RANGKUMAN DARI POWER POINT
Kalimat efektif adalah kalimat yang menjelaskan suatu gagasan secara jelas dan tepat yang bertujuan agar pembaca dapat cepat memahami arti dari kalimat yang ditulis.
Adapun ciri-ciri dari kalimat efektif, yaitu:
• Kelogisan
Salah satu ciri-ciri kalimat efektif adalah memiliki makna yang dapat diterima oleh akal manusia dan penulisannya sesuai dengan kaidah yang berlaku.
• Kepaduan
Kepaduan adalah hubungan yang padu dalam kalimat antara kata atau kelompok kata, sehingga sebuah kalimat tersebut saling memiliki keterkaitan makna.
• Kesejajaran
Kesejajaran adalah kalimat yang memiliki kesamaan bentuk, makna, dan perincian sehingga memudahkan pemahaman sebuah kalimat.
• Kehematan
Kehematan adalah pemakaian kata yang cermat dan menghindari penggunaan kata mubazir.
• Kevariasian
Kalimat yang menggunakan kevariasian ini akan memiliki keanekaragaman bentuk bahasa agar minat pembaca tetap tinggi. Kevariasian memiliki beberapa macam, diantaranya: variasi sinonim kata, variasi aktif pasif, variasi panjang pendek kalimat, variasi jenis kalimat, dan variasi pola kalimat.
• Kefokusan
Kefokusan adalah pemusatan perhatian pada bagian kalimat tertentu. Kefokusan kalimat dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu pengedepanan, pengulangan, dan pertentangan.
RANGKUMAN DARI
VIDEO
Kalimat efektif merupakan sebuah kalimat yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam hal penyampaian pesan, gagasan, pikiran atau perasaan kepada pembaca dan pendengar. Singkatnya kalimat efektif adalah kalimat yang jika kita dengar atau baca kita dapat memahaminya dengan mudah.
Ada tujuh aspek yang perlu dikuasai untuk membangun sebuah kalimat yang efektif, diantaranya:
1. Keutuhan
Keutuhan adalah kesepadanan struktur dan makna dalam kalimat setiap unsur.
2. Kesejajaran
Kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat. Kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat contoh “Perusahaan harus mengkaji kebijakan dalam pengambilan keputusan untuk kesejahteraan karyawan” pada kalimat ini terdapat kata-kata ‘mengkaji’ kemudian ‘pengambilan’ dan ‘kesejahteraan’ kata-kata tersebut harus dijadikan sejajar atau sepadan.
3. Kefokusan
Kefokusan keputusan merupakan penegasan atau penekanan kepada ide pokok di dalam sebuah kalimat.
4. Kehematan
Kehematan adalah penanggalan kata-kata mubazir dalam kalimat. Kata-kata mubazir yaitu kata-kata yang jika tidak digunakanpun tidak akan mempengaruhi nilai makna dari sebuah kalimat.
5. Kecermatan
Kecermatan berarti kalimat tidak bersifat ambigu atau tidak menimbulkan tafsir ganda. Misalnya terdapat kalimat “guru baru pergi ke ruang guru” kalau dalam konteks ragam lisan kita dapat mengetahui dengan jelas apa yang dimaksudkan dengan kalimat ini, tetapi kalau kalimat ini tertera dalam ragam lisan maka kalimat ini menjadi rancu karena ada dua tafsir:
• guru baru pergi ke ruang guru
• ada guru yang baru saja pergi ke ruang guru
Pada kalimat ini tidak disertai dengan tanda baca sehingga penggunaan tanda baca khususnya dalam ragam tulis itu sangat-sangat diwajibkan.
6. Kevariasian
Kevariasian dapat dilakukan dengan mengubah struktur kalimat atau diksi yang terdapat di dalam kalimat tersebut sehingga kalimat menjadi efektif.
7. Kelogisan
Sebuah kalimat harus masuk akal atau harus diterima dengan akal yang sehat. Seringkali kita berkomunikasi dengan satuan-satuan lingual yang tidak logis, contohnya “Kepada bapak waktu dan tempat dipersilakan”, yang harus dipersilahkan adalah bapak bukan waktu dan tempat. Oleh karena itu, kalimat ini tidak masuk akal dan alangkah baiknya kalau kita menghindari jenis-jenis kalimat seperti ini.