གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Diki Darmawan

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Soal-2

Diki Darmawan གིས-
Nama : Diki Darmawan
NPM : 2255061006
Kelas : PSTI A

A. Pancasila sebagai sistem nilai akan berfungsi sebagai paradigma ilmu, apabila para akademisi dan praktisi, warga negara maupun penyelenggara negara telah meyakini kebenaran nilai-nilai Pancasila dan menjadikannya sebagai acuan dalam berolah ilmu maupun beramal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk sampai pada keyakinan demikian, segenap komponen bangsa perlu berupaya memahami secara menyeluruh atas nilai-nilai kebenaran yang terkait dengan dirinya sebagai manusia, kebenaran tentang alam, serta kebenaran Tuhan YME, sekaligus hubungan dan posisinya di antara ketiganya. Kalau kita berbicara antara ilmu dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta keterkaitannya, di sini berlaku hukum umum, universal, untuk semua manusia, tanpa tertutup oleh ruang dan waktu maupun sekat-sekat etnisitas. Paradigma merupakan sumber, pondasi, asal dan awal dari keberadaan dan perkembangan ilmu. Untuk memahami tentang relevansi
Pancasila sebagai paradigma ilmu, melalui sila-silanya, yaitu:

Sila Pertama, menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan YME yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya.

Sila Kedua, dengan jelas menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang utuh. Dalam keutuhannya, ada rohani dan ada jasmani. Sebagai kesatuan rohaniah, keberadaan hati nurani tidak kalah penting daripada akal. Ilmu paradigma Pancasila mengakui dan menghargai keberadaan akal namun bukan segala-galanya.

Sia ketiga, menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan kepahaman antar kebangsaan Indonesia.

Sila keempat, ini menyiratkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggungjawab, baik secara vertikal kepada Tuhan YME maupun secara horizontal kepada seluruh rakyat Indonesia, dan tidak sekali-kali atas dasar kekuatan maupun legalitas formal.

Sila kelima, Keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat sosialnya, yaitu masyarakat Indonesia, yang berkarakter komunalistik-religius. Ilmu berparadigma Pancasila mendorong perburuan keadilan sosial, sekaligus menolak dominasi positifisme.

B. Harapan saya adalah untuk di masa mendatang agar tetap terus memajukan NKRI dan menjunjung tinggi nilai Pancasila dan tidak terjerumus dengan pengaruh IPTEK di masa mendatang yang takut nya akan sedikit demi sedikit mengikis nilai Pancasilais di negeri kita sendiri.

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Soal-1

Diki Darmawan གིས-
Nama : Diki Darmawan
Kelas : PSTI A
NPM : 2255061006

A. Bagaiman tanggapan mu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengintisipasi dampak negatif penyebaran hoax?
Tanggapan saya sangat disayangkan karena ini memang kelemahan teknologi media massa jaman sekarang dan masing-masing dari sifat orang yang merupakan pengguna media sosial pun tidak akan bisa kita handle karena di dunia ini ada orang yang sengaja melakukan tindakan apapun untuk mencapai apa yang ingin ia mau. Media sosial sering di salah gunakan walaupun banyak sisi positif dari media itu sendiri. Hampir seluruh orang di dunia ini menggunakan media sosial dan itu kesempatan bagi orang-orang yang ingin saling menjatuhkan orang lain melalui media sosial tersebut dengan menyebarkan berita hoax tentang orang tersebut. Apalagi tentang berita hoax di kalangan politik, sudah sangat sering terjadi berita hoax di kalangan politik di Indonesia bahkan di dunia. Sejauh yang saya tahu selama ini, banyak orang-orang dari 'media' itu sendiri pun rela mengubah informasi-informasi politik yang sudah benar adanya tetapi informasi tersebut di ubah dengan topic yang sekira nya akan mengundang khalayak pengguna media sosial semakin ramai untuk di bincangkan dari pada informasi asli nya untuk diri mereka sendiri yang mengambil banyak keuntungan. Karena ada nya hal ini, kita sebagai pengguna media sosial yang menerima berita-berita melalui medsos harusnya lebih berhati-hati dan jangan langsung percaya dengan berita tersebut, cari informasi detail nya lagi dengan benar atau bahkan langsung tanyakan dengan narasumber dalam berita tersebut agar ia langsung mengklarifikasi apa yang terjadi apakah berita tentang ia tersebut benar atau tidak.

