Posts made by Muhammad Ritski Wira Akbar

NAMA : Muhammad Ritski Wira Akbar
NPM : 2217051072
KELAS : A

Menurut pandangan saya, Demokrasi adalah suatu bentuk sistem pemerintahan di mana seluruh warga negara memiliki hak yang sama untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan yang dapat berdampak pada kehidupan mereka. Di negara yang menerapkan demokrasi, hak asasi manusia cenderung lebih dihargai, sehingga warga negara dapat memperoleh tingkat kesejahteraan yang lebih baik. Sistem pemerintahan demokrasi dipilih karena dapat mengakomodasi beragam kepentingan dan aspirasi masyarakat, dan juga dapat menjadi basis kesepakatan nasional yang harus dihormati dan dipertahankan oleh seluruh warga negara.

Dalam sistem demokrasi, setiap orang memiliki kebebasan untuk menyuarakan pendapat mereka, sehingga dapat mendorong terjadinya diskusi dan perselisihan yang memungkinkan tercapainya kebebasan berekspresi. Walaupun demokrasi memiliki kelemahan, tetapi negara masih memilih demokrasi sebagai sistem pemerintahan karena dianggap mampu menjaga keamanan dan kesejahteraan jangka panjang.
Rangkuman dari PPT
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula. Maksudnya, sebuah kalimat yang dikatakan efektif memiliki kemampuan untuk memunculkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca yang identik dengan apa yang dimaksud pembicara atau penulis.
Ciri-ciri kalimat efektif:
1. Kelogisan
Kalimat dikatakan logis jika logika mendukung wujud kalimat itu. Sebuah kalimat yang sudah benar strukturnya, ejaannya, kata atau frasenya, bisa menjadi salah jika maknanya lemah dari segi bahasa berbahasa.
2. Kepaduan
Ciri kepaduan dalam kalimat terlihat pada adanya keterkaitan makna antardata dalam kalimat. Kepaduan atau koherensi yang baik dan kompak adalah hubungan timbal balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu. Bagaimana hubungan antara subjek dan predikat, hubungan antara predikat dan objek, serta keterangan-keterangan lain yang menjelaskan tiap-tiap unsur pokok tadi.
3. Kesejajaran
Kesejajaran atau paralelisme bentuk membantu memberi kejelasan dalam unsur gramatikal dengan mempertahankan bagian-bagian yang sederajat dalam konstruksi yang sama. Jadi Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga. Demikian seterusnya. Kesejajaran bentuk mengacu pada kesejajaran unsur-unsur dalam kalimat. Kesejajaran unsur-unsur kalimat itu akan memudahkan pemahaman pengungkapan pikiran.
Kesejajaran makna kalimat akan terlihat melalui penataan gagasan yang cermat.
4. Kehematan
Kehematan adalah pemakaian kata yang cermat dan menghindari penggunaan kata mubazir.
5. Kevariasian
Dalam penyusunan karya tulis ilmiah, kalimat-kalimat yang digunakan perlu memperhatikan kevariasian kalimatnya. Variasi ini akan memberikan efek yang berbeda. Keraf menyatakan bahwa variasi tidak lain daripada menganekaragamkan bentuk-bentuk bahasa agar tetap terpelihara minat dan perhatian orang.
• Variasi Sinonim Kata
Variasi berupa sinonim kata pada hakikatnya tidak merubah isi atau amanat yang akan disampaikan. Variasi ini rata-rata digunakan penulis untuk menarik minat dan perhatian pembaca. Perhatikan contoh kalimat berikut.
• Variasi Panjang Pendek Kalimat
Penggunaan panjang pendeknya struktur kalimat dapat mencerminkan pikiran pengarang. Seorang pengarang akan menggunakan rangkaian kalimat panjang dan memberikan penekanan pada bagian yang diinginkan.
• Variasi Aktif-Pasif
Variasi kalimat dapat dibuat dengan penggunaan kalimat aktif dan pasif. Kalimat aktif ditandai dengan awalan me- dan kalimat pasif ditandai dengan awalan di-. Paragraf berikut akan menunjukkan adanya variasi yang dibuat oleh kalimat aktif dan kalimat pasif.
• Variasi Jenis Kalimat
Variasi kalimat juga dapat dilakukan dengan menggunakan variasi jenis kalimat. Dalam bahasa Indonesia ada tiga jenis kalimat, yaitu kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat perintah. Contohnya, untuk menyatakan sesuatu, penulis akan menyatakan dalam kalimat berita.
• Variasi Pola Kalimat
Adanya variasi pada pola kalimat dapat menghindari kebosanan. Posisi subjek yang ada di awal kalimat dapat diubah menjadi di akhir kalimat, misalkan pola kalimat Subjek – Predikat – Objek dapat diubah menjadi Objek – Predikat– Subjek, atau yang lainnya.
6. Kefokusan
Kefokusan adalah pemusatan perhatian pada bagian kalimat tertentu. Sebuah kata yang biasanya diletakkan pada awal kalimat adalah kata yang dipentingkan. Kefokusan kalimat dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu pengedepanan, pengulangan, dan pertentangan.
• Pengedepanan
Pengedepanan kalimat dapat dilakukan dengan meletakkan bagian yang dikhususkan atau ditonjolkan pada awal kalimat. Unsur yang ditonjolkan dapat berupa subjek, predikat, atau keterangan kata. Perhatikan contoh kalimat berikut.
• Pengulangan
Unsur yang akan dibatasi dapat dicapai melalui pengulangan bagian yang ditetapkan. Kata atau frase yang diulang biasanya kata atau frase yang dianggap penting dalam sebuah kalimat.
• Perlawanan
Fokus suatu gagasan juga dapat dilakukan melalui pertentangan. Kata yang ingin ditempatkan dalam suatu posisi pertentangan. Perhatikan contoh berikut.



