གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Moza Surya Putra

Nama : Moza Surya Putra
Kelas : A
NPM : 2217051014

Rangkuman video

Kalimat efektif merupakan sebuah kalimat yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam penyampaian pesan, gagasan, pikiran atau perasaan kepada pembaca atau pendengar dan si pembaca atau pendengar dapat mengerti, memahami apa yang disampaikan sebagaimana si penulis atau si pembicara memaknai apa yang ia sampaikan.

Aspek kebahasaan yang harus dikuasai :
1. Keutuhan
2. Kesejajaran
3. Kefokusan
4. Kehematan
5. Kecermatan
6. Kelogisan
7. Kevariasian

1. Keutuhan
Kesepadanan struktur dan makna dalam kalimat.
- Sangat disanrankan tidak menggunakan preposisi di depan kalimat
- Jangan menaruh kata "yang" diantar subjek dan predikat.
- Pengulangan subjek dalam keutuhan kalimat menyebabkan kalimat tidak efektif.

2. Kesejajaran
Kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat.
- Kesamaan antara kedua verba, aktif dengan aktif, pasif dengan pasif.

3. Kefokusan
Penegasan atau penekanan kepada ide pokok kalimat.
- Untuk penegasan inti kalimat dipindahkan ke depan.

4. Kehematan
Penanggalan kata-kata mubazir dalam kalimat.
- Kata yang walaupun dihilangkan tidak akan merubah makna kalimat.

5. Kecermatan
Kecermatan berarti kalimat tidak ambigu dan tidak menimbulkan tafsir ganda.
- "Guru baru pergi ke ruang guru." Kalimat ini rancu.
- "Guru, baru pergi ke ruang guru". Tanda baca sangat penting dalam memahami suatu kalimat.

6. Kevariasian
Variasi dapat dilakukan dengan mengubah struktur kalimat, diksi atau gaya bahasa supaya kalimat lebih efektif.
- "Pemerintah melakukan penghematan APBN." Kalimat ini kurang variatif.
- " Penghematan APBN dilakukan pemerintah." Kalimat diatas lebih variatif dan menghindari kebosanan.

7. Kelogisan
Kelogisan berarti kalimat harus masuk akal sehat dan jelas.



Rangkuman materi ppt

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahamai secara tepat pula(Sugono, 2003:91).

Ciri-ciri kalimat efektif :
1. Kelogisan
Kalimat yang benar strukturnya, ejaannya, kata atau frasenya, dapat menjadi salah jika maknanya lemah dari segi logika berbahasa.
- Acara berikutnya adalah sambutan rektor Universitas Lampung. Waktu dan tempat kami persilahkan.
- Acara selanjurnya adalah sambutan rektor Universitas Lampung. Bapak Sugeng P. Harianto kami persilahkan
- Kalimat pertama tidak logis karena yang dipersilahkan harusnya rektor Universitas Lampung dan kalimat kedua logis.

2. Kepaduan
Kepaduan adalah hubungan yang padu antara kata atau kelompok kata sehingga memiliki kesatuan pikiran dan koherensi yang baik.
- Yang utama adalah hubungan antar kata harus tepat sehingga kalimat lebih efektif dan mudah dipahami.

3. Kesejajaran
Kesejajaran adalah kalimat yang memiliki kesamaan bentuk, makna, dan perincian sehingga memudahkan pemahaman.
- Kesejajaran bentuk, jika kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga. Demikian seterusnya.
- Kesejajaran makna, Kata yang memiliki makna negatif diikuti dengan makna yang negatif juga, dan sebaliknya.

4. Kehematan
Kehematan adalah pemakaian kata yang cermat dan menghindari penggunaan kata mubazir.
- Tidak menggunakan kata yang menyebabkan subjek berulang atau memiliki bentuk ganda.

5. Kevariasian
Kalimat yang menarik minat dan menarik sehingga mengurangi kebosanan.

6. Kefokusan
Pemusayan perhatian pada bagian kalimat tertentu.
- Kata pada awal kalimat adalah kata yang dipentingkan.
- Kata yang diulang biasanya adalah kata yang dipentingkan.
- Kata yang ingin difokuskan ditempatkan dalam suatu posisi pertentangan.
1. Kustiami selalu membawa banyak oleh-oleh ketika kembali dari rumah anak perempuannya.

