Kiriman dibuat oleh TRIO SAKTI ARDIKA

Nama : Trio sakti ardika
Npm : 2257051012
Kelas : C
Prodi : ILMU KOMPUTER

Dalam analisis jurnal terkait kasus penistaan agama oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), penegakan hukum dan perlindungan negara menjadi perhatian utama. Kasus ini menimbulkan kontroversi karena melibatkan isu sensitif terkait agama dan kebebasan berbicara.
Dalam konteks penegakan hukum, penting untuk mengevaluasi apakah proses hukum berjalan secara transparan, adil, dan independen. Kasus semacam ini menguji kemandirian sistem peradilan dalam menghadapi tekanan politik atau opini publik. Pentingnya menjaga objektivitas dan netralitas aparat penegak hukum sangat diperlukan dalam memastikan bahwa proses hukum berjalan sesuai dengan prinsip keadilan dan tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Selain itu, perlindungan negara juga menjadi pertimbangan penting dalam kasus ini. Negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi hak-hak warga negara, termasuk kebebasan beragama dan berpendapat. Dalam konteks penistaan agama, perlindungan negara harus memastikan bahwa kebebasan berbicara dijaga sejalan dengan menjaga harmoni dan kerukunan antarumat beragama. Penting untuk mengevaluasi tindakan dan kebijakan yang diambil oleh negara dalam menangani kasus ini, apakah telah mencerminkan perlindungan yang proporsional bagi semua pihak yang terlibat.
Analisis kritis terhadap kasus penistaan agama oleh mantan Gubernur DKI Jakarta ini memerlukan pemahaman mendalam tentang penegakan hukum yang berjalan serta perlindungan negara yang diberikan dalam konteks kebebasan beragama dan kebebasan berbicara. Penting untuk menghasilkan keputusan yang adil dan sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, serta menghormati hak-hak asasi manusia dalam rangka menjaga kedamaian dan harmoni sosial.
Nama : Trio sakti ardika
Npm : 2257051012
Kelas : C
Prodi : ILMU KOMPUTER

Berdasarkan video tersebut dapat saya analisis yaitu :
Hukum memiliki peran penting sebagai lembaga yang bertujuan mengatur dan merapikan negara dan masyarakat dalam segala variasinya. Hukum alam telah menjadi cara yang efektif dalam mengatur kehidupan masyarakat yang sederhana, namun keberadaannya tidak cukup untuk menangani kompleksitas negara dan masyarakat modern. Oleh karena itu, diperlukan adanya pembentukan struktur hukum baru yang sengaja dirancang seperti hukum modern.
Di Indonesia, konsep supremasi hukum telah diakui dalam konstitusi dan dianggap sebagai prinsip dasar dalam sistem hukum dan pemerintahan. Namun, pada kenyataannya, praktiknya masih belum sepenuhnya mencerminkan prinsip ini.Pada beberapa kasus, pemerintah dan pejabat publik terkadang tidak menghormati hukum dan tidak menegakkan keadilan secara adil dan transparan. Kasus-kasus seperti korupsi, pelanggaran hak asasi manusia, dan ketidakadilan sosial masih sering terjadi di Indonesia, yang menunjukkan bahwa supremasi hukum masih belum sepenuhnya diterapkan secara efektif.Reformasi 1998 memperkenalkan reformasi politik, ekonomi, dan sosial. Reformasi ini juga membawa perubahan signifikan dalam sektor hukum dan yudisial Indonesia dengan memberikan Demokratisasi : transisi ke rezim politik yang lebih demokratis dan Desentraslisasi : Penyerahan kekuasaan pemerintah oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom berdasarkan asas otonomi.
Nama : trio sakti ardika
Npm : 2257051012
Kelas : C
Prodi : Ilmu Komputer

hakikat konsep geopolitik

Geopolitik adalah ilmu penyelenggaraan yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah atau tempat suatu bangsa. ada beberapa macam teori tentang geopolitik, antara lain :
1. Teori geopolitik Frederich Ratzel
2. Teori geopolitik Rudolf Kjellen
3. Teori geopolitik Karl Haushofer
4. Teori geopolitik Halford Mackinder
5. Teori geopolitik Alfred Thayer Mahan
6. Teori geopolitik Guilio Douhet, William Mitchel, Saversky, dan JFC Fuller

Konsep geopolitik di Indonesia yakni teori geopolitik bangsa Indonesia menyatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi nasional dipergunakan sebagai pertimbangan dasar dalam menentukan politik nasional ketika dihadapkan kepada kondisi dan kedudukan wilayah geografis Indonesia. Teori geopolitik pertama kali diperkenalkan oleh Ir. Soekarno dalam sidang BPUPKI. Adapun prinsip geopolitik di Indonesia adalah tidak mementingkan dalam hal wilayah, tetapi lebih kepada pembangunan kesatuan bangsa dalam satu wilayah.

wawasan Nusantara adalah wawasan nasional yang bersumber dari Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia. Hakikat dari wawasan Nusantara adalah kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia. Cara pandang bangsa Indonesia terhadap wawasan Nusantara atau geopolitik di Indonesia yaitu:
1. perwujudan kepulauan Nusantara sebagai suatu kesatuan politik
2. perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi
3. perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya
4. perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan dan keamanan

Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, kesatuan wilayah Indonesia mencakup kesatuan politik, kesatuan hukum, kesatuan sosial budaya, serta kesatuan pertahanan dan keamanan
Nama : Trio Sakti Ardika
NPM : 2257051012
Kelas : C
Prodi : S1 Ilmu Komputer

Ketahanan Nasional

Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis suatu negara, yang mencakup keuletan dan semangat untuk menghadapi segala tantangan dan hambatan yang mengancam identitas, integritas, serta kehidupan berbangsa negara. etahanan juga berfungsi sebagai landasan utama pembangunan nasional, yaitu sebagai arah dan pedoman. Ketahanan nasional adalah prasyarat utama untuk negara berkembang yang bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan mengatasi ancaman dan hambatan, baik dari dalam maupun luar negeri. Ketahanan didasarkan pada wawasan nasional yang meliputi pandangan bangsa Indonesia pada diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, dan termasuk wawasan dan landasan utama dalam menyelenggarakan kehidupan nasional. Sifat ketahanan nasionala antara lain adalah mandiri, manunggal, dinamis, wibawa, konsultasi dan kerja sama.

Unsur ketahanan nasional ada dua, yakni ketahanan nasional pancagatra dan ketahanan aspek ideologi. Berikut terdapat beberapa cara untuk memperkuat ketahanan nasioanl:
1. Geografi, memahami potensi wilayah udara, laut, dan iklim tropis sebagai ruang hidup yang strategis, serta memahami kelemahan yang ada.
2. Sumber kekayaan alam, Sumber daya alam di daratan, di udara, dan di laut, baik yang bersifat hayati maupun non-hayati, harus dikelola dan dijaga dengan baik agar dapat dimanfaatkan secara optimal
3. Demografi, Pertumbuhan penduduk Indonesia yang cepat harus diimbangi dengan peningkatan kesehatan, harapan hidup, dan kualitas fisik agar dapat mendukung ketahanan.
4. Ideologi, Pancasila adalah ideologi yang diterima dan menjadi asas dalam kehidupan bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat.
5. Politik, Pelaksanaan politik harus berdasarkan prinsip demokrasi, terutama dalam mekanisme dan struktur politik.
6. Ekonomi, Pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor seperti pertanian, industri, dan jasa harus diperhatikan agar dapat mendukung ketahanan.
7. Sosial budaya, memperkuat kemajemukan dan kebhinekaan masyarakat, karena kekuatan bangsa Indonesia terletak pada perbedaan yang dapat hidup selaras dan berdampingan.
8. Pertahanan dan keamanan, negara harus dikelola dengan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta, termasuk yang tertuang dalam UU No 20 Tahun 1982 tentang Pertahanan dan Keamanan Negara.
Nama : Trio Sakti Ardika
Npm : 2257051012
Kelas : C
Prodi : S1 Ilmu Komputer

Artikel ini membahas pentingnya semangat bela negara di tengah pandemi COVID-19. Bela Negara merupakan kewajiban dan hak setiap warga negara untuk mempertahankan dan mencintai negaranya. Hal ini mencakup tindakan-tindakan seperti patuh terhadap peraturan, menjaga kebersihan, tidak menyebarkan berita palsu, dan menjaga solidaritas dengan sesama warga negara.Pada masa pandemi COVID-19, bela negara dapat diwujudkan dengan cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, serta mengikuti aturan dan himbauan yang dikeluarkan pemerintah untuk memutus rantai penularan virus. Selain itu, bela negara juga melibatkan solidaritas dengan sesama, seperti membantu orang-orang yang terdampak secara ekonomi dan menyisihkan rezeki untuk mereka yang membutuhkan. Dalam konteks pandemi, pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi masyarakat, seperti membentuk gugus tugas penanganan COVID-19 dan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial. Prioritas utama adalah mencegah penyebaran virus dan melindungi mereka yang sudah terinfeksi.

Bela negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga setiap individu sebagai warga negara. Dalam melakukan bela negara, kesadaran individu sangatlah penting. Semakin tinggi kesadaran bela negara seseorang, semakin kokoh negara tersebut dalam menghadapi tantangan dan konflik.Artikel ini juga mengingatkan bahwa bela negara bukan hanya sebatas mengangkat senjata, tetapi juga melibatkan berbagai tindakan lain yang dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan dan profesinya masing-masing. Contoh-contoh nyata bela negara pada masa pandemi COVID-19 adalah peran para tenaga medis, para influencer yang menggalang dana untuk keperluan medis, dan masyarakat yang membantu mereka yang terdampak ekonomi.Dalam pelaksanaan bela negara saat pandemi, penting untuk menjaga kesolidaritasan dengan pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan. Selain itu, artikel ini juga menekankan pentingnya solidaritas dalam membantu sesama, terutama mereka yang rentan terdampak.

Dalam kesimpulannya, semangat bela negara sangatlah penting di tengah pandemi COVID-19. Bela negara dapat diwujudkan melalui tindakan individu dan solidaritas dengan sesama. Melalui kesadaran bela negara yang tinggi, negara dapat menjadi kokoh dan kuat dalam menghadapi tantangan dan konflik.