Rangkuman dari PPT
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula (Sugono, 2003: 91). Maksudnya, sebuah kalimat dikatakan efektif apabila memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca identik dengan apa yang dipikirkan pembicara atau penulis.
Ciri-ciri kalimat efektif:
1. Kelogisan
Kalimat dikatakan logis jika logika mendukung wujud kalimat itu. Sebuah kalimat yang sudah benar strukturnya, ejaannya, kata atau frasenya, dapat menjadi salah jika maknanya lemah dari segi logika berbahasa.
2. Kepaduan
Ciri kepaduan dalam kalimat terlihat pada adanya keterkaitan makna antardata dalam kalimat. Kepaduan atau koherensi yang baik dan kompak adalah hubungan timbal balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu. Bagaimana hubungan antara subjek dan predikat, hubungan antara predikat dan objek, serta keterangan-keterangan lain yang menjelaskan tiap-tiap unsur pokok tadi (Keraf, 1997: 38).
3. Kesejajaran
Kesejajaran atau paralelisme bentuk membantu memberi kejelasan dalam unsur gramatikal dengan mempertahankan bagian-bagian yang sederajat dalam konstruksi yang sama. Jadi Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga. Demikian seterusnya. Kesejajaran bentuk mengacu pada kesejajaran unsur-unsur dalam kalimat. Kesejajaran unsur-unsur kalimat itu akan memudahkan pemahaman pengungkapan pikiran.
Kesejajaran makna kalimat akan terlihat melalui penataan gagasan yang cermat.
4. Kehematan
Kehematan adalah pemakaian kata yang cermat dan menghindari penggunaan kata mubazir.
5. Kevariasian
Dalam penyusunan karya tulis ilmiah, kalimat-kalimat yang digunakan perlu memperhatikan kevariasian kalimatnya. Variasi ini akan memberikan efek yang berbeda. Keraf (2001: 44) menegaskan bahwa variasi tidak lain daripada menganekaragamkan bentuk-bentuk bahasa agar tetap terpelihara minat dan perhatian orang.
• Variasi Sinonim Kata
Variasi berupa sinonim kata pada hakikatnya tidak merubah isi atau amanat yang akan disampaikan. Variasi ini rata-rata digunakan penulis untuk menarik minat dan perhatian pembaca. Perhatikan contoh kalimat berikut.
• Variasi Panjang Pendek Kalimat
Penggunaan panjang pendeknya struktur kalimat dapat mencerminkan pikiran pengarang. Seorang pengarang akan menggunakan rangkaian kalimat panjang dan memberikan penekanan pada bagian yang diinginkan.
• Variasi Aktif-Pasif
Variasi kalimat dapat diciptakan dengan penggunaan kalimat aktif dan pasif. Kalimat aktif ditandai dengan awalan me- dan kalimat pasif ditandai dengan awalan di-. Paragraf berikut akan menunjukkan adanya variasi yang diciptakan oleh kalimat aktif dan kalimat pasif.
• Variasi Jenis Kalimat
Variasi kalimat dapat juga dilakukan dengan menggunakan variasi jenis kalimat. Dalam bahasa Indonesia ada tiga jenis kalimat, yaitu kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat perintah. Contohnya, untuk menyatakan sesuatu, penulis akan menyatakan dalam kalimat berita.
• Variasi Pola Kalimat
Adanya variasi pada pola kalimat dapat menghindari kebosanan. Posisi subjek yang ada di awal kalimat dapat diubah menjadi di akhir kalimat, misalkan pola kalimat Subjek – Predikat – Objek dapat diubah menjadi Objek – Predikat– Subjek, atau yang lainnya.
6. Kefokusan
Kefokusan adalah pemusatan perhatian pada bagian kalimat tertentu. Sebuah kata yang biasanya diletakkan pada awal kalimat adalah kata yang dipentingkan. Kefokusan kalimat dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu pengedepanan, pengulangan, dan pertentangan.