2. Tolong beritahu saya kapan dia akan kembali dari Rumah Sakit Umum Abdul Muluk.

3. Mahasiswa yang ingin menonton konser tersebut diminta menghubungi Ibu Prof. Dr. Sakhira, M.Si.

4. Jika harga bensin naik lagi, banyak rakyat miskin yang akan merasa kesulitan dan dirugikan, apalagi mahasiswa yang kos.

5. Sejak usia enam tahun, Lutfi sudah menghafal berbagai lagu anak-anak, Pancasila, dan ayat-ayat pendek.

6. Masalah ini muncul karena perilaku yang kurang sopan terhadap orang tua dan orang yang lebih tua.

7. Para ilmuwan harus mengesampingkan masalah pribadi jika ingin diterima sebagai anggota masyarakat.

8. Meskipun penelitian ini telah dilakukan secara maksimal, hasil yang diharapkan belum tampak jelas.

9. Terima kasih banyak atas perhatian dan kerjasama yang baik selama ini.

10. Sejak pagi-pagi sekali, peserta kongres bahasa Indonesia sudah siap di ruang aula hotel berbintang lima.
Nama : Moza Surya Putra
NPM : 2217051014
Kelas : A

Pendidikan Kewarganegaraan adalah cara pemerintah dalam membuat pribadi yang cinta tanah air, cerdas dan baik serta mampu mendukung keberlangsungan bangsa dan negara. Tetapi, pendidikan kewarganegaraan pada masa rezim orde baru tidak jauh dari kepentingan rezim yang berkuasa. Barulah setelah orde baru jatuh pada tahun 1998 masyarakat indonesia menyadari kembali pentingnya pendidikan kewarganegaraan yang dapat membawa indonesia ke jalan yang lebih lurus.

Pendidikan kewarganegaraan saat ini bertujuan untuk membangun karakter bangsa indonesia yang cakap, cerdas, aktif, demokratis, serta mengembangkan kultur demokrasi. Demokrasi memikiki arti etimologis yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Kultur Demokrasi yang baik seperti kebebasan, persamaan, toleransi, dan tanggung jawab dapat membuat karakter seseorang menjadi sangat baik dan lurus.



Demokrasi berkaitan erat dengan kebebasan dalam berbicara, berpikir, berpendapat, berkomunikasi dan berasosiasi, serta mengatur kepemilikannya. Hal yang paling utama dalam demokrasi adalah bagaimana rakyat mengimplementasikan hak nya dalam demokrasi dalam bermasyarakat. Tetapi, terlepas dari kebebasan yang didipatkan dari demokrasi perlu diingat bahwa kebebasan yang diberikan oleh demokrasi di indonesia adalah demokrasi yang bertanggung jawab, sehingga rakyat indonesia tidak menggunakan demokrasi sebagai perisai menyerang orang lain, individu, atau kelompok tertentu.

Dalam menciptakan demokrasi perlu dibentuk pemerintahan dan norma - norma sehingga demokrasi bisa berjalan dengan maksimal. Ada 6 norma yang dibutuhkan yaitu kesadaran akan pluralisme, musyawarah, cara - cara yang sesuai tujuan, norma kejujuran dalam pemufakatan, kebebasan nurani dan persamaan hak dan kewajiban, percobaan dan kesalahan. Jika ke 6 hal tersebut dapat diwujudkan maka demokrasi bisa berjalan dengan baik dan lancar.

HAM adalah hak asasi manusia yang didapatnya sejak dia lahir. Empat prinsip dasar HAM yaitu kebebasan, kemerdekaan, persamaan, dan keadilan. Masalah HAM yang ada di indonesia menyebabkan jatuhnya rezim otoriter pada masa orde baru dengan hilangnya, kebebasan seorang manusia dalam berekpresi, berkumpul, dll yang mengakibatkan jatuhnya rezim orde baru pada tahun 1998.