Kiriman dibuat oleh Ulfa Anisa

Nama : Ulfa Anisa
NPM : 2217051040
Kelas : B

Terhadap analisis yang saya lakukan dalam vidio "Perkembangan Demokrasi di Indonesia" dan dapat dilihat dari beberapa masa yang telah dilalui sejak masa kemerdekaan. Berikut adalah 5 masa dalam perkembangan demokrasi di Indonesia:

- Masa Awal Kemerdekaan 1945-1959
Pada masa ini ditandai dengan lahirnya Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara dan konstitusi Indonesia.

-Masa Orde Lama 1959-1966
Masa ini dimulai dengan terbentuknya pemerintahan demokrasi parlementer pada tahun 1959. Masa ini, Indonesia mengalami kemajuan ekonomi yang signifikan dan menerapkan konsep Nasionalisme, Agama, dan Komunisme (NAK) sebagai ideologi negara.

-Masa Orde Baru 1966-1998
Masa ini dimulai dengan berkuasanya Soeharto sebagai presiden pada tahun 1966. Pada tahun 1998, Soeharto mengundurkan diri setelah terjadi demonstrasi besar-besaran yang menuntut reformasi.

Masa Reformasi 1998-2004
Masa reformasi ditandai dengan reformasi politik dan demokratisasi. Pada masa ini pemilihan umum yang bebas dan adil diadakan secara teratur, dan hak asasi manusia diakui dan dilindungi oleh pemerintah.

Masa Reformasi Berkelanjutan 2004-sekarang.
Pada masa ini ditandai dengan terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden pada tahun 2004 dan Joko Widodo pada tahun 2014. Pada masa ini, demokrasi di Indonesia semakin ditekankan dan dipertahankan, dan terus mengalami perkembangan dalam hal kebebasan berbicara, partisipasi masyarakat, dan transparansi pemerintah.
Nama : Ulfa Anisa
NPM : 2217051040
Kelas : B

Setelah melihat Jurnal penelitian politik Vol. 16 No. 1, Juni 2019 dengan judul "Dinamika Sosial Politik Menjelang Pemilu Serentak 2019" membahas tentang berbagai faktor sosial dan politik yang mempengaruhi dinamika pemilu serentak 2019 di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan sejumlah informan kunci, analisis dokumen, dan observasi.
Penelitian ini menemukan bahwa terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi dinamika sosial politik selama pemilu serentak 2019 di Indonesia, termasuk polarisasi politik, isu identitas dan agama, media sosial, serta kebijakan pemerintah. Penelitian ini menunjukkan bagaimana isu-isu seperti agama dan identitas menjadi penting dalam dinamika politik Indonesia, terutama dalam konteks pemilihan umum.

Dalam penelitian ini juga menyoroti peran media sosial dalam mempengaruhi opini publik selama pemilu serentak 2019. Media sosial menjadi platform yang penting bagi para kandidat dan pendukungnya untuk mempromosikan diri dan menggalang dukungan. Namun, media sosial juga menjadi sumber hoaks dan informasi yang salah, yang dapat mempengaruhi opini publik dan memperburuk polarisasi politik.
Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana kebijakan pemerintah, seperti pelarangan kampanye di luar jadwal resmi dan pengawasan ketat terhadap keamanan, dapat mempengaruhi dinamika sosial politik selama pemilu serentak 2019. Pelarangan kampanye di luar jadwal resmi mengurangi kesempatan para kandidat untuk berinteraksi dengan masyarakat, sedangkan pengawasan ketat terhadap keamanan dapat menimbulkan rasa takut dan mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pemilu.

Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang dinamika sosial politik selama pemilu serentak 2019 di Indonesia. Temuan-temuan dalam penelitian ini dapat membantu para peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika politik Indonesia dan merumuskan kebijakan yang tepat dalam mendukung demokrasi yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.
Nama : Ulfa Anisa
NPM : 2217051040
Kelas : B

Dari video tersebut, analisis yang dapat saya simpulkan yaitu sistem demokrasi masih sering dituduh sebagai sistem yang gaduh dan kurang efektif, namun sistem ini masih dianut oleh banyak negara di dunia. Dalam video ini dijelaskan beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab mengapa sistem demokrasi tetap bertahan dan diminati oleh banyak negara.
Diantaranya adalah adanya perlindungan hak asasi manusia. Sistem demokrasi memberikan ruang yang lebih besar bagi individu untuk berpartisipasi dalam keputusan politik dan memperjuangkan hak-hak mereka. Selain itu, demokrasi juga memberikan perlindungan bagi minoritas dan mengurangi risiko adanya penindasan oleh penguasa.
Dapat diamati juga di dalam video ini mengutip beberapa studi yang menunjukkan bahwa negara-negara yang menganut sistem demokrasi cenderung lebih stabil secara politik dan ekonomi, serta memiliki tingkat korupsi yang lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara yang tidak menganut sistem demokrasi.
Tidak hanya kelebihan dari demokrasi, di dalam video ini juga menjelaskan bahwa sistem demokrasi bukan tanpa kelemahan. Salah satu masalah yang seringkali dihadapi oleh sistem demokrasi yaitu munculnya politik uang dan pengaruh besar dari korporasi dalam keputusan politik.
Kesimpulannya dari video tersebut, meskipun sistem demokrasi tidak sempurna dan memiliki kelemahan, namun sistem ini masih diminati oleh banyak negara. karena memberikan ruang yang lebih besar bagi individu untuk berpartisipasi dalam keputusan politik, memberikan perlindungan bagi minoritas, dan mampu mengakomodasi keberagaman dalam masyarakat.