B. Bagaimanakah pengaruh tentang pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan IPTEK yang lebih baik?
Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman. Salah satunya adalah bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Nilai IPTEK yang tidak sesuai nilai pancasila adalah pengaruh buruk dan memiliki sikap yang terbuka. Salah satu contoh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial adalah cyberbullying yang mengarah kepada kejahatan bullying melalui akun media sosial orang lain dengan perkataan menyakitkan bahkan lebih dari itu, lalu ada berita hoax dimana-mana yang membuat kesalahpahaman bahkan fitnah kepada orang lain dengan berita palsu nya tersebut, dan masih banyak lagi pengaruh buruk lainnya. Salah satu solusi yang terpikirkan oleh saya, yaitu korban yang merasa terkena pengaruh buruk di media sosial harus segera melaporkan tindakan tidak baik itu ke platform media sosial yang ia gunakan, lalu platform yang menjadi wadah dari media sosial itu dan terjadi nya pengaruh buruk disana harus bertanggung jawab dan harus cepat tanggap untuk merespon laporan dari korban yang terkena dampak buruk dari orang lain di media sosial itu dengan memblokir berita, website, postingan, atau apapun itu yang menjadikan itu sebagai pengaruh buruk di media sosial tersebut atau bahkan bisa melaporkan kepada pihak yang berwajib akan hal itu.

C. Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju IPTEK nya, bagaimanakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Saat ini Negara kita memang adalah Negara yang sedang berkembang, berbeda dari kebanyakan dari Negara lain nya yang sudah maju dan memiliki lebih banyak startup, usaha, dan produk dari Negara nya sendiri dibandingkan dengan Negara berkembang seperti kita ini. Tetapi hal ini jangan kita jadikan alasan untuk tidak maju dengan perkembangan-perkembangan teknologi dan harus berusaha mengembangkan nya khususnya untuk orang-orang di bidang IT seperti jurusan yang saya ambil ini. Dengan perkembangan teknologi di Indonesia saat ini dan banyak nya minat di bidang IT sekarang ini, menurut saya kedepan nya kita harus lebih giat lagi dan pengembangkan teknologi-teknologi dan kita perlu juga menahan produk luar negeri untuk tidak memasarkan produk nya di Negara kita agar tidak terjadi sikap konsumerisme di Negara kita, sementara itu, kita juga harus lebih mengembangkan lagi teknologi di Indonesia agar Negara kita tidak tertinggal dengan teknologi di dunia yang akan lebih canggih lagi, karena solusi yang kita ambil tadi adalah menutup pemasaran produk dari luar negeri. Jika kita tidak mengembangkan teknologi lebih jauh lagi sementara kita tidak mengimpor pemasukan produk teknologi dari luar negeri, kita akan tertinggalan jauh dengan negara lain nya. sadarkan diri, usahakan diri, tingkatkan diri, dan lampaui batas.

