting dalam konsolidasi demokrasi. Jika semua pilar demokrasi memiliki komitmen dan profesionalitas dalam menyukseskan pemilu, maka demokrasi yang berkualitas akan terwujud. Partai politik dan penyelenggara pemilu harus bersikap professional dan jujur dalam pelaksanaan pemilu. Masyarakat harus bijak dalam memilih dan menanggapi perbedaan pilihan/pendapat agar tidak terjadinya perpecahan. Media massa harus memberikan informasi yang objektif dan tidak menggiring opini negatif kepada masyarakat agar terciptanya kedamaian dalam proses pemilu. Hal-hal tersebut perlu ditanamkan dalam setiap elemen, agar terciptanya kepercayaan, kedamaian, dan kesuksesan dalam proses demokrasi di Indonesia.
Nama: Kerina Bakarudin
NPM: 2217051027
Kelas: B

Berikut adalah analisis saya terhadap video tersebut:

Sistem demokrasi menjadi pilihan banyak negara. Negara yang sistem demokrasinya baik lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang. Demokrasi juga dipandang sebagai alat yang efektif untuk mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi publik. Misalnya dari segi penegakan HAM, negara demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang lebih tinggi. Warga negara demokrasi juga memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi daripada negara non-demokrasi.

Pernyataan terkait kelebihan dari sistem demokrasi juga terdapat pertentangan. Misalnya ketika demokrasi menghasilkan pemimpin populis yang anti-sains juga para politikus yang anti kritik. Hal ini menyebabkan terjadinya krisis demokrasi, alasannya yaitu rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus, penurunan jumlah keanggotaan partai politik, dan regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin memperkenalkan diri
nama: Kerina Bakarudin
NPM: 2217051027

Saya ingin mengajukan pertanyaan terkait materi paragraf dari presentasi kelompok 7, berikut adalah pertanyaan saya:
pada penjelasan tentang struktur paragraf terdapat unsur kalimat pengembang langsung dan kalimat pengembang tak langsung, yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana ciri kalimat pengembang langsung dan tak langsung dan bagaimana perbedaan di antara keduanya?

Terima kasih.