Rangkuman dari video
Kalimat efektif merupakan sebuah kalimat yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam hal yang memicu pesan,gagasan,pikiran atau perasaan kepada pembaca dan pendengar. Dengan kata lain, kalimat efektif merupakan satuan satuan lingual yang diutarakan seorang penulis atau pembicara pendengar kepada dan pembacanya, dan si pembaca atau si pendengar dapat mengerti apa yang disampaikan sebagaimana si penulis memaknai apa yang ia sampaika. kalimat efektif adalah kalimat yang jika kita dengar atau kita baca kita dapat memahaminya dengan mudah.
Aspek – aspek kalimat efektif yaitu keutuhan, kesejajaran, kefokusan, kehematan, kecermatan, kelogisan, dan kevariasian. Ketujuh aspek ini adalah hal-hal yang perlu dikuasai untuk membangun sebuah kalimat yang efektif.
1. Keutuhan
Keutuhan adalah kesepadanan struktur dan makna dalam kalimat setiap unsur.
2. Kesejajaran
Kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat.
3. Kefokusan
Kefokusan keputusan merupakan penegasan atau penekanan pada ide pokok di dalam sebuah kalimat.
4. Kehematan
Kehematan adalah penanggalan kata-kata mubazir dalam kalimat. Perlu diingat bahwa kata-kata mubazir disini berarti kata-kata yang jika kita tidak gunakan maka tidak akan mempengaruhi nilai makna dari sebuah kalimat.
5. Kecermatan
Kecermatan berarti kalimat tidak bersifat ambigu atau tidak menimbulkan tafsir ganda.
6. Kevariasian
Dapat kita lakukan dengan mengubah struktur kalimat atau diksi yang terdapat di dalam kalimat tersebut sehingga kalimat menjadi efektif.
7. Kelogisan
Hal ini berbicara tentang bagaimana sebuah kalimat harus masuk akal atau harus diterima dengan akal yang sehat.
1. Kustami selalu membawa oleh-oleh ketika kembali dari rumah anak perempuannya.
2. Dengan ini saya mengirimkan sebuah kamus bahasa lampung kepada saudara iqbal.
3. Tolong beritahu aku kapan dia kembali dari Rumah Sakit Umum Abdul Muluk.
4. Indonesia merupakan kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau-pulau kecil.
5. Mari kita bekerja keras demi kesejahteraan masyarakat Lampung.
6. Dalam upacara bendera yang diadakan di lapangan, para mahasiswa diharuskan memeakai jaket berwarna hijau.
7. Para ilmuwan harus mengesampingkan masalah pribadi bila ingin diterima sebagai anggota masyarakat.
8. Meskipun penelitian ini telah dilakukan secara maksimal, tetapi hasil yang diharapkan belum terlihat.
9. Saran yang diberikan akan saya pertimbangkan dengan sebaik-baiknya.
10. Atas perhatian dan kerja sama yang baik selama ini, saya ucapkan terimakasih.
Nama: Muhammad Ritski Wira
NPM : 2217051072
Kelas: A

Pendidikan kewarganegaraan dalam
konteks pendidikan nasional bukanlah sesuatu
yang baru di Indonesia. Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan
untuk membangun karakter warga negara, diantaranya membentuk kecakapan partisipatif warga negara yang bermutu dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menjadikan warga negara yang cerdas, aktif, kritis dan demokratis, dan harus memiliki komitmen utuk menjaga persatuan dan integritas bangsa.

Hak asasi manusia (HAM) hak asasi manusia
adalah hak- hak yang diberikan langsung oleh
Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai sesuatu
yang bersifat kodrati, tidak ada kekuasaan apapun
di dunia yang dapat mencabut hak asasi setiap
manusia.
Terdapat 4 prinsip dasar dalam HAM yaitu:
1. kebebasan.
2. kemerdekaan.
3. persamaan.
4. keadilan.
Nama : Muhammad Ritski Wira Akbar
NPM : 2217051072
Kelas : A

Pendidikan kewarganegaraan ialah usaha sadar menyiapkan peserta didik agar cinta, setia, berani berkorban membela bangsa dan negara, serta melatih peserta didik berfikir kritis, analitis, demokratis, berdasarkan Pancasila.

Landasan hukum PKn yaitu:
- Pancasila
- Pembukaan UUD 1945
- Batang tubuh UUD 1945
- UU nomor 20 tahun 1982
- UU nomor 20 tahun 2003
- SK Dirjen Dikti nomor 43 tahun 2006

Pendidikan kewarganegaraan sudah dimulai sebelum Indonesia merdeka, PKn diperlukan oleh masyarakat untuk menjaga, memelihara, dan mempertahankan eksistensi bangsa.

PKn perlu mendorong warga negara agar mampu memanfaatkan pengaruh positif perkembangan ipte untuk membangun bangsa