• Pengedepanan
Pengedepanan kalimat dapat dilakukan dengan meletakkan bagian yang difokuskan atau ditonjolkan pada awal kalimat. Unsur yang ditonjolkan dapat berupa subjek, predikat, atau pun keterangan. Perhatikan contoh kalimat berikut.
• Pengulangan
Unsur yang akan difokuskan dapat ditempuh melalui pengulangan bagian yang difokuskan. Kata atau frase yang diulang biasanya kata atau frase yang dianggap penting dalam sebuah kalimat.
• Pertentangan
Fokus suatu gagasan dapat pula dilakukan melalui pertentangan. Kata yang ingin difokuskan ditempatkan dalam suatu posisi pertentangan. Perhatikan contoh berikut.
Rangkuman dari
video
Kalimat efektif merupakan sebuah kalimat yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam hal penyampaian pesan, gagasan, pikiran atau perasaan kepada pembaca dan pendengar. Dengan kata lain, kalimat efektif merupakan satuan satuan lingual yang diutarakan seorang penulis atau pembicara kepada pendengar dan pembacanya, dan si pembaca atau si pendengar dapat mengerti apa yang disampaikan sebagaimana si penulis memaknai apa yang ia sampaika. Singkatnya kalimat efektif adalah kalimat yang jika kita dengar atau kita baca kita dapat memahaminya dengan mudah.
Aspek – aspek kalimat efektif yaitu keutuhan, kesejajaran, kefokusan, kehematan, kecermatan, kelogisan, dan kevariasian. Ketujuh aspek ini adalah hal-hal yang perlu dikuasai untuk membangun sebuah kalimat yang efektif.
1. Keutuhan
Keutuhan adalah kesepadanan struktur dan makna dalam kalimat setiap unsur.
2. Kesejajaran
Kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat. Kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat contoh “Perusahaan harus mengkaji kebijakan dalam pengambilan keputusan untuk kesejahteraan karyawan” pada kalimat ini terdapat kata-kata ‘mengkaji’ kemudian ‘pengambilan’ dan ‘kesejahteraan’ kata-kata tersebut harus dijadikan sejajar atau sepadan.
3. Kefokusan
Kefokusan keputusan merupakan penegasan atau penekanan kepada ide pokok di dalam sebuah kalimat.
4. Kehematan
Kehematan adalah penanggalan kata-kata mubazir dalam kalimat. Perlu kita ingat bahwa kata-kata mubazir disini berarti kata-kata yang jika kita tidak gunakan maka tidak akan mempengaruhi nilai makna dari sebuah kalimat.
5. Kecermatan
Kecermatan berarti kalimat tidak bersifat ambigu atau tidak menimbulkan tafsir ganda. Misalnya saya berikan kalimat “guru baru pergi ke ruang guru” kalau dalam konteks ragam lisan kita dapat mengetahui dengan jelas apa yang dimaksudkan dengan kalimat ini, tetapi kalau kalimat ini tertera dalam ragam lisan maka kalimat ini menjadi rancu karena ada dua tafsir :
• guru baru pergi ke ruang guru
• ada guru yang baru saja pergi ke ruang
Pada kalimat ini tidak disertai dengan tanda baca sehingga penggunaan tanda baca khususnya dalam ragam tulis itu sangat-sangat diwajibkan.
6. Kevariasian
Dapat kita lakukan dengan mengubah struktur kalimat atau diksi yang terdapat di dalam kalimat tersebut sehingga kalimat menjadi efektif.
7. Kelogisan
Hal ini berbicara tentang bagaimana sebuah kalimat harus masuk akal atau harus diterima dengan akal yang sehat. Seringkali kita berkomunikasi dengan satuan satuan lingual yang tidak logis, contohnya “Kepada bapak waktu dan tempat dipersilakan”, coba anda pikirkan dalam hal ini yang dipersilakan siapa? Si bapak atas waktunya ? Kalaupun memang waktu yang dipersilakan, adakah waktu dapat dipersilakan? Sehingga kalimat ini tidak masuk akal dan alangkah baiknya kalau kita menghindari jenis-jenis kalimat seperti ini.