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Soal

Diki Darmawan གིས-
Nama : Diki Darmawan
NPM : 2255061006
Kelas : PSTI A

1. Saya rasa, etika perilaku politik saat ini di Indonesia belum sesuai dengan nilai-nilai moral Pancasila, tetapi untuk sistem berpolitik di Indonesia sudah sesuai dengan apa yang telah di jalankan selama ini. Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum, pancasila tak dapat dilepaskan dengan masalah politik. Bahkan, ia sebagai panduan bagaimana kita berpolitik santun, baik, berakhlak mulia, dan berpolitik dengan nilai-nilai moral yang tinggi. Karena Pancasila merupakan panduan untuk bangsa Indonesia dalam berpolitik, maka di dalam-nya terkandung etika-etika politik yang harus dimanifestasikan oleh kita. Mengapa menurut saya etika perilaku politik di Indonesia itu masih kurang dan belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? Karena banyak yang berpikiran bahwa politik tidak hanya berada pada penguasa negara namun rakyat juga sering melakukan tindakan politik, seperti politik dagang, sosial, dan lain-nya. Terkadang politik dapat membuat seseorang lupa akan jati diri-nya karena sudah memiliki jabatan dan harta yang melimpah. Ada yang dapat mempengaruhi kinerja politik yaitu moral. Ketika seorang politik (politikus) memiliki moral yang baik maka ia akan bekerja sesuai tugas yang di emban-nya. Kita tentu-nya sudah dapat menilai melalui apa yang terpapar di media massa, apakah hukum berjalan dengan sepatut-nya ataukah masih berada di titik yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Contoh saja informasi yang kita selama ini dapatkan dari media massa, masih banyak kasus politikus-politikus yang melakukan tindakan-tindakan tidak beretika dalam berpolitik dan tidak tegas dalam menjalankan politik, dan hal ini yang menjadikan belum sesuai-nya etika perilaku berpolitik dengan nilai-nilai Pancasila karena terkadang politikus akan lupa dengan moral kehidupan yang sudah memiliki jabatan dan harta yang melimpah yang sudah saya katakan tadi. Dan yang sudah Saya lihat pula melalui media massa selama ini adalah masih ada perilaku politikus yang berpolitik dengan menggunakan emosi-nya yang tidak terima dengan argumen orang lain atau politikus lain dalam menyampaikan pendapat sehingga kedua kubu saling menjatuhkan dalam berpolitik.

2. Menurut Saya, etika baik atau buruk nya generasi muda saat ini dalam lingkungan kebermasyarakatan cukup membingungkan, karena jika berbicara soal nilai baik atau buruk nya itu tergantung dari kepribadiaan dan kesadaran masing-masing. Terkadang disekitar kita terlihat ada orang yang beretika dan berperilaku baik terhadap sesama manusia dan menjaga sopan santun nya, kadang kala juga sikap orang itu sendiri menunjukkan kurang nya berperilaku dan beretika di sekitarnya. Dan menurut Saya hal ini juga berkaitan dan bergantung dimana tempat orang itu berada sehingga hal itu yang mengharuskan ia menjaga perilaku-nya. Contoh, ketika di tempat sakral seperti tempat ibadah, adat dan lain lain. Hal ini dikarenakan sejak kecil pasti sudah ditanamkan di diri kita mau sekecil apapun perilaku baik kita pasti akan mengikuti dan menjaga sikap kita karena ini juga pengaruh umum dan hal yang lumrah sehingga kita pun ikut pengaruh hal baik tersebut. Dan jika bicara soal di lingkungan sekitar atau tempat umum, biasa nya orang-orang menjadi lupa dengan perilaku etika yang harus kita jaga seperti kita di tempat tempat sakral, karena mereka menganggap tempat umum adalah suatu kebebasan berperilaku dan secara lumrah hal ini dapat terkadang bisa dilakukan oleh generasi muda dalam memperoleh kebebasan nya meskipun ada aturan hukum di tempat umum. Hal ini karena pengaruh orang lain di dunia ini dengan tidak menanamkan kebiasaan berperilaku baik seperti di tempat tempat yang mengharuskan berperilaku baik. Sehingga hal ini tidak mencerminkan etika nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. Satu-satu solusi nya adalah tanamkan rasa nilai-nilai Pancasila kita sedini mungkin karena etika dan berperilaku terhadap sesama manusia dapat menjadi lebih baik jika kita dapat kesadaran dari diri masing-masing untuk memilah mana yang baik dan buruk dalam berperilaku.